Breaking News
light_mode
Beranda » Makroekonomi » KSSK Sepakat Perkuat Kewaspadaan Terhadap Risiko Downside: Apa yang Perlu Diketahui?

KSSK Sepakat Perkuat Kewaspadaan Terhadap Risiko Downside: Apa yang Perlu Diketahui?

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
  • visibility 152
  • comment 0 komentar

Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kembali menunjukkan komitmennya untuk memperkuat kewaspadaan terhadap risiko downside. Hal ini menjadi penting mengingat tantangan ekonomi yang semakin kompleks, baik dari dalam maupun luar negeri. Dalam rapat terbaru mereka, KSSK menyepakati langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

Rapat KSSK triwulan III 2025

Memahami KSSK dan Tugasnya

Stabilitas sistem keuangan Indonesia

Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) merujuk pada kemampuan sistem keuangan nasional untuk berfungsi secara efektif dan efisien, serta mampu bertahan terhadap gangguan internal maupun eksternal. KSSK, yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), memiliki peran krusial dalam menjaga SSK.

Dalam laporan terbaru mereka, KSSK menilai bahwa meskipun stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, penguatan kewaspadaan terhadap risiko downside tetap diperlukan. Hal ini dilakukan melalui koordinasi antarlembaga dan pengambilan kebijakan yang responsif terhadap situasi ekonomi yang dinamis.

Risiko Global dan Dampaknya pada Ekonomi Nasional

Indeks manufaktur Indonesia

Perekonomian dunia masih menghadapi tantangan akibat dampak tarif impor AS yang menciptakan ketidakpastian tinggi. Di sisi lain, ekspektasi perbaikan ekonomi di masa depan mulai menguat. Namun, pelemahan pasar tenaga kerja di AS memicu penurunan suku bunga Fed Funds Rate (FFR) sebesar 25 bps, yang berdampak pada arus modal global.

Sementara itu, perekonomian Eropa, Jepang, Tiongkok, dan India belum pulih sepenuhnya karena masih lemahnya konsumsi rumah tangga, meskipun stimulus telah diberikan. IMF merevisi pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 menjadi 3,2%, lebih tinggi dari prediksi sebelumnya, namun masih lebih rendah dibandingkan tahun 2024.

Momentum Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Meski menghadapi tantangan global, momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat positif. Pada triwulan III 2025, konsumsi rumah tangga dan investasi tetap terjaga baik dengan dukungan pemerintah bersama otoritas moneter dan sektor keuangan. Penjualan ritel September 2025 tumbuh 5,8% year-on-year (yoy), menunjukkan keyakinan konsumen terhadap kinerja pemerintahan dan ekonomi yang terus membaik.

Aktivitas manufaktur juga kembali berada di area ekspansif, dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur mencapai 51,2 pada Oktober 2025. Ini didorong oleh kenaikan pesanan baru selama tiga bulan berturut-turut, sejalan dengan surplus neraca perdagangan triwulan III 2025 yang mencapai USD14,00 miliar.

Kebijakan Moneter dan Fiskal yang Proaktif

Kebijakan fiskal dan moneter Indonesia

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerintah dan BI terus menerapkan kebijakan moneter longgar dan ekspansi likuiditas. Pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai 8,0% yoy pada September 2025, lebih tinggi dibandingkan 6,5% yoy pada Juni 2025. Selain itu, penempatan kas pemerintah Rp200 triliun sebagai cash management turut meningkatkan likuiditas perekonomian.

Investasi juga diperkuat melalui peran Danantara sebagai pengungkit investasi swasta, serta pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP). Belanja APBN untuk mendukung aktivitas konsumsi dan produksi diperkuat melalui percepatan implementasi program strategis.

Pentingnya Sinergi dan Koordinasi Antarlembaga

KSSK menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi kebijakan antarlembaga anggota KSSK maupun dengan Kementerian/Lembaga lain. Hal ini dilakukan agar SSK senantiasa terjaga dan mendorong pertumbuhan ekonomi. OJK juga terus memperkuat koordinasi dengan KSSK dan memperkuat fungsi pengawasan guna memitigasi risiko sistemik.

Selain itu, SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) tidak dimaksudkan menjadi hambatan bagi lembaga keuangan dalam menyalurkan kredit. SLIK berfungsi sebagai sumber informasi netral untuk mendukung penilaian kelayakan calon debitur. Lembaga jasa keuangan (LJK) tetap memiliki ruang untuk mempertimbangkan berbagai faktor lain seperti karakter, kapasitas, dan prospek usaha calon debitur.

FAQ: Jawaban atas Pertanyaan Umum

Apa itu KSSK?

KSSK adalah Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Ketua Dewan Komisioner LPS. Tugas utamanya adalah menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bagaimana KSSK menangani risiko downside?

