BKPM dan Pemda NTT Kolaborasi Tingkatkan Wirausaha dan Hilirisasi Ekonomi
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Jum, 14 Nov 2025
- visibility 151
- comment 0 komentar

Di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kerja sama dengan pemerintah daerah. Salah satu inisiatif terbaru adalah kolaborasi antara BKPM dengan Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam upaya meningkatkan wirausaha dan mempercepat proses hilirisasi ekonomi.
Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat sektor usaha kecil menengah (UMKM), tetapi juga untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang ada di NTT. Dengan fokus pada komoditas non-tambang seperti jagung dan pisang, NTT memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengolahan dan pemasaran produk lokal yang bernilai tinggi. Hal ini sejalan dengan strategi pemerintah daerah yang telah lama mengadopsi program One Village One Product (OVOP) sebagai pendekatan utama dalam pengembangan ekonomi berkelanjutan.
![]()
Pemerintah Provinsi NTT, dipimpin oleh Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena, telah aktif memfasilitasi berbagai inisiatif yang bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Salah satu contohnya adalah Kupang Exotic Festival 2025, sebuah acara yang menampilkan berbagai produk unggulan NTT, termasuk makanan dan minuman lokal. Festival ini juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan dan meningkatkan daya saing mereka di pasar nasional maupun internasional.
Dalam acara tersebut, Gubernur Melki menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi NTT mencapai angka yang signifikan, yaitu 27 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan bahwa upaya hilirisasi dan penguatan UMKM telah memberikan dampak nyata. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan untuk memastikan bahwa semua pihak saling mendukung dalam membangun ekosistem bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. Kerja sama ini mencakup koordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM untuk sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk sertifikasi kesehatan dan halal, serta lembaga jasa keuangan untuk mempermudah akses modal. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk lokal NTT dapat bersaing di pasar global.
Selain itu, Bank Indonesia Perwakilan NTT juga turut berkontribusi dalam upaya peningkatan kapasitas UMKM melalui program Onboarding UMKM 2025. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pelaku usaha muda yang diberikan pelatihan dan pembekalan untuk memperkuat kemampuan digital dan pemasaran mereka. Dengan semangat kolaborasi, para pelaku usaha diharapkan mampu melangkah lebih jauh ke ranah digital dan pasar global.

BKPM juga mengambil peran penting dalam mendukung inisiatif hilirisasi ini. Staf Khusus Bidang Peningkatan Peran dan Peluang Usaha Disabilitas, Agus Diono, menekankan bahwa NTT dipilih sebagai salah satu lokasi prioritas nasional karena memiliki potensi besar dalam pengembangan hilirisasi. Ia menyebutkan bahwa pelaku usaha disabilitas di NTT sangat antusias, namun masih banyak yang berjuang sendiri. Melalui program yang dirancang, BKPM ingin mendorong mereka agar bisa naik kelas dengan dukungan pemerintah dan dunia usaha.
Agus juga menyarankan agar pemerintah daerah lebih berani berinovasi dan berkreasi sesuai potensi lokal masing-masing. Ia menekankan bahwa era otonomi daerah memungkinkan pemerintah daerah untuk memiliki kewenangan luas dalam merancang kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. BKPM hanya berperan sebagai pendukung dan koordinator dalam proses ini.
Dalam konteks yang lebih luas, kolaborasi antara BKPM dan Pemda NTT mencerminkan komitmen bersama untuk menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan memperkuat kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, NTT memiliki peluang besar untuk menjadi model daerah yang sukses dalam mengembangkan sektor ekonomi lokal.
Tidak hanya itu, kolaborasi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya dan ekonomi NTT. Dengan mempromosikan produk lokal yang bernilai tinggi, NTT dapat menarik minat investor dan pasar internasional. Hal ini akan membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan dan meningkatkan pendapatan mereka.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil, NTT siap menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan ekonomi berbasis lokal. Kolaborasi antara BKPM dan Pemda NTT menunjukkan bahwa dengan komitmen dan kerja sama yang baik, segala tantangan dapat diatasi dan peluang besar dapat dimanfaatkan secara optimal.
FAQ
-
Apa tujuan utama dari kolaborasi BKPM dan Pemda NTT?
Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk meningkatkan wirausaha dan mempercepat proses hilirisasi ekonomi di NTT. Dengan fokus pada komoditas non-tambang seperti jagung dan pisang, NTT memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengolahan dan pemasaran produk lokal yang bernilai tinggi. -
Bagaimana pemerintah daerah NTT mendukung UMKM?
Pemerintah daerah NTT mendukung UMKM melalui berbagai inisiatif seperti Kupang Exotic Festival 2025 dan program One Village One Product (OVOP). Selain itu, pemerintah juga menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem UMKM. -
Apa peran Bank Indonesia dalam mendukung UMKM NTT?
Bank Indonesia berperan dalam mendukung UMKM NTT melalui program Onboarding UMKM 2025. Acara ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pembekalan kepada pelaku usaha muda agar mereka mampu meningkatkan kapasitas digital dan pemasaran mereka. -
Bagaimana BKPM mendukung pelaku usaha disabilitas di NTT?
BKPM mendukung pelaku usaha disabilitas di NTT melalui berbagai program yang bertujuan untuk mendorong mereka agar bisa naik kelas dengan dukungan pemerintah dan dunia usaha. Program ini juga bertujuan untuk memperkuat partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam dunia usaha. -
Apa manfaat dari kolaborasi antara BKPM dan Pemda NTT?
Kolaborasi ini memberikan manfaat berupa peningkatan kualitas UMKM, penguatan ekosistem bisnis, dan pengembangan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan kerja sama yang baik, NTT dapat menjadi model daerah yang sukses dalam mengembangkan sektor ekonomi lokal.
Tagging:
BKPM #PemdaNTT #HilirisasiEkonomi #UMKMNTT #KupangExoticFestival #OneVillageOneProduct #BankIndonesia #PengusahaDisabilitas #EkonomiInklusif #KolaborasiBisnis
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar