Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Apakah BPJS Ketenagakerjaan Bisa Dicairkan? Ini Penjelasannya

Apakah BPJS Ketenagakerjaan Bisa Dicairkan? Ini Penjelasannya

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
  • visibility 632
  • comment 0 komentar

Pendahuluan

BPJS Ketenagakerjaan adalah salah satu program jaminan sosial yang sangat penting bagi pekerja di Indonesia. Salah satu manfaat utama dari BPJS Ketenagakerjaan adalah Jaminan Hari Tua (JHT), yang bisa dicairkan ketika peserta mengalami perubahan status kerja, seperti mengundurkan diri, pensiun, atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun, banyak orang masih bingung apakah JHT ini benar-benar bisa dicairkan dan bagaimana prosesnya. Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap mengenai apakah BPJS Ketenagakerjaan bisa dicairkan serta langkah-langkahnya.

Pembuka

Seiring dengan perkembangan teknologi, BPJS Ketenagakerjaan kini memberikan kemudahan bagi peserta dalam melakukan klaim JHT. Proses pencairan dana tidak lagi membutuhkan kehadiran langsung ke kantor cabang, karena saat ini dapat dilakukan secara online melalui aplikasi JMO (Jamsostek Mobile) atau situs Lapak Asik. Namun, sebelum mencairkan dana, peserta harus memenuhi beberapa syarat dan persyaratan tertentu.

Pembahasan Utama

1. Apakah BPJS Ketenagakerjaan Bisa Dicairkan?

Ya, BPJS Ketenagakerjaan bisa dicairkan dalam bentuk JHT, asalkan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh pihak BPJS. JHT bisa diberikan kepada peserta yang sudah berhenti bekerja, baik karena mengundurkan diri, PHK, pensiun, atau alasan lain sesuai ketentuan. Selain itu, ada juga klaim sebagian JHT untuk kondisi tertentu seperti cacat total atau meninggal dunia.

2. Syarat Pencairan JHT

Untuk mencairkan JHT, peserta harus menyiapkan dokumen-dokumen berikut:

  • Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan
  • E-KTP
  • Buku Tabungan
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Surat Keterangan Berhenti Bekerja
  • NPWP (jika ada)

Selain dokumen, peserta juga harus memenuhi kriteria seperti usia pensiun, masa kerja minimal, dan alasan pengajuan yang valid.

3. Cara Mencairkan JHT Secara Online

BPJS Ketenagakerjaan menyediakan dua metode pencairan secara online, yaitu melalui aplikasi JMO dan situs Lapak Asik.

Melalui Aplikasi JMO:
– Unduh aplikasi JMO dari Play Store atau App Store.
– Registrasi atau login menggunakan data KTP dan nomor peserta BPJS.
– Pastikan data pribadi sudah lengkap dan benar.
– Pilih menu “Jaminan Hari Tua” dan klik “Klaim JHT”.
– Isi data dan lakukan swafoto sesuai panduan.
– Masukkan NPWP dan rekening bank.
– Konfirmasi pengajuan dan pantau proses melalui menu “Tracking Klaim”.

Melalui Situs Lapak Asik:
– Kunjungi situs Lapak Asik.
– Isi data diri seperti NIK, nama lengkap, dan nomor kepesertaan.
– Unggah dokumen persyaratan dan foto diri.
– Tunggu notifikasi untuk wawancara online via video call.
– Setelah verifikasi, saldo JHT akan dikirim ke rekening yang terdaftar.

4. Cara Mencairkan JHT Secara Offline

Bagi yang lebih nyaman mengurus secara langsung, BPJS Ketenagakerjaan juga melayani klaim di kantor cabang. Prosedurnya antara lain:

  • Persiapkan dokumen lengkap.
  • Datang ke kantor cabang terdekat.
  • Ambil nomor antrian di loket layanan.
  • Isi formulir klaim.
  • Lakukan wawancara dengan petugas.
  • Tunggu hingga dana cair, biasanya 3–7 hari kerja.

5. Waktu Pencairan Dana

Waktu pencairan JHT bergantung pada jumlah saldo dan kelengkapan dokumen. Untuk saldo di bawah Rp10 juta, proses bisa selesai dalam satu hari kerja. Sementara itu, saldo di atas Rp10 juta membutuhkan waktu maksimal lima hari kerja setelah berkas dinyatakan lengkap.

Penutup

BPJS Ketenagakerjaan memang bisa dicairkan, terutama dalam bentuk JHT, dengan proses yang cukup mudah dan praktis. Baik melalui online maupun offline, peserta dapat mencairkan dana sesuai ketentuan yang berlaku. Penting untuk memperhatikan syarat dan waktu pencairan agar proses berjalan lancar. Dengan adanya layanan digital, pengelolaan BPJS Ketenagakerjaan semakin efisien dan memberi kenyamanan bagi peserta.

BPJS Ketenagakerjaan proses klaim online

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Itu Teknik Industri? Pengertian, Fungsi, dan Manfaatnya

    Apa Itu Teknik Industri? Pengertian, Fungsi, dan Manfaatnya

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 461
    • 0Komentar

    Teknik Industri adalah salah satu bidang ilmu yang sangat penting dalam dunia bisnis dan ekonomi Indonesia. Jurusan ini menggabungkan berbagai disiplin ilmu seperti matematika, fisika, dan ilmu sosial untuk merancang, memperbaiki, serta menerapkan sistem terintegrasi. Dengan pendekatan yang holistik, Teknik Industri bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional di berbagai sektor industri. Secara umum, Teknik […]

  • Defisit Neraca Migas Menurun Jadi US,64 Miliar, Ini Penyebabnya

    Defisit Neraca Migas Menurun Jadi US$1,64 Miliar, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Indonesia terus berupaya memperbaiki kinerja sektor migas yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga keseimbangan neraca perdagangan. Dalam beberapa bulan terakhir, angka defisit neraca migas menunjukkan penurunan signifikan, yaitu turun menjadi US$1,64 miliar. Angka ini menjadi indikasi positif bahwa upaya pemerintah dan pelaku industri migas mulai memberikan dampak nyata. Pengurangan defisit ini […]

  • POJK No. 3 Tahun 2024: Perubahan Utama dalam Regulasi Inovasi Keuangan Digital

    POJK No. 3 Tahun 2024: Perubahan Utama dalam Regulasi Inovasi Keuangan Digital

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, sektor keuangan juga mengalami transformasi besar-besaran. Salah satu bentuk transformasi tersebut adalah munculnya inovasi keuangan digital (IKD) yang memanfaatkan teknologi untuk memberikan layanan keuangan yang lebih efisien dan mudah diakses. Untuk menyesuaikan dengan dinamika ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 3 […]

  • Jasa Raharja Ikut Serta dalam Survei Kesiapan Operasi Ketupat 2026

    Jasa Raharja Ikut Serta dalam Survei Kesiapan Operasi Ketupat 2026

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 297
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Jakarta – Untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan balik Idulfitri 2026 dengan aman, nyaman, dan berkeselamatan, Jasa Raharja turut ambil bagian dalam kegiatan survei jalur di wilayah hukum Polda Jawa Barat pada hari ini (28/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama berbagai stakeholder terkait untuk memperkuat kesiapan infrastruktur, layanan, dan pengamanan […]

  • Pengertian dan Fungsi Jasa Perbankan dalam Penyimpanan Barang dan Surat Berharga Nasabah

    Pengertian dan Fungsi Jasa Perbankan dalam Penyimpanan Barang dan Surat Berharga Nasabah

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 534
    • 0Komentar

    Di tengah perkembangan ekonomi yang pesat, jasa perbankan menjadi salah satu aspek penting dalam memfasilitasi kebutuhan keuangan masyarakat. Selain menyediakan layanan simpanan dan kredit, perbankan juga menawarkan berbagai layanan lain yang bermanfaat bagi nasabah, termasuk penyimpanan barang dan surat berharga. Layanan ini tidak hanya membantu menjaga keamanan aset nasabah, tetapi juga memberikan rasa aman dan […]

  • Pengertian dan Fungsi Lembaga Keuangan Non Bank dalam Sistem Ekonomi Indonesia

    Pengertian dan Fungsi Lembaga Keuangan Non Bank dalam Sistem Ekonomi Indonesia

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Lembaga keuangan non bank memainkan peran penting dalam sistem ekonomi Indonesia. Meskipun tidak memiliki lisensi perbankan, lembaga ini tetap menjadi bagian vital dari sektor keuangan yang membantu masyarakat dan pelaku bisnis dalam berbagai transaksi finansial. Dengan beragam layanan yang ditawarkan, lembaga keuangan non bank memberikan alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan akses dana, investasi, atau perlindungan […]

expand_less