Breaking News
light_mode
Beranda » Makroekonomi » Defisit Transaksi Berjalan Diprediksi Tetap Terkendali Hingga Akhir Tahun

Defisit Transaksi Berjalan Diprediksi Tetap Terkendali Hingga Akhir Tahun

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
  • visibility 281
  • comment 0 komentar

Indonesia terus menunjukkan kinerja yang stabil dalam mengelola defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) meskipun dihadapkan dengan tantangan ekonomi global. Berdasarkan data terbaru dari Bank Indonesia (BI), defisit transaksi berjalan pada kuartal III-2024 mencatatkan angka sebesar US$ 2,2 miliar atau 0,6% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih rendah dibandingkan defisit pada kuartal II-2024 yang mencapai US$ 3,2 miliar atau 0,9% dari PDB. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah dan BI berhasil menjaga stabilitas neraca transaksi berjalan meski ada tekanan eksternal.

Kinerja positif ini didorong oleh surplus neraca perdagangan barang nonmigas yang terus berlanjut. Pertumbuhan ekspor nonmigas yang dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas serta impor yang tumbuh lebih tinggi sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi domestik menjadi faktor utama penurunan defisit. Selain itu, surplus jasa perjalanan juga turut membantu menyempitkan defisit neraca jasa, terutama karena meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Dalam laporan BI, defisit neraca pendapatan primer juga menurun akibat lebih rendahnya pembayaran imbal hasil investasi kepada investor nonresiden. Di sisi lain, peningkatan surplus neraca pendapatan sekunder yang didorong oleh penerimaan remitansi turut mendukung kinerja neraca transaksi berjalan. Kombinasi dari faktor-faktor tersebut memberikan dampak positif terhadap keseimbangan ekonomi nasional.

Selain itu, neraca transaksi modal dan finansial juga mencatatkan surplus sebesar US$ 6,6 miliar pada kuartal III-2024, meningkat dibandingkan surplus sebesar US$ 3,0 miliar pada kuartal sebelumnya. Dengan demikian, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III-2024 mencatat surplus sebesar US$ 5,9 miliar, dari sebelumnya defisit sebesar US$ 0,6 miliar pada triwulan II-2024.

Meski begitu, proyeksi dari beberapa analis seperti Myrdal Gunarto, Global Markets Economist at Maybank Indonesia, memperkirakan bahwa defisit transaksi berjalan Indonesia akan sedikit menurun pada tahun 2025. Menurutnya, CAD pada akhir 2025 diperkirakan akan berkurang menjadi 0,59% dari PDB, atau menurun dari CAD 2024 yang mencapai US$ 8,9 miliar atau 0,6% dari PDB. Penurunan ini dipengaruhi oleh surplus neraca dagang yang diperkirakan akan melebar serta penurunan biaya pembayaran bunga utang seiring tren penurunan suku bunga global.

Myrdal juga menilai bahwa aliran remitansi dan repatriasi tenaga kerja Indonesia di luar negeri akan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja NPI. Ia memproyeksikan NPI Indonesia pada akhir 2025 masih akan mencatat surplus sekitar US$ 8,4 miliar, meningkat dari surplus NPI pada akhir 2024 sebesar US$ 7,2 miliar. Surplus tersebut terutama disumbang oleh surplus neraca perdagangan, aliran investasi langsung, serta pendapatan sekunder.

Dari sisi nilai tukar rupiah, Myrdal memperkirakan bahwa pada akhir tahun 2025, rupiah akan berada di kisaran Rp 16.356 per dolar AS. Proyeksi ini didasarkan pada perkiraan penurunan CAD dan stabilnya kondisi makroekonomi secara keseluruhan.

