Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » BKPM dan Pemda NTT Kolaborasi untuk Mendorong Wirausaha dan Hilirisasi

BKPM dan Pemda NTT Kolaborasi untuk Mendorong Wirausaha dan Hilirisasi

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
  • visibility 432
  • comment 0 komentar

Di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), pentingnya peran pemerintah daerah dan lembaga pemerintah pusat dalam membangun ekosistem bisnis yang inklusif semakin terasa. Salah satu inisiatif terbaru yang menarik perhatian adalah kerja sama antara Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong wirausaha dan hilirisasi. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan meningkatkan partisipasi pelaku usaha, tetapi juga memperkuat kontribusi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dalam perekonomian lokal.

Kolaborasi antara BKPM dan Pemda NTT ini merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan usaha yang adil dan berkelanjutan. Dalam beberapa kegiatan sosialisasi dan workshop yang digelar di Kota Kupang, kedua pihak menyampaikan visi bersama untuk menjadikan penyandang disabilitas sebagai bagian integral dari rantai nilai industri nasional. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak akses yang setara dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi.

Salah satu langkah konkret dalam kolaborasi ini adalah penyelenggaraan workshop pendampingan pembuatan Hak Akses Online Single Submission (OSS) dan Penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB). Melalui sistem OSS yang berbasis risiko, pelaku usaha disabilitas dapat mengakses layanan perizinan secara lebih cepat, mudah, dan tanpa biaya. Ini menjadi gerbang legalitas yang penting bagi para pelaku usaha, terutama mereka yang selama ini kesulitan dalam mendapatkan izin usaha.

Selain itu, acara ini juga dilengkapi dengan workshop business matching antara pelaku usaha besar dan menengah dengan pelaku usaha disabilitas. Kemitraan ini diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas, serta memberikan dukungan teknis dan finansial bagi UMKM disabilitas. Dengan demikian, produk-produk lokal yang dihasilkan bisa lebih mudah terserap dalam rantai pasok sektor pariwisata, agribisnis, dan perdagangan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BKPM dan Pemda NTT juga melakukan penyerahan NIB secara simbolis kepada pelaku usaha disabilitas yang telah terdaftar melalui sistem OSS. Proses ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga memberikan motivasi kepada para pelaku usaha untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam perekonomian daerah.

Pemerintah Provinsi NTT, yang dipimpin oleh Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan komitmennya dalam memperkuat perekonomian daerah melalui pendekatan hilirisasi dan inklusi. Program one village/kelurahan one product hingga one community one product menjadi strategi utama dalam memaksimalkan potensi lokal, termasuk dari kalangan penyandang disabilitas. Dengan adanya program ini, diharapkan hasil produksi pelaku usaha disabilitas dapat terserap di pasar domestik melalui kemitraan dengan BUMD, sektor perhotelan, dan jaringan ritel modern di NTT.

Direktur Pelayanan Perizinan Berusaha Sektor Non Industri, Rahardjo Siswohartono (Anton), menjelaskan bahwa NIB bukan hanya sekadar legalitas, tetapi juga menjadi alat untuk memperluas akses pelaku usaha disabilitas. Dengan sistem OSS yang efisien, pelaku usaha bisa mengakses pembiayaan, pengadaan barang/jasa, dan kegiatan berisiko rendah tanpa prosedur yang rumit. Ini menjadi salah satu cara untuk memastikan bahwa pelaku usaha disabilitas bisa berkompetisi secara adil di pasar.

Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian besar pada peningkatan daya saing produk UMKM disabilitas. Melalui fasilitasi seperti SJPH/halal, SNI Bina UMK, dan kemitraan dengan usaha besar, hotel, dan ritel modern, pemerintah berupaya agar produk inklusif lokal bisa masuk ke pasar yang lebih luas. Targetnya jelas: meningkatkan kesejahteraan dan memperluas peluang pasar bagi pelaku usaha disabilitas.

Direktur Pemberdayaan Usaha, Delfinur Rizky Novihamzah, menekankan bahwa kemitraan antara usaha besar dan UMKM disabilitas menjadi langkah konkret untuk memastikan hasil produksi daerah memiliki nilai tambah dan keberlanjutan usaha. Dengan kolaborasi ini, diharapkan pelaku usaha disabilitas bisa naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.

Kolaborasi antara BKPM dan Pemda NTT juga menjadi bagian dari implementasi sistem perizinan berusaha berbasis risiko melalui OSS. Sistem ini memungkinkan pelaku usaha memperoleh NIB secara daring, transparan, dan efisien tanpa biaya, sekaligus membuka akses terhadap sertifikasi halal, SNI Bina UMK, dan peluang kemitraan usaha yang lebih luas.

Melalui kegiatan ini, BKPM dan Pemda NTT memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pendataan, pelatihan, fasilitasi perizinan, serta perluasan kemitraan antara pelaku usaha disabilitas dengan pelaku usaha besar dan menengah. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kelas usaha (scaling-up) dan memperluas jaringan pemasaran melalui rantai pasok sektor pariwisata, perhotelan, agribisnis, dan perdagangan di wilayah NTT.

Dalam konteks yang lebih luas, kolaborasi ini juga menjadi contoh bagaimana prinsip hilirisasi nasional bisa dijalankan seiring dengan prinsip pemerataan dan inklusivitas. Melalui partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam ekosistem investasi dan kewirausahaan, pemerintah berharap lahir lebih banyak wirausahawan tangguh yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru negeri, termasuk di Nusa Tenggara Timur.

FAQ

Apa tujuan utama kolaborasi BKPM dan Pemda NTT?

Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk memperkuat partisipasi penyandang disabilitas dalam sektor kewirausahaan, hilirisasi, dan rantai pasok industri lokal. Selain itu, kolaborasi ini juga bertujuan meningkatkan akses dan kesempatan ekonomi yang setara bagi seluruh warga negara.

Bagaimana sistem OSS berbasis risiko membantu pelaku usaha disabilitas?

Sistem OSS berbasis risiko memungkinkan pelaku usaha disabilitas untuk mengajukan izin usaha secara online, cepat, dan gratis. Ini membuka akses terhadap pembiayaan, pengadaan barang/jasa, dan kegiatan berisiko rendah tanpa prosedur yang rumit.

Apa manfaat dari kemitraan antara usaha besar dan UMKM disabilitas?

Kemitraan ini membuka peluang pasar yang lebih luas, serta memberikan dukungan teknis dan finansial bagi UMKM disabilitas. Dengan demikian, produk-produk lokal yang dihasilkan bisa lebih mudah terserap dalam rantai pasok sektor pariwisata, agribisnis, dan perdagangan.

Bagaimana pemerintah memastikan pelaku usaha disabilitas bisa berkompetisi secara adil?

Pemerintah memberikan perhatian besar pada peningkatan daya saing produk UMKM disabilitas melalui fasilitasi seperti SJPH/halal, SNI Bina UMK, dan kemitraan dengan usaha besar, hotel, dan ritel modern.

Apa tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha disabilitas?

Salah satu tantangan utama adalah kurangnya insentif ekonomi yang diperoleh, sehingga gerakan kampanye sering kali tidak berkelanjutan. Oleh karena itu, pelaku usaha disabilitas perlu diajarkan untuk berwirausaha dan mengembangkan inovasi produk sesuai selera pasar.

Tagging

BKPM #PemdaNTT #Wirausaha #Hilirisasi #EkonomiNTT #InklusiEkonomi #PenyandangDisabilitas #UMKM #Investasi #PengusahaMuda #PanganLokal #Kewirausahaan #Bisnis #EkonomiIndonesia #Pengusaha #InovasiProduk #PengusahaDisabilitas #PengusahaMudaNTT #PengusahaLokal #PengusahaNasional #KemitraanUsaha #PerizinanBerusaha #OSS #NIB #PelatihanBisnis #PengembanganEkonomi #Pemda #KementerianInvestasi #PemerintahDaerah #Kolaborasi #KemandirianEkonomi #PengusahaMuda #PengusahaInklusif #PengusahaKreatif #PengusahaJangkaPanjang #PengusahaBerkelanjutan #PengusahaMudaNtt #PengusahaMudaIndonesia #PengusahaBaru #PengusahaMudaDigital #PengusahaMudaOnline #PengusahaMudaModern #PengusahaMudaKreatif #PengusahaMudaInovatif #PengusahaMudaTangguh #PengusahaMudaBerprestasi #PengusahaMudaBerkinerja #PengusahaMudaBerproduktif #PengusahaMudaBerorientasiPasaran #PengusahaMudaBerfokusPadaKualitas #PengusahaMudaBerfokusPadaInovasi #PengusahaMudaBerfokusPadaKeberlanjutan #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanKonsumen #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanPelanggan #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanPengguna #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanManajemen #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanTim #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanPengusaha #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanKaryawan #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanPengunjung #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanPelanggan #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanKonsumen #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanPengguna #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanManajemen #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanTim #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanPengusaha #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanKaryawan #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanPengunjung

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perbedaan Mikro Ekonomi dan Makro Ekonomi: Pengertian, Contoh, dan Pentingnya

    Perbedaan Mikro Ekonomi dan Makro Ekonomi: Pengertian, Contoh, dan Pentingnya

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Pada dasarnya, ilmu ekonomi terbagi menjadi dua cabang utama, yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro. Keduanya memiliki fokus kajian yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam memahami dinamika perekonomian suatu negara. Pemahaman tentang perbedaan antara mikro ekonomi dan makro ekonomi sangat penting bagi pelaku bisnis, mahasiswa, maupun masyarakat umum, karena membantu dalam mengambil keputusan yang lebih […]

  • Macam Macam Ekonomi Kreatif yang Bisa Anda Kembangkan

    Macam Macam Ekonomi Kreatif yang Bisa Anda Kembangkan

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Macam-Macam Ekonomi Kreatif yang Bisa Anda Kembangkan Dalam era digital yang semakin berkembang, ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang menawarkan peluang besar bagi para pelaku bisnis. Tidak hanya menghasilkan produk atau layanan yang bernilai tinggi, ekonomi kreatif juga mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bagaimana macam-macam ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan oleh […]

  • Diskon PPN Tiket Pesawat Mulai Berlaku 22 Oktober 2025: Informasi Lengkap

    Diskon PPN Tiket Pesawat Mulai Berlaku 22 Oktober 2025: Informasi Lengkap

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Pemerintah Indonesia kembali memberikan kebijakan yang dinantikan oleh masyarakat, terutama para pengguna transportasi udara. Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya beli masyarakat, pemerintah telah menetapkan kebijakan diskon pajak pertambahan nilai (PPN) untuk tiket pesawat kelas ekonomi. Kebijakan ini akan berlaku mulai tanggal 22 Oktober 2025 hingga 10 Januari 2026. Artikel ini akan membahas […]

  • Apa Itu Laba Perusahaan yang Dibagikan Kepada Pemegang Saham?

    Apa Itu Laba Perusahaan yang Dibagikan Kepada Pemegang Saham?

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Pemahaman tentang laba perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham menjadi kunci bagi investor dalam mengambil keputusan investasi. Laba ini sering kali dikenal dengan istilah dividen, yaitu bagian dari keuntungan perusahaan yang dialokasikan untuk dibagikan kepada pemegang saham. Dividen merupakan salah satu aspek penting dalam dunia bisnis dan ekonomi Indonesia, terutama bagi mereka yang tertarik […]

  • DAERAH OPERASI 1 JAKARTA

    DAERAH OPERASI 1 JAKARTA

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 558
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Jakarta, 27 April 2026 – Gangguan Perjalanan KA di Bekasi Timur, KAI Lakukan Evakuasi* PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan bahwa telah terjadi gangguan perjalanan kereta api di wilayah Bekasi Timur, tepatnya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4) pukul 20.52 WIB. Gangguan tersebut terjadi akibat peristiwa […]

  • Perbedaan Ekonomi Makro dan Mikro Pengertian Contoh Penerapan

    Perbedaan Ekonomi Makro dan Mikro Pengertian Contoh Penerapan

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 602
    • 0Komentar

    Perbedaan Ekonomi Makro dan Mikro: Pengertian, Contoh, dan Penerapan Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia mengelola sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang tidak terbatas. Dalam studi ekonomi, terdapat dua cabang utama yang sering dibahas, yaitu ekonomi mikro dan makro. Kedua bidang ini memiliki perbedaan signifikan dalam hal cakupan, fokus analisis, […]

expand_less