Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » PT SMI Bukukan Aset Rp115,6 Triliun pada September 2025 untuk Pembiayaan Infrastruktur

PT SMI Bukukan Aset Rp115,6 Triliun pada September 2025 untuk Pembiayaan Infrastruktur

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
  • visibility 287
  • comment 0 komentar

Pengembangan infrastruktur di Indonesia terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan dan perusahaan pelat merah. Salah satu yang patut diperhatikan adalah PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI, yang mencatatkan total aset senilai Rp115,6 triliun hingga September 2025. Dengan aset ini, PT SMI semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam pembiayaan proyek infrastruktur nasional.

Aset yang dimiliki oleh PT SMI terdiri dari berbagai komponen, seperti aset pembiayaan dan investasi serta interest bearing liabilities. Secara spesifik, aset pembiayaan dan investasi mencapai Rp91,8 triliun, yang terbagi menjadi pembiayaan badan usaha sebesar Rp74,2 triliun dan pembiayaan sektor publik sebesar Rp17,6 triliun. Sementara itu, sisa aset berbentuk interest bearing liabilities senilai Rp68,8 triliun, yang terdiri dari penerbitan obligasi, pinjaman dari lembaga keuangan, serta penyaluran kembali pinjaman program.

PT SMI financial portfolio for infrastructure projects

Dalam portofolio pembiayaan badan usaha, tiga sektor terbesar yang dibiayai oleh PT SMI adalah jalan dan jalan tol dengan total komitmen pembiayaan sebesar Rp41,13 triliun, energi baru dan terbarukan (EBT) senilai Rp26,93 triliun, serta transportasi sebesar Rp14,46 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa PT SMI tidak hanya fokus pada pengembangan jalan raya, tetapi juga memberikan dukungan signifikan terhadap sektor energi hijau, yang merupakan bagian penting dari pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, dalam pembiayaan Pemerintah Daerah (Pemda), tiga sektor utama yang dibiayai adalah jalan dan jembatan yang mencakup 57,59 persen dari total portfolio, diikuti sumber daya air (12,69 persen), dan kesehatan (6,20 persen). Ini menunjukkan bahwa PT SMI juga aktif dalam mendukung proyek-proyek infrastruktur yang bersifat lokal dan regional, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan peningkatan aksesibilitas dan fasilitas umum.

Infrastructure development in Indonesia

Selain itu, data menunjukkan bahwa pembiayaan PT SMI paling banyak tersebar di Pulau Jawa (41,2 persen), disusul Sumatera (27,2 persen), dan Sulawesi (16,4 persen). Dari sisi debitur Pemda, DKI Jakarta menjadi penerima terbesar dengan nilai pembiayaan Rp9,9 triliun, diikuti Jawa Barat Rp4 triliun, dan Bali Rp1,5 triliun melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hal ini menunjukkan bahwa PT SMI tidak hanya berfokus pada proyek-proyek besar, tetapi juga berkomitmen untuk mendukung daerah-daerah yang memiliki potensi ekonomi tinggi.

Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, menyampaikan bahwa jalan dan jalan tol, energi baru dan terbarukan, serta transportasi merupakan arah strategis pembiayaan perusahaan. Ia menjelaskan bahwa PT SMI sebagai fiskal tools pemerintah, berkomitmen terhadap environment social, and government. Selain itu, PT SMI telah memperoleh akreditasi dari Green Climate Fund, yang menunjukkan bahwa perusahaan ini tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan.

Green climate fund and renewable energy projects

Dukungan PT SMI terhadap sektor energi hijau juga terlihat pada data portofolio, yang mencakup komitmen, pembiayaan yang masih berjalan alias outstanding, maupun proyek yang dibiayai. Portofolio PT SMI di sektor energi hijau dan iklim per September 2025 menunjukkan bahwa perusahaan ini memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan energi terbarukan, yang sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya fosil dan meningkatkan ketahanan energi nasional.

Selain itu, PT SMI juga mencatatkan komitmen pembiayaan sebesar Rp120,5 triliun untuk ikut membangun 120 proyek strategis nasional alias PSN per September 2025. Proyek ini mencakup berbagai sektor, seperti 39 proyek jalan dan jalan tol, 59 proyek ketenagalistrikan, 9 proyek transportasi, 7 proyek bendungan dan irigasi, 2 proyek telekomunikasi, 3 proyek air minum, dan 1 proyek minyak dan gas bumi. Dengan nilai proyek sebesar Rp677,5 triliun, PT SMI berkontribusi secara langsung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Menurut Reynaldi, arah pembiayaan PT SMI selaras dengan misi pembangunan Presiden Prabowo Subianto. Dari delapan visi Astacita, PT SMI berkontribusi untuk merealisasikan lima visi, di antaranya visi ke-2, ke-3, ke-4, ke-5, dan ke-8 melalui proyek-proyek infrastruktur yang dijalankan. Ini menunjukkan bahwa PT SMI tidak hanya bertindak sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mewujudkan visi pemerintah tentang pembangunan nasional yang berkelanjutan dan inklusif.

Infrastructure projects in Indonesia

Dengan struktur aset dan pembiayaan yang kuat, PT SMI terus memperkuat perannya sebagai special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan yang mendukung pembangunan infrastruktur nasional. Dengan kapasitas finansial yang besar dan fokus pada sektor-sektor strategis, PT SMI siap menjadi motor penggerak utama dalam membangun infrastruktur yang memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

FAQ

Apa tujuan utama PT SMI?

Tujuan utama PT SMI adalah memberikan pendanaan dan dukungan untuk pembangunan infrastruktur nasional, baik melalui pembiayaan badan usaha maupun sektor publik. Perusahaan ini juga berkomitmen untuk mendukung sektor energi hijau dan proyek-proyek strategis nasional.

