Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Transisi Energi Panas Bumi Didorong Berkelanjutan, Perlindungan Hak Masyarakat Jadi Sorotan

Transisi Energi Panas Bumi Didorong Berkelanjutan, Perlindungan Hak Masyarakat Jadi Sorotan

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sen, 31 Agu 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar

Radarekonomi.com, JAKARTA  — Pengembangan energi panas bumi atau geothermal dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam agenda transisi energi Indonesia. Namun, pembangunan sektor tersebut dinilai perlu berjalan seiring dengan perlindungan hak masyarakat, masyarakat adat, pekerja, serta kelestarian lingkungan.

Hal itu mengemuka dalam diskusi yang membahas transisi energi berkelanjutan dan solusi terhadap persoalan bisnis serta hak asasi manusia (HAM), Senin (31/8/2026).

 

Dalam diskusi tersebut, peneliti sektor bisnis dan HAM, Zaid, menyoroti besarnya potensi panas bumi Indonesia. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum, Indonesia memiliki potensi panas bumi sekitar 24 GW, atau sekitar 40 persen dari potensi panas bumi dunia.

 

Potensi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mengembangkan energi yang lebih berkelanjutan. Namun, pengembangan proyek geothermal di lapangan tidak selalu berjalan tanpa persoalan.

 

“Bagaimana regulasi yang ada mampu memastikan penggunaan panas bumi sebagai sumber daya energi yang sangat diperlukan juga mampu memenuhi hak-hak masyarakat,” menjadi salah satu pertanyaan penting yang mengemuka dalam diskusi.

 

Konflik Bisnis dan HAM

 

Persoalan hubungan antara korporasi, pemerintah dan masyarakat menjadi perhatian utama. Dalam pemaparan disebutkan adanya data mengenai ratusan dugaan pelanggaran HAM yang berkaitan dengan sektor korporasi, termasuk perusahaan milik negara maupun daerah.

 

Konflik tersebut disebut dapat berkaitan dengan persoalan ketenagakerjaan, penguasaan serta pemanfaatan sumber daya alam, lingkungan hidup, hingga perebutan ruang hidup antara masyarakat dan perusahaan.

 

Karena itu, pembangunan proyek energi dinilai tidak cukup hanya melihat aspek investasi dan peningkatan kapasitas listrik. Pemerintah dan pelaku usaha juga perlu memastikan adanya perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak.

 

Diskusi juga menyoroti pentingnya penerapan prinsip Bisnis dan HAM, terutama tiga pilar utama yang dikenal secara internasional, yakni perlindungan, penghormatan, dan pemulihan (remedy).

 

Negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi hak masyarakat. Sementara perusahaan memiliki tanggung jawab untuk menghormati HAM dalam seluruh rangkaian kegiatan usahanya. Jika terjadi pelanggaran, masyarakat juga harus mendapatkan akses terhadap mekanisme pemulihan.

 

Regulasi Dinilai Perlu Terintegrasi

 

Persoalan lain yang disoroti adalah banyaknya instrumen penilaian yang dimiliki kementerian maupun lembaga pemerintah. Masing-masing sektor mempunyai mekanisme pengawasan sendiri, mulai dari lingkungan hidup hingga ketenagakerjaan.

 

Namun, banyaknya instrumen tersebut dinilai belum otomatis menjamin adanya satu mekanisme yang efektif untuk melihat dampak kegiatan usaha secara menyeluruh.

 

Karena itu, diperlukan instrumen uji tuntas yang lebih terintegrasi sehingga aspek lingkungan, HAM, ketenagakerjaan, masyarakat adat, serta dampak sosial dapat dinilai secara bersamaan.

 

Dalam forum tersebut juga disinggung perkembangan kebijakan Bisnis dan HAM di Indonesia, termasuk peran Komnas HAM serta berbagai kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk memperkuat penerapan prinsip HAM dalam kegiatan usaha.

 

Pemanfaatan Panas Bumi Harus Libatkan Masyarakat

 

Sementara itu, Ketua Umum daerah penghasil panas bumi yang turut memberikan pandangan menilai pemanfaatan panas bumi sebenarnya telah memberikan manfaat ekonomi di sejumlah daerah.

 

Pemanfaatan langsung panas bumi, misalnya untuk kawasan wisata air panas, disebut telah menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah.

 

Namun, pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) membutuhkan tata kelola yang lebih komprehensif. Pemerintah daerah juga perlu memiliki kejelasan mengenai kewenangan, mekanisme investasi, manfaat ekonomi, serta hubungan antara pemerintah pusat dan daerah.

