Live Streaming 24 Jam Jelang Lebaran: Strategi Toko Online Raup Milyaran Rupiah
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Kam, 5 Mar 2026
- visibility 164
- comment 0 komentar

Di tengah momentum Ramadan hingga Lebaran 2023, banyak pelaku usaha di Indonesia khususnya UMKM lokal memanfaatkan platform digital untuk meningkatkan penjualan. Salah satu strategi yang efektif adalah live streaming 24 jam jelang Lebaran. Dengan pendekatan ini, toko online mampu menarik perhatian konsumen sepanjang waktu dan meningkatkan omzet hingga milyaran rupiah.
Live streaming telah menjadi salah satu alat pemasaran utama bagi toko online. Selain memberikan pengalaman belanja yang lebih interaktif, live streaming juga memungkinkan pelaku usaha untuk menjelaskan produk secara langsung, menjawab pertanyaan pelanggan, serta menawarkan diskon atau promo khusus. Hal ini sangat efektif dalam menghadapi kebiasaan belanja online yang semakin tinggi, terutama menjelang momen besar seperti Lebaran.
Menurut data dari Tokopedia, salah satu marketplace terbesar di Indonesia, selama Ramadan hingga Lebaran 2023, berbagai kategori produk laris dijual melalui live streaming. Produk-produk seperti perlengkapan rumah tangga, makanan dan minuman, serta fesyen menjadi yang paling diminati. Terlebih lagi, live streaming 24 jam membantu mempercepat proses pembelian karena konsumen bisa langsung memesan tanpa harus menunggu.
[IMAGE: Live Streaming 24 Jam Jelang Lebaran Strategi Toko Online Raup Milyaran]
Tidak hanya itu, live streaming juga menjadi sarana promosi yang efisien. Pelaku usaha dapat menghadirkan tayangan interaktif yang menarik, termasuk demo produk, tips penggunaan, dan bahkan konsultasi dengan ahli. Hal ini membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan loyalitas terhadap merek.
[IMAGE: Live Streaming 24 Jam Jelang Lebaran Strategi Toko Online Raup Milyaran]
Salah satu contoh sukses dari strategi ini adalah Universa Sajadah, sebuah UMKM yang menjual perlengkapan ibadah. Dengan bergabung dalam kampanye Tokopedia Ramadan in Style, Universa Sajadah berhasil meningkatkan penjualan hingga 5x lipat dibandingkan bulan biasanya. Hal ini tidak lepas dari keberhasilan mereka dalam memanfaatkan live streaming sebagai alat pemasaran yang efektif.
Selain itu, Bruule, sebuah UMKM yang awalnya didirikan sebagai bisnis sampingan, juga merasakan manfaat besar dari live streaming. Dengan mengikuti berbagai kampanye di Tokopedia, seperti Tokopedia NYAM!, Bruule mencatat peningkatan transaksi hingga 4 kali lipat selama bulan Ramadan. Ini menunjukkan bahwa live streaming bukan hanya sekadar tren, tetapi juga strategi bisnis yang nyata dan efektif.
Kemampuan toko online untuk menghadirkan live streaming 24 jam juga memperkuat daya saing mereka di pasar yang semakin kompetitif. Dengan layanan ini, konsumen dapat melakukan pembelian kapan saja dan di mana saja, tanpa batasan waktu. Ini sangat penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis dan mobile.
Tidak hanya itu, live streaming juga membantu pelaku usaha dalam memahami preferensi konsumen. Melalui interaksi langsung, mereka dapat mengumpulkan umpan balik, mengetahui apa yang disukai atau tidak disukai oleh pelanggan, serta menyesuaikan strategi pemasaran sesuai dengan kebutuhan pasar.
Dalam konteks yang lebih luas, live streaming 24 jam jelang Lebaran juga menjadi bagian dari upaya pemerataan ekonomi melalui digital. Platform seperti Tokopedia memberdayakan jutaan pelaku usaha kecil dan menengah dengan menyediakan akses ke pasar yang lebih luas. Dengan demikian, live streaming tidak hanya menjadi alat pemasaran, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi yang nyata.
Dengan segala keuntungan yang ditawarkan, live streaming 24 jam jelang Lebaran menjadi strategi yang wajib dipertimbangkan oleh para pelaku usaha. Tidak hanya membantu meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkuat hubungan antara pelaku usaha dan konsumen, serta mendukung pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar