Breaking News
light_mode
Beranda » Makroekonomi » Krisis Energi Dunia Melanda, Tapi RI Malah Ekspor Listrik? Ini Penjelasannya

Krisis Energi Dunia Melanda, Tapi RI Malah Ekspor Listrik? Ini Penjelasannya

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
  • visibility 257
  • comment 0 komentar

Krisis energi global yang terus berlangsung akhir-akhir ini memicu kekhawatiran di berbagai negara. Dari konflik geopolitik hingga kenaikan harga minyak mentah, situasi ini telah mengganggu pasokan listrik dan bahan bakar di banyak wilayah. Namun, Indonesia justru menunjukkan kebijakan yang seolah bertolak belakang dengan kondisi tersebut. Meski menghadapi ancaman krisis energi, pemerintah Indonesia malah menjajaki rencana ekspor listrik ke negara tetangga seperti Singapura. Pertanyaannya, bagaimana bisa sebuah negara yang masih bergantung pada impor energi justru memilih untuk mengekspor listrik?

Krisis Energi Global dan Ketergantungan Indonesia

Krisis energi dunia saat ini tidak lepas dari perang Ukraina-Rusia, ketegangan di Timur Tengah, serta perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina. Ketiga faktor ini menyebabkan fluktuasi harga minyak mentah dan gas alam yang sangat tinggi. Pada 2024, impor energi nasional Indonesia mencapai US$36,27 miliar atau sekitar Rp575,39 triliun. Jika harga minyak melonjak, dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam bentuk kenaikan harga BBM dan biaya produksi listrik.

Sebelumnya, pada awal perang Rusia-Ukraina tahun 2022, harga minyak mentah tembus US$100/barel, yang membuat anggaran subsidi energi membengkak. Situasi ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk mempercepat transisi energi terbarukan. Namun, upaya tersebut terbentur oleh ketergantungan pada impor energi fosil, baik minyak mentah maupun gas alam.

Mengapa Indonesia Bisa Ekspor Listrik?

PLTS Atap Di Indonesia

Meskipun ketergantungan pada impor energi masih tinggi, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan. Salah satu contohnya adalah proyek PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) yang sedang dikembangkan. Pemerintah sudah mendorong adopsi PLTS atap sejak 2018, namun aturan yang diberlakukan terkadang membatasi kapasitas pembangkitan. Misalnya, aturan yang diterbitkan pada 2024 menghapus skema net-metering, yang memungkinkan pengguna menjual kelebihan listrik ke PLN.

Namun, meskipun ada kendala, Indonesia juga memiliki proyek-proyek besar seperti PLTS terapung Cirata yang dapat memenuhi kebutuhan listrik sektor industri dan transportasi. Selain itu, pengembangan bahan bakar terbarukan seperti hidrogen hijau dan bioavtur juga sedang dilakukan. Proyek Garuda Hidrogen Hijau (GH2), misalnya, akan mulai beroperasi pada 2026 dan akan digunakan untuk produksi amonia guna mendukung industri pupuk dalam negeri.

Rencana Ekspor Listrik ke Singapura

Ekspor Listrik Ke Singapura

Salah satu langkah strategis yang diambil pemerintah adalah rencana ekspor listrik tenaga surya ke Singapura. Dengan kapasitas 3,4 GW, proyek ini bernilai investasi US$30-50 miliar dan diperkirakan dapat menambah devisa sebesar US$4-6 miliar per tahun. Namun, narasi yang disampaikan pemerintah sering kali dianggap sebagai “game changer” tanpa mempertimbangkan aspek bisnis secara menyeluruh.

Menurut analisis dari beberapa ekonom, ekspor listrik bukanlah bisnis yang menguntungkan secara signifikan. IRR (Internal Rate of Return) proyek surya biasanya hanya berkisar 6–10 persen, dengan masa kontrak 25–30 tahun. Singapura, sebagai negara yang memiliki pasar karbon dan industri teknologi, justru bisa memperoleh nilai tambah lebih besar dari ekspor listrik ini, seperti hak penghitungan emisi (carbon attribute) dan klaim net-zero korporasi.

Masa Depan Energi Indonesia

Untuk memastikan bahwa transisi energi tidak hanya menjadi komoditas ekspor, Indonesia perlu membangun ekosistem industri yang kuat. Listrik surya seharusnya menjadi input strategis, bukan barang dagangan utama. Nilai terbesar justru muncul bila listrik murah digunakan untuk produksi hidrogen hijau, industri baterai, dan pengolahan mineral beremisi rendah.

Selain itu, kerjasama multilateral dengan negara-negara Asia-Pasifik, termasuk ASEAN dan Australia, sangat penting untuk memperkuat pendanaan transisi energi. Insentif seperti tax holiday dan perbaikan sistem perizinan dapat menarik investor luar negeri. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi produsen energi terbarukan, tetapi juga pusat inovasi dan teknologi hijau.

Kesimpulan

Krisis energi global memang menjadi tantangan bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Namun, dengan kebijakan yang tepat dan visi jangka panjang, Indonesia bisa memanfaatkan potensi energi terbarukan untuk meningkatkan ketahanan energi dan kemandirian ekonomi. Ekspor listrik ke Singapura mungkin menjadi langkah awal, tetapi harus diimbangi dengan strategi yang lebih holistik agar nilai tambah bisa dinikmati oleh rakyat Indonesia sendiri.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10 Perusahaan Investasi Terbesar di Indonesia yang Wajib Diketahui

    10 Perusahaan Investasi Terbesar di Indonesia yang Wajib Diketahui

    • calendar_month Ming, 25 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian Indonesia yang terus berkembang, peran perusahaan investasi menjadi semakin penting. Mereka tidak hanya menjadi motor penggerak ekonomi, tetapi juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk berinvestasi dan memperkuat portofolio keuangan. Berikut adalah daftar 10 perusahaan investasi terbesar di Indonesia yang layak diketahui. Pertama, Bank Rakyat Indonesia (BRI). Sebagai bank terbesar di Indonesia, […]

  • 5 Pengertian Ekonomi Menurut Para Ahli yang Wajib Dipahami

    5 Pengertian Ekonomi Menurut Para Ahli yang Wajib Dipahami

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Ekonomi adalah salah satu ilmu yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks bisnis, ekonomi membantu kita memahami bagaimana sumber daya terbatas digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun, pemahaman tentang pengertian ekonomi tidak hanya berhenti pada definisi umum. Untuk memperdalam pengetahuan, kita perlu melihat pandangan para ahli. Berikut ini adalah 5 pengertian ekonomi menurut para […]

  • Apakah BPJS Ketenagakerjaan Bisa Dicairkan? Ini Penjelasannya

    Apakah BPJS Ketenagakerjaan Bisa Dicairkan? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Pendahuluan BPJS Ketenagakerjaan adalah salah satu program jaminan sosial yang sangat penting bagi pekerja di Indonesia. Salah satu manfaat utama dari BPJS Ketenagakerjaan adalah Jaminan Hari Tua (JHT), yang bisa dicairkan ketika peserta mengalami perubahan status kerja, seperti mengundurkan diri, pensiun, atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun, banyak orang masih bingung apakah JHT ini […]

  • Menteri Ketenagakerjaan Pastikan Batas Waktu Pengumuman UMP 2026

    Menteri Ketenagakerjaan Pastikan Batas Waktu Pengumuman UMP 2026

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian nasional yang terus berkembang, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberikan pernyataan penting terkait jadwal pengumuman Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2026. Dalam berbagai kesempatan, ia memastikan bahwa keputusan akhir akan diumumkan pada tanggal 21 November 2025, sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Hal ini menjadi titik penting bagi para pekerja dan pengusaha […]

  • Cara Mengantisipasi Lonjakan Permintaan Komoditas Jelang Hari Besar Keagamaan

    Cara Mengantisipasi Lonjakan Permintaan Komoditas Jelang Hari Besar Keagamaan

    • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Jelang hari besar keagamaan, seperti Galungan di Bali atau perayaan Natal dan Tahun Baru di berbagai daerah, permintaan terhadap komoditas tertentu sering kali mengalami lonjakan. Hal ini bisa memengaruhi harga, ketersediaan, dan stabilitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memahami cara mengantisipasi dan mengelola situasi ini secara efektif. […]

  • Pengertian dan Peran Institut Keuangan Perbankan dan Informatika Asia Perbanas dalam Pendidikan Bisnis dan Teknologi

    Pengertian dan Peran Institut Keuangan Perbankan dan Informatika Asia Perbanas dalam Pendidikan Bisnis dan Teknologi

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 497
    • 0Komentar

    Institut Keuangan Perbankan dan Informatika Asia Perbanas (IKPIA Perbanas), yang lebih dikenal sebagai Perbanas Institute, merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi ternama di Indonesia yang khusus berfokus pada bidang keuangan, perbankan, dan informatika. Didirikan pada tanggal 23 Oktober 2007, institut ini memiliki sejarah panjang yang dimulai dari Yayasan Pendidikan Perbanas (YPP) yang didirikan pada 19 […]

expand_less