Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Investasi di Sektor Perikanan dan Kelautan Mencapai Rp1,03 Triliun pada Q1 2025: Tren dan Analisis

Investasi di Sektor Perikanan dan Kelautan Mencapai Rp1,03 Triliun pada Q1 2025: Tren dan Analisis

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
  • visibility 332
  • comment 0 komentar

Pertumbuhan investasi di sektor perikanan dan kelautan Indonesia mencatatkan angka yang menggembirakan. Pada kuartal pertama tahun 2025, realisasi investasi di sektor ini mencapai Rp1,03 triliun. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, serta memberikan gambaran optimis tentang potensi sektor ini untuk menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional.

Sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat sektor maritim, data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan bahwa sinergi antara lembaga pemerintah dan pihak swasta telah berkontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan investasi. Dalam laporan terbaru, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Tornanda Syaifullah, menjelaskan bahwa realisasi investasi tersebut didorong oleh kerja sama lintas kementerian dan pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem investasi yang kondusif.

Dari total investasi sebesar Rp1,03 triliun, sebanyak 61 persen berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sedangkan 39 persen berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA). Hal ini menunjukkan bahwa investor lokal semakin sadar akan potensi sektor perikanan dan kelautan. Namun, kontribusi dari investor asing juga tetap penting, terutama dalam hal teknologi dan pengembangan infrastruktur.

Secara rinci, bidang usaha pengolahan hasil perikanan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi sebesar Rp1,01 triliun atau 42,3 persen. Disusul oleh budidaya dengan nilai Rp0,55 triliun (23,0 persen), penangkapan ikan sebesar Rp0,40 triliun (17,0 persen), perdagangan sebesar Rp0,36 triliun (15,1 persen), dan jasa perikanan sebesar Rp0,06 triliun (2,5 persen). Angka-angka ini menunjukkan bahwa sektor pengolahan dan perdagangan masih menjadi fokus utama bagi para investor.

Provinsi dengan realisasi investasi terbesar adalah Jawa Timur sebesar Rp548 miliar (23,1 persen), disusul oleh Jawa Tengah dengan Rp546 miliar (22,9 persen), dan DKI Jakarta dengan Rp230 miliar (9,6 persen). Ini menunjukkan bahwa wilayah Jawa masih menjadi pusat perhatian bagi investor, meskipun ada potensi besar di wilayah lain seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

Dari sisi negara asal, Korea Selatan menjadi investor asing terbesar dengan nilai Rp370 miliar (40,7 persen), diikuti oleh China dengan Rp170 miliar (18,6 persen), dan Malaysia dengan Rp130 miliar (14,1 persen). Keterlibatan negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur dalam investasi sektor perikanan dan kelautan Indonesia menunjukkan bahwa sektor ini memiliki daya tarik yang kuat di pasar internasional.

Tren realisasi investasi dalam kurun waktu 2021 hingga 2025 menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 66,04 persen per tahun. Angka ini membuktikan bahwa sektor perikanan dan kelautan tidak hanya stabil, tetapi juga berkembang pesat. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan pemerintah yang mendukung sektor maritim, peningkatan kesadaran masyarakat akan manfaat produk laut, serta peningkatan kapasitas industri pengolahan dan logistik.

Untuk mendorong literasi dan promosi investasi, Ditjen PDS bersama BKPM telah menggelar sosialisasi daring tentang tata cara investasi subsektor pengolahan dan pemasaran hasil kelautan dan perikanan pada 3 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 777 peserta yang terdiri dari pelaku usaha, dinas terkait, serta unit teknis KKP dan BKPM. Sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemahaman para pelaku usaha tentang prosedur investasi dan manfaatnya.

Ketua KKP, Menteri Susi Pudjiastuti, pernah menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor perikanan dan kelautan. Dengan panjang garis pantai sekitar 90.000 km, Indonesia memiliki akses yang luas terhadap sumber daya laut. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya untuk memperkuat sektor ini melalui berbagai program dan inisiatif, termasuk pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di enam pulau terluar Indonesia.

Program SKPT bertujuan untuk meningkatkan produksi, kualitas, dan nilai tambah produk perikanan serta memperkuat ketahanan pangan dan keamanan nasional. Investasi dalam SKPT diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan nelayan, dan memperkuat rantai pasok perikanan.

Selain itu, pemerintah juga memberikan kemudahan perizinan, keringanan pajak, serta asistensi penuh kepada pengusaha yang berminat berinvestasi. Langkah-langkah ini dirancang untuk menarik minat investor baik dalam maupun luar negeri agar lebih aktif dalam mengembangkan sektor perikanan dan kelautan.

Dengan capaian investasi yang mencapai Rp1,03 triliun pada kuartal pertama tahun 2025, sektor perikanan dan kelautan Indonesia menunjukkan potensi yang sangat besar. Pertumbuhan yang stabil dan progresif ini menunjukkan bahwa sektor ini tidak hanya menjadi bagian dari perekonomian nasional, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam pembangunan berkelanjutan.

Namun, tantangan tetap ada, seperti ketersediaan sumber daya, perlindungan lingkungan, dan ketersediaan infrastruktur. Untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Dengan komitmen dan kerja sama yang baik, sektor perikanan dan kelautan Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi salah satu sektor yang unggul di kawasan Asia Tenggara.

FAQ

Apa saja bidang usaha yang paling banyak mendapat investasi di sektor perikanan dan kelautan?

Bidang usaha pengolahan hasil perikanan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi sebesar Rp1,01 triliun (42,3 persen), diikuti oleh budidaya sebesar Rp0,55 triliun (23,0 persen), penangkapan ikan sebesar Rp0,40 triliun (17,0 persen), perdagangan sebesar Rp0,36 triliun (15,1 persen), dan jasa perikanan sebesar Rp0,06 triliun (2,5 persen).

Apa provinsi dengan realisasi investasi terbesar di sektor perikanan dan kelautan?

Provinsi dengan realisasi investasi terbesar adalah Jawa Timur sebesar Rp548 miliar (23,1 persen), diikuti oleh Jawa Tengah dengan Rp546 miliar (22,9 persen), dan DKI Jakarta dengan Rp230 miliar (9,6 persen).

Negara mana yang paling banyak berinvestasi di sektor perikanan dan kelautan Indonesia?

Korea Selatan menjadi investor asing terbesar dengan nilai Rp370 miliar (40,7 persen), diikuti oleh China dengan Rp170 miliar (18,6 persen), dan Malaysia dengan Rp130 miliar (14,1 persen).

Bagaimana tren investasi di sektor perikanan dan kelautan Indonesia dari 2021 hingga 2025?

Tren realisasi investasi dalam kurun waktu 2021 hingga 2025 menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 66,04 persen per tahun.

Apa tujuan dari pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT)?

Tujuan dari pembangunan SKPT adalah untuk meningkatkan produksi, kualitas, dan nilai tambah produk perikanan serta memperkuat ketahanan pangan dan keamanan nasional.

Tags:

InvestasiPerikanan #KelautanIndonesia #EkonomiNasional #PengolahanPerikanan #BudidayaIkan #PenangkapanIkan #PerdaganganIkan #JasaPerikanan #PMDN #PMA #PertumbuhanInvestasi #IndustriPerikanan #SektorMaritim #PengembanganEkonomi #InovasiPerikanan #PengusahaLaut

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perubahan PMK No. 72/2025: Peraturan PPh 21 DTP Stimulus Ekonomi

    Perubahan PMK No. 72/2025: Peraturan PPh 21 DTP Stimulus Ekonomi

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Pemerintah Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 72 Tahun 2025 yang merupakan perubahan atas PMK No. 10 Tahun 2025. Peraturan ini bertujuan untuk memberikan insentif pajak penghasilan pasal 21 (PPh 21) kepada pegawai tertentu, terutama di sektor pariwisata dan industri lainnya, sebagai bagian dari stimulus […]

  • Menteri Ketenagakerjaan Pastikan Batas Waktu Pengumuman UMP 2026

    Menteri Ketenagakerjaan Pastikan Batas Waktu Pengumuman UMP 2026

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian nasional yang terus berkembang, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberikan pernyataan penting terkait jadwal pengumuman Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2026. Dalam berbagai kesempatan, ia memastikan bahwa keputusan akhir akan diumumkan pada tanggal 21 November 2025, sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Hal ini menjadi titik penting bagi para pekerja dan pengusaha […]

  • Pajak Hadiah Berapa Persen? Ini Penjelasan Lengkap Sesuai Aturan Pajak di Indonesia

    Pajak Hadiah Berapa Persen? Ini Penjelasan Lengkap Sesuai Aturan Pajak di Indonesia

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 561
    • 0Komentar

    Di tengah kegembiraan menerima hadiah, banyak orang yang tidak menyadari bahwa beberapa jenis hadiah bisa dikenakan pajak. Hal ini menjadi penting untuk diketahui, terutama bagi mereka yang sering menerima hadiah dalam bentuk uang atau barang. Dalam konteks perpajakan di Indonesia, pajak hadiah memiliki tarif dan ketentuan tertentu yang harus dipahami. Menurut aturan yang berlaku, hadiah […]

  • Cara Investasi Emas yang Efektif dan Menguntungkan untuk Pemula

    Cara Investasi Emas yang Efektif dan Menguntungkan untuk Pemula

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Investasi emas sering dianggap sebagai pilihan terbaik bagi mereka yang ingin melindungi nilai uang dari inflasi dan memperoleh keuntungan jangka panjang. Dengan harga emas yang terus meningkat, banyak orang mulai tertarik untuk memulai investasi emas. Namun, bagi pemula, hal ini bisa terasa menantang. Berikut adalah panduan lengkap tentang bagaimana cara investasi emas yang efektif dan […]

  • Nasib TKW asal Brebes Mengalami kecelakaan Kerja di Singapura,*Tidak di perdulikan oleh P3MI saat ini terkapar di RS Polri Kramat jati

    Nasib TKW asal Brebes Mengalami kecelakaan Kerja di Singapura,*Tidak di perdulikan oleh P3MI saat ini terkapar di RS Polri Kramat jati

    • calendar_month Jum, 21 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Jakarta – Siti warga Brebes kecamatan Losari jawa tengah mengalami kecelakaan kerja yakni kepeleset jatuh di depan kamar mandi karena lantai licin di Rumah Majikan (12/8/26) di Negara Singapura. Sehingga menyebabkan Siti tidak dapat berjalan kaki kiri sampai ke pinggang terasa kaku,nyeri dan panas.di Singapura sempat di bawa ke klinik sekitar Apartemen kediaman Majikan […]

  • Otoritas Dorong Percepatan Pembangunan Rumah Bersubsidi untuk Meningkatkan Akses Perumahan

    Otoritas Dorong Percepatan Pembangunan Rumah Bersubsidi untuk Meningkatkan Akses Perumahan

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan akses perumahan yang layak dan terjangkau, otoritas pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan rumah bersubsidi. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk menjawab tantangan perumahan yang terus berkembang, terutama di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dengan semakin tingginya permintaan, pemerintah dan lembaga terkait terus mencari solusi untuk […]

expand_less