Pengertian dan Dampak Kebijakan Ekonomi Masa Orde Baru di Indonesia
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Jum, 30 Jan 2026
- visibility 161
- comment 0 komentar

Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto (1966–1998), Indonesia mengalami perubahan signifikan dalam berbagai aspek, termasuk perekonomian. Kebijakan ekonomi yang diterapkan pada era Orde Baru bertujuan untuk menciptakan stabilitas, memacu pertumbuhan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Meskipun kebijakan ini memiliki dampak positif yang signifikan, ia juga membawa tantangan dan masalah struktural yang masih terasa hingga saat ini.
Stabilisasi ekonomi menjadi salah satu fokus utama kebijakan Orde Baru. Sebelumnya, Indonesia menghadapi inflasi tinggi dan ketidakstabilan moneter. Pemerintah berhasil menurunkan inflasi melalui kebijakan moneter yang ketat dan disiplin fiskal. Selain itu, pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, pelabuhan, dan bandara dilakukan secara masif, sehingga meningkatkan konektivitas antar wilayah dan mendukung arus perdagangan.
Salah satu program unggulan Orde Baru adalah Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Repelita menjadi panduan pembangunan yang sistematis dan terencana. Setiap periode Repelita memiliki fokus yang berbeda, mulai dari rehabilitasi ekonomi hingga peningkatan daya saing ekonomi. Program-program ini memberikan arah yang jelas bagi pemerintah dalam pengambilan kebijakan dan alokasi anggaran.
Sektor pertanian juga menjadi prioritas. Program Bimas dan Inmas berhasil meningkatkan produksi beras, sehingga Indonesia mencapai swasembada beras pada 1980-an. Di sisi lain, sektor industri dikembangkan melalui kebijakan substitusi impor dan promosi ekspor. Pemerintah memberikan insentif kepada investor, seperti keringanan pajak dan pembebasan bea masuk, sehingga sektor industri berkembang pesat.
Koperasi juga menjadi bagian penting dari kebijakan ekonomi Orde Baru. Pemerintah memberikan kredit lunak dan pendidikan kepada koperasi sebagai wadah usaha kecil dan menengah. Namun, kinerja koperasi selama era ini masih belum optimal karena berbagai kendala seperti kurangnya modal dan sumber daya manusia.
Dampak positif dari kebijakan ekonomi Orde Baru antara lain pertumbuhan ekonomi yang stabil, penurunan kemiskinan, peningkatan pendapatan per kapita, serta pembangunan infrastruktur yang luas. Namun, ada juga dampak negatif seperti kesenjangan ekonomi yang semakin lebar, korupsi, utang luar negeri yang besar, dan ketergantungan pada investasi asing.
Warisan dari kebijakan ekonomi Orde Baru masih terasa hingga saat ini. Infrastruktur yang dibangun pada masa itu masih menjadi tulang punggung perekonomian, sementara sektor industri tetap menjadi salah satu sektor utama. Namun, masalah seperti korupsi dan ketimpangan ekonomi masih menjadi tantangan yang harus diatasi oleh pemerintah saat ini.

- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar