Breaking News
light_mode
Beranda » Makroekonomi » KSSK Sepakat Perkuat Kewaspadaan Terhadap Risiko Downside: Apa yang Perlu Diketahui?

KSSK Sepakat Perkuat Kewaspadaan Terhadap Risiko Downside: Apa yang Perlu Diketahui?

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
  • visibility 343
  • comment 0 komentar

Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kembali menunjukkan komitmennya untuk memperkuat kewaspadaan terhadap risiko downside. Hal ini menjadi penting mengingat tantangan ekonomi yang semakin kompleks, baik dari dalam maupun luar negeri. Dalam rapat terbaru mereka, KSSK menyepakati langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

Rapat KSSK triwulan III 2025

Memahami KSSK dan Tugasnya

Stabilitas sistem keuangan Indonesia

Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) merujuk pada kemampuan sistem keuangan nasional untuk berfungsi secara efektif dan efisien, serta mampu bertahan terhadap gangguan internal maupun eksternal. KSSK, yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), memiliki peran krusial dalam menjaga SSK.

Dalam laporan terbaru mereka, KSSK menilai bahwa meskipun stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, penguatan kewaspadaan terhadap risiko downside tetap diperlukan. Hal ini dilakukan melalui koordinasi antarlembaga dan pengambilan kebijakan yang responsif terhadap situasi ekonomi yang dinamis.

Risiko Global dan Dampaknya pada Ekonomi Nasional

Indeks manufaktur Indonesia

Perekonomian dunia masih menghadapi tantangan akibat dampak tarif impor AS yang menciptakan ketidakpastian tinggi. Di sisi lain, ekspektasi perbaikan ekonomi di masa depan mulai menguat. Namun, pelemahan pasar tenaga kerja di AS memicu penurunan suku bunga Fed Funds Rate (FFR) sebesar 25 bps, yang berdampak pada arus modal global.

Sementara itu, perekonomian Eropa, Jepang, Tiongkok, dan India belum pulih sepenuhnya karena masih lemahnya konsumsi rumah tangga, meskipun stimulus telah diberikan. IMF merevisi pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 menjadi 3,2%, lebih tinggi dari prediksi sebelumnya, namun masih lebih rendah dibandingkan tahun 2024.

Momentum Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Meski menghadapi tantangan global, momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat positif. Pada triwulan III 2025, konsumsi rumah tangga dan investasi tetap terjaga baik dengan dukungan pemerintah bersama otoritas moneter dan sektor keuangan. Penjualan ritel September 2025 tumbuh 5,8% year-on-year (yoy), menunjukkan keyakinan konsumen terhadap kinerja pemerintahan dan ekonomi yang terus membaik.

Aktivitas manufaktur juga kembali berada di area ekspansif, dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur mencapai 51,2 pada Oktober 2025. Ini didorong oleh kenaikan pesanan baru selama tiga bulan berturut-turut, sejalan dengan surplus neraca perdagangan triwulan III 2025 yang mencapai USD14,00 miliar.

Kebijakan Moneter dan Fiskal yang Proaktif

Kebijakan fiskal dan moneter Indonesia

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerintah dan BI terus menerapkan kebijakan moneter longgar dan ekspansi likuiditas. Pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai 8,0% yoy pada September 2025, lebih tinggi dibandingkan 6,5% yoy pada Juni 2025. Selain itu, penempatan kas pemerintah Rp200 triliun sebagai cash management turut meningkatkan likuiditas perekonomian.

Investasi juga diperkuat melalui peran Danantara sebagai pengungkit investasi swasta, serta pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP). Belanja APBN untuk mendukung aktivitas konsumsi dan produksi diperkuat melalui percepatan implementasi program strategis.

Pentingnya Sinergi dan Koordinasi Antarlembaga

KSSK menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi kebijakan antarlembaga anggota KSSK maupun dengan Kementerian/Lembaga lain. Hal ini dilakukan agar SSK senantiasa terjaga dan mendorong pertumbuhan ekonomi. OJK juga terus memperkuat koordinasi dengan KSSK dan memperkuat fungsi pengawasan guna memitigasi risiko sistemik.

Selain itu, SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) tidak dimaksudkan menjadi hambatan bagi lembaga keuangan dalam menyalurkan kredit. SLIK berfungsi sebagai sumber informasi netral untuk mendukung penilaian kelayakan calon debitur. Lembaga jasa keuangan (LJK) tetap memiliki ruang untuk mempertimbangkan berbagai faktor lain seperti karakter, kapasitas, dan prospek usaha calon debitur.

FAQ: Jawaban atas Pertanyaan Umum

Apa itu KSSK?

KSSK adalah Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Ketua Dewan Komisioner LPS. Tugas utamanya adalah menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bagaimana KSSK menangani risiko downside?

KSSK memperkuat kewaspadaan terhadap risiko downside melalui koordinasi antarlembaga dan pengambilan kebijakan yang responsif terhadap situasi ekonomi yang dinamis.

Apa peran SLIK dalam sistem keuangan?

SLIK berfungsi sebagai sumber informasi netral untuk mendukung penilaian kelayakan calon debitur. Lembaga jasa keuangan tetap memiliki ruang untuk mempertimbangkan berbagai faktor lain seperti karakter, kapasitas, dan prospek usaha calon debitur.

Apakah pertumbuhan ekonomi Indonesia aman?

Pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat positif, dengan proyeksi pertumbuhan hingga 5,2% pada tahun 2025. Namun, kebijakan yang proaktif dan koordinasi antarlembaga tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas.

Apa dampak dari kebijakan moneter longgar?

Kebijakan moneter longgar meningkatkan likuiditas perekonomian, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi. Namun, perlu dikelola dengan hati-hati untuk menghindari risiko inflasi atau spekulasi.


Tag: #KSSK #StabilitasSistemKeuangan #RisikoDownside #EkonomiIndonesia #KebijakanMoneter #KebijakanFiskal #OJK #BankIndonesia #LPS #PerekonomianGlobal

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Daftar Bantuan UMKM Online yang Mudah dan Terpercaya

    Cara Daftar Bantuan UMKM Online yang Mudah dan Terpercaya

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Perekonomian Indonesia tidak akan berjalan tanpa peran penting dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mendukung sektor ini melalui berbagai program bantuan. Salah satu yang paling diminati adalah cara daftar bantuan UMKM online, yang memudahkan para pelaku usaha dalam mengakses dana dan fasilitas pendukung. […]

  • Pemerintah Perlu Mengambil Tindakan Cepat untuk Mitigasi Dampak Kenaikan Harga Makanan 6,44 Persen

    Pemerintah Perlu Mengambil Tindakan Cepat untuk Mitigasi Dampak Kenaikan Harga Makanan 6,44 Persen

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Di tengah tekanan ekonomi global dan fluktuasi harga pangan, pemerintah Indonesia dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. Data terbaru menunjukkan bahwa inflasi volatile food (makanan volatil) mencapai 6,44 persen, yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah. Dalam situasi ini, pemerintah harus segera mengambil langkah mitigasi yang efektif, […]

  • Optimalisasi Peran BUMD sebagai Penggerak Ekonomi Pangan Lokal: Strategi dan Tantangan

    Optimalisasi Peran BUMD sebagai Penggerak Ekonomi Pangan Lokal: Strategi dan Tantangan

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Pengembangan ekonomi lokal di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran penting Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dalam konteks pangan, BUMD menjadi tulang punggung dalam menjaga stabilitas harga, ketersediaan, dan distribusi komoditas pangan. Di tengah tantangan inflasi yang terus menghimpit daya beli masyarakat, optimalisasi peran BUMD menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong […]

  • Pemutihan Pajak Kendaraan Jateng: Syarat, Cara Pengajuan dan Jadwal Terbaru

    Pemutihan Pajak Kendaraan Jateng: Syarat, Cara Pengajuan dan Jadwal Terbaru

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Pemutihan pajak kendaraan menjadi salah satu program yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Jawa Tengah. Program ini memberikan kesempatan bagi pemilik kendaraan untuk melunasi kewajiban pajak tanpa dikenakan denda atau biaya tambahan. Dengan adanya pemutihan, masyarakat tidak perlu khawatir lagi terhadap tunggakan pajak yang sudah lama menumpuk. Apa Itu Pemutihan Pajak Kendaraan? Pemutihan pajak adalah kebijakan yang […]

  • Cara Penerapan Monopoli Perdagangan VOC di Indonesia dan Dampaknya

    Cara Penerapan Monopoli Perdagangan VOC di Indonesia dan Dampaknya

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 518
    • 0Komentar

    Di tengah sejarah panjang penjajahan Belanda, VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) menjadi salah satu institusi paling berpengaruh dalam mengatur perdagangan di Nusantara. Monopoli perdagangan VOC di Indonesia diberlakukan antara lain dengan cara membangun benteng-benteng strategis, menguasai pelabuhan penting, serta menggunakan kekuatan militer untuk memaksakan aturan dagang. Meski awalnya dibentuk sebagai perusahaan dagang, VOC justru menjadi negara […]

  • PMK 72/2025: Perubahan Aturan PPh Pasal 21 DTP dalam Stimulus Ekonomi

    PMK 72/2025: Perubahan Aturan PPh Pasal 21 DTP dalam Stimulus Ekonomi

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Pemerintah Indonesia kembali memberikan kabar gembira bagi para pekerja dan pengusaha melalui kebijakan baru yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 72 Tahun 2025 tentang Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan Tertentu yang Ditanggung Pemerintah dalam Rangka Stimulus Ekonomi Tahun Anggaran 2025 menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional […]

expand_less