Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Kemensos Bentuk Tim Percepatan Pembangunan 61 Sekolah Rakyat

Kemensos Bentuk Tim Percepatan Pembangunan 61 Sekolah Rakyat

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 8 Agu 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar

RadarEkonomi.com, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) membentuk Tim Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat (TP2SR) untuk mempercepat pembangunan gedung permanen bagi 61 Sekolah Rakyat (SR) rintisan di 57 pemerintah daerah.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo mengatakan, pembentukan tim tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf untuk memastikan pembangunan SR permanen di lokasi-lokasi rintisan dapat segera direalisasikan.

Menurut Agus, percepatan pembangunan menjadi penting karena 61 SR rintisan tersebut belum sepenuhnya terakomodasi dalam kuota 100 titik pembangunan yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Salah satu kendalanya yakni persoalan administratif lahan. Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat pembentukan TP2SR di Kantor Kemensos, Kamis, 6 Agustus 2026.

“Kalau tahun ini kita tidak bisa memastikan pembangunannya, potensi untuk ditutup di tahun depan besar sekali karena gedungnya sudah tidak mencukupi,” ujar Agus Jabo dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Kementerian Sosial, Jumat, 7 Agustus 2026.

Agus menjelaskan, puluhan SR rintisan tersebut saat ini masih menggunakan fasilitas sementara yang kapasitasnya diproyeksikan hanya mampu bertahan maksimal satu tahun.

Karena itu, apabila pembangunan gedung permanen tidak dapat dieksekusi tahun ini, sekolah-sekolah tersebut berpotensi tidak mampu menampung siswa baru dan terancam ditutup pada tahun depan.

Untuk mempercepat proses tersebut, TP2SR akan menggelar Desk Evaluation pada 12 Agustus 2026. Kegiatan ini akan mempertemukan 57 pemerintah daerah yang menaungi 61 SR rintisan.

Dalam desk tersebut, Kemensos akan memetakan kesiapan lahan masing-masing lokasi, termasuk status lahan, pihak yang telah mengusulkan, kendala yang dihadapi, serta kementerian atau lembaga yang berkaitan dengan penyelesaian persoalan tersebut.

“Tugas kita adalah memastikan titik-titik ini sudah ada persiapan lahannya. Tolong didata dan diidentifikasi status lahannya, siapa yang sudah mengusulkan, apa masalahnya, dan keterkaitannya dengan kementerian apa saja. Itu harus sudah ada identifikasi,” tegasnya.

Upaya percepatan juga akan dilakukan melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian PU, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, hingga Perhutani.

Agus menegaskan, TP2SR tidak hanya bertugas mengawal persiapan pembangunan, tetapi juga melakukan pendampingan, pengendalian, dan pemantauan perkembangan pembangunan SR secara berkelanjutan.

“Supaya kita bisa mengawal dan meng-update perkembangannya setiap hari,” ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, Sekretaris Sekretariat Bersama Program Sekolah Rakyat Herman Koswara ditunjuk sebagai Ketua TP2SR. Tim tersebut akan menyiapkan data, mengoordinasikan penyelesaian persoalan di daerah, serta melakukan pendampingan hingga pembangunan gedung permanen dimulai.

Sebelum pelaksanaan Desk Evaluation, TP2SR dijadwalkan melakukan koordinasi melalui Zoom bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait pada Senin, 10 Agustus 2026.

“Hari Senin (10 Agustus) kita akan Zoom dengan pemerintah daerah dan kementerian /lembaga agar mereka menyiapkan data sebelum desk. Setelah itu tim ini menyusun program percepatan, dan kita minta SK agar bisa segera bekerja,” imbuhnya.Pemerintah terus memperkuat penyaluran bantuan sosial (bansos) agar tepat sasaran melalui pemutakhiran data penerima dan proses verifikasi secara berkala. Hingga saat ini, penyaluran bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau program sembako Triwulan III periode Juli-September 2026 terus berlangsung dan ditargetkan tuntas pada Agustus 2026.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa bansos PKH telah disalurkan kepada lebih dari 7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sedangkan bantuan sembako telah disalurkan kepada lebih dari 12 juta KPM. Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 18 juta KPM penerima PKH dan sembako pada Triwulan III.

“Penyaluran bantuan sosial kita di triwulan ketiga, sampai sekarang terus berproses, sudah lebih dari 7 juta [KPM] yang disalurkan untuk PKH dan lebih dari 12 juta [KPM] untuk bantuan pangan non-tunai atau bantuan sembako,” kata Mensos saat konferensi pers di Jakarta, seperti dikutip di laman Kemensos pada Jumat (07/08/2026).

Penyaluran bansos tersebut menggunakan data yang telah dimutakhirkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Data dimutakhirkan setiap tiga bulan dan diserahkan kepada Kementerian Sosial setiap tanggal 10 pada bulan penyaluran. Pemutakhiran dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria penerima.

Pada Triwulan III, sebanyak 18.258.834 KPM tercatat sebagai penerima bansos sembako, sementara penerima PKH mencapai 10.001.753 KPM. Sejumlah KPM dari periode sebelumnya dialihkan karena mengalami perubahan kondisi, antara lain desil yang naik, tidak lagi memenuhi kriteria, telah graduasi, meninggal dunia atau tidak ditemukan, dan mengundurkan diri.

Selain itu, pemerintah juga melakukan verifikasi terhadap KPM yang terindikasi melakukan transaksi judi online berdasarkan hasil pemadanan data dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sebanyak 1.494.652 KPM penerima program sembako terindikasi melakukan transaksi judi online, dengan 794.475 KPM di antaranya juga tercatat sebagai penerima PKH. Untuk sementara, penyaluran bantuan kepada KPM tersebut ditangguhkan hingga proses verifikasi selesai.

“Kita sekarang sedang telusuri, mungkin minggu depan paling tidak kita sudah punya gambaran lebih jauh tentang hasil penelusuran. Nanti akan kita lihat dan akan kita sampaikan hasilnya,” jelas Mensos.

Selain melakukan verifikasi, pemerintah melalui Kemensos juga terus memperkuat edukasi kepada KPM melalui pendamping PKH dan pendamping sosial. Edukasi diberikan agar bantuan sosial digunakan sesuai peruntukannya, sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat agar tidak menyalahgunakan maupun membiarkan rekeningnya dimanfaatkan pihak lain untuk aktivitas yang melanggar hukum.

“Jangan sembarangan, misalnya diajak (atau) dimanfaatkan orang lain rekeningnya. Ini terus kita lakukan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan kepada KPM lewat pendamping-pendamping sosial. Ini kita lakukan terus-menerus,” pungkasnya.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi IV DPRD Medan Ingin Batalkan Eksekusi PSU Contempo

    Komisi IV DPRD Medan Ingin Batalkan Eksekusi PSU Contempo

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Medan – Perwakilan pemilik lahan (Felix), yakni Fauzi, Sentana, dan Hansen, menduga Komisi IV DPRD Medan berupaya membatalkan rencana eksekusi pembongkaran Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Contempo di Jalan Brigjen Zein Hamid, Lingkungan VII, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor. Dugaan itu muncul setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi IV DPRD […]

  • Pemerintah Fokus Menciptakan Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat: Tantangan dan Strategi

    Pemerintah Fokus Menciptakan Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat: Tantangan dan Strategi

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah, pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuat untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 menjadi salah satu instrumen utama dalam menjawab tantangan-tantangan ekonomi dan sosial yang semakin kompleks. Pemerintah tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keadilan sosial dan […]

  • Cara Mendapatkan Uang dari Facebook: Strategi Terbukti dan Mudah Diterapkan

    Cara Mendapatkan Uang dari Facebook: Strategi Terbukti dan Mudah Diterapkan

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Di era digital saat ini, Facebook tidak hanya menjadi platform untuk berbagi momen sehari-hari, tetapi juga menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Banyak orang telah sukses menghasilkan uang dari Facebook dengan berbagai strategi kreatif dan efektif. Jika kamu ingin memanfaatkan platform ini untuk meningkatkan pemasukan, artikel ini akan membantu kamu memahami langkah-langkahnya. Memahami Potensi Penghasilan […]

  • Instrumen SRBI yang Efektif untuk Mengelola Volatilitas Arus Modal Asing

    Instrumen SRBI yang Efektif untuk Mengelola Volatilitas Arus Modal Asing

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Pasar keuangan Indonesia terus menghadapi tantangan dari volatilitas arus modal asing. Dalam beberapa bulan terakhir, tercatat penarikan dana asing yang signifikan, khususnya dari pasar surat berharga negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Namun, di tengah dinamika ini, instrumen SRBI menunjukkan peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Arus modal asing yang keluar dari […]

  • Cara Pembangunan Infrastruktur Mendorong Pemerataan Kesejahteraan di Indonesia

    Cara Pembangunan Infrastruktur Mendorong Pemerataan Kesejahteraan di Indonesia

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Pembangunan infrastruktur tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi nasional, tetapi juga menjadi salah satu cara utama untuk mendorong pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia. Dalam konteks ini, pembangunan infrastruktur berperan sebagai penghubung antar daerah, meningkatkan akses ke layanan dasar, serta memperkuat daya saing ekonomi lokal. Di tengah tantangan geografis dan ekonomi yang kompleks, pemerintah dan […]

  • Pengertian Jurusan Perbankan dan Keuangan serta Peluang Karier di Bidang Ini

    Pengertian Jurusan Perbankan dan Keuangan serta Peluang Karier di Bidang Ini

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Di tengah perkembangan ekonomi yang pesat, minat terhadap jurusan perbankan dan keuangan semakin meningkat. Jurusan ini tidak hanya menawarkan wawasan tentang sistem keuangan, tetapi juga memberikan dasar untuk memahami bagaimana uang bergerak dalam perekonomian. Dengan fokus pada pengelolaan dana, investasi, dan operasional lembaga keuangan, jurusan perbankan dan keuangan menjadi pilihan yang menarik bagi calon mahasiswa […]

expand_less