Breaking News
light_mode
Beranda » Makroekonomi » KSSK Sepakat Perkuat Kewaspadaan Terhadap Risiko Downside: Apa yang Perlu Diketahui?

KSSK Sepakat Perkuat Kewaspadaan Terhadap Risiko Downside: Apa yang Perlu Diketahui?

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
  • visibility 344
  • comment 0 komentar

Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kembali menunjukkan komitmennya untuk memperkuat kewaspadaan terhadap risiko downside. Hal ini menjadi penting mengingat tantangan ekonomi yang semakin kompleks, baik dari dalam maupun luar negeri. Dalam rapat terbaru mereka, KSSK menyepakati langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

Rapat KSSK triwulan III 2025

Memahami KSSK dan Tugasnya

Stabilitas sistem keuangan Indonesia

Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) merujuk pada kemampuan sistem keuangan nasional untuk berfungsi secara efektif dan efisien, serta mampu bertahan terhadap gangguan internal maupun eksternal. KSSK, yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), memiliki peran krusial dalam menjaga SSK.

Dalam laporan terbaru mereka, KSSK menilai bahwa meskipun stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, penguatan kewaspadaan terhadap risiko downside tetap diperlukan. Hal ini dilakukan melalui koordinasi antarlembaga dan pengambilan kebijakan yang responsif terhadap situasi ekonomi yang dinamis.

Risiko Global dan Dampaknya pada Ekonomi Nasional

Indeks manufaktur Indonesia

Perekonomian dunia masih menghadapi tantangan akibat dampak tarif impor AS yang menciptakan ketidakpastian tinggi. Di sisi lain, ekspektasi perbaikan ekonomi di masa depan mulai menguat. Namun, pelemahan pasar tenaga kerja di AS memicu penurunan suku bunga Fed Funds Rate (FFR) sebesar 25 bps, yang berdampak pada arus modal global.

Sementara itu, perekonomian Eropa, Jepang, Tiongkok, dan India belum pulih sepenuhnya karena masih lemahnya konsumsi rumah tangga, meskipun stimulus telah diberikan. IMF merevisi pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 menjadi 3,2%, lebih tinggi dari prediksi sebelumnya, namun masih lebih rendah dibandingkan tahun 2024.

Momentum Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Meski menghadapi tantangan global, momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat positif. Pada triwulan III 2025, konsumsi rumah tangga dan investasi tetap terjaga baik dengan dukungan pemerintah bersama otoritas moneter dan sektor keuangan. Penjualan ritel September 2025 tumbuh 5,8% year-on-year (yoy), menunjukkan keyakinan konsumen terhadap kinerja pemerintahan dan ekonomi yang terus membaik.

Aktivitas manufaktur juga kembali berada di area ekspansif, dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur mencapai 51,2 pada Oktober 2025. Ini didorong oleh kenaikan pesanan baru selama tiga bulan berturut-turut, sejalan dengan surplus neraca perdagangan triwulan III 2025 yang mencapai USD14,00 miliar.

Kebijakan Moneter dan Fiskal yang Proaktif

Kebijakan fiskal dan moneter Indonesia

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerintah dan BI terus menerapkan kebijakan moneter longgar dan ekspansi likuiditas. Pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai 8,0% yoy pada September 2025, lebih tinggi dibandingkan 6,5% yoy pada Juni 2025. Selain itu, penempatan kas pemerintah Rp200 triliun sebagai cash management turut meningkatkan likuiditas perekonomian.

Investasi juga diperkuat melalui peran Danantara sebagai pengungkit investasi swasta, serta pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP). Belanja APBN untuk mendukung aktivitas konsumsi dan produksi diperkuat melalui percepatan implementasi program strategis.

Pentingnya Sinergi dan Koordinasi Antarlembaga

KSSK menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi kebijakan antarlembaga anggota KSSK maupun dengan Kementerian/Lembaga lain. Hal ini dilakukan agar SSK senantiasa terjaga dan mendorong pertumbuhan ekonomi. OJK juga terus memperkuat koordinasi dengan KSSK dan memperkuat fungsi pengawasan guna memitigasi risiko sistemik.

Selain itu, SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) tidak dimaksudkan menjadi hambatan bagi lembaga keuangan dalam menyalurkan kredit. SLIK berfungsi sebagai sumber informasi netral untuk mendukung penilaian kelayakan calon debitur. Lembaga jasa keuangan (LJK) tetap memiliki ruang untuk mempertimbangkan berbagai faktor lain seperti karakter, kapasitas, dan prospek usaha calon debitur.

FAQ: Jawaban atas Pertanyaan Umum

Apa itu KSSK?

KSSK adalah Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Ketua Dewan Komisioner LPS. Tugas utamanya adalah menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bagaimana KSSK menangani risiko downside?

KSSK memperkuat kewaspadaan terhadap risiko downside melalui koordinasi antarlembaga dan pengambilan kebijakan yang responsif terhadap situasi ekonomi yang dinamis.

