Breaking News
light_mode
Beranda » General » PBSA Bagikan Dividen Rp180 Miliar, Targetkan Pendapatan Rp1,7 Triliun pada 2026

PBSA Bagikan Dividen Rp180 Miliar, Targetkan Pendapatan Rp1,7 Triliun pada 2026

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
  • visibility 238
  • comment 0 komentar

RadarEkonomi.com, Jakarta – PT Paramita Bangun Sarana Tbk (IDX: PBSA) membagikan dividen tunai sebesar Rp180.000.000.000 atau Rp60 per saham kepada para pemegang saham. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Selain menyetujui pembagian dividen, para pemegang saham juga mengesahkan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025, menunjuk Akuntan Publik/Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan Tahun Buku 2026, memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, serta menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan terkait penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

Usai RUPST, Perseroan menggelar Public Expose Tahunan 2026 untuk memaparkan kinerja keuangan serta arah strategi bisnis ke depan.

Sepanjang tahun buku 2025, PBSA membukukan pendapatan sebesar Rp1,591 triliun, meningkat 37,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,154 triliun. Laba tahun berjalan juga meningkat menjadi Rp320,08 miliar dari Rp215,04 miliar pada 2024.

Dari sisi profitabilitas, Perseroan mencatat Return on Assets (ROA) sebesar 22,51 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 34,45 persen. Capaian tersebut mencerminkan efektivitas pengelolaan aset dan modal dalam mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Direktur Utama PT Paramita Bangun Sarana Tbk, Vincentius Susanto, mengatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada kualitas proyek, disiplin operasional, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

“Pertumbuhan kinerja yang kami capai pada tahun 2025 merupakan hasil dari disiplin dalam menjalankan strategi bisnis, pengelolaan risiko yang terukur, serta komitmen seluruh insan Perseroan dalam menjaga kualitas pelaksanaan proyek. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental usaha melalui peningkatan kualitas eksekusi proyek, optimalisasi sumber daya, serta pengembangan peluang bisnis yang memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham,” ujar Vincentius Susanto.

Sepanjang 2025, PBSA juga memperkuat portofolio proyek melalui sejumlah proyek strategis di sektor industri, di antaranya pembangunan fasilitas Pulp & Paper di Sumatera Selatan dan Karawang, Jawa Barat. Proyek-proyek tersebut semakin memperkuat posisi Perseroan sebagai perusahaan konstruksi yang memiliki kompetensi dalam pembangunan fasilitas industri dan infrastruktur pendukung sektor manufaktur.

 

Dalam aspek tata kelola perusahaan, PBSA berhasil memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu serta ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Perseroan juga terus mengembangkan anak usahanya, PT Plara Paramita Sejahtera, sebagai bagian dari strategi optimalisasi aset perusahaan.

 

Sebagai bentuk komitmen meningkatkan nilai bagi pemegang saham, PBSA juga telah menyelesaikan program pembelian kembali (buyback) saham pada periode Februari hingga Maret 2026 dengan alokasi dana maksimum sebesar Rp100 miliar. Seluruh pendanaan buyback berasal dari kas internal tanpa mengganggu kondisi keuangan maupun likuiditas operasional perusahaan.

 

Melalui Public Expose Tahunan 2026, Perseroan menyampaikan optimisme terhadap prospek industri konstruksi nasional, khususnya pembangunan fasilitas industri yang didorong oleh meningkatnya investasi di sektor industri pengolahan berbasis sumber daya alam.

 

Untuk tahun 2026, PBSA menargetkan pendapatan sekitar Rp1,7 triliun dengan laba usaha sebelum pajak sebesar Rp260 miliar. Target tersebut akan dicapai melalui peningkatan kualitas eksekusi proyek, efisiensi operasional, optimalisasi pengelolaan modal kerja, serta selektivitas dalam memperoleh proyek baru yang memiliki profil risiko terukur dan margin yang sehat.

 

Selain itu, Perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengelolaan arus kas yang prudent, peningkatan efektivitas pengelolaan piutang usaha, optimalisasi sumber daya perusahaan, serta pengembangan proyek-proyek strategis yang mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemegang saham.

 

Dengan fundamental keuangan yang semakin kuat, portofolio proyek yang terus berkembang, tata kelola perusahaan yang semakin baik, serta strategi bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan, PBSA optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan dan memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan konstruksi nasional yang fokus pada pembangunan fasilitas industri di Indonesia.

