Breaking News
light_mode
Beranda » Polri » Polda Banten Ungkap Peredaran Rokok Tanpa Pita Cukai, Amankan 89 Bal Rokok Ilegal

Polda Banten Ungkap Peredaran Rokok Tanpa Pita Cukai, Amankan 89 Bal Rokok Ilegal

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Rab, 8 Jul 2026
  • visibility 267
  • comment 0 komentar

Radarekonomi.com, Serang – Polda Banten melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) menggelar konferensi pers pengungkapan tindak pidana peredaran rokok tanpa pita cukai di Ruang Press Conference Bidhumas Polda Banten pada Rabu (08/07).

Konferensi pers dipimpin oleh Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Achiles Hutapea didampingi Wadirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Bronto Budiyono dan Charles Stiven dari Fungsi Pemeriksaan Ahli Pertama Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP Merak.

Dalam keterangannya, Wadirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Bronto Budiyono menjelaskan bahwa pengungkapan kasus bermula pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, saat penyelidik Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Banten menerima penyerahan tiga orang beserta barang bukti dari personel Ditsamapta Polda Banten yang sebelumnya mengamankan dugaan tindak pidana peredaran rokok tanpa pita cukai di Kampung Sanding, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

“Setelah dilakukan penyerahan, penyelidik bersama pemilik tempat melakukan pengecekan ke lokasi dan menemukan sebanyak 89 bal rokok berbagai merek tanpa dilekati pita cukai resmi, dengan total 4.450 slop atau 44.500 bungkus rokok, yang diduga akan diedarkan secara ilegal,” ujar Bronto.

Dari hasil pengungkapan tersebut, petugas mengamankan tiga orang berinisial MA (32), AH (31), dan AT (33) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain mengamankan para terduga, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa 89 bal rokok berbagai merek tanpa pita cukai dengan total 4.450 slop atau 44.500 bungkus rokok, satu unit mobil Isuzu Truck Box Double warna putih nomor polisi B 9327 PXU, tiga unit telepon genggam, empat lembar surat jalan, satu buah kunci mobil, serta tiga buah kunci rumah.

Bronto menerangkan bahwa modus operandi para pelaku adalah menyimpan dan memperdagangkan rokok tanpa pita cukai resmi dengan tujuan memperoleh keuntungan materiil. “Peredaran rokok ilegal tidak hanya merugikan penerimaan negara dari sektor cukai, tetapi juga merusak iklim usaha yang sehat. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan penindakan terhadap setiap bentuk pelanggaran di bidang cukai serta berkoordinasi dengan instansi terkait dalam proses penegakan hukumnya,” jelas Bronto.

Lebih lanjut, Bronto menyampaikan bahwa perkara tersebut diproses berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai dan akan dikoordinasikan dengan pihak Bea Cukai sesuai ketentuan yang berlaku.

Bronto juga mengedukasi masyarakat agar dapat membedakan rokok legal dan rokok ilegal. Menurutnya, rokok legal atau bercukai memiliki pita cukai resmi yang dipasang melintang pada bagian atas kemasan sehingga akan rusak ketika bungkus pertama kali dibuka. Selain itu, kemasan rokok legal mencantumkan identitas pabrik, jumlah batang, serta peringatan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. “Sementara itu, rokok ilegal atau rokok tanpa cukai tidak memiliki pita cukai sama sekali. Umumnya kualitas cetak kemasan lebih rendah, informasi produsen tidak lengkap, dan dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan rokok legal sejenis. Masyarakat perlu lebih teliti sebelum membeli agar tidak ikut mendukung peredaran barang ilegal,” terang Bronto.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Achiles Hutapea mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam membeli produk rokok dan tidak tergiur dengan harga yang jauh di bawah harga pasaran. “Kami mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas dengan membeli rokok yang memiliki pita cukai resmi. Apabila menemukan dugaan peredaran rokok ilegal, segera laporkan kepada kepolisian atau instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam melindungi penerimaan negara sekaligus menciptakan iklim usaha yang sehat,” tutup Maruli. JG

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • contoh laporan kunjungan industri yang lengkap dan mudah dipahami

    contoh laporan kunjungan industri yang lengkap dan mudah dipahami

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 975
    • 0Komentar

    Contoh Laporan Kunjungan Industri yang LENGKAP dan Mudah Dipahami Kunjungan industri merupakan salah satu kegiatan penting dalam dunia pendidikan, khususnya bagi siswa SMK atau mahasiswa yang sedang mempelajari bidang teknik, bisnis, atau manajemen. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memberikan wawasan langsung tentang proses produksi, sistem manajemen, serta cara kerja di lingkungan industri. Setelah melakukan […]

  • Kredit UMKM Masih Tumbuh Lambat Sepanjang Tahun 2025: Analisis dan Prognosis

    Kredit UMKM Masih Tumbuh Lambat Sepanjang Tahun 2025: Analisis dan Prognosis

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 423
    • 0Komentar

    Pertumbuhan kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia masih terlihat melambat sepanjang tahun 2025. Meskipun pemerintah dan otoritas keuangan berupaya keras untuk mendorong peningkatan akses kredit bagi pelaku usaha kecil, angka pertumbuhan kredit UMKM pada September 2025 hanya mencapai 0,23% secara year on year (yoy). Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan […]

  • Cara Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah dan Benar

    Cara Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah dan Benar

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 520
    • 0Komentar

    Pada masa kerja, BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh setiap pekerja. Namun, terkadang ada situasi di mana seseorang perlu menonaktifkan status kepesertaannya, baik karena sudah tidak bekerja lagi atau alasan lainnya. Jika tidak segera dinonaktifkan, bisa berdampak pada pembayaran iuran bulanan yang tidak perlu. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui […]

  • Pajak Properti: Kontribusi Penting bagi Pendapatan Daerah

    Pajak Properti: Kontribusi Penting bagi Pendapatan Daerah

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Pajak properti menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi pemerintah daerah di Indonesia. Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan perkembangan infrastruktur, pajak properti tidak hanya berperan sebagai alat pengumpulan dana tetapi juga sebagai bentuk keadilan dalam pembangunan. Dalam artikel ini, kita akan membahas peran pajak properti dalam mendukung perekonomian daerah serta bagaimana kontribusinya terhadap anggaran […]

  • Polda Banten Sampaikan Update Temuan Jasad di Baros, Identitas Menunggu Hasil Lab

    Polda Banten Sampaikan Update Temuan Jasad di Baros, Identitas Menunggu Hasil Lab

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Serang – Polda Banten sampaikan Update terkait penemuan jasad di area perkebunan tanah bengkok milik Desa Panyirapan, tepatnya di Kampung Sikupa, Desa Taman Sari, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Minggu (27/09). Dalam kesempatannya, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, jasad tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki. […]

  • Badan Narkotika Nasional (BNN) RI memusnahkan sejumlah barang bukti narkotika hasil penanganan 21 kasus dengan 25 tersangka di Kantor BNN RI

    Badan Narkotika Nasional (BNN) RI memusnahkan sejumlah barang bukti narkotika hasil penanganan 21 kasus dengan 25 tersangka di Kantor BNN RI

    • calendar_month Rab, 23 Sep 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Pemusnahan dilakukan dengan memasukkan barang bukti ke dalam mesin pembakar. Barang bukti yang dimusnahkan meliputi sabu seberat 29.613,81 gram, sabu cair sebanyak 2,02 ton, ganja 4.156,81 gram, daun ganja 10,65 gram, tembakau sintetis 61,01 gram, MDME 98,94 gram, serta etomidate sebanyak 437,5 mililiter. Proses pemusnahan dihadiri Kepala BNN RI Suyudi Ario […]

expand_less