Apa peran SLIK dalam sistem keuangan?

SLIK berfungsi sebagai sumber informasi netral untuk mendukung penilaian kelayakan calon debitur. Lembaga jasa keuangan tetap memiliki ruang untuk mempertimbangkan berbagai faktor lain seperti karakter, kapasitas, dan prospek usaha calon debitur.

Apakah pertumbuhan ekonomi Indonesia aman?

Pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat positif, dengan proyeksi pertumbuhan hingga 5,2% pada tahun 2025. Namun, kebijakan yang proaktif dan koordinasi antarlembaga tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas.

Apa dampak dari kebijakan moneter longgar?

Kebijakan moneter longgar meningkatkan likuiditas perekonomian, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi. Namun, perlu dikelola dengan hati-hati untuk menghindari risiko inflasi atau spekulasi.


Tag: #KSSK #StabilitasSistemKeuangan #RisikoDownside #EkonomiIndonesia #KebijakanMoneter #KebijakanFiskal #OJK #BankIndonesia #LPS #PerekonomianGlobal

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tekan Angka Kecelakaan, PT Jasa Raharja (PERSERO ) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Gelar Safety Campaign di Wilayah Jakarta Utara

    Tekan Angka Kecelakaan, PT Jasa Raharja (PERSERO ) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Gelar Safety Campaign di Wilayah Jakarta Utara

    • calendar_month Sab, 22 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Jakarta — PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan budaya keselamatan berlalu lintas melalui kegiatan Safety Campaign yang dilaksanakan di sejumlah titik rawan kecelakaan di wilayah Jakarta Utara, Kamis, 20/8/2026. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini menyasar dua ruas jalan dengan mobilitas kendaraan yang tinggi, yakni […]

  • Selain Satu Properti yang Terdapat dalam Tari Perang, Apa Saja yang Lain?

    Selain Satu Properti yang Terdapat dalam Tari Perang, Apa Saja yang Lain?

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Pada era modern ini, tari perang masih menjadi salah satu bentuk seni tradisional yang memikat hati masyarakat. Dalam konteks budaya Indonesia, tari perang memiliki makna yang mendalam dan sering kali terkait dengan sejarah serta nilai-nilai kehidupan masyarakat setempat. Meskipun kita sering mengenal tari perang dari Papua atau Nias, ternyata di berbagai daerah lain juga terdapat […]

  • Macam Macam Ekonomi Kreatif yang Bisa Anda Kembangkan

    Macam Macam Ekonomi Kreatif yang Bisa Anda Kembangkan

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Macam-Macam Ekonomi Kreatif yang Bisa Anda Kembangkan Dalam era digital yang semakin berkembang, ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang menawarkan peluang besar bagi para pelaku bisnis. Tidak hanya menghasilkan produk atau layanan yang bernilai tinggi, ekonomi kreatif juga mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bagaimana macam-macam ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan oleh […]

  • Pemanfaatan Dana SMI yang Tepat Sasaran untuk Mitigasi Risiko pada Sektor Swasta

    Pemanfaatan Dana SMI yang Tepat Sasaran untuk Mitigasi Risiko pada Sektor Swasta

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, khususnya dalam konteks risiko bisnis yang semakin kompleks, penting bagi sektor swasta untuk memperkuat strategi mitigasi risiko. Salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan adalah Dana Sosial Masyarakat (SMI), yang dirancang sebagai mekanisme pemerataan dan pengelolaan sumber daya untuk kepentingan masyarakat luas. Namun, keberhasilan pemanfaatan dana ini sangat bergantung […]

  • Festival Imlek di Jakarta, pemerintah serukan persatuan dan dorong pertumbuhan ekonomi

    Festival Imlek di Jakarta, pemerintah serukan persatuan dan dorong pertumbuhan ekonomi

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 251
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com Jakarta — festival imlek di jakarta berlangsung meriah dengan kehadiran wakil menteri ekonomi kreatif republik indonesia, wakil menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, jajaran pemerintah provinsi dki jakarta, serta sejumlah tokoh dan pimpinan daerah. Dalam sambutannya, pemerintah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya perayaan budaya yang dinilai sebagai simbol keberagaman dan keharmonisan masyarakat ibu kota. imlek […]

  • Kenaikan Harga Material Konstruksi Sebabkan Kenaikan IHPB Bangunan 1,27 Persen

    Kenaikan Harga Material Konstruksi Sebabkan Kenaikan IHPB Bangunan 1,27 Persen

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 642
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak, kenaikan harga material konstruksi menjadi isu penting yang memengaruhi sektor properti dan pembangunan. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) bangunan mengalami peningkatan sebesar 1,27 persen akibat kenaikan harga bahan baku seperti pasir, batu bata, semen, dan bahan-bahan lainnya. Fenomena ini […]

expand_less