Breaking News
light_mode
Beranda » General » Melawan Arus Sudah Jadi Budaya? Jalan Raya Kini Makin Tak Aman

Melawan Arus Sudah Jadi Budaya? Jalan Raya Kini Makin Tak Aman

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Ming, 12 Jul 2026
  • visibility 252
  • comment 0 komentar

Radarekonomi.com, Jakarta – Banyak pengguna jalan mungkin pernah mengalami situasi serupa. Saat berkendara di jalur yang benar, tiba-tiba muncul sepeda motor dari arah berlawanan yang memaksa melintas. Pemandangan ini bukan lagi terjadi sesekali, melainkan hampir setiap hari di berbagai ruas jalan.

Fenomena tersebut bahkan kerap dianggap sebagai hal yang lumrah. Padahal, setiap tindakan melawan arus membawa risiko besar terhadap keselamatan, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

Pelanggaran ini masih banyak dijumpai di berbagai daerah, mulai dari kota besar hingga wilayah pelosok. Di Jakarta, misalnya, pengendara yang melawan arus masih sering terlihat di sejumlah titik, seperti di Jalan Bintaro Raya dekat TPU Tanah Kusir, Jalan D.I. Panjaitan dekat Gerbang Tol Pedati, Jalan Dr. Saharjo di wilayah Tebet, serta beberapa ruas jalan lainnya.

Ironisnya, perilaku tersebut tetap terjadi meski berbagai upaya telah dilakukan untuk menciptakan lalu lintas yang lebih tertib dan aman. Kepolisian bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas di lapangan. Berbagai fasilitas keselamatan, seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan, juga telah dipasang. Namun, langkah-langkah tersebut belum sepenuhnya mampu menghentikan sebagian pengendara yang memilih mengambil jalan pintas dengan melawan arus.

Alasan yang kerap disampaikan pun relatif sama, mulai dari tidak ingin memutar terlalu jauh, mengejar waktu, hingga ingin lebih cepat tiba di tujuan. Ada pula yang merasa telah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan.

Padahal, keputusan yang tampak sederhana tersebut memiliki konsekuensi yang serius. Sistem lalu lintas dirancang agar setiap pengguna jalan dapat memprediksi arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan muncul dari arah yang tidak semestinya, waktu untuk bereaksi menjadi lebih singkat dan risiko terjadinya kecelakaan meningkat secara signifikan.

Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi kebiasaan. Ketika satu pengendara melakukannya, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang jelas bertentangan dengan aturan lalu lintas dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya ikut melawan arus hanya karena melihat orang lain melakukan hal yang sama.

Kondisi ini menunjukkan bahwa keselamatan lalu lintas tidak hanya bergantung pada ketersediaan infrastruktur. Jalan yang baik, rambu yang lengkap, maupun kehadiran petugas di lapangan memiliki keterbatasan apabila tidak diimbangi dengan kesadaran dan kepatuhan masyarakat. Sebaik apa pun rekayasa lalu lintas yang diterapkan, keselamatan akan sulit terwujud apabila aturan hanya dipatuhi ketika ada pengawasan.

 

Melawan arus bukan sekadar pelanggaran terhadap peraturan lalu lintas. Perilaku tersebut merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Waktu yang mungkin hanya dapat dihemat beberapa menit tidak akan sebanding dengan risiko kehilangan harta benda, mengalami cedera, bahkan kehilangan nyawa apabila terjadi kecelakaan.

 

Karena itu, membangun budaya tertib berlalu lintas tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Dibutuhkan kesadaran bersama bahwa setiap keputusan di jalan raya membawa dampak bagi keselamatan orang lain. Jalan raya merupakan ruang publik yang digunakan bersama, sehingga keselamatan hanya dapat terwujud apabila setiap pengguna jalan memulai dari dirinya sendiri dengan mematuhi aturan dan tetap berada di jalur yang benar.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Properti Menghadapi Tantangan Dinamika Sosial di Akhir Kuartal III

    Pasar Properti Menghadapi Tantangan Dinamika Sosial di Akhir Kuartal III

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Pasar properti di Indonesia kembali menjadi sorotan, terutama menjelang akhir kuartal III tahun ini. Tren pemulihan yang mulai menunjukkan kestabilan, disertai dengan perbaikan kondisi KPR dan strategi promosi pengembang, membuat sejumlah ahli optimis bahwa pasar properti akan mengalami pertumbuhan yang signifikan. Namun, di balik sinyal positif tersebut, ada tantangan dinamika sosial yang harus dihadapi oleh […]

  • Selain Satu Properti yang Terdapat dalam Tari Perang, Apa Saja yang Lain?

    Selain Satu Properti yang Terdapat dalam Tari Perang, Apa Saja yang Lain?

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Pada era modern ini, tari perang masih menjadi salah satu bentuk seni tradisional yang memikat hati masyarakat. Dalam konteks budaya Indonesia, tari perang memiliki makna yang mendalam dan sering kali terkait dengan sejarah serta nilai-nilai kehidupan masyarakat setempat. Meskipun kita sering mengenal tari perang dari Papua atau Nias, ternyata di berbagai daerah lain juga terdapat […]

  • Ekspor YTD Naik 8,14 Persen Dibanding Periode Sama Tahun 2024: Analisis dan Tren Terkini

    Ekspor YTD Naik 8,14 Persen Dibanding Periode Sama Tahun 2024: Analisis dan Tren Terkini

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Indonesia kembali menunjukkan pertumbuhan positif di sektor ekspor, terutama dalam kinerja ekspor nonmigas yang mencatatkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor nonmigas pada periode Januari hingga Agustus 2024 mencapai US$160,36 miliar, naik 8,14 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa perekonomian nasional sedang bergerak […]

  • HUT RI ke-81, FORKABI Jaksel Dorong Penguatan Budaya Betawi dan Pemberdaya’an Masyarakat

    HUT RI ke-81, FORKABI Jaksel Dorong Penguatan Budaya Betawi dan Pemberdaya’an Masyarakat

    • calendar_month Sen, 17 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, JAKARTA | – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi refleksi bagi masyarakat untuk terus mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang memberikan manfaat nyata (17/8/2026). Hal tersebut disampaikan Marhasan, Sekretaris DPD FORKABI Jakarta Selatan, saat menyampaikan pandangannya terkait makna kemerdekaan dan program organisasi dalam momentum 17 Agustus 2026. Menurut Marhasan, usia 81 […]

  • Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat Tanpa Ganti Rugi, Risman Pakpahan Warga Sipirok Minta Keadilan Dari Pemkab Tapsel 

    Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat Tanpa Ganti Rugi, Risman Pakpahan Warga Sipirok Minta Keadilan Dari Pemkab Tapsel 

    • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Tapsel – Program pemerintah Republik Indonesia membangun sekolah rakyat di kecamatan Sipirok kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) provinsi Sumatera Utara masuk zona program nasional dari Kemensos RI berdasarkan Inpres No. 8 Tahun 2025 tentang pengentasan kemiskinan ekstrem.   Pada prinsipnya warga masyarakat kecamatan Sipirok kabupaten Tapanuli Selatan mendukung program pemerintah tersebut dengan adanya pembangunan sekolah […]

  • Harga Administered Price Tetap Rendah di 1,10 Persen: Analisis dan Dampaknya

    Harga Administered Price Tetap Rendah di 1,10 Persen: Analisis dan Dampaknya

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 601
    • 0Komentar

    Pada era modern, kestabilan harga barang dan jasa yang diatur oleh pemerintah (administered price) menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Salah satu contoh dari administered price adalah tarif listrik, bahan bakar minyak (BBM), LPG, serta air bersih. Dalam beberapa tahun terakhir, tren inflasi yang disebabkan oleh perubahan harga komoditas ini menjadi topik […]

expand_less