Breaking News
light_mode
Beranda » General » Melawan Arus Sudah Jadi Budaya? Jalan Raya Kini Makin Tak Aman

Melawan Arus Sudah Jadi Budaya? Jalan Raya Kini Makin Tak Aman

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Ming, 12 Jul 2026
  • visibility 132
  • comment 0 komentar

Radarekonomi.com, Jakarta – Banyak pengguna jalan mungkin pernah mengalami situasi serupa. Saat berkendara di jalur yang benar, tiba-tiba muncul sepeda motor dari arah berlawanan yang memaksa melintas. Pemandangan ini bukan lagi terjadi sesekali, melainkan hampir setiap hari di berbagai ruas jalan.

Fenomena tersebut bahkan kerap dianggap sebagai hal yang lumrah. Padahal, setiap tindakan melawan arus membawa risiko besar terhadap keselamatan, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

Pelanggaran ini masih banyak dijumpai di berbagai daerah, mulai dari kota besar hingga wilayah pelosok. Di Jakarta, misalnya, pengendara yang melawan arus masih sering terlihat di sejumlah titik, seperti di Jalan Bintaro Raya dekat TPU Tanah Kusir, Jalan D.I. Panjaitan dekat Gerbang Tol Pedati, Jalan Dr. Saharjo di wilayah Tebet, serta beberapa ruas jalan lainnya.

Ironisnya, perilaku tersebut tetap terjadi meski berbagai upaya telah dilakukan untuk menciptakan lalu lintas yang lebih tertib dan aman. Kepolisian bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas di lapangan. Berbagai fasilitas keselamatan, seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan, juga telah dipasang. Namun, langkah-langkah tersebut belum sepenuhnya mampu menghentikan sebagian pengendara yang memilih mengambil jalan pintas dengan melawan arus.

Alasan yang kerap disampaikan pun relatif sama, mulai dari tidak ingin memutar terlalu jauh, mengejar waktu, hingga ingin lebih cepat tiba di tujuan. Ada pula yang merasa telah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan.

Padahal, keputusan yang tampak sederhana tersebut memiliki konsekuensi yang serius. Sistem lalu lintas dirancang agar setiap pengguna jalan dapat memprediksi arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan muncul dari arah yang tidak semestinya, waktu untuk bereaksi menjadi lebih singkat dan risiko terjadinya kecelakaan meningkat secara signifikan.

Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi kebiasaan. Ketika satu pengendara melakukannya, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang jelas bertentangan dengan aturan lalu lintas dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya ikut melawan arus hanya karena melihat orang lain melakukan hal yang sama.

Kondisi ini menunjukkan bahwa keselamatan lalu lintas tidak hanya bergantung pada ketersediaan infrastruktur. Jalan yang baik, rambu yang lengkap, maupun kehadiran petugas di lapangan memiliki keterbatasan apabila tidak diimbangi dengan kesadaran dan kepatuhan masyarakat. Sebaik apa pun rekayasa lalu lintas yang diterapkan, keselamatan akan sulit terwujud apabila aturan hanya dipatuhi ketika ada pengawasan.

 

Melawan arus bukan sekadar pelanggaran terhadap peraturan lalu lintas. Perilaku tersebut merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Waktu yang mungkin hanya dapat dihemat beberapa menit tidak akan sebanding dengan risiko kehilangan harta benda, mengalami cedera, bahkan kehilangan nyawa apabila terjadi kecelakaan.

 

Karena itu, membangun budaya tertib berlalu lintas tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Dibutuhkan kesadaran bersama bahwa setiap keputusan di jalan raya membawa dampak bagi keselamatan orang lain. Jalan raya merupakan ruang publik yang digunakan bersama, sehingga keselamatan hanya dapat terwujud apabila setiap pengguna jalan memulai dari dirinya sendiri dengan mematuhi aturan dan tetap berada di jalur yang benar.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengertian dan Manfaat Syarfi Teknologi Finansial dalam Ekonomi Digital

    Pengertian dan Manfaat Syarfi Teknologi Finansial dalam Ekonomi Digital

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Di tengah perkembangan pesat teknologi finansial (fintech) di Indonesia, muncul konsep baru yang menggabungkan prinsip syariah dengan inovasi digital. Salah satu perusahaan yang memainkan peran penting dalam hal ini adalah Syarfi Teknologi Finansial. Dengan tagline “Your Islamic Crowdfunding”, Syarfi menawarkan layanan pinjam-meminjam uang berbasis teknologi informasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Apa Itu Syarfi Teknologi […]

  • Mengatasi Masalah Lupa EFIN Pajak di Situs Go.id

    Mengatasi Masalah Lupa EFIN Pajak di Situs Go.id

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Pajak adalah bagian penting dari kehidupan ekonomi masyarakat, baik untuk individu maupun perusahaan. Salah satu elemen krusial dalam sistem perpajakan digital adalah EFIN (Electronic Filing Identification Number). EFIN digunakan sebagai identitas digital untuk mengakses layanan-layanan DJP seperti e-Filing dan e-Registration. Namun, banyak wajib pajak yang mengalami masalah lupa EFIN, terutama ketika menggunakan situs go.id atau […]

  • Cara Pinjam Uang di Lazada: Panduan Terbaru 2024

    Cara Pinjam Uang di Lazada: Panduan Terbaru 2024

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Di tengah era digital yang semakin berkembang, banyak orang mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan finansial secara cepat dan mudah. Salah satu platform yang menawarkan layanan tersebut adalah Lazada, yang kini menyediakan opsi pinjaman melalui fitur LazBon dan Lazada PayLater. Jika Anda ingin tahu bagaimana cara pinjam uang di Lazada, berikut panduan lengkapnya. Langkah-Langkah Mengajukan Pinjaman […]

  • Bisnis Online yang Masih Langka di Indonesia dan Peluangnya Saat Ini

    Bisnis Online yang Masih Langka di Indonesia dan Peluangnya Saat Ini

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi, bisnis online terus berkembang pesat. Namun, tidak semua peluang bisnis online telah dimanfaatkan secara optimal. Di Indonesia, masih banyak ide bisnis online yang belum ada atau belum ditemukan, memberikan peluang besar bagi para pengusaha untuk mengeksplorasi dan mengembangkan inovasi baru. Bisnis online yang belum ada di Indonesia bisa menjadi […]

  • Cara Pelaku UMKM Mengoptimalkan Adopsi Platform Digital untuk Meningkatkan Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

    Cara Pelaku UMKM Mengoptimalkan Adopsi Platform Digital untuk Meningkatkan Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Di tengah transformasi digital yang semakin pesat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia tidak bisa lagi mengabaikan peran penting dari platform digital. Dengan adopsi teknologi ini, UMKM dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan visibilitas merek, dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan. Tidak hanya itu, platform digital juga menjadi alat strategis untuk […]

  • Nonresiden Jual Neto Rp137,71 Triliun di SRBI Sepanjang Tahun 2025: Analisis dan Implikasi

    Nonresiden Jual Neto Rp137,71 Triliun di SRBI Sepanjang Tahun 2025: Analisis dan Implikasi

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, kinerja pasar keuangan Indonesia menunjukkan tren yang menarik. Salah satu indikator pentingnya adalah aktivitas investor asing di instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Pada tahun 2025, nonresiden mencatatkan penjualan neto sebesar Rp137,71 triliun di SRBI, sebuah angka yang menggambarkan pergeseran strategi investasi dan dampak dari berbagai faktor […]

expand_less