Breaking News
light_mode
Beranda » Ekspor-Impor » Impor Nonmigas Naik 7,62 Persen pada September 2025: Analisis dan Dampak Ekonomi

Impor Nonmigas Naik 7,62 Persen pada September 2025: Analisis dan Dampak Ekonomi

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
  • visibility 192
  • comment 0 komentar

Pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tanda-tanda positif, terutama dalam sektor perdagangan luar negeri. Data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa impor nonmigas pada bulan September 2025 mengalami kenaikan sebesar 7,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menjadi indikasi bahwa kebutuhan barang dan jasa di dalam negeri tetap tinggi, meski tekanan global masih terus berlangsung.

Dalam laporan BPS, total nilai impor pada bulan September 2025 mencapai USD20,34 miliar, meningkat 7,17 persen secara tahunan (yoy). Dari jumlah tersebut, impor nonmigas mendominasi dengan angka sebesar USD17,70 miliar atau naik 7,62 persen yoy. Sementara itu, impor migas hanya tumbuh sebesar 4,29 persen menjadi USD2,64 miliar. Kenaikan impor nonmigas ini menunjukkan bahwa sektor industri dan konsumsi dalam negeri masih membutuhkan bahan baku dan alat produksi dari luar negeri.

Perkembangan impor nonmigas Indonesia September 2025

Kenaikan impor nonmigas tidak terlepas dari perkembangan sektor industri pengolahan yang terus berkembang. Seperti yang disebutkan oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, sektor industri pengolahan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekspor dan impor nonmigas. Produk-produk seperti logam dasar, kimia organik, dan semikonduktor masih menjadi incaran pasar internasional, sehingga memengaruhi permintaan barang modal dan bahan baku di dalam negeri.

Selain itu, peningkatan impor nonmigas juga dipengaruhi oleh tren permintaan konsumen yang semakin meningkat. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Perdagangan, beberapa komoditas impor nonmigas seperti buah-buahan, pupuk, dan kertas mengalami kenaikan signifikan. Misalnya, impor buah-buahan (HS 08) naik hingga 56,63 persen pada Maret 2025, sementara impor pupuk (HS 31) meningkat 46,06 persen. Meskipun data tersebut merujuk pada bulan Maret 2025, tren ini dapat menjadi indikator bahwa permintaan akan barang-barang konsumsi dan bahan baku tetap tinggi.

Sebaran impor nonmigas Indonesia September 2025

Meski kenaikan impor nonmigas menunjukkan pertumbuhan yang positif, para ahli ekonomi tetap memperhatikan risiko yang mungkin muncul. Salah satunya adalah ketidakseimbangan neraca perdagangan. Meskipun surplus perdagangan Indonesia masih terjaga, kenaikan impor yang lebih cepat dibandingkan ekspor bisa berdampak pada defisit perdagangan jika tidak dikelola dengan baik. Namun, berdasarkan data BPS, surplus perdagangan pada Januari–September 2025 mencapai USD33,48 miliar, dengan kontribusi terbesar dari sektor nonmigas sebesar USD47,20 miliar.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan bahwa surplus neraca perdagangan yang berlanjut hingga September 2025 menegaskan bahwa fundamental eksternal Indonesia masih solid di tengah ketidakpastian global. Kinerja ekspor yang kuat dari komoditas unggulan seperti batu bara, nikel, dan CPO menjadi penopang utama yang menjaga stabilitas nilai tukar dan memperkuat sentimen investor asing.

Neraca perdagangan Indonesia Januari-September 2025

Dari sudut pandang pasar modal, kondisi ini bisa menjadi angin segar untuk sektor-sektor berorientasi ekspor seperti komoditas, logistik, pelabuhan, dan manufaktur berbasis bahan mentah. Selain itu, stabilitas rupiah akibat surplus yang konsisten juga memberi efek positif bagi sektor perbankan karena mengurangi risiko nilai tukar.

Namun, penting untuk diingat bahwa kenaikan impor nonmigas harus seimbang dengan peningkatan ekspor. Jika impor terus meningkat tanpa didukung oleh kenaikan ekspor, maka defisit perdagangan bisa muncul dan mengganggu stabilitas ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah dan pelaku usaha perlu bekerja sama untuk meningkatkan daya saing produk lokal dan memperluas pasar ekspor.

Tren impor nonmigas Indonesia 2025

Pertanyaan Umum

Apa yang dimaksud dengan impor nonmigas?

Impor nonmigas merujuk pada pembelian barang dan jasa dari luar negeri yang tidak termasuk dalam kategori migas (minyak bumi dan gas alam). Contohnya termasuk bahan baku, barang modal, dan barang konsumsi.

Mengapa impor nonmigas mengalami kenaikan?

Kenaikan impor nonmigas biasanya disebabkan oleh pertumbuhan sektor industri, permintaan konsumen yang meningkat, serta kebutuhan akan bahan baku dan alat produksi dari luar negeri.

Bagaimana dampak impor nonmigas terhadap perekonomian?

Impor nonmigas dapat memengaruhi neraca perdagangan dan stabilitas nilai tukar. Jika kenaikan impor tidak seimbang dengan ekspor, maka defisit perdagangan bisa muncul, yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi.

Apa yang dilakukan pemerintah untuk mengelola impor nonmigas?

Pemerintah melakukan berbagai kebijakan seperti pengawasan impor, insentif bagi produsen lokal, dan pembinaan sektor ekspor agar ekonomi tetap seimbang.

Apakah kenaikan impor nonmigas selalu positif?

Tidak selalu. Kenaikan impor nonmigas bisa menjadi isu jika tidak diimbangi dengan peningkatan ekspor. Hal ini bisa mengancam stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah.


Tag:

ImporNonmigas #EkonomiIndonesia #NeracaPerdagangan #EksporNonmigas #Perekonomian2025 #PerdaganganLuarNegeri #StabilitasNilaiTukar #PertumbuhanEkonomi #InvestorAsing #SektorManufaktur

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selain Satu Properti yang Terdapat dalam Tari Perang, Apa Saja yang Lain?

    Selain Satu Properti yang Terdapat dalam Tari Perang, Apa Saja yang Lain?

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Pada era modern ini, tari perang masih menjadi salah satu bentuk seni tradisional yang memikat hati masyarakat. Dalam konteks budaya Indonesia, tari perang memiliki makna yang mendalam dan sering kali terkait dengan sejarah serta nilai-nilai kehidupan masyarakat setempat. Meskipun kita sering mengenal tari perang dari Papua atau Nias, ternyata di berbagai daerah lain juga terdapat […]

  • Strategi Pemasaran E-Commerce yang Efektif untuk Bisnis Online

    Strategi Pemasaran E-Commerce yang Efektif untuk Bisnis Online

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Dalam era digital saat ini, bisnis online semakin menjadi pilihan utama bagi pelaku usaha. Namun, tantangan dalam menjangkau dan mempertahankan pelanggan tetap menjadi hal yang krusial. Untuk itu, strategi pemasaran e-commerce yang efektif menjadi kunci keberhasilan sebuah bisnis online. Dengan menggabungkan teknik-teknik modern dan data yang akurat, bisnis bisa meningkatkan penjualan, membangun loyalitas pelanggan, dan […]

  • “JADIKAN SUMBAR PUSAT BISNIS BERBASIS KEKUATAN KHAS WILAYAH SUMATERA”

    “JADIKAN SUMBAR PUSAT BISNIS BERBASIS KEKUATAN KHAS WILAYAH SUMATERA”

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 87
    • 0Komentar

    LATAR BELAKANG DAN VISI Sumatera Barat (Sumbar) memiliki potensi geografis, budaya, dan sumber daya alam yang sangat besar. Saat ini, perekonomian nasional masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sehingga diperlukan poros pertumbuhan ekonomi baru untuk mendorong pemerataan dan mengurangi beban pembangunan di wilayah utama tersebut.   VISI Menjadikan Sumbar (dengan pusat koordinasi di Batusangkar) sebagai hub […]

  • Pengertian dan Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi Gus Dur di Indonesia

    Pengertian dan Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi Gus Dur di Indonesia

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Indonesia telah mengalami perubahan signifikan dalam perekonomian sejak era reformasi dimulai pada tahun 1998. Salah satu tokoh yang berkontribusi besar dalam menjalankan reformasi ekonomi adalah Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan Gus Dur. Meskipun masa kepemimpinannya hanya berlangsung selama dua tahun, dari Oktober 1999 hingga Juli 2001, kebijakan ekonomi yang diterapkan […]

  • Indeks Keyakinan Konsumen Diprediksi Stabil di Kuartal IV: Analisis dan Prediksi Terkini

    Indeks Keyakinan Konsumen Diprediksi Stabil di Kuartal IV: Analisis dan Prediksi Terkini

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Pada akhir tahun 2025, perekonomian Indonesia menunjukkan tanda-tanda positif yang cukup menggembirakan. Salah satu indikator utamanya adalah Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang terus menunjukkan kecenderungan stabil dan bahkan meningkat. Dalam survei terbaru Bank Indonesia, IKK mencatat angka 121,2 pada Oktober 2025, naik dari 115,0 pada September. Angka ini menandai kenaikan signifikan yang menjadi sinyal kuat […]

  • Cara Bayar Pajak Motor Online di Indomaret dengan Mudah dan Cepat

    Cara Bayar Pajak Motor Online di Indomaret dengan Mudah dan Cepat

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Pajak kendaraan bermotor adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap pemilik kendaraan. Tidak hanya sebagai bentuk kepatuhan hukum, membayar pajak juga bisa mencegah denda dan masalah hukum lainnya. Dengan perkembangan teknologi, kini pemilik kendaraan bisa membayar pajak secara online, termasuk melalui Indomaret. Berikut ini panduan lengkap cara bayar pajak motor online di Indomaret. Syarat Membayar […]

expand_less