 

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (IDX: PBSA) merupakan perusahaan jasa konstruksi nasional yang telah berpengalaman lebih dari dua dekade dalam pembangunan gedung, fasilitas industri, pekerjaan sipil, mekanikal, elektrikal, serta berbagai proyek infrastruktur pendukung industri. Perseroan memiliki rekam jejak dalam menangani proyek-proyek di sektor manufaktur, energi, industri pengolahan, dan berbagai fasilitas industri lainnya dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, inovasi, serta tata kelola perusahaan yang baik.

 

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi Optimalisasi Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam Pembangunan Infrastruktur

    Strategi Optimalisasi Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam Pembangunan Infrastruktur

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Pembangunan infrastruktur di Indonesia merupakan salah satu kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah adalah keterbatasan anggaran untuk membiayai seluruh proyek infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Dalam konteks ini, skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) menjadi solusi strategis yang tidak hanya membantu mengatasi kekurangan dana, tetapi juga meningkatkan […]

  • Pool Bus Ilegal Diduga Jadi Biang Kerok Kemacetan di Jalan Sisingamangaraja Medan

    Pool Bus Ilegal Diduga Jadi Biang Kerok Kemacetan di Jalan Sisingamangaraja Medan

    • calendar_month Jum, 21 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Medan – Keberadaan pool bus yang diduga masih beroperasi tanpa mematuhi ketentuan Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 61 Tahun 2018 kembali menjadi sorotan. Sejumlah pool bus di sepanjang Jalan Sisingamangaraja, Medan, masih ditemukan menaikkan dan menurunkan penumpang di lokasi yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas. Pantauan wartawan, Selasa, (18/8/2026) masih menemukan pool bus […]

  • Update Terkini Kasus Perbankan di Indonesia yang Paling Diperhatikan

    Update Terkini Kasus Perbankan di Indonesia yang Paling Diperhatikan

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian nasional, kasus perbankan di Indonesia terbaru kembali menjadi sorotan masyarakat. Beberapa insiden keamanan dana nasabah dan penyaluran kredit yang tidak seimbang menggambarkan tantangan yang dihadapi industri perbankan. Meski demikian, berbagai langkah proaktif dari lembaga keuangan dan otoritas terkait menunjukkan komitmen untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Salah satu kasus terbaru yang viral […]

  • Cara Mengajukan Link BRI UMKM 2021 dan Persyaratan yang Dibutuhkan

    Cara Mengajukan Link BRI UMKM 2021 dan Persyaratan yang Dibutuhkan

    • calendar_month Kam, 1 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, pelaku UMKM membutuhkan akses modal yang mudah dan terjangkau. Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi solusi yang sangat strategis bagi pengusaha kecil dan menengah. Namun, untuk bisa mendapatkan manfaat dari program ini, Anda perlu memahami cara mengajukan link BRI UMKM 2021 serta persyaratan […]

  • Kredit UMKM Masih Tumbuh Lambat Sepanjang Tahun 2025: Analisis dan Tantangan

    Kredit UMKM Masih Tumbuh Lambat Sepanjang Tahun 2025: Analisis dan Tantangan

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Di tengah upaya pemerintah dan lembaga keuangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menghadapi tantangan yang signifikan. Meskipun sektor ini menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, pertumbuhan kredit UMKM pada tahun 2025 tercatat melambat, dengan laju pertumbuhan yang jauh lebih rendah dibandingkan kredit korporasi atau konsumsi. Artikel ini akan […]

  • Berikut Ini Adalah Faktor yang Mendorong Perdagangan Internasional Kecuali

    Berikut Ini Adalah Faktor yang Mendorong Perdagangan Internasional Kecuali

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Perdagangan internasional adalah aktivitas penting dalam perekonomian global, di mana negara-negara saling bertukar barang dan jasa. Namun, tidak semua faktor yang ada dapat dianggap sebagai pendorong perdagangan. Ada beberapa hal yang justru menjadi penghambat. Artikel ini akan membahas faktor-faktor yang mendorong perdagangan internasional, serta menjelaskan mengapa beberapa aspek tertentu tidak termasuk dalam kategori tersebut. Salah […]

expand_less