Breaking News
light_mode
Beranda » Makroekonomi » Defisit Transaksi Berjalan Diprediksi Tetap Terkendali Hingga Akhir Tahun

Defisit Transaksi Berjalan Diprediksi Tetap Terkendali Hingga Akhir Tahun

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
  • visibility 336
  • comment 0 komentar

Indonesia terus menunjukkan ketahanan ekonomi yang baik meskipun menghadapi tantangan global. Salah satu indikator utama yang menjadi perhatian adalah defisit transaksi berjalan (current account deficit/ CAD). Dalam laporan Bank Indonesia (BI) pada triwulan I 2024, defisit transaksi berjalan mencatatkan angka sebesar US$ 2,2 miliar atau 0,6% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, yaitu US$ 1,1 miliar atau 0,3% PDB. Namun, BI memprediksi bahwa defisit tersebut akan tetap terkendali hingga akhir tahun.

Dari segi cadangan devisa, posisi Indonesia tetap stabil dengan total cadangan mencapai US$ 140,4 miliar pada akhir Maret 2024. Angka ini setara dengan pembiayaan selama 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Selain itu, cadangan devisa ini juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki modal yang cukup untuk menghadapi tekanan eksternal.

Secara umum, defisit transaksi berjalan diproyeksikan berada dalam kisaran rendah, yaitu antara 0,1% hingga 0,9% dari PDB. Prediksi ini didasarkan pada beberapa faktor, seperti surplus neraca perdagangan nonmigas, peningkatan penerimaan devisa dari jasa pariwisata, serta pengurangan biaya pembayaran bunga utang. BI juga memperkirakan bahwa aliran masuk modal asing akan kembali meningkat seiring meredanya ketidakpastian pasar keuangan global.

Cadangan devisa Indonesia stabil di atas 140 miliar dolar AS

Meski defisit transaksi berjalan sedikit meningkat, Indonesia masih memiliki kemampuan untuk menjaga keseimbangan ekonomi secara keseluruhan. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekspor nonmigas yang tetap positif, meskipun mengalami perlambatan akibat kondisi ekonomi global. Sementara itu, kinerja neraca jasa membaik karena peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia. Ini menjadi indikasi bahwa sektor pariwisata mulai pulih dari dampak pandemi.

Di sisi lain, defisit neraca pendapatan primer sedikit meningkat karena masih tingginya suku bunga global. Meski demikian, BI tetap optimistis bahwa tren ini akan berubah seiring dengan penurunan suku bunga The Fed dan penurunan biaya pembayaran bunga utang. Selain itu, peningkatan remiten dari tenaga kerja Indonesia di luar negeri juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi keseimbangan ekonomi.

Neraca perdagangan nonmigas Indonesia tumbuh positif

Prediksi dari Maybank Indonesia juga menunjukkan bahwa defisit transaksi berjalan akan sedikit menurun pada tahun 2025. Global Markets Economist at Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto memperkirakan bahwa CAD pada akhir 2025 akan berkurang menjadi 0,59% dari PDB. Penurunan ini dipengaruhi oleh surplus neraca dagang yang melebar, penurunan biaya pembayaran bunga utang, serta kenaikan remiten dari tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

Selain itu, Maybank Indonesia juga memproyeksikan bahwa Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada akhir 2025 akan mencatat surplus sebesar US$ 8,4 miliar. Surplus ini disumbangkan oleh surplus neraca perdagangan, aliran investasi langsung, serta pendapatan sekunder. Proyeksi ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjaga keseimbangan ekonomi meskipun menghadapi tantangan global.

Proyeksi NPI Indonesia pada akhir 2025

Ketahanan ekonomi Indonesia tidak hanya terlihat dari defisit transaksi berjalan, tetapi juga dari stabilitas nilai tukar rupiah. Myrdal Gunarto memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah pada akhir tahun akan berada di kisaran Rp 16.356 per dolar AS. Prediksi ini didasarkan pada proyeksi penurunan CAD dan kembalinya aliran masuk modal asing ke Indonesia.

