Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Kominfo Gencarkan Pemberantasan Konten Negatif untuk Meningkatkan Kepercayaan Digital

Kominfo Gencarkan Pemberantasan Konten Negatif untuk Meningkatkan Kepercayaan Digital

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
  • visibility 248
  • comment 0 komentar

Di tengah ledakan penggunaan internet dan media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus memperkuat upayanya dalam menghadapi tantangan digital. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pemberantasan konten negatif guna menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan dapat dipercaya. Dengan berbagai regulasi dan kebijakan yang diterapkan, Kominfo menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari dampak negatif teknologi.

Langkah Terbaru dalam Moderasi Konten

Salah satu inisiatif utama Kominfo adalah revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya Pasal 40 yang memberikan wewenang kepada lembaga tersebut untuk melakukan moderasi konten di media sosial. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, menjelaskan bahwa setiap platform di Indonesia harus melakukan penapisan konten untuk mencegah penyebaran informasi berbahaya. Contoh nyata termasuk tantangan berbahaya seperti “berdiri di depan truk” atau konten yang menyebabkan bunuh diri online. Menurutnya, platform memiliki teknologi yang cukup untuk mengidentifikasi dan menindak konten tersebut, sehingga Kominfo hanya bertugas sebagai pengawas dan penyedia panduan.

Peran Platform Digital dalam Penanganan Konten Negatif

Kominfo tidak hanya mengandalkan regulasi, tetapi juga melibatkan platform digital dalam upaya pemberantasan konten negatif. Dalam kerja sama dengan perusahaan seperti Google, Kominfo berhasil mengurangi penyebaran konten pornografi dan judi online. Menurut Semmy, sebagian besar konten berbahaya sudah bisa dideteksi oleh algoritma platform, sehingga tugas pemerintah menjadi lebih ringan. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap memastikan bahwa platform tidak lalai dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Data Penanganan Konten Negatif

perlindungan anak di dunia digital melalui PP TUNAS

Hingga 17 September 2023, Kominfo telah menangani sebanyak 3.761.730 konten negatif. Angka ini mencakup 969.308 konten judi online, 8.954 konten fintech ilegal, serta 1.211.571 konten pornografi. Selain itu, ada 9.607 temuan terkait sisipan laman judi pada situs pemerintahan. Dari bulan Juli hingga September 2023 saja, tercatat 200.216 konten negatif yang telah ditangani. Data ini menunjukkan betapa seriusnya tantangan yang dihadapi di dunia digital, serta kebutuhan akan tindakan cepat dan efektif.

Regulasi Perlindungan Anak di Dunia Digital

Selain konten negatif umum, Kominfo juga fokus pada perlindungan anak-anak dari risiko digital. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS), pemerintah menetapkan batasan usia dan pengawasan ketat terhadap akses anak-anak ke media sosial. Aturan ini membagi klasifikasi usia pengguna, mulai dari bawah 13 tahun hingga 16–17 tahun, dengan persyaratan izin orang tua atau wali. PP TUNAS juga mewajibkan setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk melakukan verifikasi usia pengguna, menyaring konten berbahaya, dan menyediakan sistem pelaporan yang mudah diakses.

Kolaborasi dengan Platform Digital dan Masyarakat

kominfo gencarkan pemberantasan konten negatif

Kominfo tidak bekerja sendirian dalam upaya ini. Lebih dari itu, pihaknya terus meningkatkan kerja sama dengan platform digital dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan kolaborasi yang intensif, Kominfo berharap dapat memperkuat pengawasan dan kebijakan lintas-sektor maupun platform digital dalam pelaporan dan penanganan konten negatif. Selain itu, pihaknya juga melakukan edukasi dan sosialisasi anti judi online, serta menghimbau PSE agar tidak memfasilitasi penyebarluasan informasi judi online.

Tanggung Jawab Orang Tua dan Masyarakat

Meskipun regulasi dan kebijakan pemerintah menjadi dasar utama, tanggung jawab juga jatuh pada orang tua dan masyarakat. PP TUNAS menuntut penyelenggara platform digital untuk menyediakan fitur kontrol orang tua, sehingga para orang tua bisa memantau aktivitas anak mereka secara langsung. Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, mendukung penuh pemberlakuan PP TUNAS ini. Ia menegaskan pentingnya sanksi tegas bagi platform yang melanggar aturan, karena keselamatan anak-anak di ruang digital adalah prioritas utama.

Perspektif Global dan Upaya Indonesia

Indonesia bukan satu-satunya negara yang menghadapi tantangan ini. Berbagai negara seperti Australia, Prancis, dan Norwegia telah menerapkan aturan ketat untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif internet. Dengan adanya PP TUNAS, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk membangun ekosistem digital yang lebih aman, sehat, dan etis, dengan fokus pada kepentingan nasional dan perlindungan anak sebagai prioritas utama.

FAQ

Apa tujuan Kominfo dalam pemberantasan konten negatif?

Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan dapat dipercaya, dengan menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari dampak negatif teknologi.

