Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » Daya Beli Masyarakat Tetap Resilien di Tengah Tekanan Harga Pangan

Daya Beli Masyarakat Tetap Resilien di Tengah Tekanan Harga Pangan

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
  • visibility 522
  • comment 0 komentar

Di tengah kenaikan harga pangan yang terus berlangsung, daya beli masyarakat Indonesia masih menunjukkan tanda-tanda ketahanan. Meskipun inflasi mencapai angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir pada Juli 2022, sejumlah pelaku usaha dan masyarakat tetap berupaya mempertahankan kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga bahan pokok seperti cabai, sayuran, dan minyak goreng memberikan tantangan bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah. Namun, banyak dari mereka menunjukkan sikap adaptif. Seperti Soraya, pemilik warteg di Jakarta Selatan, yang harus melakukan siasat-siasat untuk menjaga harga jual tanpa meningkatkan biaya konsumen. Ia mengurangi penggunaan bahan mahal dan memilih tidak menyajikan olahan sayur yang harganya melonjak. Meski pendapatannya turun, ia tetap berusaha mempertahankan bisnisnya.

Pelaku usaha warung makan di Jakarta menghadapi kenaikan harga bahan pokok

Pemerintah juga telah mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan inflasi, termasuk menaikkan subsidi energi dan bahan bakar minyak. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi daya beli masyarakat, khususnya dari kalangan yang lebih rentan. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa inflasi yang terjadi saat ini relatif moderat dibandingkan negara-negara lain. Namun, ekonom seperti Mohammad Faisal dari Center of Reform Economics (CORE) memperingatkan bahwa inflasi bisa semakin buruk pada tahun depan jika tekanan global dan faktor cuaca tetap berlanjut.

Faktor-faktor seperti perang Ukraina-Rusia, gangguan distribusi akibat cuaca, serta permintaan yang meningkat pasca-pandemi menjadi penyebab utama kenaikan harga. Di sisi lain, produsen barang dan jasa coba menahan harga pasar meski ongkos produksi meningkat. Namun, kebijakan ini mungkin tidak bertahan lama, sehingga risiko peningkatan inflasi terus mengancam.

Warga Indonesia membeli bahan pokok di pasar tradisional

Meski begitu, daya beli masyarakat tetap menunjukkan sifat yang resilien. Banyak orang memilih alternatif makanan yang lebih murah atau beradaptasi dengan perubahan harga. Contohnya, Lutfi Kurniawan, seorang karyawan swasta di Jakarta, yang mulai mencari tempat makan yang lebih hemat agar gajinya tidak tergerus inflasi.

Selain itu, pemerintah juga aktif melakukan pemantauan terhadap harga pangan dan upaya memastikan stok cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Presiden Joko Widodo bahkan rutin memantau kondisi ketahanan pangan, termasuk beras, jagung, kedelai, dan minyak goreng.

Dalam situasi yang penuh tantangan, daya beli masyarakat Indonesia tetap menunjukkan ketangguhan. Meskipun ada tekanan harga, masyarakat dan pelaku usaha terus berupaya mempertahankan stabilitas ekonomi sehari-hari. Dengan kebijakan yang tepat dan kesadaran diri dari para pelaku, harapan untuk memperkuat daya beli di masa depan tetap terbuka.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemahaman Lengkap tentang Pasal 62 UU Ketenagakerjaan

    Pemahaman Lengkap tentang Pasal 62 UU Ketenagakerjaan

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 1.190
    • 0Komentar

    Dalam dunia kerja, terutama bagi karyawan yang bekerja berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), penting untuk memahami aturan hukum yang mengatur hubungan antara pekerja dan pengusaha. Salah satu ketentuan yang sering menjadi perhatian adalah Pasal 62 UU Ketenagakerjaan, yang berkaitan dengan ganti rugi jika hubungan kerja diakhiri sebelum masa kontrak berakhir. Artikel ini akan membahas […]

  • Bank Indonesia Reduces BI-Rate to 4.75% on October 22, 2025: Key Implications

    Bank Indonesia Reduces BI-Rate to 4.75% on October 22, 2025: Key Implications

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Pada tanggal 22 Oktober 2025, Bank Indonesia (BI) kembali memangkas suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis points menjadi 4.75 persen. Keputusan ini diambil dalam rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada 16-17 September 2025. Pengumuman ini disampaikan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo melalui konferensi pers virtual pada Rabu, 17 September 2025. Ini merupakan […]

  • Goresan Tinta Ramadhan: Ketika Kesederhanaan Menjadi Keberkahan

    Goresan Tinta Ramadhan: Ketika Kesederhanaan Menjadi Keberkahan

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Oleh: Fauzi Efrizal RadarEkonomi.com, Ramadhan kembali hadir menyapa umat Islam sebagai musim pembelajaran ruhani. Ia bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan ruang perenungan yang mengajarkan manusia untuk menata ulang kehidupan: memperbaiki niat, menimbang kembali cara hidup, serta memahami makna keberkahan dalam kesederhanaan. Di bulan inilah manusia diajak kembali kepada esensi hidup: bahwa kebahagiaan […]

  • Halomoan Nasution Tegaskan Komitmen 234 SC Deli Serdang Dukung Kondusivitas dan Kamtibmas

    Halomoan Nasution Tegaskan Komitmen 234 SC Deli Serdang Dukung Kondusivitas dan Kamtibmas

    • calendar_month Jum, 2 Okt 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Sumut – Ketua DPC 234 SC Deli Serdang, Halomoan Nasution, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan remaja dan komunitas kepemudaan, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Deli Serdang. Menurut Halomoan Nasution, peran generasi muda sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh […]

  • Presiden Prabowo Terima Panglima Jilah, Respons Langsung Aspirasi Masyarakat Dayak

    Presiden Prabowo Terima Panglima Jilah, Respons Langsung Aspirasi Masyarakat Dayak

    • calendar_month Ming, 30 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Presiden Prabowo Subianto menerima Panglima Jilah, pemimpin besar suku Dayak seluruh Kalimantan, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/08/2026). Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo merespons langsung sejumlah aspirasi yang disampaikan Panglima Jilah. Menurut Seskab, salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian Presiden adalah pembangunan infrastruktur jalan di wilayah […]

  • Cara Cek UMKM BNI yang Mudah dan Akurat

    Cara Cek UMKM BNI yang Mudah dan Akurat

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Pandemi COVID-19 memberikan dampak besar terhadap perekonomian Indonesia, khususnya bagi pelaku usaha mikro. Untuk membantu mereka bangkit kembali, pemerintah melalui Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau dikenal juga sebagai UMKM BNI, memberikan bantuan sebesar Rp1,2 juta kepada para pelaku usaha mikro. Namun, banyak dari mereka yang masih bingung bagaimana cara cek UMKM BNI. Artikel ini […]

expand_less