Breaking News
light_mode
Beranda » Investasi » BI Berupaya Jaga Yield SBN Tetap Menarik Bagi Investor Asing: Analisis Terkini

BI Berupaya Jaga Yield SBN Tetap Menarik Bagi Investor Asing: Analisis Terkini

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
  • visibility 130
  • comment 0 komentar

Di tengah dinamika perekonomian nasional yang terus bergerak, Bank Indonesia (BI) kembali memperkuat langkah-langkahnya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Salah satu fokus utama BI adalah menjaga agar yield Surat Berharga Negara (SBN) tetap menarik bagi investor asing. Langkah ini penting karena SBN menjadi salah satu instrumen utama dalam mendukung kebijakan moneter dan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Pada tahun ini, BI telah merencanakan pembelian SBN di pasar sekunder senilai lebih dari Rp150 triliun. Tidak hanya itu, BI juga akan membeli SBN untuk pendanaan program 3 juta rumah. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari strategi triple intervention, yaitu intervensi di pasar spot, pasar Non-Deliverable Forward (NDF), serta pasar SBN sekunder. Dengan demikian, BI berupaya menjaga likuiditas perbankan dan mendorong penyaluran kredit yang optimal.

BI membeli SBN untuk stabilisasi pasar keuangan

Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, R. Tri Wahyono, menjelaskan bahwa BI melakukan pembelian SBN secara hati-hati dan terukur. “Kami melihat kondisi pasar saat pembelian SBN agar tidak mendistorsi harga yang ada di market,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pembelian SBN bukanlah tindakan yang mengurangi independensi BI, melainkan upaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Terkait dengan yield SBN, BI juga telah melakukan penyesuaian suku bunga acuan seiring dengan kebijakan pelonggaran moneter. Saat ini, BI rate telah diturunkan menjadi 5,25%. Sebagai respons, yield SBN dengan tenor 10 tahun turun ke kisaran 6,5%, sedangkan yield SBN bertenor pendek seperti 1 tahun berada di kisaran 5,5% hingga 5,6%.

Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, menyatakan bahwa penurunan yield ini menunjukkan bahwa pelonggaran kebijakan moneter mulai tersalurkan ke pasar keuangan. “Proses ini akan terus berlangsung dan kami bekerja sama dengan Kementerian Keuangan untuk memastikan penurunan suku bunga terjadi di pasar keuangan,” tambahnya.

Yield SBN dan BI rate dalam grafik

Namun, meski yield SBN masih relatif tinggi dibandingkan BI rate, BI tetap berupaya menjaga daya tariknya bagi investor asing. Pasalnya, ketertarikan investor asing terhadap SBN sangat penting dalam memperkuat posisi rupiah dan menjaga keseimbangan pasar keuangan. BI memastikan bahwa pembelian SBN dilakukan secara transparan dan tidak mengganggu mekanisme pasar.

Menurut Wijayanto Samirin, ekonom Universitas Paramadina, kebijakan BI yang terus-menerus membeli SBN bisa berdampak pada persepsi pasar. “Investor akan mempertanyakan independensi BI dan kualitas kebijakannya,” katanya. Namun, BI tetap berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas sistem keuangan dan kepercayaan investor.

Investor asing memantau pasar SBN

Selain itu, BI juga menjalankan operasi moneter pro-market guna memperkuat efektivitas transmisi penurunan suku bunga. Hal ini mencakup penyesuaian struktur suku bunga instrumen moneter dan swap valas, menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan melalui lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan pembelian SBN di pasar sekunder, serta memperkuat peran dealer utama untuk meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan transaksi repo antarpelaku pasar.

Dalam rangka menjaga kinerja pasar uang, BI juga terus memperkuat transmisi penurunan suku bunga. Dengan demikian, BI tidak hanya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Secara keseluruhan, BI terus berupaya menjaga yield SBN agar tetap menarik bagi investor asing. Dengan langkah-langkah yang terukur dan transparan, BI berharap dapat memperkuat posisi rupiah dan menjaga keseimbangan pasar keuangan. Dengan begitu, Indonesia dapat tetap menjadi tujuan investasi yang menarik bagi para pemain global.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Perbedaan Investasi dan Menabung? Ini Penjelasan Lengkap untuk Pemula

    Apa Perbedaan Investasi dan Menabung? Ini Penjelasan Lengkap untuk Pemula

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Pada era modern ini, istilah “investasi” dan “menabung” sering digunakan dalam pengelolaan keuangan. Namun, banyak orang masih bingung dengan apa yang dimaksudkan oleh kedua istilah tersebut. Padahal, memahami perbedaan investasi dan menabung sangat penting untuk merencanakan keuangan secara bijak dan mencapai tujuan finansial jangka panjang. Menabung dan investasi memiliki tujuan yang berbeda, risiko yang berbeda, […]

  • Inflasi Tahunan DIY Oktober 2025 Capai 2,90 Persen (yoy): Analisis dan Dampak

    Inflasi Tahunan DIY Oktober 2025 Capai 2,90 Persen (yoy): Analisis dan Dampak

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak, angka inflasi menjadi indikator penting dalam mengukur kesehatan perekonomian suatu wilayah. Pada bulan Oktober 2025, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan inflasi tahunan sebesar 2,90 persen (year on year/yoY), meningkat dari angka sebelumnya. Angka ini menunjukkan pergerakan harga konsumen yang perlu dipantau lebih lanjut, baik oleh pemerintah maupun […]

  • Inflasi Volatile Food Mencapai 6,44 Persen Akibat Gejolak Cuaca

    Inflasi Volatile Food Mencapai 6,44 Persen Akibat Gejolak Cuaca

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Inflasi volatile food di Indonesia kembali mencatatkan angka yang tinggi, yaitu sebesar 6,44 persen pada Oktober 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 6,44 persen. Meski terlihat kecil, tren kenaikan ini menjadi perhatian serius bagi para pengambil kebijakan dan masyarakat luas. Dampak gejolak cuaca terhadap produksi komoditas pangan seperti cabai […]

  • Profil dan Sejarah PT Industri Gula Glenmore: Perusahaan Pemimpin di Sektor Gula Indonesia

    Profil dan Sejarah PT Industri Gula Glenmore: Perusahaan Pemimpin di Sektor Gula Indonesia

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika industri gula nasional, PT Industri Gula Glenmore (IGG) tampil sebagai salah satu perusahaan yang mengukir prestasi sekaligus memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian dan masyarakat sekitar. Berlokasi di Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, perusahaan ini tidak hanya menjadi pusat produksi gula berkualitas tinggi, tetapi juga berperan dalam pemberdayaan masyarakat lokal. Sejarah Singkat […]

  • Cara Meningkatkan Hubungan dengan Konsumen dan Manfaat E-Commerce yang Perlu Diketahui

    Cara Meningkatkan Hubungan dengan Konsumen dan Manfaat E-Commerce yang Perlu Diketahui

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Dalam era digital yang semakin berkembang, penting bagi perusahaan untuk meningkatkan hubungan dengan konsumen. Salah satu cara efektif adalah melalui penggunaan e-commerce. E-commerce tidak hanya menjadi alat transaksi, tetapi juga sarana untuk memperkuat hubungan antara bisnis dan pelanggan. E-commerce atau electronic commerce adalah kegiatan jual beli yang dilakukan melalui media elektronik atau online. Menurut Vera […]

  • Cara Kebijakan Moneter Menjaga Stabilitas Ekonomi

    Cara Kebijakan Moneter Menjaga Stabilitas Ekonomi

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Stabilitas ekonomi adalah salah satu tujuan utama dari pemerintah dan bank sentral di berbagai negara. Di Indonesia, Bank Indonesia (BI) memainkan peran kunci dalam menjaga kestabilan ekonomi melalui kebijakan moneter yang tepat. Kebijakan moneter dapat menjaga stabilitas ekonomi dengan cara yang terstruktur dan berbasis data. Artikel ini akan membahas bagaimana kebijakan moneter bekerja untuk mencapai […]

expand_less