Bank Indonesia juga terus memantau dinamika perekonomian global dan melakukan respons bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait. Tujuannya adalah untuk memperkuat ketahanan sektor eksternal Indonesia. BI menyatakan bahwa NPI 2024 diprakirakan terjaga dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah sebesar 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB.

Stabilitas nilai tukar rupiah di bawah tekanan global

Sejarah telah membuktikan bahwa Indonesia mampu menjaga defisit transaksi berjalan tetap terkendali. Pada tahun 2020, misalnya, defisit transaksi berjalan diproyeksikan berada di bawah 2% dari PDB. Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis karena ada indikator yang menunjukkan rendahnya angka defisit, seperti kenaikan ekspor dan penurunan impor. Selain itu, rendahnya defisit neraca jasa juga menjadi faktor pendukung.

Namun, pandemi COVID-19 memberikan tantangan besar bagi sektor pariwisata, yang merupakan salah satu sumber devisa utama. Meski demikian, Indonesia berhasil mengimbangi dengan penurunan pariwisata yang keluar negri. Selain itu, rendahnya pendapatan primer, termasuk pembayaran bunga surat berharga negara (SBN), juga menjadi faktor penyebab rendahnya CAD.

Dengan semua faktor tersebut, Indonesia tetap percaya diri bahwa defisit transaksi berjalan akan tetap terkendali hingga akhir tahun. Prediksi ini didukung oleh stabilitas cadangan devisa, pertumbuhan ekspor nonmigas, dan peningkatan penerimaan devisa dari jasa pariwisata. Selain itu, aliran masuk modal asing dan penurunan biaya pembayaran bunga utang juga menjadi faktor pendukung.

FAQ

  1. Apa yang dimaksud dengan defisit transaksi berjalan?

    Defisit transaksi berjalan mengacu pada situasi di mana suatu negara mengimpor lebih banyak barang dan jasa daripada yang diekspor. Hal ini biasanya diukur sebagai persentase dari Produk Domestik Bruto (PDB).

  2. Bagaimana defisit transaksi berjalan memengaruhi ekonomi Indonesia?

    Defisit transaksi berjalan bisa memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah dan ketersediaan cadangan devisa. Namun, jika defisit tetap terkendali, maka dampaknya tidak terlalu signifikan terhadap perekonomian nasional.

  3. Apa faktor yang memengaruhi defisit transaksi berjalan Indonesia?

    Faktor-faktor yang memengaruhi defisit transaksi berjalan meliputi kinerja ekspor dan impor, kinerja neraca jasa, serta biaya pembayaran bunga utang. Selain itu, aliran masuk modal asing juga berkontribusi pada keseimbangan ekonomi.

  4. Bagaimana prediksi defisit transaksi berjalan Indonesia pada tahun 2025?

    Menurut prediksi dari Maybank Indonesia, defisit transaksi berjalan pada akhir 2025 akan berkurang menjadi 0,59% dari PDB. Hal ini dipengaruhi oleh surplus neraca dagang, penurunan biaya pembayaran bunga utang, serta kenaikan remiten dari tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

  5. Apakah defisit transaksi berjalan Indonesia akan terkendali hingga akhir tahun?

    Ya, Bank Indonesia memprediksi bahwa defisit transaksi berjalan akan tetap terkendali hingga akhir tahun. Prediksi ini didasarkan pada stabilitas cadangan devisa, pertumbuhan ekspor nonmigas, dan peningkatan penerimaan devisa dari jasa pariwisata.

Tagging:

DefisitTransaksiBerjalan #EkonomiIndonesia #BankIndonesia #NeracaPembayaran #CadanganDevisa #CurrentAccountDeficit #NilaiTukarRupiah #EksporNonMigas #JasaPariwisata #InvestasiAsing

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nonresiden Catat Jual Neto Rp4,58 Triliun pada Minggu I November 2025

    Nonresiden Catat Jual Neto Rp4,58 Triliun pada Minggu I November 2025

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Pasar keuangan Indonesia kembali menjadi perhatian setelah data terbaru dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan adanya aliran dana asing yang signifikan keluar dari pasar modal. Pada minggu pertama November 2025, nonresiden mencatatkan penjualan bersih atau neto sebesar Rp4,58 triliun. Angka ini menjadi indikator penting dalam memahami dinamika arus modal asing di pasar keuangan Indonesia. Berdasarkan data […]

  • Sarwendah membantah tudingan soal mempersulit Ruben Onsu untuk bertemu anak-anak setelah bercerai.

    Sarwendah membantah tudingan soal mempersulit Ruben Onsu untuk bertemu anak-anak setelah bercerai.

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Jakarta – Bantahan itu diwakilkan tim kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu dan Abraham Simon. Dalam jumpa pers di Jakarta Selatan, Minggu (31/5/2026), Chris Sam Siwu dan Abraham Simon membantah adanya penahanan anak untuk bertemu Ruben Onsu. Mereka mengatakan kliennya tidak pernah mempersulit Ruben perihal ini.   “Bukti mempersulitnya yang mana? Karena klien kami dengan […]

  • Pengertian dan Peran Kebijakan Ekonomi pada Masa Demokrasi Liberal di Indonesia

    Pengertian dan Peran Kebijakan Ekonomi pada Masa Demokrasi Liberal di Indonesia

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Indonesia, sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam dan budaya, memiliki sejarah panjang dalam membentuk sistem ekonomi yang sesuai dengan karakteristik dan cita-cita bangsanya. Salah satu periode penting dalam sejarah perekonomian Indonesia adalah masa demokrasi liberal, yang berlangsung dari tahun 1950 hingga 1959. Pada masa ini, pemerintah menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks akibat warisan […]

  • Contoh Surat Perjanjian Pinjam Uang yang Sah dan Lengkap

    Contoh Surat Perjanjian Pinjam Uang yang Sah dan Lengkap

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 458
    • 0Komentar

    Dalam kehidupan sehari-hari, situasi mendesak sering kali memaksa seseorang untuk meminjam uang. Meskipun pinjaman bisa menjadi solusi cepat, tanpa adanya surat perjanjian pinjam uang, risiko perselisihan antara pihak pemberi dan penerima pinjaman bisa terjadi. Oleh karena itu, membuat surat perjanjian pinjam uang adalah langkah penting untuk menjaga kepercayaan dan melindungi hak kedua belah pihak. Surat […]

  • Investasi Asing Langsung (FDI) Tetap Menjadi Prioritas Utama Pemerintah: Analisis Terkini

    Investasi Asing Langsung (FDI) Tetap Menjadi Prioritas Utama Pemerintah: Analisis Terkini

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Pendahuluan Di tengah tantangan ekonomi global yang terus berubah, pemerintah Indonesia tetap mempertahankan investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/ FDI) sebagai prioritas utama. Meskipun data dari ASEAN Investment Report 2024 menunjukkan penurunan sebesar 15% pada tahun 2023, pemerintah terus mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga daya tarik negara ini bagi investor asing. Artikel ini akan membahas […]

  • Kemensos Bentuk Tim Percepatan Pembangunan 61 Sekolah Rakyat

    Kemensos Bentuk Tim Percepatan Pembangunan 61 Sekolah Rakyat

    • calendar_month Sab, 8 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) membentuk Tim Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat (TP2SR) untuk mempercepat pembangunan gedung permanen bagi 61 Sekolah Rakyat (SR) rintisan di 57 pemerintah daerah. Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo mengatakan, pembentukan tim tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf untuk memastikan pembangunan SR permanen di lokasi-lokasi rintisan dapat […]

expand_less