Breaking News
light_mode
Beranda » Investasi » Investor Institusi Mulai Lirik Properti Komersial di Luar Negeri: Tren Baru Pasar

Investor Institusi Mulai Lirik Properti Komersial di Luar Negeri: Tren Baru Pasar

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
  • visibility 421
  • comment 0 komentar

Di tengah dinamika pasar global yang terus berubah, para investor institusi kini mulai memperluas pandangan mereka ke sektor properti komersial di luar negeri. Fenomena ini menjadi indikasi bahwa tren investasi properti tidak lagi terpaku pada wilayah lokal, melainkan mencari peluang di pasar internasional yang lebih luas. Pergerakan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan permintaan akan aset yang stabil dan potensi pertumbuhan jangka panjang.

Pada awal tahun 2019, Singapura menjadi salah satu pusat perhatian bagi investor properti komersial. Menurut riset Real Capital Analytics Inc. (RCA), transaksi properti komersial di Singapura mengalami lonjakan hingga 72 persen secara year-on-year (yoy) menjadi US$1,9 miliar pada kuartal I/2019. Hal ini terutama didorong oleh sektor perkantoran, ritel, dan industri. Investor ingin “mengunci” harga sebelum kenaikan lebih lanjut, sehingga membuat Singapura menjadi tujuan utama untuk investasi properti komersial.

Sementara itu, data dari Jones Lang LaSalle (JLL) menunjukkan bahwa sewa kantor di Singapura melambung ke level tertinggi selama 10 tahun pada kuartal pertama tahun ini. Ini menunjukkan bahwa permintaan akan ruang kantor tetap tinggi, meskipun ada tekanan dari peningkatan pasokan. Diperkirakan sewa kantor akan naik sekitar 10 persen pada 2019, mengikuti lonjakan sebanyak 12,4 persen seperti pada tahun lalu.

Beberapa pembeli besar properti komersial di Singapura antara lain adalah Gaw Capital, Hong Kong Bouwinvest, Netherlands CPP Investment Board, Canada LaSalle, dan U.S. Logos Property Services dari Australia. Ini menunjukkan bahwa investor dari berbagai negara mulai melirik pasar Singapura sebagai pilihan strategis.

Namun, tren ini tidak hanya terjadi di Singapura. Secara keseluruhan, total volume investasi di seluruh Asia Pasifik anjlok 36 persen secara year-on-year (yoy). Penyebabnya adalah perlambatan ekonomi China akibat perang dagang dengan Amerika Serikat dan penurunan permintaan global. Meski demikian, RCA mencatat bahwa jumlah transaksi yang tertunda sangat tinggi di pasar seperti Hong Kong, India, dan China. Prediksi ini menunjukkan bahwa aktivitas pasar bisa kembali pulih jika suku bunga global tetap rendah.

Investor institusi menghadiri acara bisnis internasional

Tren investasi properti komersial di luar negeri ini juga mencerminkan perubahan dalam pola investasi. Dulu, para investor cenderung fokus pada pasar domestik, tetapi kini mereka mulai mencari aset yang lebih stabil dan memiliki potensi pertumbuhan lebih besar. Hal ini terutama karena ketidakpastian ekonomi global, yang membuat banyak investor mencari alternatif yang lebih aman.

Selain itu, pergeseran preferensi konsumen juga turut memengaruhi tren ini. Masyarakat semakin sadar akan pentingnya investasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Banyak pengembang properti komersial kini mulai mengedepankan konsep keberlanjutan, seperti penggunaan energi terbarukan dan material ramah lingkungan. Hal ini membuat properti komersial di luar negeri semakin diminati oleh investor institusi.

Dalam konteks Indonesia, tren ini juga relevan. Industri properti di Indonesia terus berkembang pesat, dan tahun 2025 diprediksi akan menjadi tahun penuh perubahan. Teknologi, kesadaran lingkungan, serta perubahan gaya hidup menjadi beberapa faktor utama yang akan memengaruhi tren properti di masa depan. Oleh karena itu, bagi investor, memahami tren pasar global menjadi langkah penting untuk memperluas portofolio dan meningkatkan keuntungan.

Investor institusi menghadiri forum properti internasional

Selain itu, adanya platform digital dan teknologi baru memudahkan proses investasi properti. Penggunaan Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) memungkinkan investor untuk melihat properti secara virtual tanpa harus datang langsung ke lokasi. Selain itu, Artificial Intelligence (AI) juga digunakan untuk analisis pasar properti, membantu investor membuat keputusan yang lebih berbasis data.

Faktor-faktor ini menunjukkan bahwa investasi properti komersial di luar negeri bukanlah hal yang baru, tetapi semakin menjadi pilihan utama bagi investor institusi. Dengan mempertimbangkan stabilitas pasar, potensi pertumbuhan, dan keberlanjutan, investor dapat memperoleh keuntungan yang lebih baik dalam jangka panjang.

Peta dunia dengan titik investasi properti komersial

FAQ

Apa saja alasan investor institusi mulai tertarik pada properti komersial di luar negeri?

Investor institusi mulai tertarik pada properti komersial di luar negeri karena stabilitas pasar, potensi pertumbuhan, dan keberlanjutan. Selain itu, kondisi ekonomi global yang tidak pasti membuat mereka mencari aset yang lebih aman.