Secara umum, defisit transaksi berjalan Indonesia tetap terkendali hingga akhir tahun, baik melalui upaya BI dalam menjaga keseimbangan neraca pembayaran maupun dukungan dari sektor-sektor strategis seperti ekspor, pariwisata, dan investasi. Meskipun ada tekanan eksternal, pemerintah dan otoritas moneter telah menunjukkan kemampuan dalam menghadapi tantangan ekonomi global dengan menjaga stabilitas fiskal dan moneter.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang terjaga serta kebijakan yang proaktif, Indonesia dapat terus mempertahankan defisit transaksi berjalan yang rendah hingga akhir tahun. Hal ini menjadi indikator positif bagi kredibilitas perekonomian nasional dan daya tarik investasi di masa depan.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekonomi Indonesia Tumbuh Stabil: Dukungan dari Ekspansi Manufaktur dan Stabilitas Harga

    Ekonomi Indonesia Tumbuh Stabil: Dukungan dari Ekspansi Manufaktur dan Stabilitas Harga

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Indonesia terus menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi yang kuat, dengan sektor manufaktur menjadi salah satu pendorong utama. Pada awal tahun 2025, angka Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur naik ke level 51,9 pada Januari, meningkat dari 51,2 di bulan sebelumnya. Angka ini mencerminkan bahwa sektor manufaktur tetap berkembang meskipun menghadapi tantangan global. Kenaikan PMI ini juga menandai […]

  • Apa Itu Laba Perusahaan yang Dibagikan Kepada Pemegang Saham?

    Apa Itu Laba Perusahaan yang Dibagikan Kepada Pemegang Saham?

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Pemahaman tentang laba perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham menjadi kunci bagi investor dalam mengambil keputusan investasi. Laba ini sering kali dikenal dengan istilah dividen, yaitu bagian dari keuntungan perusahaan yang dialokasikan untuk dibagikan kepada pemegang saham. Dividen merupakan salah satu aspek penting dalam dunia bisnis dan ekonomi Indonesia, terutama bagi mereka yang tertarik […]

  • Mengapa Perdagangan Internasional Muncul Akibat Kesamaan dalam Faktor Ekonomi dan Sumber Daya

    Mengapa Perdagangan Internasional Muncul Akibat Kesamaan dalam Faktor Ekonomi dan Sumber Daya

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Perdagangan internasional adalah aktivitas tukar-menukar barang dan jasa antara negara-negara di dunia. Kehadirannya tidak terlepas dari perbedaan kondisi ekonomi, sumber daya alam, teknologi, dan kebutuhan masyarakat antar negara. Namun, salah satu alasan utama mengapa perdagangan internasional muncul adalah karena adanya kesamaan dalam faktor ekonomi dan sumber daya yang saling melengkapi. Dengan demikian, setiap negara dapat […]

  • Contoh Penerapan Augmented Reality dalam E-Commerce yang Mengubah Pengalaman Belanja Online

    Contoh Penerapan Augmented Reality dalam E-Commerce yang Mengubah Pengalaman Belanja Online

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Dalam era digital yang semakin berkembang, teknologi Augmented Reality (AR) kini menjadi salah satu inovasi paling menarik yang mengubah cara konsumen berbelanja online. AR memungkinkan pengguna untuk melihat dan “mencoba” produk secara virtual sebelum memutuskan untuk membeli, sehingga meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Berikut adalah beberapa contoh penerapan AR dalam e-commerce yang telah membuktikan manfaatnya. […]

  • Kota Terbesar Kedua di Jepang yang Jadi Pusat Industri Tekstil

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Di tengah kekayaan sejarah dan inovasi teknologi Jepang, kota-kota besar memiliki peran penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi negara. Salah satu dari kota tersebut adalah Yokohama, yang tidak hanya dikenal sebagai kota pelabuhan utama, tetapi juga menjadi pusat industri tekstil yang signifikan. Sebagai kota terbesar kedua di Jepang, Yokohama menawarkan potensi ekonomi yang luar biasa dan […]

  • Kinerja RNTH Saham Dipengaruhi Kontribusi Investor Individu Domestik

    Kinerja RNTH Saham Dipengaruhi Kontribusi Investor Individu Domestik

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Pasar modal Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, khususnya dalam hal kinerja Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) saham. Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja pasar modal ini tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas investor asing, tetapi juga oleh kontribusi kuat dari investor individu domestik. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan likuiditas dan stabilitas […]

expand_less