Breaking News
light_mode
Beranda » General » PBSA Bagikan Dividen Rp180 Miliar, Targetkan Pendapatan Rp1,7 Triliun pada 2026

PBSA Bagikan Dividen Rp180 Miliar, Targetkan Pendapatan Rp1,7 Triliun pada 2026

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
  • visibility 382
  • comment 0 komentar

RadarEkonomi.com, Jakarta – PT Paramita Bangun Sarana Tbk (IDX: PBSA) membagikan dividen tunai sebesar Rp180.000.000.000 atau Rp60 per saham kepada para pemegang saham. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Selain menyetujui pembagian dividen, para pemegang saham juga mengesahkan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025, menunjuk Akuntan Publik/Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan Tahun Buku 2026, memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, serta menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan terkait penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

Usai RUPST, Perseroan menggelar Public Expose Tahunan 2026 untuk memaparkan kinerja keuangan serta arah strategi bisnis ke depan.

Sepanjang tahun buku 2025, PBSA membukukan pendapatan sebesar Rp1,591 triliun, meningkat 37,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,154 triliun. Laba tahun berjalan juga meningkat menjadi Rp320,08 miliar dari Rp215,04 miliar pada 2024.

Dari sisi profitabilitas, Perseroan mencatat Return on Assets (ROA) sebesar 22,51 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 34,45 persen. Capaian tersebut mencerminkan efektivitas pengelolaan aset dan modal dalam mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Direktur Utama PT Paramita Bangun Sarana Tbk, Vincentius Susanto, mengatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada kualitas proyek, disiplin operasional, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

“Pertumbuhan kinerja yang kami capai pada tahun 2025 merupakan hasil dari disiplin dalam menjalankan strategi bisnis, pengelolaan risiko yang terukur, serta komitmen seluruh insan Perseroan dalam menjaga kualitas pelaksanaan proyek. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental usaha melalui peningkatan kualitas eksekusi proyek, optimalisasi sumber daya, serta pengembangan peluang bisnis yang memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham,” ujar Vincentius Susanto.

Sepanjang 2025, PBSA juga memperkuat portofolio proyek melalui sejumlah proyek strategis di sektor industri, di antaranya pembangunan fasilitas Pulp & Paper di Sumatera Selatan dan Karawang, Jawa Barat. Proyek-proyek tersebut semakin memperkuat posisi Perseroan sebagai perusahaan konstruksi yang memiliki kompetensi dalam pembangunan fasilitas industri dan infrastruktur pendukung sektor manufaktur.

 

Dalam aspek tata kelola perusahaan, PBSA berhasil memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu serta ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Perseroan juga terus mengembangkan anak usahanya, PT Plara Paramita Sejahtera, sebagai bagian dari strategi optimalisasi aset perusahaan.

 

Sebagai bentuk komitmen meningkatkan nilai bagi pemegang saham, PBSA juga telah menyelesaikan program pembelian kembali (buyback) saham pada periode Februari hingga Maret 2026 dengan alokasi dana maksimum sebesar Rp100 miliar. Seluruh pendanaan buyback berasal dari kas internal tanpa mengganggu kondisi keuangan maupun likuiditas operasional perusahaan.

 

Melalui Public Expose Tahunan 2026, Perseroan menyampaikan optimisme terhadap prospek industri konstruksi nasional, khususnya pembangunan fasilitas industri yang didorong oleh meningkatnya investasi di sektor industri pengolahan berbasis sumber daya alam.

 

Untuk tahun 2026, PBSA menargetkan pendapatan sekitar Rp1,7 triliun dengan laba usaha sebelum pajak sebesar Rp260 miliar. Target tersebut akan dicapai melalui peningkatan kualitas eksekusi proyek, efisiensi operasional, optimalisasi pengelolaan modal kerja, serta selektivitas dalam memperoleh proyek baru yang memiliki profil risiko terukur dan margin yang sehat.

 

Selain itu, Perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengelolaan arus kas yang prudent, peningkatan efektivitas pengelolaan piutang usaha, optimalisasi sumber daya perusahaan, serta pengembangan proyek-proyek strategis yang mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemegang saham.

 

Dengan fundamental keuangan yang semakin kuat, portofolio proyek yang terus berkembang, tata kelola perusahaan yang semakin baik, serta strategi bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan, PBSA optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan dan memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan konstruksi nasional yang fokus pada pembangunan fasilitas industri di Indonesia.

