Breaking News
light_mode
Beranda » Pajak » Nonresiden Catat Jual Neto Rp4,58 Triliun pada Minggu I November 2025

Nonresiden Catat Jual Neto Rp4,58 Triliun pada Minggu I November 2025

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
  • visibility 273
  • comment 0 komentar

Pasar keuangan Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Bank Indonesia (BI) melaporkan adanya aliran modal asing yang keluar bersih sebesar Rp4,58 triliun pada pekan pertama November 2025. Angka ini mencerminkan dinamika yang terjadi di pasar keuangan domestik, khususnya dalam dua instrumen utama, yaitu Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Meski ada arus masuk di pasar saham, angka penjualan neto secara keseluruhan tetap menunjukkan tekanan dari investor asing.

Aliran modal asing keluar pasar SBN dan SRBI

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, aliran dana keluar tersebut berasal dari pasar SBN yang mencatat penjualan neto sebesar Rp4,42 triliun dan SRBI sebesar Rp2,69 triliun. Namun, secara bersamaan, investor asing juga mencatat aksi beli bersih di pasar saham senilai Rp2,54 triliun. Hal ini menjadikan total aliran dana asing yang keluar bersih mencapai sekitar Rp4,58 triliun.

Kondisi ini memperlihatkan perbedaan dinamika antara pasar keuangan domestik dan global. Penurunan yield SBN tenor 10 tahun dari 6,17 persen menjadi 6,15 persen serta kenaikan premi risiko investasi atau credit default swaps (CDS) Indonesia tenor 5 tahun dari 73,03 basis poin (bps) menjadi 75,49 bps memberikan indikasi bahwa investor mulai waspada terhadap risiko ekonomi yang semakin meningkat.

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan pada akhir pekan lalu, dengan rupiah dibuka melemah tipis ke level Rp16.695 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp16.690. Pelemahan rupiah ini diduga dipengaruhi oleh sentimen global, terutama ketidakpastian mengenai kebijakan moneter di Amerika Serikat dan kondisi ekonomi dunia yang belum sepenuhnya stabil.

Meski demikian, BI menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional. Selain itu, BI juga akan mengoptimalkan strategi bauran kebijakan, termasuk kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, guna mengantisipasi potensi tekanan dari aliran modal global.

Kinerja pasar saham Indonesia Oktober 2025

Di sisi lain, data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa investor asing mencatat aksi beli bersih sebesar Rp12,96 triliun di pasar saham Indonesia sepanjang Oktober 2025. Ini menandai kembalinya arus modal asing ke pasar modal domestik setelah beberapa bulan sebelumnya didominasi aksi jual. Meskipun demikian, secara kumulatif sepanjang 2025, investor asing masih mencatat net sell sebesar Rp41,79 triliun.

Pasar saham Indonesia juga mencatat rekor baru, dengan kapitalisasi pasar (market cap) sempat menembus level tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) senilai Rp15.560 triliun. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pun mencapai rekor Rp25,06 triliun, yang turut dikontribusikan oleh investor individu domestik. Jumlah investor baru juga meningkat signifikan, dengan tambahan 520.000 investor baru selama Oktober 2025.

Investor asing dan pergerakan pasar saham

Dengan kondisi pasar keuangan terkini, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia. Meskipun ada tekanan dari aliran modal asing, pihak BI tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, memperkuat kepercayaan investor, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Perlu dicatat bahwa sejak awal tahun hingga 6 November 2025, BI mencatat total aliran modal asing keluar bersih dari tiga sektor utama, yakni pasar saham, SBN, dan SRBI dengan total nilai masing-masing Rp39,13 triliun, Rp0,91 triliun, dan Rp137,71 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa meski ada peningkatan arus masuk di pasar saham, tekanan dari SBN dan SRBI masih cukup signifikan.

Secara keseluruhan, situasi pasar keuangan Indonesia saat ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh perekonomian nasional. Meski ada indikasi positif dari pasar saham, tekanan dari aliran modal asing di pasar SBN dan SRBI tetap menjadi perhatian serius bagi BI dan otoritas terkait. Dengan langkah-langkah yang telah diambil, diharapkan stabilitas sistem keuangan dapat terjaga, serta kepercayaan investor dapat dipertahankan.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan aliran modal asing keluar bersih?

Aliran modal asing keluar bersih merujuk pada jumlah dana asing yang keluar dari pasar keuangan domestik setelah dikurangi dengan arus masuk. Angka ini mencerminkan tren investor asing dalam mengambil posisi neto di pasar keuangan.

Bagaimana pengaruh aliran modal asing terhadap rupiah?

Aliran modal asing yang keluar dapat menyebabkan pelemahan rupiah karena permintaan terhadap mata uang lokal menurun. Sebaliknya, aliran masuk cenderung memperkuat rupiah.

Apa peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas pasar keuangan?

Bank Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. BI juga bekerja sama dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menghadapi tekanan dari aliran modal global.

Mengapa investor asing lebih memilih pasar saham daripada SBN atau SRBI?

Investor asing sering kali lebih memilih pasar saham karena potensi imbal hasil yang lebih tinggi dan fleksibilitas dalam melakukan transaksi. Namun, pasar SBN dan SRBI tetap menjadi pilihan utama untuk investasi jangka panjang dan stabilitas.

Apa dampak dari kenaikan premi CDS terhadap perekonomian Indonesia?

Kenaikan premi CDS menunjukkan peningkatan risiko kredit atau ketidakpastian ekonomi. Hal ini bisa memengaruhi biaya pinjaman dan tingkat kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Tagging:

Nonresiden #AliranModalAsing #BankIndonesia #PasarKeuangan #RupiahMelemah #SBN #SRBI #InvestorAsing #PasarSaham #EkonomiIndonesia

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT. MAYORA INDAH Tbk (Perseroan ) PANGGILAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN dan RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA

    PT. MAYORA INDAH Tbk (Perseroan ) PANGGILAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN dan RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Jakarta (Rapat) Direksi Perseroan mengundang Para Pemegang Saham untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan secara fisik dan elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI. Kehadiran Pemegang Saham secara fisik akan diselenggarakan dengan memperhatikan kapasitas ruang rapat yang tersedia. Pemegang Saham atau kuasanya yang ingin hadir secara fisik […]

  • Apa Itu Industri Rumah Tangga dan Peran Pentingnya dalam Ekonomi?

    Apa Itu Industri Rumah Tangga dan Peran Pentingnya dalam Ekonomi?

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Industri rumah tangga adalah salah satu bentuk usaha yang sangat relevan dalam perekonomian Indonesia. Dengan skala kecil dan modal terbatas, industri ini menjadi tulang punggung ekonomi mikro yang mampu menciptakan lapangan kerja serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Meski sering dianggap sebagai usaha sederhana, perannya tidak bisa dipandang sebelah mata. Apa Itu Industri […]

  • Inovasi Digital: Motor Penggerak Utama Transformasi Ekonomi Indonesia

    Inovasi Digital: Motor Penggerak Utama Transformasi Ekonomi Indonesia

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang, inovasi digital semakin menjadi kunci utama dalam memacu transformasi ekonomi Indonesia. Dengan adanya pergeseran dari model bisnis konvensional ke model berbasis teknologi, sektor ekonomi nasional mulai menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Tidak hanya pada industri manufaktur, tetapi juga pada sektor pertanian, UMKM, dan pemerintahan desa. Inovasi digital tidak hanya […]

  • 2 Hal Penting yang Harus Diperhatikan dalam Prinsip Ekonomi

    2 Hal Penting yang Harus Diperhatikan dalam Prinsip Ekonomi

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Prinsip ekonomi adalah dasar dari setiap keputusan finansial yang diambil, baik oleh individu maupun organisasi. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali tidak menyadari bahwa setiap tindakan ekonomi yang kita lakukan didasarkan pada prinsip-prinsip tertentu. Untuk memahami lebih dalam, mari kita bahas dua hal penting yang harus diperhatikan dalam prinsip ekonomi. 1. Rasionalitas dalam Pengambilan Keputusan […]

  • Bank Sentral Mengantisipasi Dampak Kenaikan UMP terhadap NPL Sektor Padat Karya

    Bank Sentral Mengantisipasi Dampak Kenaikan UMP terhadap NPL Sektor Padat Karya

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, Bank Sentral Indonesia (BI) kini sedang memantau dampak kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap Non-Performing Loan (NPL) di sektor padat karya. Hal ini menjadi perhatian utama karena kenaikan upah minimum yang signifikan dapat memberikan tekanan pada biaya operasional perusahaan, terutama di sektor yang bergantung pada tenaga kerja. Kenaikan […]

  • OJK Aktif Awasi Praktik Mis-Selling Produk Keuangan Digital: Apa yang Perlu Diketahui?

    OJK Aktif Awasi Praktik Mis-Selling Produk Keuangan Digital: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Dalam era digital yang semakin pesat, sektor jasa keuangan khususnya produk keuangan digital semakin diminati masyarakat. Namun, dengan pertumbuhan yang cepat ini juga muncul berbagai tantangan, salah satunya adalah praktik mis-selling atau penjualan yang tidak transparan dan menyesatkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah aktif melakukan pengawasan terhadap praktik-praktik tersebut agar konsumen tetap dilindungi dan industri […]

expand_less