Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » Harga dan Informasi Terkini tentang 1 Lot Saham BRI

Harga dan Informasi Terkini tentang 1 Lot Saham BRI

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
  • visibility 659
  • comment 0 komentar

Dalam dunia investasi, saham menjadi salah satu pilihan yang populer untuk mengembangkan dana. Salah satu saham yang sering diminati oleh investor adalah saham Bank Rakyat Indonesia (BRI), atau yang dikenal dengan kode BBRI. Jika Anda tertarik berinvestasi dalam saham ini, penting untuk memahami informasi terkini tentang harga dan cara menghitung modal yang dibutuhkan untuk membeli 1 lot saham BRI.

Pengertian Lot dalam Perdagangan Saham

Lot merupakan satuan standar yang digunakan dalam perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setiap saham memiliki aturan lot yang sama, termasuk saham BRI. Dalam sistem ini, 1 lot saham BRI setara dengan 100 lembar saham. Artinya, jika Anda ingin membeli 1 lot, Anda harus membeli 100 lembar saham secara bersamaan. Aturan ini bertujuan untuk menjaga likuiditas pasar dan memudahkan transaksi.

Transaksi saham BRI di bursa efek

Harga 1 Lot Saham BRI dan Cara Menghitungnya

Untuk mengetahui harga 1 lot saham BRI, Anda bisa menggunakan rumus sederhana:

Harga 1 lot = Harga per lembar × 100 lembar

Misalnya, jika harga saham BRI saat ini adalah Rp5.000 per lembar, maka harga 1 lot saham BRI adalah:

Rp5.000 × 100 = Rp500.000

Namun, harga saham bisa berfluktuasi setiap hari. Oleh karena itu, harga 1 lot yang Anda hitung hari ini bisa berbeda dengan besok. Pastikan untuk selalu memantau harga saham melalui platform trading resmi atau aplikasi keuangan.

Biaya Tambahan yang Perlu Diperhitungkan

Selain harga saham, ada beberapa biaya tambahan yang perlu diperhitungkan saat membeli atau menjual saham. Biaya-biaya ini biasanya terdiri dari:

  • Brokerage Fee: Biaya layanan dari perusahaan sekuritas, biasanya berkisar antara 0,15% hingga 0,29% dari nilai transaksi.
  • PPN (Pajak Pertambahan Nilai): 11% dari brokerage fee.
  • PPh (Pajak Penghasilan): 0,1% dari nilai transaksi jual.
  • Fee KPEI: Biaya kliring sebesar Rp250 per transaksi.
  • Biaya Minimum: Biasanya berkisar antara Rp5.000 hingga Rp25.000 per transaksi, terlepas dari nilai transaksi.

Contoh perhitungan modal untuk membeli 1 lot saham BRI dengan harga Rp5.000 per lembar adalah sebagai berikut:

  • Harga 1 lot: Rp5.000 × 100 = Rp500.000
  • Brokerage Fee (0,15%): Rp750
  • PPN (11%): Rp82,5
  • Total Biaya Beli: Rp832,5
  • Total Modal yang Diperlukan: Rp500.832,5

Dengan adanya biaya tambahan dan fluktuasi harga, disarankan untuk menyediakan modal lebih, sekitar Rp550.000 hingga Rp600.000, sebagai buffer atau cadangan.

Strategi Pembelian Lot Saham BRI untuk Pemula

Bagi pemula, strategi seperti Dollar Cost Averaging (DCA) dan Akumulasi Bertahap bisa membantu mengoptimalkan investasi. Dengan DCA, Anda membeli 1 lot saham secara rutin setiap bulan, tanpa memperhatikan harga saham saat itu. Sementara itu, akumulasi bertahap cocok bagi investor yang memiliki modal lebih, dengan memanfaatkan momentum harga yang turun.

Keuntungan Berinvestasi di Saham BRI

Saham BRI adalah salah satu saham blue chip yang memiliki fundamental kuat. Investasi dalam saham ini memberikan potensi dividen tunai setiap tahun serta capital gain dari kenaikan harga saham dalam jangka panjang.

Pemilihan Platform Sekuritas

Pilihlah platform sekuritas yang terpercaya dan sesuai dengan kebutuhan Anda. Beberapa pilihan populer di Indonesia antara lain Ajaib, Stockbit, dan Mirae Asset Sekuritas. Setiap platform memiliki fitur dan biaya yang berbeda, jadi pastikan untuk memilih yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda.

Kesimpulan

Minimum lot saham BRI adalah 1 lot atau 100 lembar. Dengan modal sekitar Rp500.000 hingga Rp600.000, Anda sudah bisa memulai investasi di salah satu saham blue chip terbaik di Indonesia. Investasi saham adalah perjalanan jangka panjang. Mulailah dengan langkah kecil, pahami risikonya, dan terus belajar.

Investasi saham BRI sebagai bentuk pengembangan aset

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Banten untuk Indonesia, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki Bacakan Pancasila di HUT ke-81 RI

    Dari Banten untuk Indonesia, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki Bacakan Pancasila di HUT ke-81 RI

    • calendar_month Sen, 17 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, SERANG – Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) pada Senin (17/08). Dalam upacara tersebut, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki turut mengambil bagian penting dengan bertindak sebagai pembaca Pancasila, sebagai simbol […]

  • Apa Itu Subsektor Ekonomi Kreatif dan Pentingnya dalam Pembangunan Ekonomi?

    Apa Itu Subsektor Ekonomi Kreatif dan Pentingnya dalam Pembangunan Ekonomi?

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Subsektor ekonomi kreatif adalah bagian dari sektor ekonomi yang berfokus pada penciptaan nilai tambah melalui kreativitas, keterampilan, dan bakat individu. Di Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah mengidentifikasi 17 subsektor ekonomi kreatif yang berperan penting dalam perekonomian nasional. Setiap subsektor ini memiliki peran masing-masing dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan menciptakan peluang kerja […]

  • Perbedaan Mikro Ekonomi dan Makro Ekonomi: Pengertian, Contoh, dan Pentingnya

    Perbedaan Mikro Ekonomi dan Makro Ekonomi: Pengertian, Contoh, dan Pentingnya

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Pada dasarnya, ilmu ekonomi terbagi menjadi dua cabang utama, yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro. Keduanya memiliki fokus kajian yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam memahami dinamika perekonomian suatu negara. Pemahaman tentang perbedaan antara mikro ekonomi dan makro ekonomi sangat penting bagi pelaku bisnis, mahasiswa, maupun masyarakat umum, karena membantu dalam mengambil keputusan yang lebih […]

  • Cara Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan Sendiri: Panduan Lengkap 2024

    Cara Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan Sendiri: Panduan Lengkap 2024

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 582
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika dunia kerja yang terus berkembang, banyak pekerja di Indonesia mulai mempertanyakan hak dan prosedur terkait kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah bisa menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan sendiri? Pertanyaan ini tidak hanya relevan bagi karyawan yang sedang mencari alternatif keuangan, tetapi juga penting untuk memahami tata kelola jaminan sosial […]

  • Kepala Staf Kepresidenan terima Bupati Buru, Bahas Sejumlah Isu Strategis Pembangunan Daerah

    Kepala Staf Kepresidenan terima Bupati Buru, Bahas Sejumlah Isu Strategis Pembangunan Daerah

    • calendar_month Ming, 30 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, menerima kunjungan Bupati Buru beserta jajaran kepala dinas di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/8). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis pembangunan daerah serta dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Buru.   Sejumlah agenda yang dibahas antara lain percepatan pembangunan […]

  • Kasus E-Commerce Terbaru yang Mengubah Industri Tahun Ini

    Kasus E-Commerce Terbaru yang Mengubah Industri Tahun Ini

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, industri e-commerce di Indonesia terus mengalami transformasi. Dari sekadar platform jual beli barang konsumen, kini e-commerce telah menyebar ke berbagai sektor bisnis, termasuk pasar B2B (Business-to-Business). Di tengah perubahan ini, beberapa kasus e-commerce terbaru menjadi sorotan karena dampaknya yang signifikan terhadap ekosistem bisnis lokal. Salah satu isu terkini […]

expand_less