Breaking News
light_mode
Beranda » Makroekonomi » Pemerintah Antisipasi Tekanan Inflasi Musiman Jelang Nataru 2026

Pemerintah Antisipasi Tekanan Inflasi Musiman Jelang Nataru 2026

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
  • visibility 150
  • comment 0 komentar

Jelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pemerintah Indonesia, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY, memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas harga. Upaya ini dilakukan melalui Rapat Koordinasi Daerah dan High Level Meeting (HLM) TPID DIY bertema “Evaluasi Inflasi Tahun 2025 serta Persiapan Pemerintah Daerah DIY dalam Menghadapi HBKN Natal 2025 dan Tahun Baru 2026” yang berlangsung di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Selasa (11/11/2025).

Kehadiran Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kepala Perwakilan BI DIY Sri Darmadi Sudibyo, Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, jajaran Forkopimda, kepala daerah se-DIY, anggota TPID kabupaten/kota, serta para pemangku kepentingan terkait menunjukkan komitmen serius dalam menghadapi potensi inflasi musiman.

Baca Juga: Pemantauan pasokan pangan di pasar tradisional

Inflasi DIY pada Oktober 2025 tercatat sebesar 0,42% (mtm), dengan inflasi tahunan mencapai 2,90% (yoy). Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5% ±1%. Namun, pemerintah tetap waspada karena adanya tekanan inflasi dari komoditas seperti cabai, beras, dan bawang yang mulai mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah.

Untuk menghadapi potensi risiko inflasi jelang Nataru, BI DIY bersama TPID menyiapkan langkah konkret melalui kerangka kerja 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan pemantauan pasokan dan harga pangan, optimalisasi peran BUMD dan Bulog, serta penguatan gerakan sosial yang melibatkan ASN dan masyarakat dalam menyerap kelebihan pasokan pangan lokal.

Sultan HB X dalam arahannya menekankan pentingnya pemetaan daerah surplus produksi untuk menjaga harga di tingkat petani. Ia juga meminta agar laporan hasil HLM TPID dari kabupaten/kota dibuat dalam format yang seragam agar mudah dianalisis. “Ketersediaan stok pangan harus diatur dengan cermat agar tidak menumpuk menjelang panen berikutnya. Kita perlu memastikan distribusi berjalan baik, terutama saat permintaan meningkat pada akhir tahun,” ujar Sultan.

Selain menjaga keseimbangan pasokan dan harga, Gubernur juga menekankan pentingnya peran BUMD dalam memperkuat distribusi dan memastikan ketersediaan komoditas strategis. Kolaborasi antar daerah diharapkan semakin intensif untuk memperkuat rantai pasok pangan lintas wilayah, terutama mengingat posisi DIY sebagai daerah tujuan wisata dengan permintaan pangan yang tinggi.

Pemantauan harga oleh tim pengendali inflasi

Dalam forum tersebut, inovasi pengendalian inflasi berbasis sosial seperti program MRANTASI (Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi) juga menjadi sorotan. Program ini diperluas tidak hanya bagi pedagang pasar, tetapi juga guru dan siswa SMA agar kesadaran menjaga kestabilan harga tumbuh sejak dini. Program ini dinilai efektif membangun partisipasi publik dalam menjaga inflasi daerah tetap terkendali.

Melalui penguatan sinergi lintas lembaga, implementasi kerangka 4K, dan pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) DIY 2025, BI DIY dan pemerintah daerah berkomitmen menjaga laju inflasi agar tetap stabil di kisaran target 2,5% ±1%. Langkah kolektif ini menjadi kunci untuk memastikan kesejahteraan masyarakat DIY tetap terjaga di tengah momentum akhir tahun yang identik dengan peningkatan konsumsi.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, mengimbau pemerintah untuk menjaga pasokan dan distribusi pangan strategis jelang momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, supaya inflasi tetap terkendali dalam sasaran. Dia menjelaskan, sejumlah komoditas pangan telah menunjukkan tekanan musiman menjelang Natal dan tahun baru, di antaranya seperti cabai, beras, dan bawang, yang mulai mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah.

Stok bahan pokok di gudang penyimpanan

Permintaan terhadap telur dan daging ayam memperlihatkan peningkatan, yang diharapkan menjadi efek dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, Yusuf mengingatkan, efek program ini terhadap inflasi perlu dilihat secara hati-hati. Pasalnya, program belum terealisasi penuh dan relatif masih terbatas di sejumlah daerah, sehingga dampaknya terhadap harga sejauh ini belum terlalu besar.

