Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » OJK Mendorong SJK yang Resilien untuk Mendukung Ketahanan Ekonomi Nasional

OJK Mendorong SJK yang Resilien untuk Mendukung Ketahanan Ekonomi Nasional

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
  • visibility 184
  • comment 0 komentar

Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) nasional. Dengan kondisi ekonomi yang masih menghadapi tekanan dari berbagai belahan dunia, OJK menyatakan bahwa sistem keuangan Indonesia tetap tangguh dan mampu menjadi penopang utama ketahanan ekonomi nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK di Jakarta, menyampaikan bahwa meskipun ada perlambatan aktivitas ekonomi di beberapa kawasan, prospek pertumbuhan global menunjukkan perbaikan. Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) melalui World Economic Outlook edisi Oktober 2025 merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia, seiring dengan tercapainya kesepakatan perdagangan global dan kebijakan moneter yang lebih akomodatif di sejumlah negara.

Perkembangan Ekonomi Global

Di Amerika Serikat, kinerja ekonomi tercatat melemah akibat tekanan di pasar tenaga kerja, berlanjutnya government shutdown, serta meningkatnya kasus gagal bayar beberapa perusahaan besar. Namun, The Federal Reserve diperkirakan akan kembali menurunkan suku bunga acuan pada Desember 2025 guna menjaga momentum pertumbuhan. Di Tiongkok, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2025 melambat, dipicu oleh konsumsi rumah tangga yang tertahan dan kinerja sektor properti yang melemah. Penjualan ritel dan permintaan domestik tercatat di bawah ekspektasi pasar.

Sementara itu, kawasan Eropa juga menghadapi tantangan dengan stagnasi pada sisi permintaan dan penawaran. Risiko kawasan meningkat seiring gejolak di pasar keuangan Prancis akibat instabilitas politik dan penurunan peringkat utang negara tersebut yang didorong oleh memburuknya kondisi fiskal.

Ekonomi Domestik Tetap Solid

Di dalam negeri, OJK menilai perekonomian Indonesia tetap solid di tengah tekanan global. Pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan III-2025 tercatat sebesar 5,04 persen (yoy), dengan aktivitas manufaktur yang terus berada di zona ekspansi. Namun, OJK mencermati bahwa permintaan domestik masih memerlukan dukungan tambahan. Hal ini terlihat dari moderasi inflasi inti, penurunan tingkat kepercayaan konsumen, serta perlambatan penjualan ritel, semen, dan kendaraan bermotor.

“Fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dengan stabilitas sektor jasa keuangan yang terjaga. Namun, perlu terus diperkuat sinergi kebijakan antara otoritas fiskal, moneter, dan sektor keuangan untuk menjaga momentum pertumbuhan,” tulis OJK dalam keterangannya.

Menopang Ketahanan Ekonomi Nasional

OJK menekankan pentingnya peran sektor jasa keuangan sebagai penopang utama ketahanan ekonomi nasional. Dengan kondisi perbankan yang likuid, pasar modal yang terjaga, dan industri keuangan nonbank yang tetap stabil, sistem keuangan Indonesia dinilai memiliki daya tahan yang baik menghadapi ketidakpastian global.

Ke depan, OJK akan terus memperkuat pengawasan dan koordinasi kebijakan guna memastikan sektor keuangan tetap stabil serta berkontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, OJK juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan agar masyarakat dapat lebih memahami dan memanfaatkan layanan keuangan secara efektif.

Kinerja Pasar Modal dan Investasi

Pasar modal domestik pada Oktober 2025 melanjutkan tren positif, didukung oleh membaiknya sentimen perekonomian dan pasar keuangan global serta tetap terjaganya kinerja perekonomian domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir bulan Oktober ditutup di level 8.163,88, terapresiasi 1,28 persen mtm atau 15,31 persen ytd. IHSG maupun nilai kapitalisasi pasar saham pada Oktober 2025 ini sempat mencatatkan posisi All-Time High, di mana IHSG mencapai level 8.274,34 pada 23 Oktober 2025, dan kapitalisasi pasar mencapai Rp15.560 triliun pada 10 Oktober 2025.

Likuiditas transaksi saham juga terpantau melanjutkan peningkatan. Hal ini terlihat dari Rerata Nilai Transaksi Harian (RNTH) saham pada Oktober 2025 yang membukukan rekor All-Time High, dengan nilai RNTH sebesar Rp25,06 triliun. Adapun secara ytd per akhir Oktober 2025, RNTH saham tercatat sebesar Rp16,62 triliun, meningkat dibandingkan angka RNTH tahun 2024 (Rp12,85 triliun). Peningkatan nilai RNTH tersebut turut dikontribusikan oleh investor individu domestik.

Langkah Strategis OJK

Dalam rangka memperkuat sistem keuangan, OJK telah melakukan berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah memperkuat pengawasan terhadap lembaga keuangan dan menjaga keterbukaan informasi untuk meningkatkan kepercayaan publik. Selain itu, OJK juga aktif dalam memberikan pelatihan dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya literasi keuangan.

