Program Kartu Prakerja Dilanjutkan untuk Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja: Apa yang Perlu Diketahui?
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Sel, 4 Nov 2025
- visibility 141
- comment 0 komentar

Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, pemerintah Indonesia terus memperkuat program-program yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu inisiatif penting yang telah berjalan selama lima tahun adalah Program Kartu Prakerja. Sejak diluncurkan pada 2020, program ini telah menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang lebih kompeten dan siap menghadapi dinamika pasar kerja.
Program Kartu Prakerja tidak hanya menjadi jembatan bagi pencari kerja, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pekerja aktif untuk meningkatkan kompetensi mereka. Melalui bantuan pelatihan, insentif, dan pengembangan kewirausahaan, program ini membuka peluang besar bagi masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup dan meningkatkan produktivitas.
Manfaat yang Diberikan oleh Program Kartu Prakerja
Setiap penerima Kartu Prakerja akan mendapatkan paket manfaat senilai Rp4.200.000. Terdiri dari tiga bagian utama:
- Bantuan biaya pelatihan sebesar Rp3.500.000 dalam bentuk saldo nontunai yang dapat digunakan untuk membeli pelatihan di platform digital mitra seperti SIAPkerja.
- Insentif biaya mencari kerja sebesar Rp600.000 yang ditransfer ke rekening bank atau e-wallet LinkAja, Ovo, atau GoPay milik peserta.
- Insentif pengisian survei evaluasi sebesar Rp50.000 per survei untuk dua kali survei.
Dengan kombinasi bantuan tersebut, peserta bisa memperoleh akses ke berbagai pelatihan berkualitas tanpa harus mengeluarkan uang tunai secara langsung. Hal ini sangat berguna bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kemampuan tanpa terbebani biaya awal.
Data dan Fakta Mengenai Program Kartu Prakerja
Hingga saat ini, lebih dari 18,9 juta orang telah menjadi penerima manfaat Kartu Prakerja. Angka ini menunjukkan bahwa program ini telah mencapai banyak kalangan masyarakat, termasuk para pencari kerja, pekerja, dan pelaku usaha kecil.
Mayoritas peserta berusia antara 18 hingga 35 tahun, yang merupakan generasi Z dan Milenial. Namun, program ini juga mencakup masyarakat dengan latar belakang pendidikan SD ke bawah, sehingga menunjukkan inklusivitasnya. Selain itu, sebanyak 5% peserta berusia di atas 55 tahun, yang menunjukkan bahwa program ini tidak hanya untuk generasi muda.
Dari segi latar belakang ekonomi, program ini lebih banyak diikuti oleh masyarakat dari desil 1 hingga kelas menengah. Ini menunjukkan bahwa Kartu Prakerja berupaya menjangkau kelompok yang paling membutuhkan.
Efektivitas Program dalam Meningkatkan Peluang Kerja
Salah satu indikator keberhasilan program ini adalah peningkatan peluang kerja bagi peserta. Menurut survei yang dilakukan, sebelum mengikuti pelatihan, sekitar 61% peserta masih menganggur. Setelah menyelesaikan program, angka ini berkurang menjadi 45%, sementara 55% peserta sudah bekerja atau berwirausaha.
Hasil riset juga menunjukkan bahwa peserta Kartu Prakerja mengalami peningkatan pendapatan. Misalnya, peserta perempuan melalui program ini mengalami kenaikan pendapatan hingga 33% dibandingkan non-peserta. Sementara itu, studi lain menemukan bahwa pendapatan peserta naik sebesar 17,6%.
Selain itu, 95% peserta merasa memiliki peluang kerja yang lebih baik setelah mengikuti pelatihan. Ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga meningkatkan kredibilitas dan kemampuan peserta dalam melamar pekerjaan.
Kelanjutan Program di Era Baru
Pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin telah menyatakan dukungan terhadap kelanjutan program Kartu Prakerja. Bahkan, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyatakan bahwa program ini sangat relevan dalam menghadapi isu pembukaan lapangan kerja dan penurunan jumlah kelas menengah.
Namun, sampai saat ini belum ada informasi resmi tentang perubahan skema program di masa depan. Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, mengatakan bahwa kebijakan pemerintahan baru akan menentukan nasib program ini. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa program ini telah memberikan manfaat nyata bagi 18,9 juta penerima.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meski program ini telah memberikan dampak positif, beberapa tantangan tetap ada. Salah satunya adalah akses ke pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Di era digitalisasi, kebutuhan akan talenta digital semakin tinggi, dan program ini perlu terus diperbarui agar sesuai dengan perkembangan teknologi.
Selain itu, penting untuk memastikan bahwa pelatihan yang disediakan benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan adanya program seperti ISW (Indonesia Smart Work), yang fokus pada pengembangan skill digital, diharapkan program Kartu Prakerja dapat terus berkembang dan menjawab tantangan masa depan.
FAQ
Apa saja manfaat yang diberikan oleh Kartu Prakerja?
Kartu Prakerja memberikan bantuan biaya pelatihan sebesar Rp3.500.000, insentif biaya mencari kerja sebesar Rp600.000, dan insentif pengisian survei sebesar Rp50.000 per survei.
Siapa saja yang bisa mendaftar Kartu Prakerja?
Semua warga negara Indonesia yang ingin meningkatkan kompetensi kerja, kewirausahaan, atau alih kompetensi bisa mendaftar, termasuk pencari kerja, pekerja, dan pelaku usaha mikro.
Apakah program Kartu Prakerja masih berjalan?
Ya, program ini masih berjalan dan terus dikembangkan. Pemerintah menyatakan dukungan untuk kelanjutan program ini.
Bagaimana efektivitas program dalam meningkatkan peluang kerja?
Menurut survei, sebagian besar peserta yang mengikuti pelatihan berhasil mendapatkan pekerjaan atau menjadi wirausaha.
Apakah program Kartu Prakerja akan diubah di masa depan?
Sampai saat ini belum ada informasi resmi tentang perubahan skema program. Keputusan akan diambil oleh pemerintahan baru.
Tag:
KartuPrakerja #PelatihanKerja #PeningkatanKompetensi #PengembanganKewirausahaan #InsentifKerja #ProgramPemerintah #PeningkatanKeterampilan #TenagaKerja #Digitalisasi #EraBaru
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar