Breaking News
light_mode
Beranda » Makroekonomi » Inflasi Volatile Food Mencapai 6,44 Persen Akibat Gejolak Cuaca

Inflasi Volatile Food Mencapai 6,44 Persen Akibat Gejolak Cuaca

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
  • visibility 428
  • comment 0 komentar

Inflasi volatile food di Indonesia kembali mencatatkan angka yang tinggi, yaitu sebesar 6,44 persen pada Oktober 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 6,44 persen. Meski terlihat kecil, tren kenaikan ini menjadi perhatian serius bagi para pengambil kebijakan dan masyarakat luas. Dampak gejolak cuaca terhadap produksi komoditas pangan seperti cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras menjadi penyebab utama inflasi volatile food yang meningkat.

Gejolak iklim yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya memengaruhi Indonesia, tetapi juga berdampak secara global. Sejumlah negara besar seperti Korea Selatan, Australia, Jepang, Brasil, dan Ghana mengalami kenaikan harga komoditas pangan akibat bencana alam seperti banjir, kekeringan, dan gelombang panas. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan iklim bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan masalah ekonomi yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Di Indonesia, inflasi volatile food terutama dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan akibat gangguan cuaca. Misalnya, curah hujan yang tidak stabil dan suhu yang terlalu panas dapat mengurangi hasil panen tanaman pangan. Kondisi ini menyebabkan fluktuasi harga yang cukup signifikan, terutama untuk komoditas yang sensitif terhadap perubahan iklim seperti cabai merah dan bawang merah. Kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, telah menyampaikan peringatan tentang inflasi pangan yang mulai meningkat. Ia menilai bahwa koordinasi antara BI, pemerintah pusat, dan daerah sangat penting dalam mengendalikan inflasi volatile food. “Kondisi ini memerlukan koordinasi lebih lanjut antara BI dan juga pemerintah pusat dan daerah,” ujar Perry saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI. Ia menekankan bahwa upaya pengendalian inflasi harus dilakukan secara terpadu agar bisa menjaga stabilitas harga pangan di seluruh wilayah Indonesia.

Curah hujan ekstrem di Indonesia

Dalam laporan terbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sektor makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi pada Oktober 2025, dengan angka sebesar 6,59% year on year (YoY). Penyebab utamanya adalah kenaikan harga cabai merah, beras, bawang merah, dan daging ayam ras. Kenaikan ini terjadi karena pasokan yang tidak stabil akibat gangguan cuaca. Meskipun inflasi inti dan inflasi impor terkendali, inflasi volatile food tetap menjadi tantangan yang perlu diperhatikan.

Peran Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) juga sangat penting dalam menghadapi kondisi ini. GNPIP bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengendalikan inflasi pangan. Melalui program ini, berbagai langkah seperti distribusi komoditas, subsidi, dan pengembangan pertanian berkelanjutan dilakukan untuk menjaga ketersediaan pangan dan menekan kenaikan harga.

Kenaikan harga cabai merah di pasar tradisional

Selain itu, perlu adanya inovasi dalam sektor pertanian untuk mengurangi risiko ketergantungan pada cuaca. Teknologi pertanian modern, seperti sistem irigasi yang efisien dan penggunaan benih unggul, dapat membantu petani menghadapi perubahan iklim. Selain itu, pendidikan dan pelatihan petani juga harus ditingkatkan agar mereka mampu adaptasi terhadap kondisi iklim yang semakin tidak menentu.

Dari sudut pandang global, dampak perubahan iklim terhadap harga pangan sudah menjadi isu yang mendesak. Laporan dari tim ilmuwan internasional menunjukkan bahwa kenaikan harga kakao, selada, kubis, beras, dan kopi terjadi setelah peristiwa iklim ekstrem. Contohnya, harga kakao global melonjak 280% pada April 2024 setelah gelombang panas di Ghana dan Pantai Gading. Sementara itu, harga selada di Australia naik 300% setelah banjir pada tahun 2022.

Perubahan iklim juga memengaruhi biaya hidup di berbagai negara. Di Inggris, misalnya, perubahan iklim menambah 360 poundsterling (sekitar Rp7,9 juta) pada tagihan makanan rumah tangga rata-rata sepanjang tahun 2022 dan 2023. Ini menunjukkan bahwa kenaikan harga pangan bukan hanya sekadar isu ekonomi, tetapi juga masalah sosial yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat.

Perubahan iklim dan dampaknya terhadap pertanian

Dalam konteks ini, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menghadapi tantangan ini. Langkah-langkah seperti pengembangan infrastruktur pertanian, penguatan sistem distribusi pangan, dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi lingkungan sangat diperlukan. Selain itu, kebijakan pemerintah yang proaktif dalam mengatasi inflasi pangan akan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

FAQ:

  1. Apa yang dimaksud dengan inflasi volatile food?

    Inflasi volatile food adalah kenaikan harga komoditas pangan yang rentan terhadap fluktuasi musiman atau gangguan cuaca, seperti cabai merah, bawang merah, dan telur ayam.

