Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » Bank Indonesia Terus Jaga Stabilitas Nilai Rupiah di Tengah Tekanan DXY

Bank Indonesia Terus Jaga Stabilitas Nilai Rupiah di Tengah Tekanan DXY

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
  • visibility 352
  • comment 0 komentar

Bank Indonesia Berupaya Menjaga Stabilitas Nilai Rupiah Meski Menghadapi Tekanan Dari Indeks DXY

Nilai tukar rupiah terus menjadi perhatian utama bagi pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global. Di tengah tekanan dari indeks dolar AS (DXY), BI terus memperkuat langkah-langkah stabilisasi untuk menjaga stabilitas nilai rupiah, sekaligus menyeimbangkan kebijakan moneter yang sesuai dengan kondisi ekonomi domestik.

Pada 27 Maret 2025, nilai tukar rupiah tercatat sebesar Rp16.560 per dolar AS, menguat 0,12% dibandingkan akhir Februari 2025. Meskipun demikian, tekanan terhadap rupiah terjadi di pasar offshore NDF pada saat Indonesia sedang mengalami libur panjang. Hal ini menyebabkan pasar domestik tidak terbuka, sementara pasar luar negeri tetap bergerak. Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, menyampaikan bahwa intervensi BI dilakukan secara konsisten di pasar offshore NDF, terutama di pasar Asia, Eropa, dan New York, demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Pada hari yang sama, rupiah mengalami apresiasi terhadap dolar AS setelah BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya di level 5,75%. Merujuk data Refinitiv, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada 24 April 2025 dibuka pada posisi Rp16.850/US$, atau menguat 0,06%. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada 08:55 WIB turun 0,27% ke angka 99,58, lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 99,84.

Rupiah juga mengalami pelemahan sebesar 1,18% year-to-date ke posisi Rp16.325 per dolar AS pada Rabu (19/2/2025). Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa meskipun rupiah melemah 1,06% dibandingkan posisi akhir Desember 2024, nilai tukar tersebut relatif stabil jika dibandingkan dengan kelompok mata uang negara berkembang mitra dagang utama Indonesia. Selain itu, rupiah juga menguat terhadap kelompok mata uang negara maju di luar dolar AS.

Perkembangan ini sejalan dengan konsistensi kebijakan stabilisasi BI, didukung oleh aliran masuk modal asing yang masih berlanjut serta imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik. Perry juga menegaskan bahwa komitmen BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah akan terus dilakukan melalui optimasi instrumen moneter seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sekuritas Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI).

Ke depan, BI berharap stabilitas nilai tukar rupiah dapat dipertahankan dengan dukungan dari imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Penguatan kebijakan pemerintah terkait devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) yang berlaku mulai 1 Maret 2025 juga diprakirakan akan turut mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

Namun, tekanan terhadap rupiah tetap ada di tengah kebijakan pemangkasan suku bunga, kekhawatiran atas independensi bank sentral, serta meningkatnya risiko fiskal nasional. Pengamat mata uang dan komoditas PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa pergerakan rupiah dalam perdagangan terakhir dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Dari sisi eksternal, sentimen positif datang dari Amerika Serikat setelah Senat menyetujui rancangan undang-undang pendanaan pemerintah untuk mengakhiri penutupan pemerintah (government shutdown) terpanjang dalam sejarah.

Selain itu, pasar juga terus menilai kemungkinan penurunan suku bunga acuan AS pada Desember mendatang. Namun, The Federal Reserve dalam pertemuan Oktober lalu menepis ekspektasi pemangkasan tersebut. Dari sisi geopolitik, tensi meningkat di Eropa setelah Ukraina melancarkan serangan pesawat nirawak terhadap infrastruktur energi Rusia, yang dibalas dengan serangan balasan oleh Moskow. Konflik ini menekan stabilitas kawasan, sekaligus mendukung kenaikan harga minyak dunia akibat gangguan produksi energi Rusia.

Di dalam negeri, isu terkait rencana redenominasi rupiah menjadi perhatian pelaku pasar. Kementerian Keuangan memastikan kebijakan tersebut belum akan diterapkan dalam waktu dekat. Kepastian itu tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2025–2029, yang hanya menargetkan penuntasan penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Harga Rupiah (RUU Redenominasi) pada 2026.

Redenominasi sendiri dimaknai sebagai penyederhanaan jumlah digit nominal rupiah tanpa mengubah daya beli. BI menilai langkah ini strategis untuk meningkatkan efisiensi transaksi, memperkuat kredibilitas mata uang, dan mendukung modernisasi sistem pembayaran nasional. Proses pembahasan dasar hukum redenominasi akan dilakukan bersama pemerintah dan DPR dengan memperhatikan stabilitas politik, ekonomi, sosial, serta kesiapan teknis.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Bank Indonesia terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan dari indeks DXY. Langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu memberikan kepercayaan kepada investor dan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.


FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Stabilitas Nilai Rupiah

1. Apa yang membuat nilai tukar rupiah rentan terhadap tekanan DXY?

Nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, terutama indeks dolar AS (DXY). Ketika DXY naik, rupiah cenderung melemah karena adanya tekanan dari dolar AS sebagai mata uang dominan dalam perdagangan internasional.

2. Bagaimana Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar rupiah?

Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing, optimalisasi instrumen moneter, serta kebijakan suku bunga yang seimbang. BI juga memperkuat kebijakan stabilisasi dan memastikan aliran investasi asing tetap stabil.

3. Apakah redenominasi rupiah akan segera diterapkan?

Tidak, redenominasi rupiah belum akan diterapkan dalam waktu dekat. Pemerintah dan Bank Indonesia sedang menyiapkan dasar hukumnya, dengan target penyelesaian RUU Redenominasi pada 2026.

4. Apa dampak dari penurunan suku bunga AS terhadap rupiah?

Penurunan suku bunga AS dapat memberikan tekanan pada rupiah, karena investor cenderung mencari aset yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Namun, BI terus memantau situasi ini dan melakukan langkah-langkah stabilisasi.

5. Bagaimana pengaruh geopolitik terhadap nilai tukar rupiah?

Geopolitik, seperti konflik di Eropa atau ketegangan di kawasan Asia, dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global dan mengganggu arus perdagangan. Ini bisa berdampak pada nilai tukar rupiah, terutama jika terjadi gangguan pasokan energi atau ketidakpastian ekonomi.


Tag:

BankIndonesia #NilaiTukarRupiah #StabilitasEkonomi #DXY #Inflasi #BIrate #KebijakanMoneter #InvestasiAsing #RedenominasiRupiah #MataUangIndonesia

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengertian dan Dampak Kebijakan Ekonomi pada Masa Reformasi di Indonesia

    Pengertian dan Dampak Kebijakan Ekonomi pada Masa Reformasi di Indonesia

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Pada akhir tahun 1990-an, Indonesia mengalami perubahan besar-besaran yang dikenal sebagai Masa Reformasi. Peristiwa krisis moneter 1997 menjadi pemicu utama bagi tumbuhnya gelombang protes rakyat terhadap pemerintahan Orde Baru. Di tengah ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan ekonomi yang tidak merata dan korupsi yang marak, muncul harapan untuk membangun sistem pemerintahan yang lebih demokratis dan transparan. Salah […]

  • Berkat Bantuan Kapolrestabes Medan, Warga Laut Dendang Sukses Selenggarakan Perlombaan Semarak Kemerdekaan Ke-81 RI

    Berkat Bantuan Kapolrestabes Medan, Warga Laut Dendang Sukses Selenggarakan Perlombaan Semarak Kemerdekaan Ke-81 RI

    • calendar_month Sel, 18 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com Medan, Haru berselimut bahagia mewarnai semarak perayaan HUT Kemerdekaan Ke-81 RI warga Jalan Pelaksanaan, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang. Berkat bantuan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol, Dr Jean Calvijn Simanjuntak, SIK,MH dan Satres Narkoba Polrestabes Medan warga bisa menyelenggarakan berbagai lomba kemerdekaan. Tokoh Masyarakat Desa Laut Dendang, Jinton Rumapea pada wartawan, Selasa (18/8/2026) […]

  • Keterkaitan Antara OJK dan LPS dalam Industri Perbankan: Peran dan Fungsi Masing-Masing

    Keterkaitan Antara OJK dan LPS dalam Industri Perbankan: Peran dan Fungsi Masing-Masing

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Dalam dunia perbankan, dua lembaga yang sering menjadi topik pembahasan adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Keduanya memiliki peran masing-masing dalam menjaga stabilitas sistem keuangan di Indonesia. Namun, bagaimana keterkaitan antara OJK dan LPS dalam industri perbankan? Mari kita eksplorasi lebih dalam. Peran dan Fungsi OJK Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan […]

  • KSSK Sepakat Perkuat Kewaspadaan Terhadap Risiko Downside: Apa yang Perlu Diketahui?

    KSSK Sepakat Perkuat Kewaspadaan Terhadap Risiko Downside: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kembali menunjukkan komitmennya untuk memperkuat kewaspadaan terhadap risiko downside. Hal ini menjadi penting mengingat tantangan ekonomi yang semakin kompleks, baik dari dalam maupun luar negeri. Dalam rapat terbaru mereka, KSSK menyepakati langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi […]

  • Salah Satu Bentuk Kerjasama Ekonomi ASEAN yang Membuka Kesempatan untuk Perekonomian Regional

    Salah Satu Bentuk Kerjasama Ekonomi ASEAN yang Membuka Kesempatan untuk Perekonomian Regional

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Salah Satu Bentuk Kerjasama Ekonomi ASEAN yang Membuka Kesempatan untuk Perekonomian Regional Kerja sama ekonomi antar negara-negara di kawasan Asia Tenggara, khususnya melalui organisasi ASEAN (Association of Southeast Asian Nations), telah menjadi salah satu bentuk kerjasama yang paling signifikan dalam memperkuat perekonomian regional. Salah satu bentuk kerjasama ekonomi ASEAN yang mampu membuka kesempatan bagi pertumbuhan […]

  • Panduan Lengkap Kode KBLI untuk Ekspor dan Impor di Indonesia

    Panduan Lengkap Kode KBLI untuk Ekspor dan Impor di Indonesia

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 587
    • 0Komentar

    Slug: panduan-lengkap-kode-kbli-untuk-ekspor-dan-impor-di-indonesia Dalam dunia bisnis internasional, pemahaman tentang klasifikasi usaha menjadi sangat penting. Salah satu sistem yang digunakan di Indonesia adalah KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia). Kode KBLI tidak hanya membantu pengusaha dalam mengelompokkan aktivitas bisnis mereka, tetapi juga menjadi dasar dalam proses ekspor dan impor. Dengan memahami kode KBLI, pelaku bisnis dapat mempercepat […]

expand_less