Breaking News
light_mode
Beranda » Makroekonomi » Pemerintah Antisipasi Tekanan Inflasi Musiman Jelang Nataru 2026

Pemerintah Antisipasi Tekanan Inflasi Musiman Jelang Nataru 2026

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
  • visibility 331
  • comment 0 komentar

Jelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pemerintah Indonesia, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY, memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas harga. Upaya ini dilakukan melalui Rapat Koordinasi Daerah dan High Level Meeting (HLM) TPID DIY bertema “Evaluasi Inflasi Tahun 2025 serta Persiapan Pemerintah Daerah DIY dalam Menghadapi HBKN Natal 2025 dan Tahun Baru 2026” yang berlangsung di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Selasa (11/11/2025).

Kehadiran Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kepala Perwakilan BI DIY Sri Darmadi Sudibyo, Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, jajaran Forkopimda, kepala daerah se-DIY, anggota TPID kabupaten/kota, serta para pemangku kepentingan terkait menunjukkan komitmen serius dalam menghadapi potensi inflasi musiman.

Baca Juga: Pemantauan pasokan pangan di pasar tradisional

Inflasi DIY pada Oktober 2025 tercatat sebesar 0,42% (mtm), dengan inflasi tahunan mencapai 2,90% (yoy). Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5% ±1%. Namun, pemerintah tetap waspada karena adanya tekanan inflasi dari komoditas seperti cabai, beras, dan bawang yang mulai mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah.

Untuk menghadapi potensi risiko inflasi jelang Nataru, BI DIY bersama TPID menyiapkan langkah konkret melalui kerangka kerja 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan pemantauan pasokan dan harga pangan, optimalisasi peran BUMD dan Bulog, serta penguatan gerakan sosial yang melibatkan ASN dan masyarakat dalam menyerap kelebihan pasokan pangan lokal.

Sultan HB X dalam arahannya menekankan pentingnya pemetaan daerah surplus produksi untuk menjaga harga di tingkat petani. Ia juga meminta agar laporan hasil HLM TPID dari kabupaten/kota dibuat dalam format yang seragam agar mudah dianalisis. “Ketersediaan stok pangan harus diatur dengan cermat agar tidak menumpuk menjelang panen berikutnya. Kita perlu memastikan distribusi berjalan baik, terutama saat permintaan meningkat pada akhir tahun,” ujar Sultan.

Selain menjaga keseimbangan pasokan dan harga, Gubernur juga menekankan pentingnya peran BUMD dalam memperkuat distribusi dan memastikan ketersediaan komoditas strategis. Kolaborasi antar daerah diharapkan semakin intensif untuk memperkuat rantai pasok pangan lintas wilayah, terutama mengingat posisi DIY sebagai daerah tujuan wisata dengan permintaan pangan yang tinggi.

Pemantauan harga oleh tim pengendali inflasi

Dalam forum tersebut, inovasi pengendalian inflasi berbasis sosial seperti program MRANTASI (Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi) juga menjadi sorotan. Program ini diperluas tidak hanya bagi pedagang pasar, tetapi juga guru dan siswa SMA agar kesadaran menjaga kestabilan harga tumbuh sejak dini. Program ini dinilai efektif membangun partisipasi publik dalam menjaga inflasi daerah tetap terkendali.

Melalui penguatan sinergi lintas lembaga, implementasi kerangka 4K, dan pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) DIY 2025, BI DIY dan pemerintah daerah berkomitmen menjaga laju inflasi agar tetap stabil di kisaran target 2,5% ±1%. Langkah kolektif ini menjadi kunci untuk memastikan kesejahteraan masyarakat DIY tetap terjaga di tengah momentum akhir tahun yang identik dengan peningkatan konsumsi.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, mengimbau pemerintah untuk menjaga pasokan dan distribusi pangan strategis jelang momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, supaya inflasi tetap terkendali dalam sasaran. Dia menjelaskan, sejumlah komoditas pangan telah menunjukkan tekanan musiman menjelang Natal dan tahun baru, di antaranya seperti cabai, beras, dan bawang, yang mulai mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah.

Stok bahan pokok di gudang penyimpanan

Permintaan terhadap telur dan daging ayam memperlihatkan peningkatan, yang diharapkan menjadi efek dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, Yusuf mengingatkan, efek program ini terhadap inflasi perlu dilihat secara hati-hati. Pasalnya, program belum terealisasi penuh dan relatif masih terbatas di sejumlah daerah, sehingga dampaknya terhadap harga sejauh ini belum terlalu besar.

Bank Indonesia (BI) memprediksi tekanan inflasi di Sumatera Selatan (Sumsel) di momen hari besar keagamaan (HKBN) seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 masih akan mengalami kenaikan. Hal ini diprediksi dengan kondisi sejumlah harga pangan yang bergejolak menjelang momen libur panjang dan Nataru 2026. Menurut Kepala BI Sumsel Bambang Pramono, tekanan juga berpotensi berasal dari komoditas volatile food, mengingat periode musim tanam padi dan hortikultura bertepatan dengan musim hujan yang dapat memengaruhi produktivitas.

Petani menanam cabai di sawah

Selain itu, BI Sumsel terus memperkuat koordinasi dan sinergi melalui strategi pengendalian inflasi berbasis 4K, yaitu keterjangkauan harga (K1), ketersediaan pasokan (K2), kelancaran distribusi (K3), dan komunikasi yang efektif (K4). TPID Sumatera Selatan secara rutin melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, distributor, dan produsen untuk memastikan harga sesuai HET serta stok tersedia mencukupi.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil, pemerintah dan lembaga terkait terus berupaya memastikan bahwa inflasi di Indonesia tetap terkendali, khususnya menjelang momen Nataru 2026. Kesiapan yang matang dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

FAQ:

1. Apa yang dimaksud dengan inflasi musiman?

Inflasi musiman merujuk pada kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi secara berkala, biasanya karena permintaan yang meningkat atau pasokan yang terbatas selama masa tertentu, seperti menjelang liburan atau perayaan besar.

2. Bagaimana pemerintah mengantisipasi inflasi musiman?

Pemerintah mengantisipasi inflasi musiman melalui berbagai langkah, seperti memperkuat koordinasi antar lembaga, memantau pasokan dan harga pangan, serta melakukan program pengendalian inflasi berbasis sosial.

3. Apa manfaat dari kerangka kerja 4K dalam pengendalian inflasi?

Kerangka kerja 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan komoditas strategis, terutama menjelang momen tertentu seperti Nataru.

4. Apa peran BUMD dalam pengendalian inflasi?

BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) berperan dalam memperkuat distribusi dan memastikan ketersediaan komoditas strategis, terutama di daerah-daerah yang memiliki permintaan tinggi.

5. Bagaimana masyarakat bisa ikut berkontribusi dalam pengendalian inflasi?

Masyarakat dapat berkontribusi dengan mengikuti program sosial seperti MRANTASI, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kestabilan harga dan memastikan ketersediaan pasokan pangan.

Tag:

PemerintahAntisipasiInflasiMusiman #Nataru2026 #InflasiDIY #PengendalianInflasi #BIIndonesia #TPIDDY #PanganStrategis #InflasiNasional #KomoditasPangan #Kerangka4K

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ciri Ciri E Commerce yang Wajib Anda Ketahui

    Ciri Ciri E Commerce yang Wajib Anda Ketahui

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Ini Dia Ciri-Ciri E-Commerce yang Wajib Anda Ketahui Di era digital saat ini, e-commerce telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Berbelanja online kini menjadi pilihan utama banyak orang karena kemudahan dan fleksibilitasnya. Namun, tidak semua platform e-commerce memiliki ciri-ciri yang sama. Untuk memahami lebih dalam tentang e-commerce, berikut adalah beberapa ciri-ciri yang wajib […]

  • AKBP Dadi Perdana Putra Resmi Jabat Kapolres Pringsewu, Gantikan AKBP M. Yunnus Saputra

    AKBP Dadi Perdana Putra Resmi Jabat Kapolres Pringsewu, Gantikan AKBP M. Yunnus Saputra

    • calendar_month Rab, 5 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 103
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, qPringsewu – Setelah dua tahun memimpin Polres Pringsewu dan menorehkan berbagai capaian, AKBP M. Yunnus Saputra, S.I.K., M.Sc. resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Kapolres Pringsewu. Tongkat estafet kepemimpinan kini diserahkan kepada AKBP Dadi Perdana Putra, S.I.K., M.H., perwira berlatar belakang reserse yang sebelumnya bertugas di Bareskrim Polri. Serah terima jabatan (Sertijab) Kapolres Pringsewu dilaksanakan […]

  • Cara Cek Pajak Online di Banten dengan Mudah dan Akurat

    Cara Cek Pajak Online di Banten dengan Mudah dan Akurat

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Pajak kendaraan bermotor (PKB) adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap pemilik kendaraan. Di Provinsi Banten, khususnya wilayah dengan kode plat “A”, masyarakat kini dapat melakukan pengecekan pajak secara online tanpa perlu repot datang ke kantor Samsat. Proses ini memudahkan warga dalam mengelola kewajiban pajak kendaraannya. Pengertian Pajak Kendaraan Bermotor Pajak kendaraan bermotor adalah pajak […]

  • Cara Cek Bantuan UMKM BNI Terbaru 2024

    Cara Cek Bantuan UMKM BNI Terbaru 2024

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Bantuan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah kepada pelaku usaha kecil di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, program ini menjadi solusi penting bagi para pengusaha mikro yang terdampak oleh berbagai tantangan ekonomi, termasuk pandemi. Salah satu bank yang turut serta dalam penyaluran bantuan ini adalah Bank Negara Indonesia (BNI). […]

  • Apa Perbedaan E-Commerce dan Marketplace? Penjelasan Lengkap untuk Pemula

    Apa Perbedaan E-Commerce dan Marketplace? Penjelasan Lengkap untuk Pemula

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Di era digital yang semakin berkembang, istilah e-commerce dan marketplace sering muncul dalam berbagai diskusi bisnis. Namun, banyak orang masih bingung dengan apa perbedaan e-commerce dan marketplace. Kedua konsep ini memang terkait erat dengan perdagangan online, tetapi memiliki perbedaan mendasar yang penting untuk dipahami. Apa yang Akan Dibahas? Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap mengenai […]

  • Daftar Kota Industri Terbesar di Indonesia dan Peran Mereka dalam Ekonomi Nasional

    Daftar Kota Industri Terbesar di Indonesia dan Peran Mereka dalam Ekonomi Nasional

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 561
    • 0Komentar

    Indonesia, sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, memiliki sejumlah kota industri yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Kota-kota ini tidak hanya menjadi pusat produksi tetapi juga menjadi lokasi strategis bagi pengembangan infrastruktur, investasi asing, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Berikut adalah daftar kota industri terbesar di Indonesia beserta peran mereka […]

expand_less