 

Ia menekankan agar pengembangan panas bumi tidak hanya berorientasi pada pembangunan pembangkit listrik, tetapi juga memperhatikan masyarakat di sekitar wilayah proyek.

 

“Bagaimana proyek ini berjalan dan bagaimana masyarakatnya,” menjadi salah satu pokok pertanyaan yang perlu dijawab bersama.

 

Transisi Energi Jangan Mengorbankan Hak Warga

 

Forum tersebut pada akhirnya menegaskan bahwa transisi energi merupakan kebutuhan Indonesia. Ketergantungan terhadap energi fosil secara bertahap perlu dikurangi, sementara sumber energi alternatif seperti panas bumi memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

 

Namun, percepatan transisi energi tidak boleh mengabaikan hak masyarakat.

 

Pengembangan geothermal harus dilakukan dengan prinsip transparansi, partisipasi publik, perlindungan lingkungan, kepastian hukum, serta penghormatan terhadap hak masyarakat dan masyarakat adat.

Dengan demikian, transisi energi tidak hanya menghasilkan tambahan kapasitas listrik dan investasi, tetapi juga memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat di wilayah penghasil energi.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Perbedaan Investasi dan Menabung? Ini Penjelasan Lengkap untuk Pemula

    Apa Perbedaan Investasi dan Menabung? Ini Penjelasan Lengkap untuk Pemula

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Pada era modern ini, istilah “investasi” dan “menabung” sering digunakan dalam pengelolaan keuangan. Namun, banyak orang masih bingung dengan apa yang dimaksudkan oleh kedua istilah tersebut. Padahal, memahami perbedaan investasi dan menabung sangat penting untuk merencanakan keuangan secara bijak dan mencapai tujuan finansial jangka panjang. Menabung dan investasi memiliki tujuan yang berbeda, risiko yang berbeda, […]

  • Tugas dan Peran Mentri Investasi serta Kepala BKPM di Indonesia

    Tugas dan Peran Mentri Investasi serta Kepala BKPM di Indonesia

    • calendar_month Ming, 7 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang, posisi Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi salah satu elemen penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tugas dan peran mereka tidak hanya sebatas pada pengelolaan investasi, tetapi juga mencakup strategi jangka panjang untuk memastikan keseimbangan antara jumlah investasi dan kualitasnya. Menteri Investasi dan Kepala […]

  • Cara Mengantisipasi Lonjakan Permintaan Komoditas Jelang Hari Besar Keagamaan

    Cara Mengantisipasi Lonjakan Permintaan Komoditas Jelang Hari Besar Keagamaan

    • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Jelang hari besar keagamaan, seperti Galungan di Bali atau perayaan Natal dan Tahun Baru di berbagai daerah, permintaan terhadap komoditas tertentu sering kali mengalami lonjakan. Hal ini bisa memengaruhi harga, ketersediaan, dan stabilitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memahami cara mengantisipasi dan mengelola situasi ini secara efektif. […]

  • OJK Mendorong SJK yang Resilien untuk Mendukung Ketahanan Ekonomi Nasional

    OJK Mendorong SJK yang Resilien untuk Mendukung Ketahanan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) nasional. Dengan kondisi ekonomi yang masih menghadapi tekanan dari berbagai belahan dunia, OJK menyatakan bahwa sistem keuangan Indonesia tetap tangguh dan mampu menjadi penopang utama ketahanan ekonomi nasional. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra […]

  • Cara Nonton Video dan Dapat Uang: Apakah Bisa Dilakukan Sekarang?

    Cara Nonton Video dan Dapat Uang: Apakah Bisa Dilakukan Sekarang?

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Di era digital yang semakin berkembang, hobi menonton video di ponsel tidak hanya sekadar mengisi waktu luang. Kini, ada banyak cara untuk mengubah aktivitas ini menjadi sumber penghasilan tambahan. Salah satu konsep yang sedang tren adalah “nonton video dapat uang”, yang menawarkan peluang bagi pengguna untuk mendapatkan uang tunai atau reward berupa saldo e-wallet hanya […]

  • Polda Banten Gagalkan Pengiriman 150 Ribu Benih Bening Lobster, Satu Truk Diamankan

    Polda Banten Gagalkan Pengiriman 150 Ribu Benih Bening Lobster, Satu Truk Diamankan

    • calendar_month Ming, 6 Sep 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Serang – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten menggagalkan upaya pengiriman sebanyak 150.000 ekor Benih Bening Lobster (BBL) yang diduga akan dikirim dari wilayah Banten menuju Palembang, Sumatera Selatan. Pengungkapan tersebut dilakukan pada Jumat, 4 September 2026 sekitar pukul 14.30 WIB di Jalan Tol Jakarta–Merak Km 71, Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, […]

expand_less