KSSK memperkuat kewaspadaan terhadap risiko downside melalui koordinasi antarlembaga dan pengambilan kebijakan yang responsif terhadap situasi ekonomi yang dinamis.

Apa peran SLIK dalam sistem keuangan?

SLIK berfungsi sebagai sumber informasi netral untuk mendukung penilaian kelayakan calon debitur. Lembaga jasa keuangan tetap memiliki ruang untuk mempertimbangkan berbagai faktor lain seperti karakter, kapasitas, dan prospek usaha calon debitur.

Apakah pertumbuhan ekonomi Indonesia aman?

Pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat positif, dengan proyeksi pertumbuhan hingga 5,2% pada tahun 2025. Namun, kebijakan yang proaktif dan koordinasi antarlembaga tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas.

Apa dampak dari kebijakan moneter longgar?

Kebijakan moneter longgar meningkatkan likuiditas perekonomian, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi. Namun, perlu dikelola dengan hati-hati untuk menghindari risiko inflasi atau spekulasi.


Tag: #KSSK #StabilitasSistemKeuangan #RisikoDownside #EkonomiIndonesia #KebijakanMoneter #KebijakanFiskal #OJK #BankIndonesia #LPS #PerekonomianGlobal

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengaruh Kebijakan Raffles di Bidang Ekonomi dan Relevansinya Saat Ini

    Pengaruh Kebijakan Raffles di Bidang Ekonomi dan Relevansinya Saat Ini

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Pada awal abad ke-19, Indonesia mengalami perubahan besar-besaran akibat pengaruh kolonialisme. Salah satu tokoh yang meninggalkan jejak penting adalah Thomas Stamford Raffles, seorang gubernur-jenderal Inggris yang memimpin wilayah Jawa dari tahun 1811 hingga 1816. Meskipun masa pemerintahannya relatif singkat, kebijakan Raffles di bidang ekonomi memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap masyarakat dan struktur perekonomian Nusantara. […]

  • Harga dan Pergerakan 1 Lot Saham BCA Terbaru

    Harga dan Pergerakan 1 Lot Saham BCA Terbaru

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Pasar modal Indonesia kembali digemparkan oleh pergerakan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Dalam beberapa hari terakhir, harga saham BCA mengalami penurunan yang cukup signifikan, memicu kekhawatiran para investor. Hal ini juga menjadi sorotan utama bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi terkini tentang harga dan pergerakan 1 lot saham BCA. Pergerakan harga saham […]

  • Viral di Rohil! Arjuna Sitepu C.PAR: Jangan Mainkan Isu Asusila untuk Mengaburkan Masalah Legalitas Jabatan

    Viral di Rohil! Arjuna Sitepu C.PAR: Jangan Mainkan Isu Asusila untuk Mengaburkan Masalah Legalitas Jabatan

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 135
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Kab. Rokan Hilir, Riau – Menanggapi pernyataan Muhajirin Siringo Ringo terkait desakan pembebastugasan H. Fauzi Efrizal, S.Sos., M.Si selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hilir atas dugaan video asusila tahun 2024, pernyataan tersebut patut dipertanyakan secara serius. Arjuna Sitepu menyatakan, perlu kejelasan apakah desakan tersebut benar-benar demi kehormatan daerah atau justru merupakan bentuk pengalihan […]

  • PT SMI Bukukan Aset Rp115,6 Triliun pada September 2025 untuk Pembiayaan Infrastruktur

    PT SMI Bukukan Aset Rp115,6 Triliun pada September 2025 untuk Pembiayaan Infrastruktur

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Pengembangan infrastruktur di Indonesia terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan dan perusahaan pelat merah. Salah satu yang patut diperhatikan adalah PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI, yang mencatatkan total aset senilai Rp115,6 triliun hingga September 2025. Dengan aset ini, PT SMI semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam […]

  • Alamat dan Informasi Terbaru Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo

    Alamat dan Informasi Terbaru Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo adalah salah satu kantor cabang yang menyediakan layanan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Jawa Timur. Dengan berbagai layanan yang mudah diakses, baik secara online maupun offline, kantor ini menjadi tempat yang sangat penting bagi masyarakat yang ingin mengajukan klaim atau memperoleh informasi terkait jaminan sosial tenaga kerja. BPJS Ketenagakerjaan adalah […]

  • Jadwal Pencairan Bantuan UMKM 2021: Informasi Terlengkap dan Terbaru

    Jadwal Pencairan Bantuan UMKM 2021: Informasi Terlengkap dan Terbaru

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Pendahuluan Di tengah tantangan ekonomi akibat pandemi, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koperasi dan UKM memberikan bantuan produktif usaha mikro (BPUM) atau BLT UMKM kepada para pelaku usaha mikro. Dengan besaran dana sebesar Rp1,2 juta per penerima, bantuan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan dukungan langsung kepada pelaku UMKM yang terdampak. Pembuka Artikel ini […]

expand_less