Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Remisi Kemerdekaan di Lapas Cikarang, 21 Narapidana Langsung Bebas!

Remisi Kemerdekaan di Lapas Cikarang, 21 Narapidana Langsung Bebas!

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sen, 17 Agu 2026
  • visibility 70
  • comment 0 komentar

Radarekonomi.com, Sebanyak 1.110 warga binaan Lapas Kelas IIA Cikarang menerima remisi dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Dari jumlah tersebut, 1.080 orang menerima Remisi Umum I dan 30 orang menerima Remisi Umum II.

Yang menarik perhatian, 21 narapidana langsung dinyatakan bebas setelah memperoleh Remisi Umum II dan menerima Surat Keputusan (SK) remisi. Sementara sembilan penerima lainnya masih harus menjalani pidana pengganti denda.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang Urip Dharma Yoga menjelaskan, remisi diberikan kepada warga binaan yang memenuhi persyaratan administratif dan substantif, berkelakuan baik, serta aktif mengikuti program pembinaan. Penilaian juga dilakukan melalui Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN) dan asesmen ISPN.

 

Momentum kemerdekaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi para penerima remisi untuk terus memperbaiki diri dan, khusus bagi mereka yang bebas, kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat dengan lebih baik.Remisi tidak semata-mata dimaknai sebagai pengurangan masa pidana namun juga bentuk penghargaan terhadap warga binaan yang menunjukkan kemajuan dalam proses pembinaan dan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.

 

“Remisi diharapkan dapat mendorong warga binaan untuk mempersiapkan diri kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab dan mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga maupun lingkungan,” kata Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang Urip Dharma Yoga di Cikarang Kabupaten Bekasi, Senin.

 

Pihaknya berharap kebebasan tersebut dapat menjadi awal baru bagi para penerima remisi untuk menerapkan berbagai pembelajaran selama menjalani pembinaan di dalam Lapas.

 

“Kami berharap seluruh warga binaan dapat menjadikan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagai motivasi untuk terus berubah menjadi lebih baik. Bagi yang memperoleh remisi, kami harapkan dapat mempertahankan perilaku baiknya,” kata dia.

 

Sebanyak 21 warga binaan Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cikarang, Kabupaten Bekasi bebas tepat di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia usai menerima remisi umum bersama 1.100 narapidana setempat lain.

 

“Total ada 1.110 narapidana yang mendapat remisi umum dalam rangka memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan tahun ini, 21 di antaranya langsung bebas,” kata Urip Dharma Yoga.

 

Dari jumlah tersebut, 1.080 warga menerima Remisi Umum (RU) I sedangkan 30 lainnya RU II. Sebanyak 21 warga penerima RU II dinyatakan langsung bebas melalui Surat Keputusan (SK) Remisi sementara sembilan narapidana masih harus menjalani subsider penjara pengganti denda.

 

Sebanyak 12 warga binaan berkesempatan mengikuti kegiatan pemberian remisi yang diserahkan langsung Plt. Bupati Bekasi dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI sekaligus penanda mereka yang telah memenuhi persyaratan dapat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyerahkan SK Remisi kepada 12 warga binaan Lapas Kelas IIA Cikarang bertepatan rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Plaza Pemkab Bekasi, Senin (17/8/2026).ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.

Urip mengatakan pemberian remisi merupakan bagian dari pemenuhan hak narapidana sekaligus bentuk penghargaan negara terhadap warga binaan yang menunjukkan perubahan perilaku dan mengikuti program pembinaan dengan baik.

 

Remisi diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, berkelakuan baik, tidak tercatat dalam Register F sebagai pelanggaran disiplin serta aktif mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh Lapas Kelas IIA Cikarang.

 

Ia menjelaskan proses pemberian remisi ini tidak hanya mempertimbangkan aspek administratif namun juga melalui penilaian secara objektif mengacu Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN) dan hasil asesmen Instrumen Screening Penempatan Narapidana (ISPN).

 

SPPN untuk melihat perkembangan perilaku dan keberhasilan warga binaan dalam mengikuti program pembinaan, baik pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian. Sementara asesmen ISPN menjadi salah satu instrumen untuk melihat perkembangan tingkat risiko warga binaan selama menjalani masa pidana.

