Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Komisi IV DPRD Medan Ingin Batalkan Eksekusi PSU Contempo

Komisi IV DPRD Medan Ingin Batalkan Eksekusi PSU Contempo

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar

Radarekonomi.com, Medan – Perwakilan pemilik lahan (Felix), yakni Fauzi, Sentana, dan Hansen, menduga Komisi IV DPRD Medan berupaya membatalkan rencana eksekusi pembongkaran Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Contempo di Jalan Brigjen Zein Hamid, Lingkungan VII, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor.

Dugaan itu muncul setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi IV DPRD Medan, Selasa (28/7/2026), dinilai tidak lagi berfokus pada penegakan aturan. Padahal, bangunan yang dipersoalkan disebut telah menerima Surat Peringatan (SP) 1 hingga SP 4 dari Pemerintah Kota Medan.

RDP dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak dan dihadiri sejumlah anggota Komisi IV, di antaranya Jusup Ginting dan Lailatul Badri, perwakilan kecamatan, kelurahan, pihak pengembang Contempo Boydo Panjaitan, serta perwakilan Felix selaku pemilik lahan.

Usai rapat, Fauzi menilai jalannya pembahasan tidak berimbang karena didominasi oleh pimpinan rapat bersama pihak pengembang Contempo, Boydo Panjaitan.

Menurutnya, argumentasi pihak Felix dan perwakilan OPD Medan lebih banyak dipatahkan dibandingkan membahas pelaksanaan eksekusi yang dinilai telah memiliki dasar administrasi dari Pemko Medan.

 

“Pertemuan ini tampak didominasi oleh dua pihak besar, yakni Paul Mei Anton Simanjuntak dan perwakilan pengembang Contempo, Boydo Panjaitan yang hadir untuk mematahkan jawaban dari pihak kami,” ujar Fauzi.

 

Kuasa hukum pihak Felix, Sentana, mengatakan Komisi IV DPRD Medan semestinya mengawal penegakan aturan, bukan membuka kembali pembahasan yang menurutnya telah selesai secara administrasi. Ia menegaskan Pemko Medan telah menerbitkan SP 1, SP 2, SP 3 hingga SP 4 terhadap dugaan pelanggaran PSU, sehingga tahapan berikutnya adalah pelaksanaan pembongkaran.

 

Hal ini sejalan dengan terbitknya Surat Walikota Medan Nomor: 600.1.15.2/9920 tentang perintah pembongkaran tembok/bangunan yang menguasai aset daerah tersebut secara tidak sah.

 

Selain itu, Fauzi menyayangkan ketidakhadiran Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (Perkim) Kota Medan. Menurutnya, kedua instansi tersebut memegang dokumen penting berupa gambar rencana bangunan serta dokumen IMB/RGB yang dapat memperjelas status lahan dan bangunan yang disengketakan.

 

Fauzi juga menilai arah pembahasan RDP bergeser dari substansi penegakan aturan. Menurutnya, pimpinan rapat justru mempertanyakan alasan pembongkaran PSU, mengapa lokasi lain belum ditertibkan, serta menyinggung sosialisasi aturan kepada masyarakat.

 

Di sisi lain, dalam RDP tersebut, Hansen mendesak Wali Kota Medan segera memerintahkan pembongkaran bangunan berupa tembok dan taman yang diduga berdiri di atas aset Pemko Medan. Ia menegaskan PSU Perumahan Contempo telah menjadi aset pemerintah sehingga harus segera dikembalikan sesuai peruntukannya.

“Kalau memang sudah menjadi aset Pemko Medan, jangan ada lagi keraguan. Wali Kota harus berani menegakkan aturan dan memerintahkan pembongkaran bangunan yang berdiri di atas aset pemerintah demi kepentingan masyarakat,” tegas Hansen.

Sementara itu, Hansen menyatakan pihaknya akan menempuh berbagai upaya hukum atas hasil RDP tersebut. Ia menyebut akan menyampaikan aduan resmi, termasuk rencana melaporkan Ketua DPRD Medan WCS dan anggota DPRD Sumut H ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan gratifikasi.

Sebelumnya, Megah Miko tokoh masyarakat sekaligus Ketua Umum Forkaliga (Forum Komunikasi Lintas Generasi) juga mengaku telah melaporkan WCS dan H atas dugaan tindak pidana korupsi, gratifikasi, serta penyalahgunaan wewenang.

 

Menurut Miko, keduanya diduga mengintervensi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan agar menghambat pembongkaran bangunan yang berdiri di atas fasilitas umum.

Miko juga menyebut apabila pengambilalihan aset Pemko Medan terus terhambat, potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp3 miliar. Tim Red

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengertian Ekonomi Kreatif Subsektor Craft dan Contohnya yang Menarik

    Pengertian Ekonomi Kreatif Subsektor Craft dan Contohnya yang Menarik

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Pendahuluan Ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam menggerakkan UMKM dan mempertahankan budaya lokal. Salah satu subsektor yang menonjol adalah craft, atau kerajinan tangan yang menggabungkan seni, inovasi, dan kearifan lokal. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan pengertian ekonomi kreatif subsektor craft serta memberikan contoh nyata yang menarik. Pembukaan Subsektor […]

  • Pengertian dan Pentingnya Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi dalam Bisnis Kuliner

    Pengertian dan Pentingnya Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi dalam Bisnis Kuliner

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata dan bisnis kuliner di Indonesia, penting bagi pelaku usaha untuk memahami konsep manajemen industri jasa makanan dan gizi. Jurusan ini tidak hanya membekali mahasiswa dengan ilmu teknis tentang pengolahan makanan, tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang manajemen operasional, pemasaran, dan kualitas produk yang sesuai dengan standar industri. Manajemen Industri […]

  • Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Energi Bersubsidi dengan Aturan Harga yang Ditetapkan

    Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Energi Bersubsidi dengan Aturan Harga yang Ditetapkan

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda merasa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti roller coaster yang naik turun tak menentu? Kenaikan harga BBM yang signifikan sering kali menjadi berita utama dan perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Bagaimana tidak, BBM merupakan komponen penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama di Indonesia yang memiliki tingkat mobilitas tinggi. Kenaikan harga BBM tidak hanya berdampak […]

  • Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro yang Wajib Diketahui

    Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro yang Wajib Diketahui

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Dalam dunia ekonomi, dua istilah yang sering muncul adalah ekonomi mikro dan ekonomi makro. Meskipun sering digunakan secara bergantian dalam percakapan sehari-hari, kenyataannya keduanya memiliki fokus kajian yang berbeda — namun saling berkaitan. Memahami perbedaan antara keduanya tidak hanya penting bagi akademisi, tetapi juga bagi pengusaha, investor, dan masyarakat umum. Apa Itu Ekonomi Mikro? Ekonomi […]

  • Sejarah Perkembangan E-Commerce di Indonesia yang Menarik untuk Diketahui

    Sejarah Perkembangan E-Commerce di Indonesia yang Menarik untuk Diketahui

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Di tengah era digital yang semakin mengglobal, e-commerce telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Berbelanja secara online tidak hanya memudahkan aktivitas jual-beli, tetapi juga memberikan akses yang lebih luas bagi konsumen dan pelaku usaha. Namun, tahukah Anda bahwa sejarah e-commerce di Indonesia bermula jauh sebelum platform-platform besar seperti Tokopedia atau Shopee hadir? […]

  • Aktivitas Manufaktur Indonesia Tumbuh Selama Tiga Bulan Beruntun Hingga Oktober 2025

    Aktivitas Manufaktur Indonesia Tumbuh Selama Tiga Bulan Beruntun Hingga Oktober 2025

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Indonesia kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan di sektor manufaktur. Setelah mengalami penurunan beberapa tahun terakhir, kinerja industri pengolahan nasional kini mulai menunjukkan tren positif. Pada Oktober 2025, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia mencapai level 51,2, meningkat dari posisi 50,4 pada September 2025. Angka ini menandakan bahwa aktivitas produksi berada di zona ekspansi untuk ketiga bulan […]

expand_less