Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Kominfo Gencarkan Pemberantasan Konten Negatif untuk Meningkatkan Kepercayaan Digital

Kominfo Gencarkan Pemberantasan Konten Negatif untuk Meningkatkan Kepercayaan Digital

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
  • visibility 319
  • comment 0 komentar

Di tengah ledakan penggunaan internet dan media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus memperkuat upayanya dalam menghadapi tantangan digital. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pemberantasan konten negatif guna menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan dapat dipercaya. Dengan berbagai regulasi dan kebijakan yang diterapkan, Kominfo menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari dampak negatif teknologi.

Langkah Terbaru dalam Moderasi Konten

Salah satu inisiatif utama Kominfo adalah revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya Pasal 40 yang memberikan wewenang kepada lembaga tersebut untuk melakukan moderasi konten di media sosial. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, menjelaskan bahwa setiap platform di Indonesia harus melakukan penapisan konten untuk mencegah penyebaran informasi berbahaya. Contoh nyata termasuk tantangan berbahaya seperti “berdiri di depan truk” atau konten yang menyebabkan bunuh diri online. Menurutnya, platform memiliki teknologi yang cukup untuk mengidentifikasi dan menindak konten tersebut, sehingga Kominfo hanya bertugas sebagai pengawas dan penyedia panduan.

Peran Platform Digital dalam Penanganan Konten Negatif

Kominfo tidak hanya mengandalkan regulasi, tetapi juga melibatkan platform digital dalam upaya pemberantasan konten negatif. Dalam kerja sama dengan perusahaan seperti Google, Kominfo berhasil mengurangi penyebaran konten pornografi dan judi online. Menurut Semmy, sebagian besar konten berbahaya sudah bisa dideteksi oleh algoritma platform, sehingga tugas pemerintah menjadi lebih ringan. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap memastikan bahwa platform tidak lalai dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Data Penanganan Konten Negatif

perlindungan anak di dunia digital melalui PP TUNAS

Hingga 17 September 2023, Kominfo telah menangani sebanyak 3.761.730 konten negatif. Angka ini mencakup 969.308 konten judi online, 8.954 konten fintech ilegal, serta 1.211.571 konten pornografi. Selain itu, ada 9.607 temuan terkait sisipan laman judi pada situs pemerintahan. Dari bulan Juli hingga September 2023 saja, tercatat 200.216 konten negatif yang telah ditangani. Data ini menunjukkan betapa seriusnya tantangan yang dihadapi di dunia digital, serta kebutuhan akan tindakan cepat dan efektif.

Regulasi Perlindungan Anak di Dunia Digital

Selain konten negatif umum, Kominfo juga fokus pada perlindungan anak-anak dari risiko digital. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS), pemerintah menetapkan batasan usia dan pengawasan ketat terhadap akses anak-anak ke media sosial. Aturan ini membagi klasifikasi usia pengguna, mulai dari bawah 13 tahun hingga 16–17 tahun, dengan persyaratan izin orang tua atau wali. PP TUNAS juga mewajibkan setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk melakukan verifikasi usia pengguna, menyaring konten berbahaya, dan menyediakan sistem pelaporan yang mudah diakses.

Kolaborasi dengan Platform Digital dan Masyarakat

kominfo gencarkan pemberantasan konten negatif

Kominfo tidak bekerja sendirian dalam upaya ini. Lebih dari itu, pihaknya terus meningkatkan kerja sama dengan platform digital dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan kolaborasi yang intensif, Kominfo berharap dapat memperkuat pengawasan dan kebijakan lintas-sektor maupun platform digital dalam pelaporan dan penanganan konten negatif. Selain itu, pihaknya juga melakukan edukasi dan sosialisasi anti judi online, serta menghimbau PSE agar tidak memfasilitasi penyebarluasan informasi judi online.

Tanggung Jawab Orang Tua dan Masyarakat

Meskipun regulasi dan kebijakan pemerintah menjadi dasar utama, tanggung jawab juga jatuh pada orang tua dan masyarakat. PP TUNAS menuntut penyelenggara platform digital untuk menyediakan fitur kontrol orang tua, sehingga para orang tua bisa memantau aktivitas anak mereka secara langsung. Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, mendukung penuh pemberlakuan PP TUNAS ini. Ia menegaskan pentingnya sanksi tegas bagi platform yang melanggar aturan, karena keselamatan anak-anak di ruang digital adalah prioritas utama.

Perspektif Global dan Upaya Indonesia

Indonesia bukan satu-satunya negara yang menghadapi tantangan ini. Berbagai negara seperti Australia, Prancis, dan Norwegia telah menerapkan aturan ketat untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif internet. Dengan adanya PP TUNAS, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk membangun ekosistem digital yang lebih aman, sehat, dan etis, dengan fokus pada kepentingan nasional dan perlindungan anak sebagai prioritas utama.

FAQ

Apa tujuan Kominfo dalam pemberantasan konten negatif?

Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan dapat dipercaya, dengan menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari dampak negatif teknologi.

Bagaimana Kominfo bekerja sama dengan platform digital?

Kominfo bekerja sama dengan platform digital untuk memoderasi konten bermuatan negatif, serta meningkatkan kapabilitas mesin dan sumber daya manusia dalam penanganan konten negatif.

Apa isi dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025?

PP TUNAS mengatur batasan usia dan pengawasan ketat terhadap akses anak-anak ke media sosial, serta mewajibkan setiap PSE untuk melakukan verifikasi usia pengguna, menyaring konten berbahaya, dan menyediakan sistem pelaporan yang mudah diakses.

Apa peran orang tua dalam perlindungan anak di dunia digital?

Orang tua diwajibkan memantau penggunaan akun anak mereka melalui fitur kontrol yang disediakan oleh platform digital, serta memberikan izin dan pengawasan yang tepat.

Apa manfaat dari PP TUNAS?

PP TUNAS membantu membangun ekosistem digital yang lebih aman dan sehat, dengan fokus pada perlindungan anak-anak dan kepentingan nasional.

Tagging

Kominfo #KontenNegatif #KepercayaanDigital #UUITE #ModerasiKonten #PPTUNAS #PerlindunganAnak #EdukasiDigital #PlatformDigital #RegulasiDigital



perlindungan anak di dunia digital



data penanganan konten negatif

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MCorp resmi membuka rangkaian ANTAM Presents The 14th Annual Jakarta Marketing Week 2026

    MCorp resmi membuka rangkaian ANTAM Presents The 14th Annual Jakarta Marketing Week 2026

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Jakarta – MCorp resmi membuka rangkaian ANTAM Presents The 14th Annual Jakarta Marketing Week 2026 (JAKMW 2026) melalui konferensi pers yang digelar pada Rabu, 29 April 2026, di Philip Kotler Theater Class, MarkPlus Main Campus, Jakarta. Mengusung tema “Jakarta, The Global City: Inclusive, Creative, & Collaboration,” ajang ini menargetkan lebih dari 400.000 audiens lintas generasi […]

  • Perbedaan Ekonomi Makro dan Mikro Pengertian Contoh Penerapan

    Perbedaan Ekonomi Makro dan Mikro Pengertian Contoh Penerapan

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Perbedaan Ekonomi Makro dan Mikro: Pengertian, Contoh, dan Penerapan Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia mengelola sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang tidak terbatas. Dalam studi ekonomi, terdapat dua cabang utama yang sering dibahas, yaitu ekonomi mikro dan makro. Kedua bidang ini memiliki perbedaan signifikan dalam hal cakupan, fokus analisis, […]

  • Piala Kapolri 2026 Hadirkan Lebih dari 1.200 Pebulu Tangkis dari Kategori Umum, Polri, dan Disabilitas

    Piala Kapolri 2026 Hadirkan Lebih dari 1.200 Pebulu Tangkis dari Kategori Umum, Polri, dan Disabilitas

    • calendar_month Sab, 25 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Jakarta. The 2026 Indonesian National Police Chief (Kapolri) Cup Badminton Championship will feature over 1,000 participants from general, police, and disability categories in Jakarta from 27 July 2026 to 1 August 2026. “The matches will take place at the Jakarta State University (UNJ) Sports Hall, Duren Sawit Sports Hall, and Pondok Bambu Sports Hall,” […]

  • Ekspor YTD Naik 8,14 Persen Dibanding Periode Sama Tahun 2024: Analisis dan Tren Terkini

    Ekspor YTD Naik 8,14 Persen Dibanding Periode Sama Tahun 2024: Analisis dan Tren Terkini

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Indonesia kembali menunjukkan pertumbuhan positif di sektor ekspor, terutama dalam kinerja ekspor nonmigas yang mencatatkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor nonmigas pada periode Januari hingga Agustus 2024 mencapai US$160,36 miliar, naik 8,14 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa perekonomian nasional sedang bergerak […]

  • Kendaraan Listrik Makin Murah di Maret 2026, Saatnya Ganti Mobil Bensin?

    Kendaraan Listrik Makin Murah di Maret 2026, Saatnya Ganti Mobil Bensin?

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Di tengah tren perubahan iklim dan kebijakan pemerintah yang semakin mendukung penggunaan kendaraan ramah lingkungan, pasar otomotif Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda pergeseran signifikan. Salah satu indikator terbesarnya adalah harga kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) yang kini semakin terjangkau. Tahun 2026 menjadi titik penting dalam perjalanan industri ini, khususnya pada bulan Maret, ketika banyak produsen mobil […]

  • Konsolidasi Fiskal Tetap Optimal Pasca Anggaran Perubahan: Analisis Terkini

    Konsolidasi Fiskal Tetap Optimal Pasca Anggaran Perubahan: Analisis Terkini

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Dalam rangka memahami dinamika kebijakan fiskal Indonesia pasca pengesahan anggaran perubahan, penting untuk meninjau kembali konsep konsolidasi fiskal dan bagaimana hal tersebut tetap dapat dijalankan secara optimal. Konsolidasi fiskal merujuk pada upaya pemerintah dalam mengurangi defisit anggaran dengan cara meningkatkan pendapatan negara atau mengurangi belanja pemerintah. Di tengah perubahan anggaran yang terjadi, konsolidasi fiskal tetap […]

expand_less