Bagaimana tren investasi properti komersial di Singapura?

Singapura menjadi salah satu pasar yang diminati oleh investor institusi. Transaksi properti komersial di Singapura meningkat tajam, terutama di sektor perkantoran dan ritel. Sewa kantor pun melonjak ke level tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Apa dampak dari perubahan preferensi konsumen terhadap investasi properti?

Perubahan preferensi konsumen, seperti keinginan akan properti ramah lingkungan dan multifungsi, memengaruhi tren investasi. Pengembang kini lebih mengedepankan konsep keberlanjutan, yang membuat properti komersial di luar negeri semakin diminati.

Bagaimana teknologi memengaruhi investasi properti komersial?

Teknologi seperti AR, VR, dan AI memudahkan proses investasi properti. Investor dapat melihat properti secara virtual dan membuat keputusan berdasarkan data yang akurat, sehingga mengurangi risiko investasi.

Apa tantangan yang dihadapi investor institusi dalam investasi properti komersial di luar negeri?

Tantangan utama yang dihadapi investor institusi adalah ketidakpastian ekonomi global dan perbedaan regulasi antar negara. Namun, diversifikasi portofolio dan memilih pasar yang stabil dapat membantu mengurangi risiko tersebut.

Tag:

InvestorInstitusi #PropertiKomersial #InvestasiLuarNegeri #TrenPasar #Singapura #RealEstate #EkonomiGlobal #PropertiHijau #KondisiPasar #InvestasiStrategis

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Analisis Dampak Potensi Kenaikan UMP 2026 Terhadap Inflasi

    Analisis Dampak Potensi Kenaikan UMP 2026 Terhadap Inflasi

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Pembahasan mengenai upah minimum provinsi (UMP) 2026 semakin hangat dibicarakan, terutama setelah kalangan buruh dan serikat pekerja menyampaikan tuntutan kenaikan sebesar 8,5% hingga 10,5%. Namun, di balik tuntutan tersebut, ada pertanyaan penting yang muncul: bagaimana kenaikan UMP ini akan memengaruhi tingkat inflasi di Indonesia? Artikel ini akan membahas secara mendalam dampak potensial dari kenaikan UMP […]

  • Bekuk Pengedar Narkoba, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang amankan Barang Bukti

    Bekuk Pengedar Narkoba, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang amankan Barang Bukti

    • calendar_month Jum, 31 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Sumatera Utara – Sat Narkoba Polresta Deli Serdang bekuk pengedar narkoba di Dusun II Desa Bakaran Batu Kec. Batang Kuis Kab. Deli Serdang. Pelaku berinisial AKD (49) warga Jalan Sidomulyo Pasar 9 Kab. Deli Serdang, dan dari penangkapan itu turut disita barang bukti 1 Plastik klip kecil berisikan narkotika jenis sabu bruto 1.28 gram, […]

  • Cara Pelaku UMKM Mengoptimalkan Adopsi Platform Digital untuk Pertumbuhan Bisnis

    Cara Pelaku UMKM Mengoptimalkan Adopsi Platform Digital untuk Pertumbuhan Bisnis

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Di tengah transformasi digital yang semakin pesat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia dihadapkan pada tantangan dan peluang baru. Adopsi platform digital menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing, efisiensi, dan pertumbuhan bisnis. Dengan berbagai alat dan teknologi yang tersedia, UMKM tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu, melainkan bisa menjangkau pasar yang […]

  • Profil dan Kegiatan PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri

    Profil dan Kegiatan PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 824
    • 0Komentar

    PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri (PT YPTI) adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan teknologi presisi, khususnya dalam penyediaan alat bantu pemeriksaan (checking fixture), cetakan (mold), komponen plastik injeksi, serta bagian presisi. Sebagai mitra yang dapat diandalkan, PT YPTI telah beroperasi selama 16 tahun, memberikan layanan yang berkualitas tinggi dengan menggunakan teknologi […]

  • Pembangunan Infrastruktur Kini Didominasi Skema Pembiayaan Swasta: Tren dan Dampak Terkini

    Pembangunan Infrastruktur Kini Didominasi Skema Pembiayaan Swasta: Tren dan Dampak Terkini

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan pembangunan yang semakin meningkat, pemerintah Indonesia kini lebih fokus pada pendanaan infrastruktur melalui skema pembiayaan swasta. Hal ini menjadi tren yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah adanya peningkatan partisipasi sektor swasta dalam berbagai proyek infrastruktur penting. Dalam konteks ini, skema Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) dan Kerja […]

  • Setelah 8 Tahun, Iuran Kalibata City Akhirnya Naik

    Setelah 8 Tahun, Iuran Kalibata City Akhirnya Naik

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Jakarta – Iuran Pengelolaan Lingkungan Apartemen Kalibata City Jakarta naik. Bagi sebagian besar penghuni, ini bukan kejutan, dan bukan masalah. Delapan tahun tanpa penyesuaian, gedung yang kini hampir dua dekade usianya membutuhkan biaya perawatan yang tidak bisa terus ditekan. Suhadi tinggal di tower Cendana sejak 2011. Lebih dari satu dekade ia menyaksikan apartemen ini […]

expand_less