Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Komisi IV DPRD Medan Ingin Batalkan Eksekusi PSU Contempo

Komisi IV DPRD Medan Ingin Batalkan Eksekusi PSU Contempo

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sel, 28 Jul 2026
  • visibility 133
  • comment 0 komentar

Radarekonomi.com, Medan – Perwakilan pemilik lahan (Felix), yakni Fauzi, Sentana, dan Hansen, menduga Komisi IV DPRD Medan berupaya membatalkan rencana eksekusi pembongkaran Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Contempo di Jalan Brigjen Zein Hamid, Lingkungan VII, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor.

Dugaan itu muncul setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi IV DPRD Medan, Selasa (28/7/2026), dinilai tidak lagi berfokus pada penegakan aturan. Padahal, bangunan yang dipersoalkan disebut telah menerima Surat Peringatan (SP) 1 hingga SP 4 dari Pemerintah Kota Medan.

RDP dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak dan dihadiri sejumlah anggota Komisi IV, di antaranya Jusup Ginting dan Lailatul Badri, perwakilan kecamatan, kelurahan, pihak pengembang Contempo Boydo Panjaitan, serta perwakilan Felix selaku pemilik lahan.

Usai rapat, Fauzi menilai jalannya pembahasan tidak berimbang karena didominasi oleh pimpinan rapat bersama pihak pengembang Contempo, Boydo Panjaitan.

Menurutnya, argumentasi pihak Felix dan perwakilan OPD Medan lebih banyak dipatahkan dibandingkan membahas pelaksanaan eksekusi yang dinilai telah memiliki dasar administrasi dari Pemko Medan.

 

“Pertemuan ini tampak didominasi oleh dua pihak besar, yakni Paul Mei Anton Simanjuntak dan perwakilan pengembang Contempo, Boydo Panjaitan yang hadir untuk mematahkan jawaban dari pihak kami,” ujar Fauzi.

 

Kuasa hukum pihak Felix, Sentana, mengatakan Komisi IV DPRD Medan semestinya mengawal penegakan aturan, bukan membuka kembali pembahasan yang menurutnya telah selesai secara administrasi. Ia menegaskan Pemko Medan telah menerbitkan SP 1, SP 2, SP 3 hingga SP 4 terhadap dugaan pelanggaran PSU, sehingga tahapan berikutnya adalah pelaksanaan pembongkaran.

 

Hal ini sejalan dengan terbitknya Surat Walikota Medan Nomor: 600.1.15.2/9920 tentang perintah pembongkaran tembok/bangunan yang menguasai aset daerah tersebut secara tidak sah.

 

Selain itu, Fauzi menyayangkan ketidakhadiran Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (Perkim) Kota Medan. Menurutnya, kedua instansi tersebut memegang dokumen penting berupa gambar rencana bangunan serta dokumen IMB/RGB yang dapat memperjelas status lahan dan bangunan yang disengketakan.

 

Fauzi juga menilai arah pembahasan RDP bergeser dari substansi penegakan aturan. Menurutnya, pimpinan rapat justru mempertanyakan alasan pembongkaran PSU, mengapa lokasi lain belum ditertibkan, serta menyinggung sosialisasi aturan kepada masyarakat.

 

Di sisi lain, dalam RDP tersebut, Hansen mendesak Wali Kota Medan segera memerintahkan pembongkaran bangunan berupa tembok dan taman yang diduga berdiri di atas aset Pemko Medan. Ia menegaskan PSU Perumahan Contempo telah menjadi aset pemerintah sehingga harus segera dikembalikan sesuai peruntukannya.

“Kalau memang sudah menjadi aset Pemko Medan, jangan ada lagi keraguan. Wali Kota harus berani menegakkan aturan dan memerintahkan pembongkaran bangunan yang berdiri di atas aset pemerintah demi kepentingan masyarakat,” tegas Hansen.

Sementara itu, Hansen menyatakan pihaknya akan menempuh berbagai upaya hukum atas hasil RDP tersebut. Ia menyebut akan menyampaikan aduan resmi, termasuk rencana melaporkan Ketua DPRD Medan WCS dan anggota DPRD Sumut H ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan gratifikasi.

Sebelumnya, Megah Miko tokoh masyarakat sekaligus Ketua Umum Forkaliga (Forum Komunikasi Lintas Generasi) juga mengaku telah melaporkan WCS dan H atas dugaan tindak pidana korupsi, gratifikasi, serta penyalahgunaan wewenang.

 

Menurut Miko, keduanya diduga mengintervensi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan agar menghambat pembongkaran bangunan yang berdiri di atas fasilitas umum.

Miko juga menyebut apabila pengambilalihan aset Pemko Medan terus terhambat, potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp3 miliar. Tim Red

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Menghitung Pajak Penghasilan yang Benar dan Mudah Dipahami

    Cara Menghitung Pajak Penghasilan yang Benar dan Mudah Dipahami

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Pajak penghasilan (PPh) adalah kewajiban hukum yang harus dipenuhi oleh setiap warga negara Indonesia yang memiliki penghasilan. Meskipun terdengar rumit, menghitung PPh bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana jika Anda memahami dasar-dasarnya. Artikel ini akan membimbing Anda melalui proses perhitungan pajak penghasilan secara lengkap dan mudah dipahami. Apa Itu Pajak Penghasilan (PPh)? PPh adalah pajak yang […]

  • OJK Blokir Ribuan Rekening Bank Terindikasi Judi Online: Apa yang Perlu Anda Ketahui?

    OJK Blokir Ribuan Rekening Bank Terindikasi Judi Online: Apa yang Perlu Anda Ketahui?

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Di tengah maraknya aktivitas kejahatan siber dan tindakan ilegal di dunia digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengambil langkah tegas dengan meminta perbankan untuk memblokir ribuan rekening yang terindikasi digunakan dalam aktivitas judi online. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan tindak pidana keuangan yang semakin kompleks dan merugikan masyarakat. Menurut data terbaru, OJK […]

  • Contoh Judul Skripsi Perbankan Syariah yang Menarik dan Terbaru

    Contoh Judul Skripsi Perbankan Syariah yang Menarik dan Terbaru

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Contoh Judul Skripsi Perbankan Syariah yang Menarik dan Terbaru Perbankan syariah kini semakin berkembang pesat di Indonesia, tidak hanya sebagai alternatif sistem keuangan tetapi juga sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi nasional. Dalam konteks akademis, penelitian tentang perbankan syariah menjadi sangat relevan, terutama bagi mahasiswa yang ingin menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat dan berkontribusi pada […]

  • Peran dan Dampak Kebijakan Ekonomi Jepang di Indonesia

    Peran dan Dampak Kebijakan Ekonomi Jepang di Indonesia

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 542
    • 0Komentar

    Kebijakan ekonomi Jepang di Indonesia tidak hanya menjadi bagian dari sejarah kolonial, tetapi juga memiliki dampak yang mendalam terhadap perkembangan perekonomian negara ini. Meskipun pendudukan Jepang di Indonesia berlangsung dalam masa singkat (1942–1945), kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh pihak Jepang menciptakan perubahan signifikan dalam struktur ekonomi, sumber daya alam, dan hubungan antar-negara. Artikel ini akan membahas […]

  • Data Pribadi Bocor, Pinjol Mengintai: Publik Bertanya, Siapa yang Melindungi?

    Data Pribadi Bocor, Pinjol Mengintai: Publik Bertanya, Siapa yang Melindungi?

    • calendar_month Sen, 24 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, JAKARTA – Kebocoran data pribadi kembali memantik keresahan publik. Di tengah maraknya penipuan digital, penyalahgunaan identitas, hingga praktik pinjaman online (pinjol), masyarakat kini mempertanyakan satu hal mendasar: ketika data pribadi bocor, siapa yang benar-benar bertanggung jawab melindungi korban? Persoalan tersebut mengemuka dalam program Phenomena Social Obsesi RPK 96.3 FM–PEWARNA, Senin (24/8/2026). Diskusi menghadirkan Eprina […]

  • Impor Migas Menurun Lebih Besar Dibanding Penurunan Ekspor Migas

    Impor Migas Menurun Lebih Besar Dibanding Penurunan Ekspor Migas

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Impor Migas Menurun Lebih Besar Dibanding Penurunan Ekspor Migas: Analisis Terkini Dalam beberapa bulan terakhir, tren impor dan ekspor migas Indonesia menunjukkan perubahan yang signifikan. Data terbaru menunjukkan bahwa penurunan impor migas lebih besar dibandingkan penurunan ekspor migas. Hal ini menjadi isu penting yang memerlukan analisis mendalam, mengingat dampaknya terhadap perekonomian nasional. Kemajuan ekonomi suatu […]

expand_less