Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » KPR Diprediksi Tumbuh Lebih Cepat Setelah Kenaikan Suku Bunga Dihentikan

KPR Diprediksi Tumbuh Lebih Cepat Setelah Kenaikan Suku Bunga Dihentikan

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
  • visibility 266
  • comment 0 komentar

Pada tahun 2025, sektor perumahan di Indonesia kembali menunjukkan tanda-tanda positif setelah Bank Indonesia (BI) melakukan penurunan suku bunga acuan (BI Rate) yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR). Meski awalnya ada ketidakpastian terkait dampak langsung dari pengurangan BI Rate terhadap bunga KPR, berbagai indikasi menunjukkan bahwa pertumbuhan KPR diprediksi akan lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan suku bunga ini menjadi momentum penting bagi pemerintah dan lembaga keuangan untuk mempercepat akses masyarakat terhadap hunian layak.

Dalam beberapa bulan terakhir, BI telah melakukan serangkaian langkah strategis untuk menstabilkan perekonomian nasional. Salah satu langkah utama adalah penurunan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5% pada Agustus 2025. Langkah ini dilakukan dengan tujuan untuk mendorong investasi dan meningkatkan likuiditas di pasar keuangan. Namun, meskipun BI Rate telah turun, bunga KPR belum langsung mengalami penurunan signifikan. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk struktur biaya dana bank dan kebijakan internal institusi keuangan.

Salah satu contoh yang menunjukkan upaya penyesuaian bunga KPR adalah PT Bank Tabungan Negara (BTN). BTN telah menurunkan bunga KPR non-subsidi menjadi 2,65 persen untuk periode 3-5 tahun awal, dari sebelumnya 3 persen. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa penurunan ini dilakukan sebagai respons terhadap penurunan BI Rate. “Bunga-bunga promote sudah kita adjust. Sekarang 2,65 persen dari sebelumnya masih di atas 3 persen,” ujarnya. Penurunan bunga ini juga didukung oleh penurunan biaya dana yang dilakukan BTN sebanyak dua kali sepanjang tahun ini.

Meskipun demikian, tidak semua jenis KPR mengalami penurunan bunga secara bersamaan. KPR subsidi, misalnya, masih memiliki bunga tetap sebesar 5 persen sesuai ketentuan pemerintah. Nixon menjelaskan bahwa BTN merupakan bank yang paling besar dalam memberikan KPR subsidi, sehingga harus mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah. “Kalau KPR subsidi kan tidak bisa dipangkas, sudah 5 persen ketentuannya,” tambahnya.

Selain itu, penurunan BI Rate juga membawa dampak positif terhadap pertumbuhan kredit BTN. Pada semester I-2025, BTN mencatat pertumbuhan kredit sebesar 6,8 persen (yoy) menjadi Rp376,11 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh penyaluran kredit ke sektor perumahan yang naik 6,2 persen (yoy) menjadi Rp317,77 triliun. Di sisi lain, sektor non-perumahan juga mengalami pertumbuhan sebesar 10,5 persen (yoy) menjadi Rp58,34 triliun. Pertumbuhan kredit ini juga berdampak pada pendapatan bunga kredit BTN yang naik 23,5 persen (yoy) menjadi Rp18,50 triliun.

Namun, meskipun BI Rate telah turun, penurunan bunga KPR tidak otomatis langsung terwujud. Pengamat properti, Bambang Ekajaya, menjelaskan bahwa penyesuaian bunga KPR membutuhkan waktu karena adanya portofolio KPR yang sudah berjalan. “Penurunan BI Rate seharusnya membantu, tetapi aplikasi di perbankan perlu waktu penyesuaian, terutama untuk portofolio KPR-KPR yang sudah berjalan,” katanya.

Di samping itu, pemerintah juga memberikan dukungan berupa kebijakan yang bertujuan meningkatkan minat pembelian rumah. Beberapa kebijakan seperti kepastian PPN DTP hingga tahun 2027, program KUR Perumahan, serta kemudahan SLIK OJK, diharapkan dapat mendorong permintaan KPR. Bambang menambahkan bahwa kebijakan tersebut akan meningkatkan minat masyarakat terhadap hunian, terutama bagi kalangan menengah atas.

Tidak hanya itu, Bambang juga menyoroti pentingnya pendekatan terhadap generasi muda, khususnya Generasi Z. Meskipun mereka menjadi tulang punggung perekonomian, minat mereka untuk membeli rumah masih terbatas. “Pemerintah dinilai perlu melakukan kampanye membeli rumah kepada generasi muda agar pembelian rumah bisa meningkat,” ujarnya. Dengan pendekatan yang tepat, target 3 juta rumah yang ingin dicapai pemerintah dapat tercapai.

Seorang pekerja freelance, Nailla (24), mengungkapkan bahwa impian untuk memiliki rumah pertama masih ada dalam pikirannya. Namun, ia masih ragu karena adanya fluktuasi suku bunga akibat kondisi global. “Ada beberapa faktor yang memengaruhi saya untuk berpikir ulang apakah pos dana darurat yang saya tabung untuk sekarang itu tetap akan saya alihkan untuk beli rumah impian itu,” kata Nailla.

Dari segi data, laporan BI menunjukkan bahwa RDG BI pada 16-17 September 2025 memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen. Selain itu, suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility juga turun. Suku bunga ini memiliki pengaruh langsung terhadap bunga KPR karena kenaikan suku bunga acuan BI cenderung menyebabkan kenaikan suku bunga KPR.

[IMAGE: KPR pertumbuhan ekonomi Indonesia]

Dengan berbagai faktor yang saling mendukung, pertumbuhan KPR di Indonesia diprediksi akan lebih cepat pasca penurunan BI Rate. Meskipun ada tantangan dalam proses penyesuaian bunga KPR, langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah dan lembaga keuangan memberikan harapan bahwa akses masyarakat terhadap hunian layak akan semakin mudah.

[IMAGE: KPR pertumbuhan ekonomi Indonesia]

[IMAGE: KPR pertumbuhan ekonomi Indonesia]

[IMAGE: KPR pertumbuhan ekonomi Indonesia]

FAQ

Apa itu KPR?

KPR atau Kredit Pemilikan Rumah adalah pinjaman yang diberikan oleh bank atau lembaga keuangan kepada individu atau keluarga untuk membeli rumah. KPR biasanya memiliki cicilan bulanan dan bunga yang ditentukan sesuai kesepakatan antara peminjam dan pemberi pinjaman.

Bagaimana BI Rate mempengaruhi KPR?

BI Rate atau suku bunga acuan Bank Indonesia memengaruhi tingkat bunga kredit di seluruh sektor, termasuk KPR. Jika BI Rate turun, maka bank umumnya akan menurunkan bunga kredit, termasuk bunga KPR. Namun, penyesuaian ini tidak selalu langsung terjadi karena berbagai faktor seperti struktur biaya dana dan kebijakan internal bank.

Apakah semua jenis KPR akan mengalami penurunan bunga?

Tidak semua jenis KPR mengalami penurunan bunga secara bersamaan. Misalnya, KPR subsidi memiliki bunga tetap sesuai ketentuan pemerintah, yaitu sebesar 5 persen. Sedangkan KPR non-subsidi bisa mengalami penurunan bunga jika bank menyesuaikan sesuai penurunan BI Rate.

Apa manfaat dari penurunan BI Rate bagi masyarakat?

Penurunan BI Rate memberikan manfaat bagi masyarakat dengan menurunkan biaya pinjaman, termasuk bunga KPR. Ini membuat pembelian rumah menjadi lebih terjangkau, terutama bagi masyarakat menengah dan bawah.

Apa tantangan dalam penurunan bunga KPR?

Salah satu tantangan dalam penurunan bunga KPR adalah proses penyesuaian yang membutuhkan waktu. Selain itu, struktur biaya dana bank dan kebijakan internal bank juga memengaruhi seberapa cepat bunga KPR bisa turun.

Tagging

KPR #KreditPemilikanRumah #BIrate #BankTabunganNegara #EkonomiIndonesia #Perumahan #SukuBunga #KPRSubsidi #KPRNonSubsidi #HunianLayak #PertumbuhanEkonomi #KPRDiprediksiNaik #KPRLebihCepat #PemilikanRumah #KPRBaru #BungaKPR #PembiayaanPerumahan #KPRIndonesia #PeningkatanKPR #KPRdanEkonomi #KPRDenganBungaRendah

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Menjadi Peringkat Tiga Besar Tujuan Investasi Nonmigas Asia Tenggara: Analisis Terkini

    Indonesia Menjadi Peringkat Tiga Besar Tujuan Investasi Nonmigas Asia Tenggara: Analisis Terkini

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat dalam sektor investasi nonmigas, khususnya di tengah dinamika perekonomian global yang semakin kompetitif. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan investasi terbaik di kawasan Asia Tenggara. Pada periode Januari hingga September 2025, nilai ekspor nonmigas mencapai 199,77 miliar dolar AS, meningkat sebesar 9,57 persen dibandingkan […]

  • Cara Pendaftaran UMKM Online Tahun 2021 yang Mudah dan Cepat

    Cara Pendaftaran UMKM Online Tahun 2021 yang Mudah dan Cepat

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Pendahuluan Di tengah tantangan ekonomi akibat pandemi, pemerintah Indonesia memberikan berbagai bantuan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu bentuk bantuan tersebut adalah Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM. Untuk mendapatkan bantuan ini, pelaku UMKM perlu melakukan pendaftaran secara online yang bisa dilakukan dengan mudah. Pembuka Pendaftaran […]

  • Panduan Lengkap Menghitung Kurs Pajak 31 Desember 2023

    Panduan Lengkap Menghitung Kurs Pajak 31 Desember 2023

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Pendahuluan Dalam dunia bisnis, terutama bagi pelaku usaha yang terlibat dalam kegiatan ekspor dan impor, memahami kurs pajak menjadi hal penting. Kurs pajak tidak hanya berfungsi sebagai acuan dalam transaksi internasional, tetapi juga digunakan untuk menghitung kewajiban perpajakan. Dengan demikian, pemahaman yang tepat tentang cara menghitung kurs pajak pada tanggal tertentu, seperti 31 Desember 2023, […]

  • PT Geo Prima Solusi Tbk Gelar RUPST dan RUPSLB, Sepakati Sejumlah Agenda Strategis Pengembangan Usaha

    PT Geo Prima Solusi Tbk Gelar RUPST dan RUPSLB, Sepakati Sejumlah Agenda Strategis Pengembangan Usaha

    • calendar_month Sel, 23 Jun 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, PT Geo Prima Solusi Tbk (GPSO) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang membahas sejumlah agenda strategis terkait operasional, pengembangan usaha, serta penguatan struktur permodalan Perseroan (22/6/2026). Dalam RUPST, para pemegang saham menyetujui empat agenda utama, yaitu 1. Persetujuan atas Laporan Tahunan Direksi, Laporan Tugas […]

  • Bagaimana Layanan Cloud Computing Mendorong Efisiensi Operasional Perusahaan

    Bagaimana Layanan Cloud Computing Mendorong Efisiensi Operasional Perusahaan

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Dalam era digital yang semakin pesat, bisnis di Indonesia terus beradaptasi dengan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Salah satu solusi yang muncul sebagai jawaban atas tantangan ini adalah layanan cloud computing. Teknologi ini tidak hanya membantu perusahaan mengakses data dan aplikasi kapan saja, di mana saja, tetapi juga memberikan fleksibilitas dan skalabilitas yang sangat […]

  • Pemerintah Dorong Kredit Industri Hijau Melalui Perbankan: Inisiatif Terbaru dan Dampaknya

    Pemerintah Dorong Kredit Industri Hijau Melalui Perbankan: Inisiatif Terbaru dan Dampaknya

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, pemerintah Indonesia mulai memberikan perhatian serius terhadap pengembangan industri hijau. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan memfasilitasi kredit industri hijau melalui sektor perbankan. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kementerian Perindustrian telah menetapkan beberapa strategi untuk […]

expand_less