Bagaimana struktur aset PT SMI?

Struktur aset PT SMI terdiri dari aset pembiayaan dan investasi sebesar Rp91,8 triliun, serta interest bearing liabilities senilai Rp68,8 triliun. Aset ini mencakup pembiayaan badan usaha, pembiayaan sektor publik, penerbitan obligasi, pinjaman dari lembaga keuangan, serta penyaluran kembali pinjaman program.

Apa sektor-sektor utama yang didanai oleh PT SMI?

Sektor-sektor utama yang didanai oleh PT SMI meliputi jalan dan jalan tol, energi baru dan terbarukan (EBT), transportasi, ketenagalistrikan, dan sektor-sektor lainnya seperti air minum, kesehatan, serta sumber daya air.

Bagaimana peran PT SMI dalam pembangunan infrastruktur nasional?

PT SMI berperan sebagai special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan yang mendukung pembangunan infrastruktur nasional. Perusahaan ini tidak hanya memberikan pendanaan, tetapi juga berkomitmen untuk memastikan proyek-proyek yang didanai sesuai dengan visi dan misi pemerintah.

Apa saja proyek strategis nasional yang didanai oleh PT SMI?

Proyek strategis nasional yang didanai oleh PT SMI mencakup 120 proyek, termasuk 39 proyek jalan dan jalan tol, 59 proyek ketenagalistrikan, 9 proyek transportasi, 7 proyek bendungan dan irigasi, 2 proyek telekomunikasi, 3 proyek air minum, serta 1 proyek minyak dan gas bumi.

Tagging

  • PT SMI
  • Aset PT SMI
  • Pembiayaan Infrastruktur
  • Energi Baru Terbarukan
  • Jalan Tol
  • Transportasi
  • Ketenagalistrikan
  • Proyek Strategis Nasional
  • Pembangunan Infrastruktur
  • Green Climate Fund
  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan yang Perlu Anda Ketahui

    Perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan yang Perlu Anda Ketahui

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 254
    • 0Komentar

    BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) merupakan lembaga yang bertanggung jawab dalam memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat Indonesia. Dalam konteks ini, terdapat dua jenis BPJS utama yang sering kali disebutkan, yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Meskipun keduanya sama-sama memiliki tujuan untuk melindungi masyarakat, ada beberapa perbedaan signifikan antara keduanya. Pertama, BPJS Kesehatan berfokus pada jaminan […]

  • Pengertian dan Subsektor Ekonomi Kreatif yang Perlu Diketahui

    Pengertian dan Subsektor Ekonomi Kreatif yang Perlu Diketahui

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Ekonomi kreatif, atau sering disebut sebagai “ekraf”, telah menjadi salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Konsep ini tidak hanya menggambarkan bisnis yang berbasis ide dan inovasi, tetapi juga mencakup berbagai bidang yang memadukan kreativitas dengan nilai ekonomi. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan perubahan pola konsumsi masyarakat, subsektor ekonomi kreatif terus tumbuh dan memberikan dampak […]

  • Industri Meminta Kepastian Kebijakan Energi dan Logistik untuk Meningkatkan Efisiensi

    Industri Meminta Kepastian Kebijakan Energi dan Logistik untuk Meningkatkan Efisiensi

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Industri Meminta Kepastian Kebijakan Energi dan Logistik untuk Meningkatkan Efisiensi Dalam dunia bisnis yang dinamis, kepastian kebijakan menjadi salah satu faktor kunci yang memengaruhi efisiensi operasional dan pertumbuhan perusahaan. Di Indonesia, sektor industri terus menghadapi tantangan dalam menjalankan aktivitasnya karena ketidakjelasan regulasi energi dan logistik. Tuntutan dari pelaku usaha terhadap kebijakan yang lebih stabil dan […]

  • Korporasi Mendorong Transformasi Digital untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional

    Korporasi Mendorong Transformasi Digital untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Di tengah arus perubahan yang semakin cepat, transformasi digital menjadi salah satu strategi utama yang diambil oleh berbagai korporasi di Indonesia. Dengan memadukan teknologi modern ke dalam operasional bisnis, perusahaan tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi tetapi juga memperkuat daya saing di pasar yang semakin kompetitif. Proses ini melibatkan penerapan berbagai alat digital seperti cloud computing, […]

  • Likuiditas Bank: Apakah Cukup untuk Menghadapi Kebutuhan Akhir Tahun?

    Likuiditas Bank: Apakah Cukup untuk Menghadapi Kebutuhan Akhir Tahun?

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Pada akhir tahun, kebutuhan masyarakat terhadap dana tunai dan layanan keuangan sering kali meningkat. Dari belanja liburan hingga pembayaran pajak atau cicilan kredit, situasi ini bisa memberi tekanan pada sistem perbankan. Namun, sejauh ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa likuiditas bank di Indonesia masih memadai. Berikut analisis lebih lanjut mengenai kondisi likuiditas perbankan saat […]

  • DPP LSM GEMPUR Desak Kejati Sumut Usut Dugaan Korupsi Dana Desa di Dua Desa Kabupaten Simalungun

    DPP LSM GEMPUR Desak Kejati Sumut Usut Dugaan Korupsi Dana Desa di Dua Desa Kabupaten Simalungun

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 94
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Simalungun – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Peduli dan Pejuang Rakyat (DPP LSM GEMPUR) mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) serta Kejaksaan Negeri Simalungun untuk segera turun tangan mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan Dana Desa di dua desa yang berada di Kecamatan Hutabayuraja, Kabupaten Simalungun. Ketua DPP LSM […]

expand_less