 

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (IDX: PBSA) merupakan perusahaan jasa konstruksi nasional yang telah berpengalaman lebih dari dua dekade dalam pembangunan gedung, fasilitas industri, pekerjaan sipil, mekanikal, elektrikal, serta berbagai proyek infrastruktur pendukung industri. Perseroan memiliki rekam jejak dalam menangani proyek-proyek di sektor manufaktur, energi, industri pengolahan, dan berbagai fasilitas industri lainnya dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, inovasi, serta tata kelola perusahaan yang baik.

 

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pentingnya Jurnal dalam Mengembangkan Strategi E-Commerce

    Pentingnya Jurnal dalam Mengembangkan Strategi E-Commerce

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Dalam era digital yang semakin berkembang, e-commerce telah menjadi salah satu pilar utama dalam dunia bisnis. Namun, di balik kesuksesan sebuah platform e-commerce, terdapat peran penting dari jurnal-jurnal yang berisi data, analisis, dan strategi pengembangan bisnis. Jurnal tentang e-commerce tidak hanya menjadi wadah untuk menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi alat kritis dalam mengambil keputusan bisnis […]

  • Ekspor YTD Naik 8,14 Persen Dibanding Periode Sama Tahun 2024: Analisis dan Tren Terkini

    Ekspor YTD Naik 8,14 Persen Dibanding Periode Sama Tahun 2024: Analisis dan Tren Terkini

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Indonesia kembali menunjukkan pertumbuhan positif di sektor ekspor, terutama dalam kinerja ekspor nonmigas yang mencatatkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor nonmigas pada periode Januari hingga Agustus 2024 mencapai US$160,36 miliar, naik 8,14 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa perekonomian nasional sedang bergerak […]

  • Kemkomdigi Menghapus 3,1 Juta Konten Negatif Sejak Oktober 2024: Ini yang Harus Diketahui

    Kemkomdigi Menghapus 3,1 Juta Konten Negatif Sejak Oktober 2024: Ini yang Harus Diketahui

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Sejak Oktober 2024 hingga saat ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah berhasil menurunkan sebanyak 3,1 juta konten internet negatif dari ruang digital Indonesia. Angka ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna internet di tanah air. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan bahwa ruang digital tetap menjadi tempat […]

  • Pengertian dan Penerapan Kebijakan Ekonomi pada Masa Demokrasi Terpimpin

    Pengertian dan Penerapan Kebijakan Ekonomi pada Masa Demokrasi Terpimpin

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Pada masa Demokrasi Terpimpin di Indonesia, yang berlangsung antara tahun 1957 hingga 1965, pemerintah mengambil peran yang lebih dominan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Kebijakan ekonomi pada masa ini memiliki dampak signifikan terhadap struktur perekonomian nasional, serta membentuk fondasi bagi perkembangan ekonomi Indonesia di masa mendatang. Demokrasi Terpimpin diperkenalkan oleh Presiden Sukarno sebagai upaya untuk mengatasi […]

  • OJK Waspadai Risiko Sistemik dari Pertumbuhan Cepat Sektor TekFintech

    OJK Waspadai Risiko Sistemik dari Pertumbuhan Cepat Sektor TekFintech

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 403
    • 0Komentar

    OJK Waspadai Risiko Sistemik dari Pertumbuhan Cepat Sektor TekFintech Di tengah laju pertumbuhan pesat sektor teknologi finansial (tekfin) di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini lebih waspada terhadap risiko sistemik yang mungkin muncul. Dengan semakin berkembangnya layanan keuangan digital seperti fintech lending, pembayaran digital, dan inovasi lainnya, OJK mengambil langkah-langkah proaktif untuk memastikan stabilitas sistem […]

  • Mengoptimalkan Ketahanan Eksternal dengan Diversifikasi Mitra Dagang

    Mengoptimalkan Ketahanan Eksternal dengan Diversifikasi Mitra Dagang

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks, pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat ketahanan eksternal melalui strategi diversifikasi mitra dagang. Hal ini menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan daya saing di pasar internasional. Dengan menyeimbangkan hubungan perdagangan dengan berbagai negara, Indonesia tidak hanya mampu mengurangi ketergantungan pada satu atau dua mitra utama, tetapi […]

expand_less