Breaking News
light_mode
Beranda » General » DPP LSM GEMPUR Desak Kejati Sumut Usut Dugaan Korupsi Dana Desa di Dua Desa Kabupaten Simalungun

DPP LSM GEMPUR Desak Kejati Sumut Usut Dugaan Korupsi Dana Desa di Dua Desa Kabupaten Simalungun

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
  • visibility 295
  • comment 0 komentar

RadarEkonomi.com, Simalungun – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Peduli dan Pejuang Rakyat (DPP LSM GEMPUR) mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) serta Kejaksaan Negeri Simalungun untuk segera turun tangan mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan Dana Desa di dua desa yang berada di Kecamatan Hutabayuraja, Kabupaten Simalungun.

Ketua DPP LSM GEMPUR, Bagus Halim, SE, didampingi Sekretaris Jenderal M. Ichsan Malik Silalahi, menyatakan pihaknya menerima laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan penggunaan Dana Desa yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Sebagai lembaga sosial kontrol yang berpedoman pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik serta Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Masyarakat, DPP LSM GEMPUR menilai laporan tersebut harus segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

“Pertama, kami menerima laporan masyarakat mengenai dugaan penyimpangan penggunaan Dana Desa pada proyek rabat beton atau jalan desa di Desa Hutamangaraja, Kecamatan Hutabayuraja, Kabupaten Simalungun, dengan nilai anggaran sebesar Rp135.750.553. Proyek tersebut berada di bawah tanggung jawab Kepala Desa Jepri Gultom,” ujar Bagus Halim kepada awak media.

Selain itu, DPP LSM GEMPUR juga mengaku menerima laporan terkait dugaan penyimpangan penggunaan Dana Desa pada proyek pembangunan saluran irigasi di Desa Mariah Hombang, Kecamatan Hutabayuraja, Kabupaten Simalungun, dengan nilai anggaran mencapai Rp240 juta yang saat itu berada di bawah tanggung jawab Kepala Desa Mendra Siregar.

Menurut Bagus, berdasarkan laporan yang diterima beserta dokumentasi lapangan yang diperoleh pihaknya, proyek saluran irigasi tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis. Sejumlah bagian bangunan disebut mengalami retak-retak, kerusakan struktural, bahkan sebagian dilaporkan telah rubuh sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

“Kami menduga pekerjaan dilakukan secara asal-asalan dan menggunakan material yang kualitasnya tidak sesuai. Akibatnya, bangunan mengalami kerusakan dan tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegasnya.

Sorotan serupa juga diarahkan kepada proyek rabat beton atau jalan desa di Desa Hutamangaraja. Berdasarkan laporan masyarakat, proyek tersebut diduga mengalami keretakan dan kerusakan yang mengindikasikan adanya persoalan pada kualitas pekerjaan maupun penggunaan material.

Atas dasar itu, DPP LSM GEMPUR meminta aparat penegak hukum melakukan audit menyeluruh, investigasi lapangan, serta penelusuran terhadap kemungkinan adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi maupun dugaan proyek fiktif.

“Jika ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum dan kerugian negara, kami meminta agar pihak-pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” kata Bagus.

DPP LSM GEMPUR mengaku telah melampirkan sejumlah dokumentasi dan foto-foto kondisi proyek sebagai bagian dari laporan yang akan disampaikan kepada instansi terkait.

“Kami berharap laporan ini mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Dana Desa adalah uang rakyat yang harus dikelola secara transparan dan akuntabel demi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Hutamangaraja maupun Kepala Desa Mariah Hombang belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi terkait tudingan yang disampaikan DPP LSM GEMPUR. Demi prinsip keberimbangan, ruang hak jawab tetap terbuka bagi pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini. JG

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Membuat Logo E-commerce yang Menarik dan Profesional di Indonesia

    Cara Membuat Logo E-commerce yang Menarik dan Profesional di Indonesia

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Pada era digital saat ini, bisnis e-commerce semakin berkembang pesat di Indonesia. Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan belanja online, banyak pelaku usaha memilih untuk membangun toko daring sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka. Salah satu hal penting dalam membangun brand e-commerce adalah memiliki logo yang menarik dan profesional. Logo tidak hanya menjadi identitas visual perusahaan, […]

  • Stabilitas Ekonomi Mendorong Investor Domestik Percaya Diri di Pasar Saham

    Stabilitas Ekonomi Mendorong Investor Domestik Percaya Diri di Pasar Saham

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 461
    • 0Komentar

    Stabilitas Ekonomi Mendorong Investor Domestik Percaya Diri di Pasar Saham Di tengah dinamika pasar keuangan yang seringkali penuh ketidakpastian, stabilitas ekonomi menjadi faktor kunci yang memengaruhi kepercayaan investor. Di Indonesia, khususnya dalam konteks pasar saham, kondisi ekonomi yang stabil tidak hanya memberikan rasa aman bagi pelaku bisnis tetapi juga mendorong para investor domestik untuk lebih […]

  • Perkembangan Ekonomi Digital dari Masa ke Masa: Tren dan Perubahan Terkini

    Perkembangan Ekonomi Digital dari Masa ke Masa: Tren dan Perubahan Terkini

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 703
    • 0Komentar

    Pada era yang semakin modern ini, ekonomi digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat dan bisnis. Dari awalnya hanya sebatas transaksi online hingga menjadi sistem yang kompleks dengan berbagai layanan digital, perkembangan ekonomi digital di Indonesia mencerminkan transformasi yang pesat. Artikel ini akan membahas perjalanan ekonomi digital dari masa ke masa, tren terkini, […]

  • Halal Bihalal SMPN 1 Tuhemberua Berlangsung Khidmat, Pererat Silaturahmi dan Tanamkan Nilai Keagamaan

    Halal Bihalal SMPN 1 Tuhemberua Berlangsung Khidmat, Pererat Silaturahmi dan Tanamkan Nilai Keagamaan

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 422
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Tuhemberua (Humas). Kegiatan Halal Bihalal berlangsung penuh khidmat di halaman Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tuhemberua pada Sabtu (11/04). Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarwarga sekolah sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan.   Dengan mengusung tema “Sucikan Hati, Pererat Silaturrahmi, Wujudkan Generasi Berakhlak Mulia”, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk unsur […]

  • PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Sebesar 6 Persen Mulai 22 Oktober 2025: Apa yang Perlu Diketahui?

    PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Sebesar 6 Persen Mulai 22 Oktober 2025: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Pemerintah Indonesia kembali mengambil langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat. Kali ini, kebijakan tersebut berupa pengurangan beban pajak bagi penumpang pesawat kelas ekonomi. Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 71 Tahun 2025, pemerintah menetapkan bahwa sebagian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas jasa angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi […]

  • PHK Rendah Menunjukkan Stabilitas Pasar Tenaga Kerja Meskipun Ada Sektor Kontraksi

    PHK Rendah Menunjukkan Stabilitas Pasar Tenaga Kerja Meskipun Ada Sektor Kontraksi

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 398
    • 0Komentar

    PHK Rendah Menunjukkan Stabilitas Pasar Tenaga Kerja Meskipun Ada Sektor Kontraksi Pasar tenaga kerja di Indonesia terus menunjukkan tanda-tanda stabilitas, meski sejumlah sektor mengalami kontraksi. Angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang relatif rendah menjadi indikator penting bahwa perekonomian nasional masih mampu menyerap tenaga kerja secara cukup baik. Namun, hal ini tidak berarti semua sektor aman […]

expand_less