Selain itu, OJK juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Bank Indonesia dan pemerintah dalam merancang kebijakan yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Dengan adanya sinergi yang kuat antara lembaga-lembaga tersebut, OJK percaya bahwa sistem keuangan Indonesia akan semakin tangguh dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

FAQ

Apa tujuan utama OJK dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan?

Tujuan utama OJK adalah menjaga stabilitas sistem keuangan nasional agar dapat mendukung ketahanan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Bagaimana OJK memastikan sektor jasa keuangan tetap stabil?

OJK melakukan pengawasan intensif terhadap lembaga keuangan, memperkuat regulasi, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Apakah perekonomian Indonesia masih solid di tengah tekanan global?

Ya, perekonomian Indonesia masih tergolong solid dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,04 persen pada triwulan III-2025.

Apa peran sektor jasa keuangan dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional?

Sektor jasa keuangan berperan sebagai penopang utama ketahanan ekonomi nasional dengan menjaga likuiditas, stabilitas pasar modal, dan keandalan industri keuangan nonbank.

Bagaimana kinerja pasar modal Indonesia pada 2025?

Pasar modal Indonesia pada 2025 menunjukkan tren positif dengan indeks IHSG yang terus naik dan peningkatan likuiditas transaksi saham.


Tag:

OJK #SektorJasaKeuangan #KetahananEkonomiNasional #PasarModal #InklusiKeuangan #StabilitasEkonomi #PertumbuhanEkonomi #LiterasiKeuangan #RegulasiKeuangan

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Itu Layanan Perbankan yang Dilakukan dengan Menggunakan Internet?

    Apa Itu Layanan Perbankan yang Dilakukan dengan Menggunakan Internet?

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Di tengah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, layanan perbankan kini tidak lagi terbatas pada kunjungan fisik ke bank. Sebaliknya, nasabah dapat mengakses berbagai transaksi keuangan secara online melalui internet. Layanan ini dikenal sebagai Internet Banking atau e-Banking, yang menjadi salah satu inovasi penting dalam dunia perbankan modern. Internet Banking adalah layanan perbankan digital yang memungkinkan […]

  • Kelebihan dan Kekurangan Investasi Emas yang Wajib Diketahui

    Kelebihan dan Kekurangan Investasi Emas yang Wajib Diketahui

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Investasi emas selama ini menjadi pilihan utama bagi banyak orang, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang. Sebagai salah satu aset yang stabil dan memiliki nilai tukar yang relatif tetap, emas menawarkan berbagai keunggulan, namun juga memiliki beberapa kelemahan. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai kelebihan dan kekurangan investasi emas. Kelebihan Investasi Emas Harga Emas […]

  • Pengertian Ekonomi Mikro dan Makro: Perbedaan serta Contoh Terlengkap

    Pengertian Ekonomi Mikro dan Makro: Perbedaan serta Contoh Terlengkap

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Dalam dunia bisnis, pemahaman tentang ilmu ekonomi sangat penting. Dua cabang utama yang sering dibahas adalah ekonomi mikro dan makro. Kedua konsep ini memiliki perbedaan signifikan, namun keduanya saling terkait dan berperan dalam membentuk perekonomian suatu negara. Untuk itu, mari kita bahas secara lengkap pengertian ekonomi mikro dan makro, serta perbedaannya. Pengertian Ekonomi Mikro Ekonomi […]

  • KSSK Memperkuat Sinergi dan Koordinasi Kebijakan Antar Otoritas: Tantangan dan Peluang

    KSSK Memperkuat Sinergi dan Koordinasi Kebijakan Antar Otoritas: Tantangan dan Peluang

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan antar otoritas. Dengan berbagai tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, peran KSSK menjadi semakin krusial dalam menghadapi dinamika pasar keuangan dan memastikan perekonomian tetap stabil. Pada awal tahun 2025, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan perombakan struktur […]

  • Nonresiden Catat Jual Neto Rp4,58 Triliun pada Minggu I November 2025

    Nonresiden Catat Jual Neto Rp4,58 Triliun pada Minggu I November 2025

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Pasar keuangan Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Bank Indonesia (BI) melaporkan adanya aliran modal asing yang keluar bersih sebesar Rp4,58 triliun pada pekan pertama November 2025. Angka ini mencerminkan dinamika yang terjadi di pasar keuangan domestik, khususnya dalam dua instrumen utama, yaitu Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Meski ada arus […]

  • Ketua Umum PERADI Profesional Prof Dr Harris Arthur Haedar SH, MH: Organisasi ini telah memperoleh legitimasi penuh dari negara

    Ketua Umum PERADI Profesional Prof Dr Harris Arthur Haedar SH, MH: Organisasi ini telah memperoleh legitimasi penuh dari negara

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Jakarta – Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional atau PERADI Profesional resmi dikukuhkan melalui pelantikan pengurus di Fairmont Hotel Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026. Pengukuhan tersebut menandai upaya menghadirkan standar baru profesi advokat yang lebih adaptif, modern, dan berorientasi pada kualitas. Ketua Umum PERADI Profesional Harris Arthur Haedar mengatakan organisasi tersebut telah memperoleh legitimasi negara melalui Keputusan […]

expand_less