Breaking News
light_mode
Beranda » Makroekonomi » Pemerintah Antisipasi Tekanan Inflasi Musiman Jelang Nataru 2026

Pemerintah Antisipasi Tekanan Inflasi Musiman Jelang Nataru 2026

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
  • visibility 261
  • comment 0 komentar

Jelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pemerintah Indonesia, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY, memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas harga. Upaya ini dilakukan melalui Rapat Koordinasi Daerah dan High Level Meeting (HLM) TPID DIY bertema “Evaluasi Inflasi Tahun 2025 serta Persiapan Pemerintah Daerah DIY dalam Menghadapi HBKN Natal 2025 dan Tahun Baru 2026” yang berlangsung di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Selasa (11/11/2025).

Kehadiran Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kepala Perwakilan BI DIY Sri Darmadi Sudibyo, Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, jajaran Forkopimda, kepala daerah se-DIY, anggota TPID kabupaten/kota, serta para pemangku kepentingan terkait menunjukkan komitmen serius dalam menghadapi potensi inflasi musiman.

Baca Juga: Pemantauan pasokan pangan di pasar tradisional

Inflasi DIY pada Oktober 2025 tercatat sebesar 0,42% (mtm), dengan inflasi tahunan mencapai 2,90% (yoy). Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5% ±1%. Namun, pemerintah tetap waspada karena adanya tekanan inflasi dari komoditas seperti cabai, beras, dan bawang yang mulai mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah.

Untuk menghadapi potensi risiko inflasi jelang Nataru, BI DIY bersama TPID menyiapkan langkah konkret melalui kerangka kerja 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan pemantauan pasokan dan harga pangan, optimalisasi peran BUMD dan Bulog, serta penguatan gerakan sosial yang melibatkan ASN dan masyarakat dalam menyerap kelebihan pasokan pangan lokal.

Sultan HB X dalam arahannya menekankan pentingnya pemetaan daerah surplus produksi untuk menjaga harga di tingkat petani. Ia juga meminta agar laporan hasil HLM TPID dari kabupaten/kota dibuat dalam format yang seragam agar mudah dianalisis. “Ketersediaan stok pangan harus diatur dengan cermat agar tidak menumpuk menjelang panen berikutnya. Kita perlu memastikan distribusi berjalan baik, terutama saat permintaan meningkat pada akhir tahun,” ujar Sultan.

Selain menjaga keseimbangan pasokan dan harga, Gubernur juga menekankan pentingnya peran BUMD dalam memperkuat distribusi dan memastikan ketersediaan komoditas strategis. Kolaborasi antar daerah diharapkan semakin intensif untuk memperkuat rantai pasok pangan lintas wilayah, terutama mengingat posisi DIY sebagai daerah tujuan wisata dengan permintaan pangan yang tinggi.

Pemantauan harga oleh tim pengendali inflasi

Dalam forum tersebut, inovasi pengendalian inflasi berbasis sosial seperti program MRANTASI (Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi) juga menjadi sorotan. Program ini diperluas tidak hanya bagi pedagang pasar, tetapi juga guru dan siswa SMA agar kesadaran menjaga kestabilan harga tumbuh sejak dini. Program ini dinilai efektif membangun partisipasi publik dalam menjaga inflasi daerah tetap terkendali.

Melalui penguatan sinergi lintas lembaga, implementasi kerangka 4K, dan pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) DIY 2025, BI DIY dan pemerintah daerah berkomitmen menjaga laju inflasi agar tetap stabil di kisaran target 2,5% ±1%. Langkah kolektif ini menjadi kunci untuk memastikan kesejahteraan masyarakat DIY tetap terjaga di tengah momentum akhir tahun yang identik dengan peningkatan konsumsi.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, mengimbau pemerintah untuk menjaga pasokan dan distribusi pangan strategis jelang momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, supaya inflasi tetap terkendali dalam sasaran. Dia menjelaskan, sejumlah komoditas pangan telah menunjukkan tekanan musiman menjelang Natal dan tahun baru, di antaranya seperti cabai, beras, dan bawang, yang mulai mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah.

Stok bahan pokok di gudang penyimpanan

Permintaan terhadap telur dan daging ayam memperlihatkan peningkatan, yang diharapkan menjadi efek dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, Yusuf mengingatkan, efek program ini terhadap inflasi perlu dilihat secara hati-hati. Pasalnya, program belum terealisasi penuh dan relatif masih terbatas di sejumlah daerah, sehingga dampaknya terhadap harga sejauh ini belum terlalu besar.

Bank Indonesia (BI) memprediksi tekanan inflasi di Sumatera Selatan (Sumsel) di momen hari besar keagamaan (HKBN) seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 masih akan mengalami kenaikan. Hal ini diprediksi dengan kondisi sejumlah harga pangan yang bergejolak menjelang momen libur panjang dan Nataru 2026. Menurut Kepala BI Sumsel Bambang Pramono, tekanan juga berpotensi berasal dari komoditas volatile food, mengingat periode musim tanam padi dan hortikultura bertepatan dengan musim hujan yang dapat memengaruhi produktivitas.

Petani menanam cabai di sawah

Selain itu, BI Sumsel terus memperkuat koordinasi dan sinergi melalui strategi pengendalian inflasi berbasis 4K, yaitu keterjangkauan harga (K1), ketersediaan pasokan (K2), kelancaran distribusi (K3), dan komunikasi yang efektif (K4). TPID Sumatera Selatan secara rutin melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, distributor, dan produsen untuk memastikan harga sesuai HET serta stok tersedia mencukupi.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil, pemerintah dan lembaga terkait terus berupaya memastikan bahwa inflasi di Indonesia tetap terkendali, khususnya menjelang momen Nataru 2026. Kesiapan yang matang dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

FAQ:

1. Apa yang dimaksud dengan inflasi musiman?

Inflasi musiman merujuk pada kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi secara berkala, biasanya karena permintaan yang meningkat atau pasokan yang terbatas selama masa tertentu, seperti menjelang liburan atau perayaan besar.

2. Bagaimana pemerintah mengantisipasi inflasi musiman?

Pemerintah mengantisipasi inflasi musiman melalui berbagai langkah, seperti memperkuat koordinasi antar lembaga, memantau pasokan dan harga pangan, serta melakukan program pengendalian inflasi berbasis sosial.

3. Apa manfaat dari kerangka kerja 4K dalam pengendalian inflasi?

Kerangka kerja 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan komoditas strategis, terutama menjelang momen tertentu seperti Nataru.

4. Apa peran BUMD dalam pengendalian inflasi?

BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) berperan dalam memperkuat distribusi dan memastikan ketersediaan komoditas strategis, terutama di daerah-daerah yang memiliki permintaan tinggi.

5. Bagaimana masyarakat bisa ikut berkontribusi dalam pengendalian inflasi?

Masyarakat dapat berkontribusi dengan mengikuti program sosial seperti MRANTASI, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kestabilan harga dan memastikan ketersediaan pasokan pangan.

Tag:

PemerintahAntisipasiInflasiMusiman #Nataru2026 #InflasiDIY #PengendalianInflasi #BIIndonesia #TPIDDY #PanganStrategis #InflasiNasional #KomoditasPangan #Kerangka4K

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Perbedaan Antara Tabungan dan Investasi? Ini Penjelasan Lengkapnya

    Apa Perbedaan Antara Tabungan dan Investasi? Ini Penjelasan Lengkapnya

    • calendar_month Ming, 7 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Dalam mengelola keuangan pribadi, dua istilah yang sering muncul adalah tabungan dan investasi. Meski keduanya terkait dengan pengelolaan uang, apa perbedaan antara tabungan dan investasi? Memahami perbedaan ini sangat penting agar kamu bisa membuat keputusan finansial yang tepat sesuai dengan tujuan dan kondisi keuanganmu. Pada dasarnya, tabungan adalah cara sederhana untuk menyimpan uang dalam bentuk […]

  • Profil dan Aktivitas PT Industri Asia Indoparts Terkini

    Profil dan Aktivitas PT Industri Asia Indoparts Terkini

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 300
    • 0Komentar

    PT Industri Asia Indoparts adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri otomotif, khususnya dalam penyediaan suku cadang kendaraan. Meskipun tidak secara eksplisit disebutkan dalam referensi, nama ini sering dikaitkan dengan merek INDOPARTS yang dikenal sebagai penyedia suku cadang berkualitas dengan harga terjangkau. Dalam konteks bisnis Indonesia, perusahaan ini memiliki peran penting dalam memenuhi […]

  • Upaya Mengembangkan Ekonomi Kreatif di Indonesia: Strategi dan Contoh Nyata

    Upaya Mengembangkan Ekonomi Kreatif di Indonesia: Strategi dan Contoh Nyata

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang, ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang menawarkan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai upaya dilakukan untuk mengembangkan ekonomi kreatif, baik dari pihak pemerintah, lembaga pendidikan, maupun komunitas lokal. Salah satu bentuk nyata dari upaya ini adalah melalui program kerja kuliah (kkn) yang […]

  • BI Berupaya Jaga Yield SBN Tetap Menarik Bagi Investor Asing: Analisis Terkini

    BI Berupaya Jaga Yield SBN Tetap Menarik Bagi Investor Asing: Analisis Terkini

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian nasional yang terus bergerak, Bank Indonesia (BI) kembali memperkuat langkah-langkahnya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Salah satu fokus utama BI adalah menjaga agar yield Surat Berharga Negara (SBN) tetap menarik bagi investor asing. Langkah ini penting karena SBN menjadi salah satu instrumen utama dalam mendukung kebijakan moneter dan stabilisasi nilai tukar […]

  • Profil dan Perkembangan PT Sinar Mas Andana Industri Terkini

    Profil dan Perkembangan PT Sinar Mas Andana Industri Terkini

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    PT Sinar Mas Andana Industri (SMAI) adalah salah satu entitas dari grup Sinar Mas yang bergerak di bidang industri. Meski tidak secara eksplisit disebut dalam referensi yang tersedia, konsep “Sinar Mas Andana” bisa merujuk pada keterlibatan grup ini dalam sektor industri, termasuk pengelolaan hutan tanaman industri, produksi pulp dan kertas, serta kegiatan agribisnis. Dalam konteks […]

  • Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2022 yang Harus Diketahui

    Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2022 yang Harus Diketahui

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2022 yang Harus Diketahui Pada tahun 2022, aturan pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan mengalami perubahan. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2022 sebelumnya menyebutkan bahwa JHT hanya bisa dicairkan ketika pekerja mencapai usia 56 tahun atau pensiun. Namun, setelah mendapat penolakan dari berbagai kalangan pekerja dan serikat buruh, […]

expand_less