Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » OJK Aktif Awasi Praktik Mis-Selling Produk Keuangan Digital: Apa yang Perlu Diketahui Konsumen?

OJK Aktif Awasi Praktik Mis-Selling Produk Keuangan Digital: Apa yang Perlu Diketahui Konsumen?

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
  • visibility 426
  • comment 0 komentar

Di tengah pertumbuhan pesat industri keuangan digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini lebih aktif dalam mengawasi praktik-praktik yang tidak sehat, termasuk mis-selling produk keuangan digital. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan perlindungan konsumen di tengah semakin kompleksnya model bisnis dan teknologi yang digunakan.

Pada awal tahun 2025, OJK resmi mengambil alih wewenang pengawasan aset keuangan digital dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini menjadi langkah penting dalam menegaskan komitmen OJK untuk menjaga stabilitas sistem keuangan serta memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, aturan ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). “Melalui aturan ini, OJK mengatur dan mengawasi penyelenggaraan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) dan aset keuangan digital, termasuk aset kripto,” jelas Ismail dalam keterangan resmi.

OJK pengawasan transaksi digital

Selain itu, OJK juga menyiapkan strategi pengawasan dalam tiga fase. Fase pertama adalah soft landing, yang bertujuan mengelola masa awal peralihan. Fase kedua merupakan fase penguatan, diikuti dengan fase pengembangan sebagai langkah akhir. Pada fase awal, OJK mengadopsi sejumlah ketentuan dari Bappebti dengan berbagai penyempurnaan sesuai standar praktik terbaik di sektor jasa keuangan.

Aturan ini juga menetapkan kewajiban bagi penyelenggara perdagangan aset keuangan digital untuk mendapatkan izin resmi dan menyampaikan laporan berkala. Selain itu, aturan ini mengimbau konsumen dan calon konsumen agar memahami risiko yang terkait dengan aset keuangan digital sebelum bertransaksi.

OJK melindungi konsumen digital

Ismail juga menekankan bahwa OJK mengimbau konsumen dan calon konsumen aset keuangan digital termasuk aset kripto untuk memiliki pemahaman yang baik terkait risiko aset keuangan digital sebagai pertimbangan dalam melakukan transaksi. “OJK juga mendorong penyelenggara aset digital untuk meningkatkan literasi konsumen,” ujarnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, menambahkan bahwa OJK akan mengembangkan industri keuangan digital dengan menempatkan prinsip pengaturan dan pengawasan yang adaptif. “Mengingat, industri keuangan digital merupakan ekosistem yang sangat dinamis, dengan perkembangan teknologi yang cepat dan model bisnis yang terus berevolusi,” katanya.

OJK regulasi aset digital

Dalam rangka memperkuat pengawasan, OJK telah menyiapkan sejumlah inisiatif pengaturan lanjutan yang akan melengkapi POJK Nomor 27 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Aset Keuangan Digital. Salah satu rencana tersebut adalah Perubahan atas POJK Nomor 27 Tahun 2024 dengan menambahkan pengaturan mengenai derivatif aset keuangan digital, serta POJK mengenai penawaran aset keuangan digital.

Pada tahun 2026, OJK akan menyusun POJK yang mengatur penguatan tata kelola dan manajemen risiko penyelenggara aset keuangan digital. “Serta, POJK terkait produk dan aktivitas aset keuangan digital,” tambah Hasan.

Dengan langkah-langkah ini, OJK bertujuan untuk mendorong inovasi serta pertumbuhan industri secara sehat. “Sekaligus, memastikan penerapan manajemen risiko, prinsip kehati-hatian, dan pelindungan konsumen secara memadai,” imbuhnya.

OJK pengawasan aset digital

Apa yang Harus Diketahui Konsumen?

Bagi konsumen, penting untuk memahami bahwa investasi dalam aset keuangan digital seperti kripto tidak selalu aman. Terlebih lagi, banyak perusahaan atau platform yang menggunakan strategi pemasaran yang tidak transparan, bahkan bisa dikategorikan sebagai mis-selling. Mis-selling merujuk pada tindakan pemasaran yang tidak jujur atau menyesatkan, yang dapat memengaruhi keputusan investor.

Konsumen perlu memastikan bahwa mereka memilih platform atau layanan yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Selain itu, penting untuk membaca informasi lengkap sebelum melakukan transaksi, termasuk risiko dan potensi kerugian yang mungkin terjadi.

Tips Menghindari Mis-Selling

  1. Verifikasi Lisensi: Pastikan platform atau layanan yang digunakan sudah memiliki lisensi resmi dari OJK.
  2. Pelajari Risiko: Pahami risiko yang terkait dengan aset keuangan digital sebelum berinvestasi.
  3. Hindari Janji Manis: Jangan tergiur dengan janji imbal hasil tinggi tanpa dasar yang jelas.
  4. Cari Informasi Tambahan: Cari referensi dari sumber yang terpercaya, seperti forum diskusi, artikel, atau ulasan dari pengguna lain.
  5. Gunakan Layanan Edukasi: Ikuti program literasi keuangan yang disediakan oleh OJK atau lembaga terkait.

FAQ

Apa itu mis-selling dalam konteks keuangan digital?

Mis-selling adalah praktik pemasaran yang tidak jujur atau menyesatkan, sering kali dilakukan oleh penyelenggara aset digital untuk menarik konsumen tanpa memberikan informasi yang lengkap dan transparan.

