Breaking News
light_mode
Beranda » UMKM » BKPM dan Pemda NTT Kolaborasi Tingkatkan Wirausaha dan Hilirisasi Ekonomi

BKPM dan Pemda NTT Kolaborasi Tingkatkan Wirausaha dan Hilirisasi Ekonomi

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar

Dalam upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan dan hilirisasi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Kemitraan ini bertujuan untuk menciptakan peluang usaha yang lebih inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas, sekaligus meningkatkan nilai tambah dari produk lokal melalui proses hilirisasi.

Kolaborasi antara BKPM dan Pemda NTT tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis, tetapi juga pada penguatan partisipasi masyarakat dalam rantai pasok industri. Dengan mengadopsi pendekatan yang berbasis risiko dan digitalisasi, pihak terkait berupaya memberikan akses yang lebih mudah bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

Melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi, workshop, dan penyerahan Nomor Induk Berusaha (NIB), BKPM dan Pemda NTT telah membuka jalan bagi para pelaku usaha disabilitas untuk meraih legalitas dan akses pasar yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menegaskan bahwa semua warga negara harus mendapatkan kesempatan yang sama dalam bidang ekonomi.

Workshop BKPM NTT pelaku usaha disabilitas

Salah satu inisiatif penting adalah pendataan pelaku usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS). Pendekatan ini memungkinkan pelaku usaha disabilitas untuk mengajukan perizinan secara daring, tanpa biaya, dan dengan prosedur yang lebih cepat. Selain itu, pemberian NIB menjadi langkah awal yang sangat penting dalam menjaga legalitas usaha, sehingga pelaku usaha dapat mengakses pembiayaan, kemitraan, dan peluang-peluang lainnya.

Pemerintah Provinsi NTT juga menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa hasil produksi pelaku usaha disabilitas terserap di pasar domestik. Dengan kemitraan dengan BUMD, sektor perhotelan, dan ritel modern, pelaku usaha disabilitas akan memiliki akses yang lebih baik ke pasar lokal. Hal ini juga mendukung program “Beli NTT” yang bertujuan untuk memperluas konsumsi produk lokal.

NIB pelaku usaha disabilitas NTT

Selain itu, BKPM dan Pemda NTT juga fokus pada penguatan daya saing UMKM disabilitas melalui fasilitasi sertifikasi halal, SNI Bina UMK, dan kemitraan dengan usaha besar. Dengan demikian, produk-produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha disabilitas dapat menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari implementasi sistem perizinan berusaha berbasis risiko melalui OSS. Sistem ini tidak hanya mempermudah proses perizinan, tetapi juga meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pelayanan. Pelaku usaha disabilitas kini dapat mengakses berbagai layanan perizinan dengan lebih mudah, termasuk sertifikasi halal dan SNI Bina UMK.

Sinergi BKPM dan Pemda NTT untuk hilirisasi ekonomi

Kepala Staf Khusus Menteri Investasi Bidang Peningkatan Peran dan Peluang Usaha Disabilitas, Agus Diono, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dari semangat Asta Cita dan amanat undang-undang. Ia menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas, memiliki akses yang setara dalam dunia usaha.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, juga menegaskan bahwa NTT akan terus menggerakkan inisiatif-inisiatif yang berorientasi pada hilirisasi dan inklusi. Salah satunya adalah program “one village/kelurahan one product”, yang bertujuan untuk meningkatkan kelas usaha dan memperluas jaringan pemasaran melalui rantai pasok sektor pariwisata, perhotelan, agribisnis, dan perdagangan.

Dengan kerja sama yang kuat antara BKPM dan Pemda NTT, diharapkan NTT dapat menjadi contoh dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan. Proses hilirisasi yang dilakukan tidak hanya meningkatkan nilai tambah dari produk lokal, tetapi juga memberdayakan masyarakat, termasuk mereka yang selama ini sering kali diabaikan dalam pembangunan ekonomi.

Kolaborasi ini juga menjadi langkah penting dalam memenuhi target pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi. Dengan pendekatan yang berbasis risiko dan digitalisasi, serta dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha disabilitas di NTT memiliki peluang besar untuk berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam rangka memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, BKPM dan Pemda NTT akan terus melakukan koordinasi lintas sektor dalam pendataan, pelatihan, fasilitasi perizinan, serta perluasan kemitraan antara pelaku usaha disabilitas dengan pelaku usaha besar dan menengah. Dengan demikian, diharapkan kelas usaha dan jaringan pemasaran dapat ditingkatkan secara signifikan.

Dengan kolaborasi yang solid dan komitmen yang kuat, NTT siap menjadi contoh dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, pelaku usaha disabilitas di NTT tidak hanya memiliki kesempatan yang sama, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru negeri.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inovasi Digital sebagai Pendorong Utama Transformasi Ekonomi Indonesia

    Inovasi Digital sebagai Pendorong Utama Transformasi Ekonomi Indonesia

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten selama beberapa tahun terakhir tidak bisa dilepaskan dari peran penting inovasi digital. Dari sektor manufaktur hingga pertanian, penerapan teknologi digital telah menjadi motor penggerak utama yang mendorong efisiensi, produktivitas, dan daya saing nasional. Di tengah tantangan global, transformasi digital tidak hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga peluang besar untuk memperkuat fondasi […]

  • Pengertian dan Fungsi Livery Bus Pariwisata Jetbus 3

    Pengertian dan Fungsi Livery Bus Pariwisata Jetbus 3

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Bus pariwisata menjadi salah satu elemen penting dalam pengalaman perjalanan wisata. Tidak hanya fokus pada kenyamanan, tampilan eksterior juga memainkan peran signifikan dalam menciptakan kesan yang mendalam bagi penumpang dan masyarakat luas. Salah satu aspek yang sering diabaikan namun sangat berpengaruh adalah livery bus. Dalam dunia simulasi game seperti Bus Simulator Indonesia (BUSSID), livery bus […]

  • Kebijakan Memperkuat Ketahanan Pangan Melalui Kerja Sama Antar Daerah: Tantangan dan Peluang

    Kebijakan Memperkuat Ketahanan Pangan Melalui Kerja Sama Antar Daerah: Tantangan dan Peluang

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan global terkait krisis pangan dan perubahan iklim, Indonesia membutuhkan strategi yang lebih komprehensif untuk menjaga ketahanan pangan. Salah satu langkah penting adalah kebijakan memperkuat ketahanan pangan melalui kerja sama antar daerah. Kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan secara nasional, tetapi juga mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam dan penyebaran infrastruktur […]

  • Panduan Lengkap Membuat Surat Perjanjian Kerjasama Investasi yang Sah dan Efektif

    Panduan Lengkap Membuat Surat Perjanjian Kerjasama Investasi yang Sah dan Efektif

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Surat perjanjian kerjasama investasi menjadi salah satu elemen penting dalam menjalin hubungan bisnis yang saling menguntungkan. Dokumen ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk formalitas, tetapi juga sebagai jaminan hukum bagi pihak-pihak yang terlibat. Dengan adanya surat perjanjian, risiko konflik dapat diminimalisir, dan kejelasan hak serta kewajiban masing-masing pihak bisa terjamin. Dalam dunia bisnis, investasi sering […]

  • Kapolres Lahat Cek Pos Pam Sindang Panjang Ops Ketupat Musi 2026 photo_camera 2

    Kapolres Lahat Cek Pos Pam Sindang Panjang Ops Ketupat Musi 2026

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2026
    • account_circle Agus
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Lahat, Sumsel, 20 Mar 2026 – Humas Polres, pada hari kamis 19 maret 2026, Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto SIK.MIK, yang di dampingi Waka Polres Kompol Liswan Nurhapis SH, Kabag Ops Kompol Sulis Pujiono SH, kabag Log Kompol Nassarudin SH. MH, Kasiwas AKP Candra Wibawa SH, Kasi Propam AKP Edwar Gultom, Kasat Lantas Iptu Dr.Jhoni […]

  • Jelaskan Perbedaan Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro dengan Jelas

    Jelaskan Perbedaan Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro dengan Jelas

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Pendahuluan Dalam dunia ekonomi, dua konsep yang sering menjadi fokus pembahasan adalah ekonomi makro dan ekonomi mikro. Meski keduanya termasuk dalam ilmu ekonomi, terdapat perbedaan mendasar antara keduanya. Pemahaman tentang perbedaan ini sangat penting bagi pelaku bisnis, investor, maupun masyarakat umum, karena membantu dalam memahami dinamika perekonomian dan membuat keputusan yang lebih tepat. Artikel ini […]

expand_less