PT SMI Bukukan Aset Rp115,6 Triliun pada September 2025 untuk Pembiayaan Infrastruktur
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Sen, 3 Nov 2025
- visibility 164
- comment 0 komentar

Pengembangan infrastruktur di Indonesia terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan dan perusahaan pelat merah. Salah satu yang patut diperhatikan adalah PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI, yang mencatatkan total aset senilai Rp115,6 triliun hingga September 2025. Dengan aset ini, PT SMI semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam pembiayaan proyek infrastruktur nasional.
Aset yang dimiliki oleh PT SMI terdiri dari berbagai komponen, seperti aset pembiayaan dan investasi serta interest bearing liabilities. Secara spesifik, aset pembiayaan dan investasi mencapai Rp91,8 triliun, yang terbagi menjadi pembiayaan badan usaha sebesar Rp74,2 triliun dan pembiayaan sektor publik sebesar Rp17,6 triliun. Sementara itu, sisa aset berbentuk interest bearing liabilities senilai Rp68,8 triliun, yang terdiri dari penerbitan obligasi, pinjaman dari lembaga keuangan, serta penyaluran kembali pinjaman program.

Dalam portofolio pembiayaan badan usaha, tiga sektor terbesar yang dibiayai oleh PT SMI adalah jalan dan jalan tol dengan total komitmen pembiayaan sebesar Rp41,13 triliun, energi baru dan terbarukan (EBT) senilai Rp26,93 triliun, serta transportasi sebesar Rp14,46 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa PT SMI tidak hanya fokus pada pengembangan jalan raya, tetapi juga memberikan dukungan signifikan terhadap sektor energi hijau, yang merupakan bagian penting dari pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, dalam pembiayaan Pemerintah Daerah (Pemda), tiga sektor utama yang dibiayai adalah jalan dan jembatan yang mencakup 57,59 persen dari total portfolio, diikuti sumber daya air (12,69 persen), dan kesehatan (6,20 persen). Ini menunjukkan bahwa PT SMI juga aktif dalam mendukung proyek-proyek infrastruktur yang bersifat lokal dan regional, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan peningkatan aksesibilitas dan fasilitas umum.

Selain itu, data menunjukkan bahwa pembiayaan PT SMI paling banyak tersebar di Pulau Jawa (41,2 persen), disusul Sumatera (27,2 persen), dan Sulawesi (16,4 persen). Dari sisi debitur Pemda, DKI Jakarta menjadi penerima terbesar dengan nilai pembiayaan Rp9,9 triliun, diikuti Jawa Barat Rp4 triliun, dan Bali Rp1,5 triliun melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hal ini menunjukkan bahwa PT SMI tidak hanya berfokus pada proyek-proyek besar, tetapi juga berkomitmen untuk mendukung daerah-daerah yang memiliki potensi ekonomi tinggi.
Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, menyampaikan bahwa jalan dan jalan tol, energi baru dan terbarukan, serta transportasi merupakan arah strategis pembiayaan perusahaan. Ia menjelaskan bahwa PT SMI sebagai fiskal tools pemerintah, berkomitmen terhadap environment social, and government. Selain itu, PT SMI telah memperoleh akreditasi dari Green Climate Fund, yang menunjukkan bahwa perusahaan ini tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan.

Dukungan PT SMI terhadap sektor energi hijau juga terlihat pada data portofolio, yang mencakup komitmen, pembiayaan yang masih berjalan alias outstanding, maupun proyek yang dibiayai. Portofolio PT SMI di sektor energi hijau dan iklim per September 2025 menunjukkan bahwa perusahaan ini memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan energi terbarukan, yang sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya fosil dan meningkatkan ketahanan energi nasional.
Selain itu, PT SMI juga mencatatkan komitmen pembiayaan sebesar Rp120,5 triliun untuk ikut membangun 120 proyek strategis nasional alias PSN per September 2025. Proyek ini mencakup berbagai sektor, seperti 39 proyek jalan dan jalan tol, 59 proyek ketenagalistrikan, 9 proyek transportasi, 7 proyek bendungan dan irigasi, 2 proyek telekomunikasi, 3 proyek air minum, dan 1 proyek minyak dan gas bumi. Dengan nilai proyek sebesar Rp677,5 triliun, PT SMI berkontribusi secara langsung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Menurut Reynaldi, arah pembiayaan PT SMI selaras dengan misi pembangunan Presiden Prabowo Subianto. Dari delapan visi Astacita, PT SMI berkontribusi untuk merealisasikan lima visi, di antaranya visi ke-2, ke-3, ke-4, ke-5, dan ke-8 melalui proyek-proyek infrastruktur yang dijalankan. Ini menunjukkan bahwa PT SMI tidak hanya bertindak sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mewujudkan visi pemerintah tentang pembangunan nasional yang berkelanjutan dan inklusif.

Dengan struktur aset dan pembiayaan yang kuat, PT SMI terus memperkuat perannya sebagai special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan yang mendukung pembangunan infrastruktur nasional. Dengan kapasitas finansial yang besar dan fokus pada sektor-sektor strategis, PT SMI siap menjadi motor penggerak utama dalam membangun infrastruktur yang memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
FAQ
Apa tujuan utama PT SMI?
Tujuan utama PT SMI adalah memberikan pendanaan dan dukungan untuk pembangunan infrastruktur nasional, baik melalui pembiayaan badan usaha maupun sektor publik. Perusahaan ini juga berkomitmen untuk mendukung sektor energi hijau dan proyek-proyek strategis nasional.
Bagaimana struktur aset PT SMI?
Struktur aset PT SMI terdiri dari aset pembiayaan dan investasi sebesar Rp91,8 triliun, serta interest bearing liabilities senilai Rp68,8 triliun. Aset ini mencakup pembiayaan badan usaha, pembiayaan sektor publik, penerbitan obligasi, pinjaman dari lembaga keuangan, serta penyaluran kembali pinjaman program.
Apa sektor-sektor utama yang didanai oleh PT SMI?
Sektor-sektor utama yang didanai oleh PT SMI meliputi jalan dan jalan tol, energi baru dan terbarukan (EBT), transportasi, ketenagalistrikan, dan sektor-sektor lainnya seperti air minum, kesehatan, serta sumber daya air.
Bagaimana peran PT SMI dalam pembangunan infrastruktur nasional?
PT SMI berperan sebagai special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan yang mendukung pembangunan infrastruktur nasional. Perusahaan ini tidak hanya memberikan pendanaan, tetapi juga berkomitmen untuk memastikan proyek-proyek yang didanai sesuai dengan visi dan misi pemerintah.
Apa saja proyek strategis nasional yang didanai oleh PT SMI?
Proyek strategis nasional yang didanai oleh PT SMI mencakup 120 proyek, termasuk 39 proyek jalan dan jalan tol, 59 proyek ketenagalistrikan, 9 proyek transportasi, 7 proyek bendungan dan irigasi, 2 proyek telekomunikasi, 3 proyek air minum, serta 1 proyek minyak dan gas bumi.
Tagging
- PT SMI
- Aset PT SMI
- Pembiayaan Infrastruktur
- Energi Baru Terbarukan
- Jalan Tol
- Transportasi
- Ketenagalistrikan
- Proyek Strategis Nasional
- Pembangunan Infrastruktur
- Green Climate Fund
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar