Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » KPR Diprediksi Tumbuh Lebih Cepat Setelah Kenaikan Suku Bunga Dihentikan

KPR Diprediksi Tumbuh Lebih Cepat Setelah Kenaikan Suku Bunga Dihentikan

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
  • visibility 448
  • comment 0 komentar

Pada tahun 2025, sektor perumahan di Indonesia kembali menunjukkan tanda-tanda positif setelah Bank Indonesia (BI) melakukan penurunan suku bunga acuan (BI Rate) yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR). Meski awalnya ada ketidakpastian terkait dampak langsung dari pengurangan BI Rate terhadap bunga KPR, berbagai indikasi menunjukkan bahwa pertumbuhan KPR diprediksi akan lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan suku bunga ini menjadi momentum penting bagi pemerintah dan lembaga keuangan untuk mempercepat akses masyarakat terhadap hunian layak.

Dalam beberapa bulan terakhir, BI telah melakukan serangkaian langkah strategis untuk menstabilkan perekonomian nasional. Salah satu langkah utama adalah penurunan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5% pada Agustus 2025. Langkah ini dilakukan dengan tujuan untuk mendorong investasi dan meningkatkan likuiditas di pasar keuangan. Namun, meskipun BI Rate telah turun, bunga KPR belum langsung mengalami penurunan signifikan. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk struktur biaya dana bank dan kebijakan internal institusi keuangan.

Salah satu contoh yang menunjukkan upaya penyesuaian bunga KPR adalah PT Bank Tabungan Negara (BTN). BTN telah menurunkan bunga KPR non-subsidi menjadi 2,65 persen untuk periode 3-5 tahun awal, dari sebelumnya 3 persen. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa penurunan ini dilakukan sebagai respons terhadap penurunan BI Rate. “Bunga-bunga promote sudah kita adjust. Sekarang 2,65 persen dari sebelumnya masih di atas 3 persen,” ujarnya. Penurunan bunga ini juga didukung oleh penurunan biaya dana yang dilakukan BTN sebanyak dua kali sepanjang tahun ini.

Meskipun demikian, tidak semua jenis KPR mengalami penurunan bunga secara bersamaan. KPR subsidi, misalnya, masih memiliki bunga tetap sebesar 5 persen sesuai ketentuan pemerintah. Nixon menjelaskan bahwa BTN merupakan bank yang paling besar dalam memberikan KPR subsidi, sehingga harus mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah. “Kalau KPR subsidi kan tidak bisa dipangkas, sudah 5 persen ketentuannya,” tambahnya.

Selain itu, penurunan BI Rate juga membawa dampak positif terhadap pertumbuhan kredit BTN. Pada semester I-2025, BTN mencatat pertumbuhan kredit sebesar 6,8 persen (yoy) menjadi Rp376,11 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh penyaluran kredit ke sektor perumahan yang naik 6,2 persen (yoy) menjadi Rp317,77 triliun. Di sisi lain, sektor non-perumahan juga mengalami pertumbuhan sebesar 10,5 persen (yoy) menjadi Rp58,34 triliun. Pertumbuhan kredit ini juga berdampak pada pendapatan bunga kredit BTN yang naik 23,5 persen (yoy) menjadi Rp18,50 triliun.

Namun, meskipun BI Rate telah turun, penurunan bunga KPR tidak otomatis langsung terwujud. Pengamat properti, Bambang Ekajaya, menjelaskan bahwa penyesuaian bunga KPR membutuhkan waktu karena adanya portofolio KPR yang sudah berjalan. “Penurunan BI Rate seharusnya membantu, tetapi aplikasi di perbankan perlu waktu penyesuaian, terutama untuk portofolio KPR-KPR yang sudah berjalan,” katanya.

Di samping itu, pemerintah juga memberikan dukungan berupa kebijakan yang bertujuan meningkatkan minat pembelian rumah. Beberapa kebijakan seperti kepastian PPN DTP hingga tahun 2027, program KUR Perumahan, serta kemudahan SLIK OJK, diharapkan dapat mendorong permintaan KPR. Bambang menambahkan bahwa kebijakan tersebut akan meningkatkan minat masyarakat terhadap hunian, terutama bagi kalangan menengah atas.

Tidak hanya itu, Bambang juga menyoroti pentingnya pendekatan terhadap generasi muda, khususnya Generasi Z. Meskipun mereka menjadi tulang punggung perekonomian, minat mereka untuk membeli rumah masih terbatas. “Pemerintah dinilai perlu melakukan kampanye membeli rumah kepada generasi muda agar pembelian rumah bisa meningkat,” ujarnya. Dengan pendekatan yang tepat, target 3 juta rumah yang ingin dicapai pemerintah dapat tercapai.

Seorang pekerja freelance, Nailla (24), mengungkapkan bahwa impian untuk memiliki rumah pertama masih ada dalam pikirannya. Namun, ia masih ragu karena adanya fluktuasi suku bunga akibat kondisi global. “Ada beberapa faktor yang memengaruhi saya untuk berpikir ulang apakah pos dana darurat yang saya tabung untuk sekarang itu tetap akan saya alihkan untuk beli rumah impian itu,” kata Nailla.

Dari segi data, laporan BI menunjukkan bahwa RDG BI pada 16-17 September 2025 memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen. Selain itu, suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility juga turun. Suku bunga ini memiliki pengaruh langsung terhadap bunga KPR karena kenaikan suku bunga acuan BI cenderung menyebabkan kenaikan suku bunga KPR.

[IMAGE: KPR pertumbuhan ekonomi Indonesia]

Dengan berbagai faktor yang saling mendukung, pertumbuhan KPR di Indonesia diprediksi akan lebih cepat pasca penurunan BI Rate. Meskipun ada tantangan dalam proses penyesuaian bunga KPR, langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah dan lembaga keuangan memberikan harapan bahwa akses masyarakat terhadap hunian layak akan semakin mudah.

[IMAGE: KPR pertumbuhan ekonomi Indonesia]

[IMAGE: KPR pertumbuhan ekonomi Indonesia]

[IMAGE: KPR pertumbuhan ekonomi Indonesia]

FAQ

Apa itu KPR?

KPR atau Kredit Pemilikan Rumah adalah pinjaman yang diberikan oleh bank atau lembaga keuangan kepada individu atau keluarga untuk membeli rumah. KPR biasanya memiliki cicilan bulanan dan bunga yang ditentukan sesuai kesepakatan antara peminjam dan pemberi pinjaman.

Bagaimana BI Rate mempengaruhi KPR?

BI Rate atau suku bunga acuan Bank Indonesia memengaruhi tingkat bunga kredit di seluruh sektor, termasuk KPR. Jika BI Rate turun, maka bank umumnya akan menurunkan bunga kredit, termasuk bunga KPR. Namun, penyesuaian ini tidak selalu langsung terjadi karena berbagai faktor seperti struktur biaya dana dan kebijakan internal bank.

Apakah semua jenis KPR akan mengalami penurunan bunga?

Tidak semua jenis KPR mengalami penurunan bunga secara bersamaan. Misalnya, KPR subsidi memiliki bunga tetap sesuai ketentuan pemerintah, yaitu sebesar 5 persen. Sedangkan KPR non-subsidi bisa mengalami penurunan bunga jika bank menyesuaikan sesuai penurunan BI Rate.

Apa manfaat dari penurunan BI Rate bagi masyarakat?

Penurunan BI Rate memberikan manfaat bagi masyarakat dengan menurunkan biaya pinjaman, termasuk bunga KPR. Ini membuat pembelian rumah menjadi lebih terjangkau, terutama bagi masyarakat menengah dan bawah.

Apa tantangan dalam penurunan bunga KPR?

Salah satu tantangan dalam penurunan bunga KPR adalah proses penyesuaian yang membutuhkan waktu. Selain itu, struktur biaya dana bank dan kebijakan internal bank juga memengaruhi seberapa cepat bunga KPR bisa turun.

Tagging

KPR #KreditPemilikanRumah #BIrate #BankTabunganNegara #EkonomiIndonesia #Perumahan #SukuBunga #KPRSubsidi #KPRNonSubsidi #HunianLayak #PertumbuhanEkonomi #KPRDiprediksiNaik #KPRLebihCepat #PemilikanRumah #KPRBaru #BungaKPR #PembiayaanPerumahan #KPRIndonesia #PeningkatanKPR #KPRdanEkonomi #KPRDenganBungaRendah

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polsek Seltim Bersama Damkar Padamkan Kebakaran Kolong Jembatan dalam Satu Jam

    Polsek Seltim Bersama Damkar Padamkan Kebakaran Kolong Jembatan dalam Satu Jam

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Cirebon Kota – Kebakaran yang terjadi di bawah kolong Jembatan Kanggraksan (Kali Suba), Jalan Jenderal A. Yani By Pass, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam melalui kerja sama petugas Pemadam Kebakaran Kota Cirebon, kepolisian, perangkat lingkungan dan masyarakat, Rabu (09/09/2026). Kobaran api diketahui sekitar pukul 17.30 WIB […]

  • Diduga Keluarga Tersangka Penganiayaan Berat Menyembunyikan DPO

    Diduga Keluarga Tersangka Penganiayaan Berat Menyembunyikan DPO

    • calendar_month Jum, 17 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Medan – Kasus penganiayaan berat yang dilakukan tersangka, LS yang kini ditetapkan sebagai DPO Polrestabes Medan terus bergulir. Publik berasumsi, DPO penganiayaan berat, LS diduga disembunyikan oleh pihak keluarga,”(17/07/26). Indikasi ini diyakini warga karena sampai sekarang, LS tak kunjung menyerahkan diri meski sudah berstatus DPO. “Bisa saja, LS yang kini berstatus sebagai buronan Polrestabes […]

  • Pengertian dan Subsektor Ekonomi Kreatif yang Perlu Diketahui

    Pengertian dan Subsektor Ekonomi Kreatif yang Perlu Diketahui

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 556
    • 0Komentar

    Ekonomi kreatif, atau sering disebut sebagai “ekraf”, telah menjadi salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Konsep ini tidak hanya menggambarkan bisnis yang berbasis ide dan inovasi, tetapi juga mencakup berbagai bidang yang memadukan kreativitas dengan nilai ekonomi. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan perubahan pola konsumsi masyarakat, subsektor ekonomi kreatif terus tumbuh dan memberikan dampak […]

  • Cara Investasi Modal Kecil dengan Profit Harian yang Efektif

    Cara Investasi Modal Kecil dengan Profit Harian yang Efektif

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 491
    • 0Komentar

    Investasi modal kecil dengan profit harian kini semakin menarik perhatian masyarakat, terutama bagi para investor pemula yang ingin memulai perjalanan finansial mereka. Meski modalnya terbatas, berbagai peluang tetap bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan keuntungan harian. Dengan strategi yang tepat dan kesabaran, bahkan investasi dengan modal kecil bisa menjadi sumber penghasilan tambahan yang signifikan. Langkah Awal yang […]

  • PT Geo Prima Solusi Tbk Gelar RUPST dan RUPSLB, Sepakati Sejumlah Agenda Strategis Pengembangan Usaha

    PT Geo Prima Solusi Tbk Gelar RUPST dan RUPSLB, Sepakati Sejumlah Agenda Strategis Pengembangan Usaha

    • calendar_month Sel, 23 Jun 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 353
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, PT Geo Prima Solusi Tbk (GPSO) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang membahas sejumlah agenda strategis terkait operasional, pengembangan usaha, serta penguatan struktur permodalan Perseroan (22/6/2026). Dalam RUPST, para pemegang saham menyetujui empat agenda utama, yaitu 1. Persetujuan atas Laporan Tahunan Direksi, Laporan Tugas […]

  • KSSK Sepakat Perkuat Kewaspadaan Terhadap Risiko Downside: Apa yang Perlu Diketahui?

    KSSK Sepakat Perkuat Kewaspadaan Terhadap Risiko Downside: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kembali menunjukkan komitmennya untuk memperkuat kewaspadaan terhadap risiko downside. Hal ini menjadi penting mengingat tantangan ekonomi yang semakin kompleks, baik dari dalam maupun luar negeri. Dalam rapat terbaru mereka, KSSK menyepakati langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi […]

expand_less