Breaking News
light_mode
Beranda » Makroekonomi » Inflasi Volatile Food Mencapai 6,44 Persen Akibat Gejolak Cuaca

Inflasi Volatile Food Mencapai 6,44 Persen Akibat Gejolak Cuaca

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
  • visibility 352
  • comment 0 komentar

Inflasi volatile food di Indonesia kembali mencatatkan angka yang tinggi, yaitu sebesar 6,44 persen pada Oktober 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 6,44 persen. Meski terlihat kecil, tren kenaikan ini menjadi perhatian serius bagi para pengambil kebijakan dan masyarakat luas. Dampak gejolak cuaca terhadap produksi komoditas pangan seperti cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras menjadi penyebab utama inflasi volatile food yang meningkat.

Gejolak iklim yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya memengaruhi Indonesia, tetapi juga berdampak secara global. Sejumlah negara besar seperti Korea Selatan, Australia, Jepang, Brasil, dan Ghana mengalami kenaikan harga komoditas pangan akibat bencana alam seperti banjir, kekeringan, dan gelombang panas. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan iklim bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan masalah ekonomi yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Di Indonesia, inflasi volatile food terutama dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan akibat gangguan cuaca. Misalnya, curah hujan yang tidak stabil dan suhu yang terlalu panas dapat mengurangi hasil panen tanaman pangan. Kondisi ini menyebabkan fluktuasi harga yang cukup signifikan, terutama untuk komoditas yang sensitif terhadap perubahan iklim seperti cabai merah dan bawang merah. Kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, telah menyampaikan peringatan tentang inflasi pangan yang mulai meningkat. Ia menilai bahwa koordinasi antara BI, pemerintah pusat, dan daerah sangat penting dalam mengendalikan inflasi volatile food. “Kondisi ini memerlukan koordinasi lebih lanjut antara BI dan juga pemerintah pusat dan daerah,” ujar Perry saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI. Ia menekankan bahwa upaya pengendalian inflasi harus dilakukan secara terpadu agar bisa menjaga stabilitas harga pangan di seluruh wilayah Indonesia.

Curah hujan ekstrem di Indonesia

Dalam laporan terbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sektor makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi pada Oktober 2025, dengan angka sebesar 6,59% year on year (YoY). Penyebab utamanya adalah kenaikan harga cabai merah, beras, bawang merah, dan daging ayam ras. Kenaikan ini terjadi karena pasokan yang tidak stabil akibat gangguan cuaca. Meskipun inflasi inti dan inflasi impor terkendali, inflasi volatile food tetap menjadi tantangan yang perlu diperhatikan.

Peran Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) juga sangat penting dalam menghadapi kondisi ini. GNPIP bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengendalikan inflasi pangan. Melalui program ini, berbagai langkah seperti distribusi komoditas, subsidi, dan pengembangan pertanian berkelanjutan dilakukan untuk menjaga ketersediaan pangan dan menekan kenaikan harga.

Kenaikan harga cabai merah di pasar tradisional

Selain itu, perlu adanya inovasi dalam sektor pertanian untuk mengurangi risiko ketergantungan pada cuaca. Teknologi pertanian modern, seperti sistem irigasi yang efisien dan penggunaan benih unggul, dapat membantu petani menghadapi perubahan iklim. Selain itu, pendidikan dan pelatihan petani juga harus ditingkatkan agar mereka mampu adaptasi terhadap kondisi iklim yang semakin tidak menentu.

Dari sudut pandang global, dampak perubahan iklim terhadap harga pangan sudah menjadi isu yang mendesak. Laporan dari tim ilmuwan internasional menunjukkan bahwa kenaikan harga kakao, selada, kubis, beras, dan kopi terjadi setelah peristiwa iklim ekstrem. Contohnya, harga kakao global melonjak 280% pada April 2024 setelah gelombang panas di Ghana dan Pantai Gading. Sementara itu, harga selada di Australia naik 300% setelah banjir pada tahun 2022.

Perubahan iklim juga memengaruhi biaya hidup di berbagai negara. Di Inggris, misalnya, perubahan iklim menambah 360 poundsterling (sekitar Rp7,9 juta) pada tagihan makanan rumah tangga rata-rata sepanjang tahun 2022 dan 2023. Ini menunjukkan bahwa kenaikan harga pangan bukan hanya sekadar isu ekonomi, tetapi juga masalah sosial yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat.

Perubahan iklim dan dampaknya terhadap pertanian

Dalam konteks ini, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menghadapi tantangan ini. Langkah-langkah seperti pengembangan infrastruktur pertanian, penguatan sistem distribusi pangan, dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi lingkungan sangat diperlukan. Selain itu, kebijakan pemerintah yang proaktif dalam mengatasi inflasi pangan akan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

FAQ:

  1. Apa yang dimaksud dengan inflasi volatile food?

    Inflasi volatile food adalah kenaikan harga komoditas pangan yang rentan terhadap fluktuasi musiman atau gangguan cuaca, seperti cabai merah, bawang merah, dan telur ayam.

  2. Mengapa inflasi volatile food meningkat di Indonesia?

    Kenaikan inflasi volatile food disebabkan oleh gangguan cuaca yang mengurangi hasil panen dan mengganggu pasokan komoditas pangan.

  3. Bagaimana pemerintah mengatasi inflasi volatile food?

    Pemerintah mengandalkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan koordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga ketersediaan pangan dan menekan kenaikan harga.

  4. Apakah perubahan iklim memengaruhi inflasi pangan secara global?

    Ya, perubahan iklim telah menyebabkan kenaikan harga pangan di berbagai negara, seperti kenaikan harga kakao di Afrika dan kopi di Brasil.

  5. Apa dampak inflasi volatile food terhadap masyarakat?

    Inflasi volatile food dapat mengurangi daya beli masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah, yang sering kali paling terdampak oleh kenaikan harga pangan.

Tag:

InflasiVolatilFood #CuacaEkstrem #HargaPangan #BankIndonesia #InflasiPangan #PerubahanIklim #GNPIP #BiayaHidup #StabilitasEkonomi

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebijakan Ekonomi yang Berfokus pada Pemerataan Kesejahteraan: Strategi dan Dampak

    Kebijakan Ekonomi yang Berfokus pada Pemerataan Kesejahteraan: Strategi dan Dampak

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 614
    • 0Komentar

    Dalam era globalisasi yang semakin dinamis, pemerataan kesejahteraan menjadi salah satu isu sentral dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Di Indonesia, konsep ini tidak hanya menjadi harapan masyarakat, tetapi juga menjadi prioritas utama dalam berbagai kebijakan pemerintah. Kebijakan ekonomi yang bertujuan menciptakan pemerataan kesejahteraan bukan sekadar tentang distribusi pendapatan yang merata, tetapi lebih dari itu—menciptakan kesempatan […]

  • Waktu Operasional Bursa Saham yang Harus Anda Ketahui

    Waktu Operasional Bursa Saham yang Harus Anda Ketahui

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Pasar modal menjadi salah satu aset penting bagi masyarakat Indonesia dalam membangun kekayaan dan investasi jangka panjang. Salah satu elemen kunci dalam berinvestasi di pasar modal adalah mengetahui jam buka bursa saham. Waktu operasional bursa saham tidak hanya menentukan kapan transaksi bisa dilakukan, tetapi juga memengaruhi strategi dan keuntungan yang bisa diperoleh investor. Pendahuluan Bursa […]

  • Cara Investasi Saham untuk Pemula yang Mudah Dipahami

    Cara Investasi Saham untuk Pemula yang Mudah Dipahami

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Investasi saham sering dianggap sebagai salah satu bentuk investasi yang rumit dan penuh risiko, terutama bagi pemula. Namun, sebenarnya cara investasi saham bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana dan sistematis. Jika kamu ingin memulai berinvestasi saham, penting untuk memahami dasar-dasarnya agar tidak terjebak dalam kesalahan umum. Langkah-Langkah Investasi Saham yang Mudah Dipahami 1. Alokasikan Waktu untuk […]

  • Warga Pertanyakan Dugaan Tangkap Lepas Agen Gas PT BSE Usai Penggerebekan Kasus Oplosan LPG di Binjai 

    Warga Pertanyakan Dugaan Tangkap Lepas Agen Gas PT BSE Usai Penggerebekan Kasus Oplosan LPG di Binjai 

    • calendar_month Jum, 10 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Binjai – Masyarakat jalan Randu Lingkungan 3, Kelurahan Jati Utomo, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara yang merupakan pengguna Tabung Gas Subsidi 3 Kg dalam beberapa pekan ini merasa resah, pasalnya tabung Gas yang mereka beli dari Agen PT.BSE diduga isi tabungnya sudah dikurangi alias di Oplos. Berdasarkan keresahan dan laporan masyarakat inilah, […]

  • Mengapa Kita Jadi Lebih Boros di Bulan Maret? Ini Penjelasan Pakar Psikologi

    Mengapa Kita Jadi Lebih Boros di Bulan Maret? Ini Penjelasan Pakar Psikologi

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Bulan Maret sering kali menjadi bulan yang penuh dengan kejutan, baik dalam hal cuaca maupun keuangan. Banyak orang merasa dompet mereka terasa lebih ringan daripada biasanya, bahkan sebelum gajian tiba. Pertanyaannya, mengapa kebiasaan boros ini sering muncul di bulan tertentu, khususnya Maret? Menurut pakar psikologi, ada alasan mendalam di balik perilaku tersebut. Mari kita coba […]

  • 5 Investasi Terbaik Saat Ini yang Menguntungkan dan Cocok untuk Pemula

    5 Investasi Terbaik Saat Ini yang Menguntungkan dan Cocok untuk Pemula

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 367
    • 0Komentar

    Investasi terbaik saat ini menjadi topik yang sangat relevan di tengah kondisi perekonomian yang seringkali tidak stabil. Dengan berbagai tantangan seperti inflasi, ketidakpastian global, dan perubahan pasar, memilih instrumen investasi yang tepat bisa menjadi kunci sukses dalam mengelola keuangan. Untuk pemula, penting untuk memahami opsi investasi yang relatif aman, memiliki potensi pertumbuhan, dan mudah dikelola. […]

expand_less