Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Kemkomdigi Menghapus 3,1 Juta Konten Negatif Sejak Oktober 2024: Ini yang Harus Diketahui

Kemkomdigi Menghapus 3,1 Juta Konten Negatif Sejak Oktober 2024: Ini yang Harus Diketahui

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
  • visibility 316
  • comment 0 komentar

Sejak Oktober 2024 hingga saat ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah berhasil menurunkan sebanyak 3,1 juta konten internet negatif dari ruang digital Indonesia. Angka ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna internet di tanah air. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan bahwa ruang digital tetap menjadi tempat yang sehat dan positif bagi seluruh masyarakat.

Dalam laporan resmi yang dirilis oleh Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, tercatat bahwa jumlah konten negatif yang ditangani mencapai 3.053.984, dengan perjudian daring (judol) menjadi kategori terbanyak sebesar 2.377.283 konten. Selain itu, terdapat 612.618 konten pornografi, termasuk 8.517 konten yang berkaitan dengan anak-anak. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang dihadapi oleh masyarakat, khususnya generasi muda, akibat paparan konten negatif.

Penanganan konten negatif oleh Kemkomdigi

Pemblokiran dan penurunan konten negatif tidak dilakukan secara sendiri oleh Kemkomdigi. Menurut Alexander, kolaborasi antara pemerintah, platform digital, industri, dan masyarakat sangat penting dalam menjaga ruang digital yang aman. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Di pemerintah sendiri yang terbagi dengan kementerian dan lembaga itu sedemikian banyak itu, kita berkolaborasi. Kita juga mendorong berkolaborasi dengan platform, industri dan seluruh pihak, termasuk masyarakat,” ujarnya.

Salah satu contoh kolaborasi yang dilakukan adalah dalam penanganan konten perjudian daring. Masalah judi online ini memiliki spektrum yang luas, mulai dari hulu hingga hilir. Kemkomdigi mencegah konten judol tidak diakses oleh masyarakat. Di sisi hulunya, ada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menelusuri transaksi keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang melakukan pemblokiran rekening, serta aparat penegak hukum yang menangani tindak pidana.

Kolaborasi antara Kemkomdigi dan platform digital

Selain itu, Kemkomdigi juga menerapkan dua pendekatan dalam pengawasan ruang digital, yaitu proaktif dan reaktif. Pendekatan proaktif dilakukan melalui patroli siber selama 24 jam, mengelola Sistem Kepatuhan Moderasi Konten atau SAMAN, serta berkoordinasi dengan platform digital untuk proses moderasi. Sedangkan pendekatan reaktif dilakukan dengan menindaklanjuti laporan masyarakat melalui kanal aduankonten.id maupun aduan dari kementerian dan lembaga lain.

“Contohnya kalau ada pengaduan terkait penipuan atau pinjaman online ilegal, kami akan meminta rekomendasi dari OJK untuk menelusuri apakah benar konten yang diadukan itu tidak terdaftar. Kalau terkait pencemaran nama baik, tentu harus melalui aparat kepolisian dulu,” tambah Alexander.

Upaya pemerintah dalam melindungi anak-anak dari konten negatif

Selain menangani konten negatif, Kemkomdigi juga fokus pada perlindungan anak-anak dari paparan konten berbahaya. Salah satu inisiatif yang diluncurkan adalah situs Tunasdigital.id, yang merupakan wadah bagi orang tua untuk belajar dan berbagi panduan praktis dalam melindungi anak dari konten berbahaya. Situs ini menjadi bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak, yang dikenal sebagai PP Tunas.

Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan bahwa Tunasdigital.id merupakan bentuk komitmen negara dalam memastikan ruang digital yang aman dan sehat bagi anak-anak Indonesia. “Tunasdigital.id bisa menjadi kanal pengetahuan bagi bunda-bunda untuk kemudian mengerti bagaimana membawa anaknya di era digital,” ujarnya.

Acara peluncuran Tunasdigital.id

Melalui PP Tunas dan Tunasdigital.id, Kemkomdigi ingin menemani para keluarga Indonesia belajar bersama tentang hal-hal kecil yang dapat menjadi sarana menjaga anak di era digital. “Ini adalah sebuah gerakan literasi digital yang membekali orang tua agar anak-anak bisa memilah informasi, menjaga etika online, serta menjelajahi dunia maya dengan aman. Sehingga anak tumbuh cerdas secara digital dan membawa sikap bijaknya ke dunia nyata,” kata Fifi Aleyda Yahya, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kemkomdigi.

Peluncuran Tunasdigital.id dikemas secara interaktif melalui kolaborasi dengan komunitas Kumpul Bareng Bunda FYP. Sebanyak 2.000 Bunda dari berbagai daerah berkumpul di Blok M Hub, Jakarta, selama dua hari pada 1-2 November 2025. Pada hari pertama, mereka diajak berkolaborasi dalam peluncuran situs web melalui sesi “Curhat Bareng Bu Menteri Meutya Hafid” yang dipandu oleh konten kreator Agung Karmalogy. Sementara di hari kedua, acara dilanjutkan dengan Komdigi Sharing Session bertajuk “Konten Positif, Anak Adaptif!” yang menghadirkan Praktisi Psikologi Anak Usia Dini, Aninda, serta Konten Kreator Cerita Ibun, dengan moderator Syifa Aulia.

FAQ

  1. Apa tujuan Kemkomdigi dalam menurunkan konten negatif?

    Tujuan utamanya adalah untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna internet di Indonesia, terutama melindungi generasi muda dari paparan konten berbahaya seperti pornografi dan perjudian daring.

  2. Bagaimana Kemkomdigi menangani konten negatif?

    Kemkomdigi menggunakan pendekatan proaktif dan reaktif. Pendekatan proaktif melalui patroli siber dan koordinasi dengan platform digital, sedangkan pendekatan reaktif melalui penindaklanjutan laporan masyarakat.

  3. Apa itu Tunasdigital.id?

    Tunasdigital.id adalah situs yang menyediakan panduan praktis bagi orang tua dalam melindungi anak dari konten berbahaya di ruang digital. Situs ini merupakan bagian dari implementasi PP Tunas No 17 Tahun 2025.

  4. Apakah Kemkomdigi bekerja sendiri dalam menangani konten negatif?

    Tidak, Kemkomdigi bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk platform digital, industri, dan masyarakat, untuk menjaga ruang digital yang aman.

  5. Apa dampak dari penurunan konten negatif bagi masyarakat?

    Dampaknya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya konten negatif dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak dari paparan konten berbahaya.

Tags:

Kemkomdigi #KontenNegatif #InternetIndonesia #PerlindunganAnak #DigitalLiteracy #PenangananKonten #Tunasdigital.id #PeraturanPemerintah #HukumDigital #EdukasiAnak

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Meningkatkan Hubungan dengan Konsumen dan Manfaat E-Commerce yang Perlu Diketahui

    Cara Meningkatkan Hubungan dengan Konsumen dan Manfaat E-Commerce yang Perlu Diketahui

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Dalam era digital yang semakin berkembang, penting bagi perusahaan untuk meningkatkan hubungan dengan konsumen. Salah satu cara efektif adalah melalui penggunaan e-commerce. E-commerce tidak hanya menjadi alat transaksi, tetapi juga sarana untuk memperkuat hubungan antara bisnis dan pelanggan. E-commerce atau electronic commerce adalah kegiatan jual beli yang dilakukan melalui media elektronik atau online. Menurut Vera […]

  • BKPM dan Pemda NTT Kolaborasi untuk Mendorong Wirausaha dan Hilirisasi

    BKPM dan Pemda NTT Kolaborasi untuk Mendorong Wirausaha dan Hilirisasi

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), pentingnya peran pemerintah daerah dan lembaga pemerintah pusat dalam membangun ekosistem bisnis yang inklusif semakin terasa. Salah satu inisiatif terbaru yang menarik perhatian adalah kerja sama antara Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong wirausaha dan hilirisasi. […]

  • Sebanyak 50 pedagang bakso dari berbagai penjuru Nusantara menghadiri festival bakso legendaris pertama di Indonesia dari Sabtu (25/7/2026) sampai Minggu (26/7/2026).

    Sebanyak 50 pedagang bakso dari berbagai penjuru Nusantara menghadiri festival bakso legendaris pertama di Indonesia dari Sabtu (25/7/2026) sampai Minggu (26/7/2026).

    • calendar_month Sab, 25 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Festival bakso legendaris Sasa Bakso Vaganza 2026 berlangsung di Plaza Sudirman, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, pukul 07.00 WIB sampai 22.00 WIB.“Kuliner bakso Indonesia memiliki kekuatan karena mampu terus bertumbuh tanpa kehilangan kedekatannya dengan masyarakat. Ada resep yang telah dijaga selama puluhan tahun, tetapi ada juga inovasi baru yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi […]

  • Manfaat E-Commerce bagi Perusahaan: Strategi Bisnis yang Efisien dan Menguntungkan

    Manfaat E-Commerce bagi Perusahaan: Strategi Bisnis yang Efisien dan Menguntungkan

    • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Di era digital yang semakin berkembang, e-commerce telah menjadi salah satu alat utama dalam membangun bisnis yang efisien dan menguntungkan. Bagi perusahaan, manfaat e-commerce tidak hanya terbatas pada peningkatan penjualan, tetapi juga memberikan berbagai keuntungan strategis yang dapat meningkatkan daya saing di pasar global. Berikut adalah beberapa manfaat utama e-commerce bagi perusahaan. 1. Proses Transaksi […]

  • Defisit Transaksi Berjalan Indonesia Tahun 2024

    Defisit Transaksi Berjalan Indonesia Tahun 2024

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Defisit Transaksi Berjalan Diprediksi Tetap Terkendali Hingga Akhir Tahun Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional, salah satunya dengan memastikan defisit transaksi berjalan tetap dalam kisaran yang terkendali hingga akhir tahun. Prediksi ini muncul setelah Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan I-2024 mengalami defisit sebesar US$ 6 miliar. Namun, BI […]

  • Sejarah Perkembangan E-Commerce di Indonesia yang Menarik untuk Diketahui

    Sejarah Perkembangan E-Commerce di Indonesia yang Menarik untuk Diketahui

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Di tengah era digital yang semakin mengglobal, e-commerce telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Berbelanja secara online tidak hanya memudahkan aktivitas jual-beli, tetapi juga memberikan akses yang lebih luas bagi konsumen dan pelaku usaha. Namun, tahukah Anda bahwa sejarah e-commerce di Indonesia bermula jauh sebelum platform-platform besar seperti Tokopedia atau Shopee hadir? […]

expand_less