  2. Mengapa inflasi volatile food meningkat di Indonesia?

    Kenaikan inflasi volatile food disebabkan oleh gangguan cuaca yang mengurangi hasil panen dan mengganggu pasokan komoditas pangan.

  3. Bagaimana pemerintah mengatasi inflasi volatile food?

    Pemerintah mengandalkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan koordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga ketersediaan pangan dan menekan kenaikan harga.

  4. Apakah perubahan iklim memengaruhi inflasi pangan secara global?

    Ya, perubahan iklim telah menyebabkan kenaikan harga pangan di berbagai negara, seperti kenaikan harga kakao di Afrika dan kopi di Brasil.

  5. Apa dampak inflasi volatile food terhadap masyarakat?

    Inflasi volatile food dapat mengurangi daya beli masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah, yang sering kali paling terdampak oleh kenaikan harga pangan.

Tag:

InflasiVolatilFood #CuacaEkstrem #HargaPangan #BankIndonesia #InflasiPangan #PerubahanIklim #GNPIP #BiayaHidup #StabilitasEkonomi

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketum GWI Apresiasi Respons Polres Kabupaten Serang dalam Menindaklanjuti Laporan Masyarakat

    Ketum GWI Apresiasi Respons Polres Kabupaten Serang dalam Menindaklanjuti Laporan Masyarakat

    • calendar_month Rab, 7 Okt 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Serang Kabupaten -Koran Pemantau Korupsi (KPK) — Respons cepat dan keterbukaan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Serang dalam menerima laporan masyarakat mendapat apresiasi dari Ketua Umum Gabungan Wartawan Indonesia (GWI), Syamsul Bahri. Apresiasi tersebut disampaikan Syamsul setelah dirinya bersama Dewan Pembina GWI, Ilham Rokan, mendatangi Polres Kabupaten Serang pada 6 Oktober 2026 untuk menyampaikan […]

  • PHK Terbanyak Terjadi di Jawa Barat: Data 20,95 Persen dari Total Kepala Daerah

    PHK Terbanyak Terjadi di Jawa Barat: Data 20,95 Persen dari Total Kepala Daerah

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi secara massal kembali menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia. Dalam beberapa bulan terakhir, data menunjukkan bahwa jumlah pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja meningkat tajam, dengan Jawa Barat menjadi provinsi dengan angka PHK terbanyak. Angka ini mencapai 20,95 persen dari total ke daerah, menjadikannya pusat perhatian dalam […]

  • Cek Pajak Bumi dan Bangunan Secara Online dan Offline

    Cek Pajak Bumi dan Bangunan Secara Online dan Offline

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Slug: cek-pajak-bumi-dan-bangunan-online-offline Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah salah satu bentuk pajak yang wajib dibayarkan oleh pemilik tanah atau bangunan di Indonesia. Dalam konteks ekonomi dan bisnis, pemahaman tentang cara cek pajak bumi dan bangunan sangat penting untuk menghindari keterlambatan pembayaran dan sanksi administratif. Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana Anda bisa melakukan cek […]

  • Injeksi Likuiditas Rp200 Triliun ke Bank BUMN: Dampak pada Pemulihan Ekonomi Segmen Terjangkau

    Injeksi Likuiditas Rp200 Triliun ke Bank BUMN: Dampak pada Pemulihan Ekonomi Segmen Terjangkau

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan ekonomi yang terus menghadang, pemerintah Indonesia kembali mengambil langkah strategis untuk mempercepat pemulihan sektor riil. Salah satu inisiatif utamanya adalah injeksi dana sebesar Rp200 triliun dari kas negara ke sistem perbankan nasional, khususnya bank-bank BUMN. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan aliran kredit dan menstimulasi aktivitas bisnis di berbagai […]

  • Cara Memperluas Basis Investor dengan Produk Digital yang Efektif

    Cara Memperluas Basis Investor dengan Produk Digital yang Efektif

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, dunia investasi juga mengalami transformasi besar-besaran. Salah satu strategi utama untuk memperluas basis investor adalah melalui penggunaan produk digital. Dengan adanya platform finansial dan aplikasi investasi, calon investor dapat lebih mudah mengakses pasar modal, memahami risiko, serta membangun kebiasaan investasi yang sehat. Di Indonesia, khususnya, banyak perusahaan fintech seperti […]

  • Contoh Judul Skripsi Perbankan Syariah yang Menarik dan Terbaru

    Contoh Judul Skripsi Perbankan Syariah yang Menarik dan Terbaru

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Contoh Judul Skripsi Perbankan Syariah yang Menarik dan Terbaru Perbankan syariah kini semakin berkembang pesat di Indonesia, tidak hanya sebagai alternatif sistem keuangan tetapi juga sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi nasional. Dalam konteks akademis, penelitian tentang perbankan syariah menjadi sangat relevan, terutama bagi mahasiswa yang ingin menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat dan berkontribusi pada […]

expand_less