SoftBank Alihkan Dana Investasi IKN ke Sumatera Barat: Apa yang Perlu Diketahui?
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Sab, 8 Nov 2025
- visibility 148
- comment 0 komentar

Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, sebelumnya menjadi target utama dari berbagai investor global. Salah satunya adalah SoftBank Group Corp, perusahaan investasi ternama asal Jepang. Namun, kabar terbaru menyebutkan bahwa SoftBank memilih untuk mengalihkan dana investasinya dari proyek IKN ke Provinsi Sumatera Barat. Ini menjadi topik yang menarik perhatian publik dan pengamat bisnis.
Menurut Ken Miyauchi, Representative Director & Chairman SoftBank Corp, alasan utama pengalihan ini adalah tingkat pengembalian investasi (Return of Investment/ROI) yang dinilai kurang menguntungkan. “Return of Investment adalah alasan utama kami mundur dari proyek yang dimaksud. Dari segi waktu dan besar return investment itu sendiri,” ujar Ken dalam keterangan tertulisnya.
Meski demikian, SoftBank tetap berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan perusahaan rintisan di Indonesia. Menurut informasi yang disampaikan oleh founder-nya, Masayoshi Son, dana yang sebelumnya direncanakan untuk IKN akan dialihkan ke proyek investasi di tingkat provinsi. Salah satu provinsi yang menjadi target adalah Sumatera Barat.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat merespons dengan antusias terhadap rencana investasi ini. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Adib Alfikri, mengakui bahwa pihaknya sedang menjajaki peluang investasi dari berbagai negara. Meski begitu, ia mengaku heran dengan keputusan SoftBank yang tiba-tiba mengalihkan dana dari IKN ke Sumbar.
“Kok bocor, saya juga heran. Tapi ini mungkin karena informasi yang beredar di kalangan investor,” kata Adib. Ia juga menambahkan bahwa saat ini ada beberapa investor lain yang sedang dijajaki, seperti dari Qatar, Arab, dan Turki.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy, belum mengetahui secara detail tentang keputusan SoftBank tersebut. Ia mengatakan bahwa informasi tersebut belum sampai ke pihaknya. “Belum dicopy (diterima),” ujarnya singkat.
Dalam konteks yang lebih luas, keputusan SoftBank ini juga menjadi bagian dari dinamika investasi di Indonesia. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa alasan SoftBank mundur dari IKN adalah karena model investasi yang tidak adil. “Proposal yang ditawarkan, menurut kami, untung bagi dia, nggak untung ke negara,” jelas Bahlil.
Namun, meskipun ditinggal oleh SoftBank, Bahlil tetap optimis bahwa IKN masih menarik minat banyak investor. Ia menyebutkan bahwa ada banyak investor global yang sudah berkomitmen, seperti dari UEA, China, Eropa, Taiwan, dan Korea Selatan.

Secara keseluruhan, keputusan SoftBank untuk mengalihkan dana investasinya dari IKN ke Sumatera Barat menunjukkan pergeseran strategi dalam dunia investasi. Hal ini juga menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk mempersiapkan diri agar dapat memanfaatkan peluang ini secara optimal. Dengan dukungan dari investor global, Sumatera Barat memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat inovasi dan ekonomi baru di Indonesia.
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar