Breaking News
light_mode
Beranda » General » Melawan Arus Sudah Jadi Budaya? Jalan Raya Kini Makin Tak Aman

Melawan Arus Sudah Jadi Budaya? Jalan Raya Kini Makin Tak Aman

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Ming, 12 Jul 2026
  • visibility 131
  • comment 0 komentar

Radarekonomi.com, Jakarta – Banyak pengguna jalan mungkin pernah mengalami situasi serupa. Saat berkendara di jalur yang benar, tiba-tiba muncul sepeda motor dari arah berlawanan yang memaksa melintas. Pemandangan ini bukan lagi terjadi sesekali, melainkan hampir setiap hari di berbagai ruas jalan.

Fenomena tersebut bahkan kerap dianggap sebagai hal yang lumrah. Padahal, setiap tindakan melawan arus membawa risiko besar terhadap keselamatan, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

Pelanggaran ini masih banyak dijumpai di berbagai daerah, mulai dari kota besar hingga wilayah pelosok. Di Jakarta, misalnya, pengendara yang melawan arus masih sering terlihat di sejumlah titik, seperti di Jalan Bintaro Raya dekat TPU Tanah Kusir, Jalan D.I. Panjaitan dekat Gerbang Tol Pedati, Jalan Dr. Saharjo di wilayah Tebet, serta beberapa ruas jalan lainnya.

Ironisnya, perilaku tersebut tetap terjadi meski berbagai upaya telah dilakukan untuk menciptakan lalu lintas yang lebih tertib dan aman. Kepolisian bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas di lapangan. Berbagai fasilitas keselamatan, seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan, juga telah dipasang. Namun, langkah-langkah tersebut belum sepenuhnya mampu menghentikan sebagian pengendara yang memilih mengambil jalan pintas dengan melawan arus.

Alasan yang kerap disampaikan pun relatif sama, mulai dari tidak ingin memutar terlalu jauh, mengejar waktu, hingga ingin lebih cepat tiba di tujuan. Ada pula yang merasa telah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan.

Padahal, keputusan yang tampak sederhana tersebut memiliki konsekuensi yang serius. Sistem lalu lintas dirancang agar setiap pengguna jalan dapat memprediksi arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan muncul dari arah yang tidak semestinya, waktu untuk bereaksi menjadi lebih singkat dan risiko terjadinya kecelakaan meningkat secara signifikan.

Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi kebiasaan. Ketika satu pengendara melakukannya, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang jelas bertentangan dengan aturan lalu lintas dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya ikut melawan arus hanya karena melihat orang lain melakukan hal yang sama.

Kondisi ini menunjukkan bahwa keselamatan lalu lintas tidak hanya bergantung pada ketersediaan infrastruktur. Jalan yang baik, rambu yang lengkap, maupun kehadiran petugas di lapangan memiliki keterbatasan apabila tidak diimbangi dengan kesadaran dan kepatuhan masyarakat. Sebaik apa pun rekayasa lalu lintas yang diterapkan, keselamatan akan sulit terwujud apabila aturan hanya dipatuhi ketika ada pengawasan.

 

Melawan arus bukan sekadar pelanggaran terhadap peraturan lalu lintas. Perilaku tersebut merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Waktu yang mungkin hanya dapat dihemat beberapa menit tidak akan sebanding dengan risiko kehilangan harta benda, mengalami cedera, bahkan kehilangan nyawa apabila terjadi kecelakaan.

 

Karena itu, membangun budaya tertib berlalu lintas tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Dibutuhkan kesadaran bersama bahwa setiap keputusan di jalan raya membawa dampak bagi keselamatan orang lain. Jalan raya merupakan ruang publik yang digunakan bersama, sehingga keselamatan hanya dapat terwujud apabila setiap pengguna jalan memulai dari dirinya sendiri dengan mematuhi aturan dan tetap berada di jalur yang benar.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Divestasi Saham BUMN: Mengapa Investor Asing Mulai Antre Masuk?

    Divestasi Saham BUMN: Mengapa Investor Asing Mulai Antre Masuk?

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Dalam beberapa bulan terakhir, isu divestasi saham BUMN kembali menjadi sorotan utama di kalangan investor dan pengamat ekonomi. Kebijakan pemerintah yang semakin terbuka terhadap partisipasi asing dalam sektor-sektor strategis di Indonesia telah membuka peluang besar bagi investor asing untuk memperluas kehadirannya di pasar modal lokal. Hal ini juga menandai awal dari proses transformasi besar-besaran di […]

  • Pemahaman Lengkap tentang Pasal 62 UU Ketenagakerjaan

    Pemahaman Lengkap tentang Pasal 62 UU Ketenagakerjaan

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 854
    • 0Komentar

    Dalam dunia kerja, terutama bagi karyawan yang bekerja berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), penting untuk memahami aturan hukum yang mengatur hubungan antara pekerja dan pengusaha. Salah satu ketentuan yang sering menjadi perhatian adalah Pasal 62 UU Ketenagakerjaan, yang berkaitan dengan ganti rugi jika hubungan kerja diakhiri sebelum masa kontrak berakhir. Artikel ini akan membahas […]

  • Waktu Operasional Pasar Saham: Informasi Lengkap untuk Investor Pemula

    Waktu Operasional Pasar Saham: Informasi Lengkap untuk Investor Pemula

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Pasar saham merupakan salah satu bentuk investasi yang menarik bagi banyak orang. Namun, bagi investor pemula, memahami waktu operasional pasar saham menjadi langkah penting sebelum memulai transaksi. Waktu operasional pasar saham mencakup jadwal perdagangan yang ditentukan oleh lembaga resmi seperti Bursa Efek Indonesia (BEI), dan memiliki peran krusial dalam menentukan strategi trading. Dalam artikel ini, […]

  • Inovasi Digital: Motor Penggerak Utama Transformasi Ekonomi Indonesia

    Inovasi Digital: Motor Penggerak Utama Transformasi Ekonomi Indonesia

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang, inovasi digital semakin menjadi kunci utama dalam memacu transformasi ekonomi Indonesia. Dengan adanya pergeseran dari model bisnis konvensional ke model berbasis teknologi, sektor ekonomi nasional mulai menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Tidak hanya pada industri manufaktur, tetapi juga pada sektor pertanian, UMKM, dan pemerintahan desa. Inovasi digital tidak hanya […]

  • Bank Syariah Tumbuh Lebih Cepat Daripada Bank Konvensional: Analisis Pertumbuhan Aset Terbaru

    Bank Syariah Tumbuh Lebih Cepat Daripada Bank Konvensional: Analisis Pertumbuhan Aset Terbaru

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang, sektor perbankan syariah di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada akhir 2023, aset bank umum syariah dan unit usaha syariah (UUS) mencapai Rp 868,98 triliun, tumbuh 11,1 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini menunjukkan bahwa bank syariah mampu mengimbangi […]

  • Cara Mencari dan Menggunakan Nomor Telepon BPJS Ketenagakerjaan dengan Benar

    Cara Mencari dan Menggunakan Nomor Telepon BPJS Ketenagakerjaan dengan Benar

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 752
    • 0Komentar

    Pada era digital saat ini, layanan BPJS Ketenagakerjaan semakin mudah diakses melalui berbagai saluran, termasuk nomor telepon. Nomor telepon BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu cara utama untuk menghubungi pihak BPJS dalam hal klaim, pengaduan, atau informasi seputar program jaminan sosial. Namun, banyak masyarakat yang masih bingung bagaimana cara mencari dan menggunakan nomor tersebut secara benar. […]

expand_less