Bagaimana cara mengidentifikasi mis-selling?

Beberapa tanda mis-selling antara lain: janji imbal hasil tinggi tanpa bukti, kurangnya transparansi dalam informasi, dan tekanan untuk segera melakukan investasi.

Apakah OJK mengizinkan aset keuangan digital?

OJK tidak mengizinkan aset keuangan digital, tetapi mengawasi pengoperasian dan pemasaran aset tersebut agar tidak menimbulkan risiko bagi konsumen.

Bagaimana konsumen bisa melaporkan praktik mis-selling?

Konsumen dapat melaporkan praktik mis-selling melalui saluran resmi OJK, seperti website, aplikasi mobile, atau langsung ke kantor OJK setempat.

Apa tanggung jawab penyelenggara aset digital?

Penyelenggara aset digital wajib mematuhi aturan yang ditetapkan oleh OJK, termasuk menyampaikan laporan berkala dan memastikan keamanan sistem informasi serta perlindungan konsumen.


Tag:

OJK #PengawasanDigital #MisSelling #AsetKeuanganDigital #LiterasiKeuangan #PerlindunganKonsumen #InovasiKeuanganDigital

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BI Waspadai Dampak Kebijakan Moneter Global Terhadap Stabilitas Rupiah: Analisis Terkini

    BI Waspadai Dampak Kebijakan Moneter Global Terhadap Stabilitas Rupiah: Analisis Terkini

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian global yang semakin kompleks, Bank Indonesia (BI) kembali menyoroti pentingnya memantau dampak kebijakan moneter internasional terhadap stabilitas rupiah. Kebijakan moneter yang diterapkan oleh bank sentral di berbagai negara, terutama Amerika Serikat (AS), telah memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan kondisi pasar keuangan domestik. BI mengambil langkah-langkah proaktif untuk menjaga stabilitas […]

  • Pengertian dan Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi pada Masa Orde Lama

    Pengertian dan Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi pada Masa Orde Lama

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 602
    • 0Komentar

    Pendahuluan Kebijakan ekonomi pada masa Orde Lama memiliki peran penting dalam membentuk fondasi perekonomian Indonesia. Pada era tersebut, pemerintah mengambil langkah-langkah besar untuk membangun ekonomi yang mandiri dan adil. Artikel ini akan menjelaskan pengertian kebijakan ekonomi pada masa Orde Lama serta bagaimana kebijakan-kebijakan tersebut diterapkan dan dampaknya terhadap masyarakat. Pembuka Kebijakan ekonomi pada masa Orde […]

  • Jumlah Kursi Bus Pariwisata: Tips Memilih Sesuai Kebutuhan Perjalanan

    Jumlah Kursi Bus Pariwisata: Tips Memilih Sesuai Kebutuhan Perjalanan

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Jika Anda sedang merencanakan perjalanan kelompok, baik itu untuk study tour, gathering kantor, atau liburan bersama keluarga besar, memahami jumlah kursi bus pariwisata adalah langkah penting. Pemilihan jenis bus yang tepat tidak hanya memengaruhi kenyamanan penumpang, tetapi juga efisiensi dan keselamatan selama perjalanan. Dengan banyaknya pilihan bus pariwisata di pasar, bagaimana cara memilih yang sesuai […]

  • Semarak HUT RI ke-81, BRI Kantor Cabang Pondok Gede Gelar Upacara dan Beragam Perlombaan

    Semarak HUT RI ke-81, BRI Kantor Cabang Pondok Gede Gelar Upacara dan Beragam Perlombaan

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Pondok Gede – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, BRI Kantor Cabang Pondok Gede menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari upacara peringatan kemerdekaan dan berbagai perlombaan yang diikuti oleh insan BRILian, Senin, 17/8/2026 Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus mempererat kebersamaan, kekompakan, dan kolaborasi antarinsan BRILian […]

  • Pengertian dan Proses Pendaftaran di SMK Perbankan Nasional Jakarta

    Pengertian dan Proses Pendaftaran di SMK Perbankan Nasional Jakarta

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 440
    • 0Komentar

    SMK Perbankan Nasional Jakarta, atau sering disebut sebagai SMK Perbankan Nasional, adalah salah satu lembaga pendidikan menengah kejuruan yang berfokus pada bidang perbankan. Dengan NPSN 20103751, sekolah ini menjadi pilihan banyak siswa yang ingin memperdalam pengetahuan tentang dunia perbankan dan keuangan. SMK Perbankan Nasional Jakarta tidak hanya menyediakan kurikulum yang komprehensif, tetapi juga fasilitas dan […]

  • Pemerintah Daerah Mengambil Delapan Langkah Strategis untuk Mengendalikan Inflasi Akhir Tahun

    Pemerintah Daerah Mengambil Delapan Langkah Strategis untuk Mengendalikan Inflasi Akhir Tahun

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, pemerintah daerah di Indonesia telah menyiapkan delapan langkah strategis untuk mengendalikan inflasi akhir tahun. Langkah-langkah ini dirancang untuk menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan, dan meningkatkan koordinasi antar daerah guna mencegah kenaikan harga yang tidak terkendali. Dengan pendekatan yang komprehensif, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa rakyat tetap bisa […]

expand_less