Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » OJK Mengungkap Pertumbuhan Kredit UMKM yang Masih Lambat Sepanjang Tahun 2025

OJK Mengungkap Pertumbuhan Kredit UMKM yang Masih Lambat Sepanjang Tahun 2025

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
  • visibility 455
  • comment 0 komentar

Pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia masih tercatat melambat sepanjang tahun 2025. Data dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit UMKM pada Juni 2025 hanya mencapai 2,18 persen secara tahunan (year on year), jauh di bawah laju pertumbuhan kredit nasional yang berada di angka 7,77 persen. Hal ini menjadi indikasi bahwa sektor UMKM masih menghadapi tantangan dalam pemulihan pasca-pandemi.

Kondisi ini juga diperkuat oleh data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada September 2025, pertumbuhan kredit UMKM hanya sebesar 0,23 persen, sementara pertumbuhan kredit nasional mencapai 7,70 persen. Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, menyatakan bahwa risiko kredit UMKM dinilai lebih tinggi dibandingkan segmen lainnya, sehingga membuat perbankan lebih selektif dalam penyaluran kredit.

pelaku UMKM di daerah pedesaan

Menurut Bambang Arianto, Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, perlambatan pertumbuhan kredit UMKM tidak sepenuhnya pulih dari dampak pandemi. Meskipun sudah dilakukan restrukturisasi, pertumbuhan kredit UMKM belum bisa kembali ke level sebelum pandemi. Hal ini juga dipengaruhi oleh kinerja sektor korporasi yang masih cenderung ragu-ragu dalam mengambil langkah ekspansi.

pelaku bisnis UMKM sedang bekerja

Bambang menjelaskan bahwa sebagian besar UMKM bergantung pada korporasi sebagai pemasok atau mitra kerja. Jika korporasi mengalami perlambatan, maka UMKM juga akan terkena dampaknya. “Jika satu korporasi melambat, UMKM bisa lebih banyak lagi yang melambat,” ujarnya.

Selain itu, peningkatan risiko kredit UMKM juga memicu perbankan untuk lebih hati-hati dalam memberikan kredit. Rasio loan to deposit ratio (LDR) pada September 2025 masih sebesar 84,19 persen, jauh di bawah ambang batas 92 persen. Ini menunjukkan bahwa bank masih memiliki ruang untuk meningkatkan penyaluran kredit, tetapi dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Untuk mendorong pertumbuhan kredit UMKM, OJK telah menerbitkan Peraturan OJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan bagi UMKM (POJK UMKM). Aturan ini bertujuan untuk mempermudah proses pemberian kredit kepada UMKM dengan pendekatan yang lebih inovatif dan inklusif. POJK UMKM juga memberikan kemudahan dalam penyederhanaan persyaratan, skema pembiayaan yang sesuai karakteristik usaha, serta percepatan proses bisnis melalui penggunaan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA).

pelaku UMKM menggunakan layanan digital

Dian Ediana Rae menegaskan bahwa meski penyaluran kredit perlu diperluas, bank tetap wajib menerapkan prinsip kehati-hatian. Dana yang disalurkan berasal dari masyarakat, bukan dana pribadi bank. Oleh karena itu, OJK menekankan pentingnya tata kelola dan manajemen risiko dalam pembiayaan UMKM.

Selain itu, POJK UMKM juga mengatur kolaborasi antarlembaga jasa keuangan dan pihak terkait, pemanfaatan teknologi informasi, serta peningkatan literasi keuangan dan pelindungan konsumen bagi UMKM. Aturan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembiayaan UMKM yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Meski ada upaya pemerintah dan OJK untuk memperbaiki kondisi kredit UMKM, tantangan tetap ada. Ketergantungan pada sektor korporasi, risiko kredit yang tinggi, dan ketidakseimbangan akses pembiayaan masih menjadi hambatan utama. Namun, dengan adanya POJK UMKM, harapan besar diarahkan pada pemulihan sektor UMKM yang lebih cepat dan berkelanjutan.

FAQ

Apa penyebab pertumbuhan kredit UMKM masih lambat?

Pertumbuhan kredit UMKM masih lambat karena beberapa faktor, termasuk dampak pandemi yang belum sepenuhnya pulih, risiko kredit yang lebih tinggi dibandingkan segmen lain, dan kinerja sektor korporasi yang masih ragu-ragu dalam mengambil langkah ekspansi.

Bagaimana OJK mengatasi perlambatan kredit UMKM?

OJK menerbitkan Peraturan OJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan bagi UMKM. Aturan ini bertujuan untuk mempermudah proses pemberian kredit kepada UMKM dengan pendekatan yang lebih inovatif dan inklusif, serta mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan peningkatan literasi keuangan.

Apakah penyaluran kredit UMKM aman bagi perbankan?

Penyaluran kredit UMKM memang memiliki risiko yang lebih tinggi, tetapi OJK menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko. Bank harus memastikan bahwa dana yang disalurkan berasal dari masyarakat dan tidak membahayakan stabilitas sistem keuangan.

Bagaimana POJK UMKM berkontribusi pada perekonomian nasional?

POJK UMKM diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembiayaan UMKM yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan meningkatkan akses keuangan, UMKM dapat semakin berdaya saing dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Apa tantangan utama dalam pembiayaan UMKM?

Tantangan utama dalam pembiayaan UMKM adalah ketergantungan pada sektor korporasi, risiko kredit yang tinggi, dan ketidakseimbangan akses pembiayaan. Selain itu, kurangnya literasi keuangan dan infrastruktur digital juga menjadi hambatan.

Tag

OJK #UMKM #KreditUMKM #PertumbuhanEkonomi #BankIndonesia #PeraturanOJK #PembiayaanUMKM #PertumbuhanKredit #PemulihanEkonomi #PembiayaanDigital #LiterasiKeuangan #InklusivitasKeuangan #ManajemenRisiko #PengembanganUMKM #PerekonomianNasional

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lonjakan Signifikan Fintech Dipicu oleh Adopsi Platform Digital yang Pesat

    Lonjakan Signifikan Fintech Dipicu oleh Adopsi Platform Digital yang Pesat

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Dalam beberapa tahun terakhir, sektor finansial di Indonesia mengalami transformasi besar-besaran. Fenomena ini tidak hanya membawa perubahan dalam cara masyarakat bertransaksi, tetapi juga mengubah pola pengelolaan keuangan pribadi dan bisnis. Salah satu faktor utama yang mendorong perubahan tersebut adalah adopsi platform digital yang pesat. Kehadiran fintech (Financial Technology) telah menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan […]

  • Pasar Obligasi Korporasi Mencatat Tren Peningkatan Penerbitan: Analisis Terkini

    Pasar Obligasi Korporasi Mencatat Tren Peningkatan Penerbitan: Analisis Terkini

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, pasar obligasi korporasi di Indonesia menunjukkan tanda-tanda penguatan yang signifikan. Berdasarkan data dari Aldiracita Sekuritas Indonesia, penerbitan obligasi korporasi mencatat pertumbuhan lebih dari 11% dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen keuangan ini semakin diminati oleh para penerbit dan investor. Anindita Cintasya, Direktur Investment Banking Aldiracita […]

  • Ekspor Nonmigas September 2025 Tembus US$23,68 Miliar, Ini Rincian dan Analisisnya

    Ekspor Nonmigas September 2025 Tembus US$23,68 Miliar, Ini Rincian dan Analisisnya

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tanda-tanda positif pada bulan September 2025. Nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$23,68 miliar menjadi bukti bahwa sektor nonmigas masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Angka ini naik sebesar 12,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mengalahkan pertumbuhan ekspor migas yang turun hingga 13,61 persen. Kenaikan ekspor nonmigas ini tidak […]

  • Peluang Bisnis Jagung Bakar: Strategi Sukses dan Tips Memulai Usaha

    Peluang Bisnis Jagung Bakar: Strategi Sukses dan Tips Memulai Usaha

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Di tengah semakin tingginya permintaan akan camilan yang lezat dan praktis, bisnis jagung bakar menjadi salah satu pilihan menarik untuk dijalankan. Tidak hanya memiliki cita rasa yang khas dan enak, jagung bakar juga mudah dibuat serta bisa disesuaikan dengan berbagai preferensi rasa. Peluang bisnis jagung bakar ini sangat menjanjikan, terutama bagi para pengusaha pemula yang […]

  • Terpilih Kembali Secara Aklamasi/Amanah, Guntur Syahputra Siap Pimpin PAC Pemuda Pancasila Medan Denai Periode 2026–2029

    Terpilih Kembali Secara Aklamasi/Amanah, Guntur Syahputra Siap Pimpin PAC Pemuda Pancasila Medan Denai Periode 2026–2029

    • calendar_month Ming, 26 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Rafarekonomi.com, Medan – Kepemimpinan Guntur Syahputra di tubuh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Denai resmi berlanjut. Melalui Musyawarah Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kekeluargaan di Wisma Menteng Indah, Medan, Guntur Syahputra kembali dipercaya dan terpilih sebagai Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Denai untuk masa bakti 2026–2029. ​Terpilihnya […]

  • Cara Tukar Uang Baru di Bank BCA dengan Mudah dan Cepat

    Cara Tukar Uang Baru di Bank BCA dengan Mudah dan Cepat

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 575
    • 0Komentar

    Slug: cara-tukar-uang-baru-di-bank-bca Lebaran selalu menjadi momen penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama dalam tradisi memberi THR kepada keluarga dan kerabat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, banyak orang mulai mempersiapkan uang baru sebelum hari raya tiba. Salah satu bank yang menyediakan layanan penukaran uang baru adalah Bank Central Asia (BCA). Berikut panduan lengkap cara tukar uang baru […]

expand_less