Bagaimana Kominfo bekerja sama dengan platform digital?

Kominfo bekerja sama dengan platform digital untuk memoderasi konten bermuatan negatif, serta meningkatkan kapabilitas mesin dan sumber daya manusia dalam penanganan konten negatif.

Apa isi dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025?

PP TUNAS mengatur batasan usia dan pengawasan ketat terhadap akses anak-anak ke media sosial, serta mewajibkan setiap PSE untuk melakukan verifikasi usia pengguna, menyaring konten berbahaya, dan menyediakan sistem pelaporan yang mudah diakses.

Apa peran orang tua dalam perlindungan anak di dunia digital?

Orang tua diwajibkan memantau penggunaan akun anak mereka melalui fitur kontrol yang disediakan oleh platform digital, serta memberikan izin dan pengawasan yang tepat.

Apa manfaat dari PP TUNAS?

PP TUNAS membantu membangun ekosistem digital yang lebih aman dan sehat, dengan fokus pada perlindungan anak-anak dan kepentingan nasional.

Tagging

Kominfo #KontenNegatif #KepercayaanDigital #UUITE #ModerasiKonten #PPTUNAS #PerlindunganAnak #EdukasiDigital #PlatformDigital #RegulasiDigital



perlindungan anak di dunia digital



data penanganan konten negatif

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panduan Lengkap Mengunjungi Pajak.go.id untuk Pemutakhiran Data Wajib Pajak

    Panduan Lengkap Mengunjungi Pajak.go.id untuk Pemutakhiran Data Wajib Pajak

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Pendahuluan Dalam era digital yang semakin berkembang, pemerintah Indonesia terus berupaya mempercepat proses administrasi perpajakan melalui layanan online. Salah satu inisiatif yang telah diimplementasikan adalah kunjung pajak go id, sebuah platform resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang dirancang untuk memudahkan wajib pajak dalam melakukan berbagai aktivitas perpajakan secara efisien dan aman. Artikel ini akan […]

  • Pembangunan Infrastruktur Kini Didominasi Skema Pembiayaan Swasta: Tren dan Dampak Terkini

    Pembangunan Infrastruktur Kini Didominasi Skema Pembiayaan Swasta: Tren dan Dampak Terkini

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan pembangunan yang semakin meningkat, pemerintah Indonesia kini lebih fokus pada pendanaan infrastruktur melalui skema pembiayaan swasta. Hal ini menjadi tren yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah adanya peningkatan partisipasi sektor swasta dalam berbagai proyek infrastruktur penting. Dalam konteks ini, skema Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) dan Kerja […]

  • Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi Lanjutan untuk Semester II 2025

    Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi Lanjutan untuk Semester II 2025

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2025 tercatat lebih rendah dari ekspektasi, dengan proyeksi sebesar 4,8% secara year-on-year (YoY). Hal ini memicu pemerintah untuk mengambil langkah-langkah strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi di semester II/2025. Salah satu langkah utama yang akan diambil adalah pengeluaran paket stimulus ekonomi lanjutan. Dalam beberapa waktu terakhir, berbagai lembaga dan ekonom telah […]

  • Ide Bisnis Sampingan yang Cocok untuk Wanita Karir

    Ide Bisnis Sampingan yang Cocok untuk Wanita Karir

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Di tengah kesibukan pekerjaan kantoran, banyak wanita karir mencari peluang untuk menambah penghasilan melalui bisnis sampingan. Tidak hanya memberikan pemasukan tambahan, bisnis sampingan juga bisa menjadi sarana untuk mengasah keterampilan dan membangun jaringan. Berikut ini beberapa ide bisnis sampingan yang cocok untuk wanita karir. 1. Menjadi Reseller atau Dropshipper Salah satu cara terbaik untuk memulai […]

  • Pengertian dan Konsep Dasar Ilmu Ekonomi yang Wajib Dipahami

    Pengertian dan Konsep Dasar Ilmu Ekonomi yang Wajib Dipahami

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Pengertian dan Konsep Dasar Ilmu Ekonomi yang Wajib Dipahami Ilmu ekonomi adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari bagaimana manusia mengelola sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang tak terbatas. Dalam konteks Indonesia, pemahaman tentang konsep dasar ilmu ekonomi menjadi sangat penting, baik bagi pelaku bisnis, mahasiswa, maupun masyarakat umum. Dengan memahami prinsip-prinsip dasar […]

  • Pemerintah Perlu Mengambil Tindakan Cepat untuk Mitigasi Dampak Kenaikan Harga Makanan 6,44 Persen

    Pemerintah Perlu Mengambil Tindakan Cepat untuk Mitigasi Dampak Kenaikan Harga Makanan 6,44 Persen

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Di tengah tekanan ekonomi global dan fluktuasi harga pangan, pemerintah Indonesia dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. Data terbaru menunjukkan bahwa inflasi volatile food (makanan volatil) mencapai 6,44 persen, yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah. Dalam situasi ini, pemerintah harus segera mengambil langkah mitigasi yang efektif, […]

expand_less