“Pemberian remisi dilakukan secara objektif dan terukur. Selain memastikan terpenuhi persyaratan administratif dan substantif, kami juga memperhatikan hasil penilaian pembinaan melalui SPPN serta perkembangan tingkat risiko berdasarkan asesmen ISPN,” katanya

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Penerapan Monopoli Perdagangan VOC di Indonesia dan Dampaknya

    Cara Penerapan Monopoli Perdagangan VOC di Indonesia dan Dampaknya

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 518
    • 0Komentar

    Di tengah sejarah panjang penjajahan Belanda, VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) menjadi salah satu institusi paling berpengaruh dalam mengatur perdagangan di Nusantara. Monopoli perdagangan VOC di Indonesia diberlakukan antara lain dengan cara membangun benteng-benteng strategis, menguasai pelabuhan penting, serta menggunakan kekuatan militer untuk memaksakan aturan dagang. Meski awalnya dibentuk sebagai perusahaan dagang, VOC justru menjadi negara […]

  • Profil dan Aktivitas PT Hokkan Deltapack Industri Cikarang 1 Terbaru

    Profil dan Aktivitas PT Hokkan Deltapack Industri Cikarang 1 Terbaru

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 458
    • 0Komentar

    PT Hokkan Deltapack Industri Cikarang 1 adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur kemasan plastik dan flexible packaging. Perusahaan ini memiliki kehadiran signifikan dalam industri kemasan, khususnya di wilayah Jawa Barat. Dengan lokasi pabrik utama di Cikarang, perusahaan terus mengembangkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat. Didirikan pada tahun 2019, […]

  • Investasi Asing Langsung (FDI) Tetap Menjadi Prioritas Utama Pemerintah: Analisis Terkini

    Investasi Asing Langsung (FDI) Tetap Menjadi Prioritas Utama Pemerintah: Analisis Terkini

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Pendahuluan Di tengah tantangan ekonomi global yang terus berubah, pemerintah Indonesia tetap mempertahankan investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/ FDI) sebagai prioritas utama. Meskipun data dari ASEAN Investment Report 2024 menunjukkan penurunan sebesar 15% pada tahun 2023, pemerintah terus mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga daya tarik negara ini bagi investor asing. Artikel ini akan membahas […]

  • Pengertian dan Dampak Kebijakan Ekonomi pada Masa Reformasi di Indonesia

    Pengertian dan Dampak Kebijakan Ekonomi pada Masa Reformasi di Indonesia

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Pada akhir tahun 1990-an, Indonesia mengalami perubahan besar-besaran yang dikenal sebagai Masa Reformasi. Peristiwa krisis moneter 1997 menjadi pemicu utama bagi tumbuhnya gelombang protes rakyat terhadap pemerintahan Orde Baru. Di tengah ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan ekonomi yang tidak merata dan korupsi yang marak, muncul harapan untuk membangun sistem pemerintahan yang lebih demokratis dan transparan. Salah […]

  • Indonesia Memperkuat Posisi Sebagai Produsen Utama Nikel Dunia: Tren dan Dampak Ekonomi

    Indonesia Memperkuat Posisi Sebagai Produsen Utama Nikel Dunia: Tren dan Dampak Ekonomi

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Di tengah pergeseran global dalam penggunaan energi dan teknologi, Indonesia telah memperkuat posisinya sebagai produsen utama nikel dunia. Kebijakan pemerintah yang fokus pada hilirisasi sumber daya alam tidak hanya memberikan dampak signifikan terhadap pasar internasional, tetapi juga membuka peluang baru bagi sektor ekonomi dalam negeri. Dengan cadangan nikel yang melimpah dan kebijakan strategis yang diterapkan, […]

  • Strategi Efisiensi Berbuah Manis, Laba Bersih Perseroan Melonjak 263 Persen pada 2025

    Strategi Efisiensi Berbuah Manis, Laba Bersih Perseroan Melonjak 263 Persen pada 2025

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 196
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Jakarta- Strategi efisiensi dan rasionalisasi armada yang dijalankan perseroan sepanjang 2025 mulai menunjukkan hasil positif. Meski pendapatan mengalami penurunan akibat divestasi sejumlah kapal dan penyesuaian operasional, perusahaan justru berhasil membukukan lonjakan laba bersih hingga 263 persen sekaligus memperkuat struktur keuangannya. Dalam Paparan Publik Tahunan, manajemen menjelaskan bahwa pendapatan perseroan pada tahun buku 2025 tercatat […]

expand_less