AFTECH Menghadapi Tantangan Trust dan Fokus pada Penguatan Tata Kelola Industri Fintech
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Sab, 15 Nov 2025
- visibility 193
- comment 0 komentar
Industri fintech di Indonesia kini sedang menghadapi tantangan yang semakin kompleks, baik dari sisi regulasi, keamanan digital, maupun kepercayaan masyarakat. Dalam rangka memperkuat posisi sektor ini sebagai motor penggerak ekonomi digital nasional, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) telah menyatakan komitmennya untuk fokus pada penguatan tata kelola industri dan meningkatkan tingkat kepercayaan (trust) masyarakat terhadap layanan finansial digital.
Sebagai asosiasi yang diakui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), AFTECH berada di garis depan dalam memastikan bahwa pertumbuhan fintech tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan dan aman. Dalam beberapa tahun terakhir, peran fintech telah berkembang pesat, memberikan akses layanan keuangan kepada jutaan masyarakat yang sebelumnya tidak bisa dijangkau oleh sistem perbankan konvensional. Namun, dengan pertumbuhan yang begitu cepat, tantangan baru juga muncul, terutama dalam hal perlindungan data, keamanan siber, serta transparansi operasional.

Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa kepercayaan menjadi elemen kunci dalam kesuksesan industri fintech. “Dipercaya itu segala-galanya. Tanpa kepercayaan, fintech tidak akan memiliki arti. Kita harus membangun trust melalui tata kelola yang kuat dan inovasi yang bertanggung jawab,” ujar Pandu dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam acara Bulan Fintech Nasional 2025.
Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 yang resmi dibuka oleh AFTECH menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem fintech yang lebih inklusif dan aman. Kampanye #FintechAmanTerpercaya yang digaungkan dalam BFN 2025 adalah bentuk nyata dari upaya AFTECH dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital. Dengan kampanye ini, AFTECH ingin menunjukkan bahwa fintech bukan sekadar teknologi, tetapi juga layanan yang harus dipertanggungjawabkan secara etis dan legal.

Tantangan terbesar yang dihadapi industri fintech saat ini adalah penyebaran platform ilegal dan praktik penipuan online. Menurut Pandu, banyak layanan fintech ilegal menggunakan metode yang tidak transparan, seperti pinjaman online tanpa izin atau investasi bodong. “Ini bukan hanya ancaman bagi keamanan digital, tetapi juga membahayakan kepercayaan masyarakat terhadap seluruh industri fintech,” katanya.
Untuk mengatasi masalah ini, AFTECH telah menetapkan beberapa langkah strategis. Salah satunya adalah penguatan tata kelola melalui penerapan Kode Etik dan Dewan Etik yang lebih ketat. Selain itu, AFTECH juga bekerja sama dengan lembaga pemerintah dan swasta untuk memastikan adanya pengawasan yang efektif terhadap operasional fintech. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas layanan dan memastikan bahwa semua pelaku usaha beroperasi secara legal dan bertanggung jawab.

Selain itu, AFTECH juga fokus pada pengembangan infrastruktur keuangan digital yang lebih aman dan efisien. Dengan adanya inovasi seperti open finance dan embedded finance, layanan keuangan digital semakin mudah diakses dan lebih terintegrasi. Namun, keberlanjutan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama. Pandu menekankan bahwa inovasi harus diiringi dengan tata kelola yang kuat dan perlindungan konsumen yang maksimal.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap inovasi yang dilakukan oleh fintech tidak hanya memberikan manfaat bagi bisnis, tetapi juga menjaga kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Di tengah tantangan tersebut, AFTECH tetap optimistis tentang masa depan industri fintech di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi digital yang terus meningkat, didukung oleh adopsi teknologi seperti QRIS dan AI, menjadi indikasi bahwa sektor ini masih memiliki potensi besar. Bahkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi digital mencapai 13% per tahun, melebihi rata-rata pertumbuhan PDB nasional.
Namun, Pandu menekankan bahwa pertumbuhan yang cepat harus diimbangi dengan tanggung jawab. “Kita tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memastikan bahwa kita menjaga kepercayaan masyarakat dan menjaga keamanan digital,” katanya.
Dalam upaya memperkuat tata kelola dan kepercayaan, AFTECH juga aktif dalam melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Melalui berbagai program dan kampanye, AFTECH ingin memastikan bahwa masyarakat memahami risiko dan manfaat dari layanan fintech. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan digital dan perlindungan data pribadi.
Dengan komitmen yang kuat dan strategi yang jelas, AFTECH siap menjadi mitra yang andal dalam membangun industri fintech yang lebih baik dan lebih aman. Di tengah tantangan yang semakin kompleks, AFTECH menunjukkan bahwa kepercayaan dan tata kelola adalah fondasi utama yang harus diperkuat agar fintech dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi ekonomi digital Indonesia.
FAQ
1. Apa peran AFTECH dalam industri fintech?
AFTECH bertugas sebagai asosiasi yang mewakili pelaku usaha fintech di Indonesia. Tujuannya adalah memperkuat tata kelola, meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan memastikan bahwa industri fintech berkembang secara berkelanjutan dan aman.
2. Apa tantangan utama yang dihadapi industri fintech saat ini?
Salah satu tantangan terbesar adalah adanya layanan fintech ilegal yang tidak transparan. Selain itu, keamanan siber dan perlindungan data pribadi juga menjadi isu penting yang harus diperhatikan.
3. Bagaimana AFTECH membangun kepercayaan masyarakat terhadap fintech?
AFTECH membangun kepercayaan melalui penguatan tata kelola, sosialisasi, dan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait. Selain itu, kampanye seperti #FintechAmanTerpercaya juga menjadi bagian dari upaya memperkuat citra industri fintech.
4. Apa proyeksi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia?
Ekonomi digital di Indonesia diproyeksikan tumbuh sekitar 13% per tahun, didukung oleh adopsi teknologi seperti QRIS dan AI. Pertumbuhan ini lebih cepat daripada rata-rata pertumbuhan PDB nasional.
5. Bagaimana AFTECH mendukung inovasi di sektor fintech?
AFTECH mendukung inovasi melalui kerja sama dengan pemangku kepentingan, penguatan infrastruktur keuangan digital, dan penerapan regulasi yang tepat. Inovasi harus diiringi dengan tanggung jawab dan keamanan yang optimal.
Tag:
AFTECH #Fintech #Trust #TataKelola #EkonomiDigital #KeamananSiber #InovasiFintech #PengembanganEkosistem #PercepatanEkonomi #TransparansiLayanan
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar