Piala Kapolri 2026 Hadirkan Lebih dari 1.200 Pebulu Tangkis dari Kategori Umum, Polri, dan Disabilitas
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Sab, 25 Jul 2026
- visibility 48
- comment 0 komentar

Radarekonomi.com, Jakarta. The 2026 Indonesian National Police Chief (Kapolri) Cup Badminton Championship will feature over 1,000 participants from general, police, and disability categories in Jakarta from 27 July 2026 to 1 August 2026.
“The matches will take place at the Jakarta State University (UNJ) Sports Hall, Duren Sawit Sports Hall, and Pondok Bambu Sports Hall,” said Head of Public Relations Section for the 2026 Kapolri Cup, Inspector General Ahmad Ramadhan, during a press conference on Friday (24/7/2026).
The tournament brings together 591 general category competitors across U-15, U-17, and U-19 divisions, 558 personnel in the police team event, and 70 para-athletes trained by the National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, according to awak media
Secretary General of the Indonesian Badminton Association (PBSI) Ricky Soebagdja praised the INP’s commitment to supporting national badminton development, while NPC Indonesia Secretary General Ukun Rukaendi noted that the championship serves as key preparation for the 2026 Aichi-Nagoya Asian Para Games.Kejuaraan Bulu Tangkis Piala Kapolri 2026 akan melibatkan lebih dari seribu peserta dari kategori umum, Polri, dan disabilitas pada 27 Juli hingga 1 Agustus di Jakarta.
Ketua Seksi Humas Piala Kapolri 2026 Irjen Pol. Ahmad Ramadhan mengatakan jumlah tersebut terdiri atas 591 peserta kategori umum, 558 peserta kategori Polri, serta 70 atlet disabilitas.
“Pertandingan akan berlangsung di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), GOR Duren Sawit, dan GOR Pondok Bambu,” ujar Ahmad dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Kategori umum mempertandingkan kelompok umur pemula U-15, remaja U-17, dan taruna U-19 yang diikuti atlet peringkat satu hingga 32 nasional dari lima sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Sementara itu, kategori Polri diikuti perwakilan sejumlah kepolisian daerah dan satuan kerja Markas Besar Polri dengan mempertandingkan nomor beregu putra.
Nomor beregu putra Polri menggunakan format tiga partai ganda putra, yakni satu pasangan dengan total usia minimal 85 tahun, satu pasangan dengan total usia minimal 60 tahun, serta satu pasangan tanpa batasan usia.Adapun kategori disabilitas melibatkan 70 atlet binaan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia dari 10 provinsi yang bertanding berdasarkan klasifikasi masing-masing.
Enam nomor yang dipertandingkan ialah tunggal putra WH1/WH2 gabungan, tunggal putra SL3, tunggal putra SL4, tunggal putra SU5, tunggal putri SL3/SL4/SU5 gabungan, serta tunggal SH6 putra-putri gabungan.
“Pembagian berdasarkan klasifikasi ini untuk memastikan pertandingan berlangsung kompetitif dan adil serta memberikan kesempatan yang setara untuk berprestasi,” kata Ahmad.
Seluruh pertandingan menggunakan sistem gugur. Para pemenang akan memperoleh sertifikat, medali, piala, serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi.
Menurut Ahmad, Piala Kapolri tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.
“Polri ingin menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, persatuan, dan kesempatan yang inklusif bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja mengapresiasi komitmen Polri dalam mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi bulu tangkis nasional.
“Saya menyampaikan apresiasi atas komitmen Kapolri dalam mendukung bulu tangkis nasional. Kolaborasi ini merupakan wujud sinergi yang positif bagi prestasi bulu tangkis Indonesia,” kata Ricky.
Menurut Ricky, para atlet akan memperoleh kesempatan dan pengalaman bertanding sebelum menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
Ia optimistis Piala Kapolri 2026 berlangsung kompetitif sekaligus menjadi wadah untuk menemukan atlet-atlet potensial Indonesia.
Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Ukun Rukaendi mengatakan keterlibatan atlet disabilitas dalam kejuaraan itu turut membantu menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa penyandang disabilitas dapat berperan bagi bangsa dan negara.
Menurut Ukun, Piala Kapolri juga memberikan kesempatan kepada atlet disabilitas untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat pembinaan di provinsi masing-masing.
Ukun juga mengatakan ajang ini menjadi bagian dari persiapan kontingen Indonesia untuk meraih hasil maksimal pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar