Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Investasi di Sektor Perikanan dan Kelautan Mencapai Rp1,03 Triliun pada Q1 2025: Tren dan Analisis

Investasi di Sektor Perikanan dan Kelautan Mencapai Rp1,03 Triliun pada Q1 2025: Tren dan Analisis

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
  • visibility 331
  • comment 0 komentar

Pertumbuhan investasi di sektor perikanan dan kelautan Indonesia mencatatkan angka yang menggembirakan. Pada kuartal pertama tahun 2025, realisasi investasi di sektor ini mencapai Rp1,03 triliun. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, serta memberikan gambaran optimis tentang potensi sektor ini untuk menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional.

Sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat sektor maritim, data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan bahwa sinergi antara lembaga pemerintah dan pihak swasta telah berkontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan investasi. Dalam laporan terbaru, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Tornanda Syaifullah, menjelaskan bahwa realisasi investasi tersebut didorong oleh kerja sama lintas kementerian dan pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem investasi yang kondusif.

Dari total investasi sebesar Rp1,03 triliun, sebanyak 61 persen berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sedangkan 39 persen berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA). Hal ini menunjukkan bahwa investor lokal semakin sadar akan potensi sektor perikanan dan kelautan. Namun, kontribusi dari investor asing juga tetap penting, terutama dalam hal teknologi dan pengembangan infrastruktur.

Secara rinci, bidang usaha pengolahan hasil perikanan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi sebesar Rp1,01 triliun atau 42,3 persen. Disusul oleh budidaya dengan nilai Rp0,55 triliun (23,0 persen), penangkapan ikan sebesar Rp0,40 triliun (17,0 persen), perdagangan sebesar Rp0,36 triliun (15,1 persen), dan jasa perikanan sebesar Rp0,06 triliun (2,5 persen). Angka-angka ini menunjukkan bahwa sektor pengolahan dan perdagangan masih menjadi fokus utama bagi para investor.

Provinsi dengan realisasi investasi terbesar adalah Jawa Timur sebesar Rp548 miliar (23,1 persen), disusul oleh Jawa Tengah dengan Rp546 miliar (22,9 persen), dan DKI Jakarta dengan Rp230 miliar (9,6 persen). Ini menunjukkan bahwa wilayah Jawa masih menjadi pusat perhatian bagi investor, meskipun ada potensi besar di wilayah lain seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

Dari sisi negara asal, Korea Selatan menjadi investor asing terbesar dengan nilai Rp370 miliar (40,7 persen), diikuti oleh China dengan Rp170 miliar (18,6 persen), dan Malaysia dengan Rp130 miliar (14,1 persen). Keterlibatan negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur dalam investasi sektor perikanan dan kelautan Indonesia menunjukkan bahwa sektor ini memiliki daya tarik yang kuat di pasar internasional.

Tren realisasi investasi dalam kurun waktu 2021 hingga 2025 menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 66,04 persen per tahun. Angka ini membuktikan bahwa sektor perikanan dan kelautan tidak hanya stabil, tetapi juga berkembang pesat. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan pemerintah yang mendukung sektor maritim, peningkatan kesadaran masyarakat akan manfaat produk laut, serta peningkatan kapasitas industri pengolahan dan logistik.

Untuk mendorong literasi dan promosi investasi, Ditjen PDS bersama BKPM telah menggelar sosialisasi daring tentang tata cara investasi subsektor pengolahan dan pemasaran hasil kelautan dan perikanan pada 3 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 777 peserta yang terdiri dari pelaku usaha, dinas terkait, serta unit teknis KKP dan BKPM. Sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemahaman para pelaku usaha tentang prosedur investasi dan manfaatnya.

Ketua KKP, Menteri Susi Pudjiastuti, pernah menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor perikanan dan kelautan. Dengan panjang garis pantai sekitar 90.000 km, Indonesia memiliki akses yang luas terhadap sumber daya laut. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya untuk memperkuat sektor ini melalui berbagai program dan inisiatif, termasuk pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di enam pulau terluar Indonesia.

Program SKPT bertujuan untuk meningkatkan produksi, kualitas, dan nilai tambah produk perikanan serta memperkuat ketahanan pangan dan keamanan nasional. Investasi dalam SKPT diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan nelayan, dan memperkuat rantai pasok perikanan.

Selain itu, pemerintah juga memberikan kemudahan perizinan, keringanan pajak, serta asistensi penuh kepada pengusaha yang berminat berinvestasi. Langkah-langkah ini dirancang untuk menarik minat investor baik dalam maupun luar negeri agar lebih aktif dalam mengembangkan sektor perikanan dan kelautan.

Dengan capaian investasi yang mencapai Rp1,03 triliun pada kuartal pertama tahun 2025, sektor perikanan dan kelautan Indonesia menunjukkan potensi yang sangat besar. Pertumbuhan yang stabil dan progresif ini menunjukkan bahwa sektor ini tidak hanya menjadi bagian dari perekonomian nasional, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam pembangunan berkelanjutan.

Namun, tantangan tetap ada, seperti ketersediaan sumber daya, perlindungan lingkungan, dan ketersediaan infrastruktur. Untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Dengan komitmen dan kerja sama yang baik, sektor perikanan dan kelautan Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi salah satu sektor yang unggul di kawasan Asia Tenggara.

FAQ

Apa saja bidang usaha yang paling banyak mendapat investasi di sektor perikanan dan kelautan?

Bidang usaha pengolahan hasil perikanan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi sebesar Rp1,01 triliun (42,3 persen), diikuti oleh budidaya sebesar Rp0,55 triliun (23,0 persen), penangkapan ikan sebesar Rp0,40 triliun (17,0 persen), perdagangan sebesar Rp0,36 triliun (15,1 persen), dan jasa perikanan sebesar Rp0,06 triliun (2,5 persen).

Apa provinsi dengan realisasi investasi terbesar di sektor perikanan dan kelautan?

Provinsi dengan realisasi investasi terbesar adalah Jawa Timur sebesar Rp548 miliar (23,1 persen), diikuti oleh Jawa Tengah dengan Rp546 miliar (22,9 persen), dan DKI Jakarta dengan Rp230 miliar (9,6 persen).

Negara mana yang paling banyak berinvestasi di sektor perikanan dan kelautan Indonesia?

Korea Selatan menjadi investor asing terbesar dengan nilai Rp370 miliar (40,7 persen), diikuti oleh China dengan Rp170 miliar (18,6 persen), dan Malaysia dengan Rp130 miliar (14,1 persen).

Bagaimana tren investasi di sektor perikanan dan kelautan Indonesia dari 2021 hingga 2025?

Tren realisasi investasi dalam kurun waktu 2021 hingga 2025 menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 66,04 persen per tahun.

Apa tujuan dari pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT)?

Tujuan dari pembangunan SKPT adalah untuk meningkatkan produksi, kualitas, dan nilai tambah produk perikanan serta memperkuat ketahanan pangan dan keamanan nasional.

Tags:

InvestasiPerikanan #KelautanIndonesia #EkonomiNasional #PengolahanPerikanan #BudidayaIkan #PenangkapanIkan #PerdaganganIkan #JasaPerikanan #PMDN #PMA #PertumbuhanInvestasi #IndustriPerikanan #SektorMaritim #PengembanganEkonomi #InovasiPerikanan #PengusahaLaut

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil yang Efisien dan Berkelanjutan

    Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil yang Efisien dan Berkelanjutan

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Infrastruktur sipil adalah fondasi penting bagi perkembangan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Dari jalan raya hingga bangunan gedung, setiap komponen infrastruktur harus dikelola dengan baik agar dapat berfungsi secara optimal dan tahan lama. Dalam konteks ini, teknik pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur sipil menjadi sangat krusial. Tidak hanya mengurangi risiko kerusakan, tetapi juga memastikan efisiensi biaya […]

  • Diduga Ada Rekayasa Dokumen Pendidikan, Kasus Ijazah Bupati Rohil Kini Sampai ke Istana Negara

    Diduga Ada Rekayasa Dokumen Pendidikan, Kasus Ijazah Bupati Rohil Kini Sampai ke Istana Negara

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 492
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, JAKARTA – Polemik dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Bupati Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), H. Bistamam, memasuki babak baru yang lebih serius. Yayasan KPK Tipikor Pusat bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GAKORPAN Provinsi Riau resmi menyerahkan berkas laporan ke Sekretariat Istana Negara Republik Indonesia melalui Kementerian Sekretaris Negara, Jumat (06/03/2026). Langkah ini dilakukan setelah laporan […]

  • Dhanil Ginting Apresiasi Kebersihan dan Pelayanan RSUD Amri Tambunan, Dorong Deliserdang Sehat

    Dhanil Ginting Apresiasi Kebersihan dan Pelayanan RSUD Amri Tambunan, Dorong Deliserdang Sehat

    • calendar_month Jum, 14 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Lubuk Pakam – Anggota DPRD Deliserdang Daerah Pemilihan (Dapil) 6, M. Dhanil Ginting, mengapresiasi kebersihan, ketertiban, serta pelayanan RSUD Drs. H. Amri Tambunan Apresiasi itu disampaikan setelah dirinya meninjau langsung hari ini kondisi rumah sakit sekaligus memastikan penanganan terhadap pasangan suami istri dari keluarga kurang mampu , Kamis (13/8/26). Dhanil mengatakan, kunjungan tersebut berawal […]

  • Mengapa Kerajaan Samudra Pasai Menjadi Pusat Perdagangan Utama di Nusantara?

    Mengapa Kerajaan Samudra Pasai Menjadi Pusat Perdagangan Utama di Nusantara?

    • calendar_month Ming, 25 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Pada abad ke-13, Kerajaan Samudra Pasai muncul sebagai salah satu pusat perdagangan terpenting di kawasan Asia Tenggara. Letak geografis yang strategis, hasil bumi yang melimpah, dan hubungan diplomatik yang kuat menjadi faktor utama mengapa kerajaan ini menjadi poros perdagangan maritim yang sangat penting. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi alasan-alasan mengapa Kerajaan Samudra Pasai menjadi […]

  • Polda Metro Jaya Tangkap Penyebar Hoaks Ajakan Demonstrasi 17 Agustus, Pelaku Diamankan di Ciamis

    Polda Metro Jaya Tangkap Penyebar Hoaks Ajakan Demonstrasi 17 Agustus, Pelaku Diamankan di Ciamis

    • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Hasil penyelidikan mengarah kepada DM yang berada di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya kemudian berkoordinasi denganp Polres Ciamis dan mengamankan yang bersangkutan di kediamannya. Dalam pemeriksaan awal Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya mengungkap duga’an penyebaran informasi bohong atau hoaks melalui media sosial. Dalam perkara tersebut, penyidik mengamankan seorang […]

  • Pemerintah Jaga Momentum Pertumbuhan dengan Memperkuat Daya Beli: Strategi dan Dampak Ekonomi

    Pemerintah Jaga Momentum Pertumbuhan dengan Memperkuat Daya Beli: Strategi dan Dampak Ekonomi

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi melalui berbagai strategi yang dirancang untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Kebijakan-kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri, tetapi juga menciptakan dampak positif yang berkelanjutan di berbagai sektor. Daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam […]

expand_less