Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » Arus Modal Asing Keluar Mayoritas dari Pasar SBN dan SRBI: Analisis Terkini

Arus Modal Asing Keluar Mayoritas dari Pasar SBN dan SRBI: Analisis Terkini

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
  • visibility 352
  • comment 0 komentar

Pasar keuangan Indonesia kembali menghadapi arus keluar modal asing pada awal November 2025. Setelah sebelumnya mencatatkan aliran masuk di akhir Oktober, investor asing kembali melakukan penjualan bersih yang signifikan. Data dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa selama periode transaksi 3–6 November 2025, investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp4,58 triliun. Hal ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar dan otoritas keuangan.

Kondisi ini terjadi karena tekanan yang berasal dari dua pasar utama, yaitu Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Dalam data BI, penjualan bersih di pasar SBN mencapai Rp4,42 triliun, sementara di pasar SRBI sebesar Rp2,69 triliun. Meskipun pasar saham masih menjadi satu-satunya penopang dengan net buy asing sebesar Rp2,54 triliun, angka tersebut tidak cukup untuk menutupi kerugian di pasar surat utang.

Secara keseluruhan, sejak awal tahun hingga 6 November 2025, investor asing tercatat melakukan jual neto di berbagai pasar keuangan. Total penjualan asing di pasar saham mencapai Rp39,13 triliun, diikuti oleh Rp0,91 triliun di pasar SBN, serta Rp137,71 triliun di instrumen SRBI. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun ada sedikit aliran masuk pada akhir Oktober, tren secara kumulatif sepanjang tahun masih berada di zona negatif.

Kenaikan premi CDS Indonesia sebagai indikator risiko investasi

Salah satu indikator penting yang menggambarkan persepsi risiko terhadap perekonomian Indonesia adalah Credit Default Swap (CDS). Premi CDS Indonesia tenor 5 tahun naik ke level 75,49 basis poin (bps) per 6 November 2025, dari 73,03 bps pada 31 Oktober 2025. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian di mata investor global. Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) turut memengaruhi arus modal asing.

CDS sendiri merupakan instrumen derivatif yang digunakan sebagai perlindungan terhadap risiko gagal bayar suatu negara. Semakin tinggi nilai CDS, semakin besar biaya risiko yang harus dibayar oleh investor. Namun, meski kenaikan CDS menunjukkan peningkatan risiko, nilai tersebut masih dalam level yang relatif aman.

Penurunan yield SBN dan kenaikan yield US Treasury

Selain itu, penurunan yield SBN 10 tahun dari 6,17% menjadi 6,15% juga menjadi isu penting. Di sisi lain, yield US Treasury Note 10 tahun naik ke level 4,083% pada akhir perdagangan Kamis (6/11). Perbedaan imbal hasil antara SBN dan US Treasury turut mendorong investor global melakukan rotasi portofolio dari aset berisiko ke aset aman (safe haven).

Dari sisi nilai tukar, rupiah melemah tipis di level Rp16.695 per dolar AS pada Jumat (7/11), dibandingkan posisi penutupan perdagangan Kamis (6/11) di Rp16.690 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) tercatat melemah ke level 99,73 pada akhir perdagangan Kamis (6/11). Fluktuasi ini menunjukkan tekanan eksternal terhadap rupiah, terutama akibat penguatan dolar AS.

Tren arus modal asing di pasar keuangan Indonesia

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait, serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan mencegah adanya gejolak lebih lanjut.

Di sisi lain, para analis ekonomi menyatakan bahwa aliran modal asing yang kembali keluar tidak lepas dari faktor-faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal seperti penguatan dolar AS dan spekulasi The Federal Reserve (The Fed) belum akan memangkas suku bunga kembali di pertemuan Desember mendatang turut memengaruhi keputusan investor. Sementara itu, faktor internal seperti ketidakpastian kebijakan pemerintah dan beban perbankan milik negara juga menjadi tantangan bagi investor asing.

Investor asing menarik dana dari pasar saham

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mohamad Adityo mengungkapkan bahwa penarikan dana investor asing di pasar modal masih lebih besar dibandingkan pembelian sejak Oktober 2024. Hal ini sejalan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang beberapa hari ini turun ke bawah 6.500 dari posisi di level 7.000 pada awal Februari.

Namun, pasar surat utang seperti SBN tetap stabil. Bahkan, rupiah yang melemah ke level Rp16.000 lebih tidak memengaruhi selera investor asing yang mencakup 14 persen total investor untuk menyimpan uangnya di SBN. Adityo menjelaskan bahwa biasanya jika ada aksi jual di pasar obligasi, rupiah juga melemah. Namun, saat ini, rupiah melemah lebih kepada faktor eksternal, seperti pengeluaran dollar AS.

Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menilai bahwa besarnya aksi jual investor di pasar saham disebabkan baik faktor eksternal maupun internal Indonesia. Salah satunya, sentimen kebijakan Presiden AS Donald Trump yang masih memengaruhi pasar global. Selain itu, kebijakan-kebijakan yang kontradiktif dengan pertumbuhan ekonomi domestik juga menjadi penyebab utama.

Selain itu, beban perbankan milik negara yang harus mendukung program-program pemerintah seperti 3 juta rumah bersubsidi dan penghapusan utang bagi UMKM turut memengaruhi kinerja saham perbankan BUMN yang selama ini banyak diincar investor asing.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan arus modal asing?

Arus modal asing merujuk pada aliran dana yang masuk atau keluar dari pasar keuangan suatu negara yang berasal dari investor luar negeri. Aliran ini bisa berupa investasi langsung, portofolio, atau pinjaman.

Mengapa arus modal asing keluar dari pasar SBN dan SRBI?

Arus modal asing keluar dari pasar SBN dan SRBI karena tekanan eksternal seperti penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury. Selain itu, faktor internal seperti ketidakpastian kebijakan pemerintah dan beban perbankan milik negara juga turut memengaruhi keputusan investor.

Bagaimana dampak arus modal asing terhadap rupiah?

Arus modal asing yang keluar dapat menyebabkan rupiah melemah karena permintaan terhadap dolar AS meningkat. Namun, dalam kasus ini, rupiah melemah lebih disebabkan oleh faktor eksternal daripada aliran modal asing secara langsung.

Apa peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas pasar keuangan?

Bank Indonesia berperan dalam menjaga stabilitas pasar keuangan melalui kebijakan moneter, koordinasi dengan pemerintah, dan optimalisasi strategi bauran kebijakan. Tujuannya adalah untuk menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

Apakah arus modal asing yang keluar ini mengkhawatirkan?

Meskipun arus modal asing yang keluar menunjukkan tekanan, situasi ini masih dalam batas wajar. Namun, perlu dipantau terus menerus karena bisa memengaruhi stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar rupiah.

Tagging

ArusModalAsing #SBN #SRBI #InvestasiAsing #CreditDefaultSwap #RupiahMelemah #BankIndonesia #PasarKeuangan #EkonomiIndonesia #BursaSaham #StabilitasEkonomi #PengaruhDolarAS #YieldObligasi #PersepsiRisiko #InvestorGlobal #KebijakanMoneter #IndeksHargaSahamGabungan #KenaikanCDS #ImbalHasilObligasi #PemulihanEkonomi #PolaInvestasi #TrenPasarKeuangan

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • POLDA METRO JAYA MENGGAGALKAN PEREDARAN 4,3 KG GANJA DI WILAYAH DEPOK

    POLDA METRO JAYA MENGGAGALKAN PEREDARAN 4,3 KG GANJA DI WILAYAH DEPOK

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 234
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Jakarta – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali berhasil menggagalkan peredaran Narkotika jenis Ganja seberat sekitar 4,3 kilogram di wilayah Depok, Jawa Barat. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan satu orang tersangka berinisial M.A. (30) pada Selasa (10/3/2026) malam.   Penangkapan dilakukan oleh Unit 4 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya setelah menerima informasi […]

  • Cara Menghasilkan Profit Harian Dengan Investasi 100 Ribu Rupiah

    Cara Menghasilkan Profit Harian Dengan Investasi 100 Ribu Rupiah

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang, banyak orang mulai mencari cara untuk meningkatkan penghasilan mereka tanpa harus menguras tabungan. Salah satu solusi yang semakin populer adalah investasi dengan modal kecil, seperti Rp100 ribu, yang bisa memberikan profit harian. Tidak hanya mungkin, tetapi juga sangat menarik jika dikelola dengan strategi yang tepat. Investasi 100 ribu […]

  • Bagaimana Layanan Cloud Computing Mendorong Efisiensi Operasional Perusahaan?

    Bagaimana Layanan Cloud Computing Mendorong Efisiensi Operasional Perusahaan?

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Dalam era digital yang semakin pesat, teknologi menjadi salah satu aspek kritis dalam menjalankan bisnis. Salah satu inovasi terbesar yang memengaruhi dunia usaha adalah layanan cloud computing. Dengan adanya layanan ini, perusahaan tidak lagi bergantung pada infrastruktur fisik yang mahal dan rumit. Sebaliknya, mereka dapat mengakses sumber daya komputasi secara virtual, sehingga meningkatkan efisiensi operasional. […]

  • Profil dan Peran PT Timah Karya Persada dalam Pengembangan Perumahan di Indonesia

    Profil dan Peran PT Timah Karya Persada dalam Pengembangan Perumahan di Indonesia

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 480
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan akan perumahan yang semakin meningkat, PT Timah Karya Persada Properti (TKPP) menjadi salah satu pemain penting dalam sektor properti dan perumahan di Indonesia. Sebagai anak usaha dari PT Timah (Persero) Tbk, TKPP memiliki peran strategis dalam mengembangkan aset non-operasional berupa properti dan perumahan di berbagai daerah. Pengembangan perumahan […]

  • Kolaborasi Jasa Raharja–DPP Organda: Tiga Inisiatif Utama untuk Transformasi Transportasi Publik

    Kolaborasi Jasa Raharja–DPP Organda: Tiga Inisiatif Utama untuk Transformasi Transportasi Publik

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Jakarta – Upaya memperkuat keselamatan transportasi nasional terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor. Untuk itu, Jasa Raharja hari ini (24/4/2026) menggelar pertemuan dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organda di Kantor Pusat Jasa Raharja, Jakarta, dihadiri oleh Direktur Utama Muhammad Awaluddin beserta jajaran, serta Ketua Umum DPP Organda Adrianto Djokosoetomo dan Sekretaris Jenderal Kurnia Lesani […]

  • Investasi di Sektor Startup Digital Mengalir Signifikan di Kuartal IV

    Investasi di Sektor Startup Digital Mengalir Signifikan di Kuartal IV

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak, sektor startup digital di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, khususnya pada kuartal IV tahun ini. Investasi yang mengalir ke sektor ini tidak hanya mencerminkan optimisme investor terhadap potensi pertumbuhan teknologi, tetapi juga menunjukkan bahwa startup digital semakin menjadi bagian penting dari perekonomian nasional. Dengan adanya peningkatan investasi, sejumlah […]

expand_less