Bank Indonesia (BI) memprediksi tekanan inflasi di Sumatera Selatan (Sumsel) di momen hari besar keagamaan (HKBN) seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 masih akan mengalami kenaikan. Hal ini diprediksi dengan kondisi sejumlah harga pangan yang bergejolak menjelang momen libur panjang dan Nataru 2026. Menurut Kepala BI Sumsel Bambang Pramono, tekanan juga berpotensi berasal dari komoditas volatile food, mengingat periode musim tanam padi dan hortikultura bertepatan dengan musim hujan yang dapat memengaruhi produktivitas.

Petani menanam cabai di sawah

Selain itu, BI Sumsel terus memperkuat koordinasi dan sinergi melalui strategi pengendalian inflasi berbasis 4K, yaitu keterjangkauan harga (K1), ketersediaan pasokan (K2), kelancaran distribusi (K3), dan komunikasi yang efektif (K4). TPID Sumatera Selatan secara rutin melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, distributor, dan produsen untuk memastikan harga sesuai HET serta stok tersedia mencukupi.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil, pemerintah dan lembaga terkait terus berupaya memastikan bahwa inflasi di Indonesia tetap terkendali, khususnya menjelang momen Nataru 2026. Kesiapan yang matang dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

FAQ:

1. Apa yang dimaksud dengan inflasi musiman?

Inflasi musiman merujuk pada kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi secara berkala, biasanya karena permintaan yang meningkat atau pasokan yang terbatas selama masa tertentu, seperti menjelang liburan atau perayaan besar.

2. Bagaimana pemerintah mengantisipasi inflasi musiman?

Pemerintah mengantisipasi inflasi musiman melalui berbagai langkah, seperti memperkuat koordinasi antar lembaga, memantau pasokan dan harga pangan, serta melakukan program pengendalian inflasi berbasis sosial.

3. Apa manfaat dari kerangka kerja 4K dalam pengendalian inflasi?

Kerangka kerja 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan komoditas strategis, terutama menjelang momen tertentu seperti Nataru.

4. Apa peran BUMD dalam pengendalian inflasi?

BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) berperan dalam memperkuat distribusi dan memastikan ketersediaan komoditas strategis, terutama di daerah-daerah yang memiliki permintaan tinggi.

5. Bagaimana masyarakat bisa ikut berkontribusi dalam pengendalian inflasi?

Masyarakat dapat berkontribusi dengan mengikuti program sosial seperti MRANTASI, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kestabilan harga dan memastikan ketersediaan pasokan pangan.

Tag:

PemerintahAntisipasiInflasiMusiman #Nataru2026 #InflasiDIY #PengendalianInflasi #BIIndonesia #TPIDDY #PanganStrategis #InflasiNasional #KomoditasPangan #Kerangka4K

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah dan Benar

    Cara Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah dan Benar

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Pada masa kerja, BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh setiap pekerja. Namun, terkadang ada situasi di mana seseorang perlu menonaktifkan status kepesertaannya, baik karena sudah tidak bekerja lagi atau alasan lainnya. Jika tidak segera dinonaktifkan, bisa berdampak pada pembayaran iuran bulanan yang tidak perlu. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui […]

  • Pengertian dan Peran Kebijakan Ekonomi pada Masa Demokrasi Liberal di Indonesia

    Pengertian dan Peran Kebijakan Ekonomi pada Masa Demokrasi Liberal di Indonesia

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Indonesia, sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam dan budaya, memiliki sejarah panjang dalam membentuk sistem ekonomi yang sesuai dengan karakteristik dan cita-cita bangsanya. Salah satu periode penting dalam sejarah perekonomian Indonesia adalah masa demokrasi liberal, yang berlangsung dari tahun 1950 hingga 1959. Pada masa ini, pemerintah menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks akibat warisan […]

  • Waktu Operasional Pasar Saham Amerika yang Perlu Anda Ketahui

    Waktu Operasional Pasar Saham Amerika yang Perlu Anda Ketahui

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Di tengah semakin berkembangnya pasar keuangan global, para investor di Indonesia mulai melirik peluang dari pasar saham Amerika Serikat. Namun, untuk bisa memaksimalkan kesempatan tersebut, penting bagi Anda untuk memahami jam operasional bursa saham Amerika. Dengan mengetahui waktu buka dan tutup pasar, Anda bisa merencanakan strategi trading yang lebih efektif dan tidak melewatkan momen penting. […]

  • Kontribusi Investasi Terbesar dari Sektor Mineral Mencapai Rp97,60 Triliun

    Kontribusi Investasi Terbesar dari Sektor Mineral Mencapai Rp97,60 Triliun

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Perekonomian Indonesia terus menunjukkan tanda-tanda penguatan, khususnya dalam hal realisasi investasi. Salah satu sektor yang memberikan kontribusi signifikan adalah sektor mineral. Berdasarkan data terbaru, kontribusi investasi terbesar berasal dari sektor ini dengan angka mencapai Rp97,60 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang pesat dan menjadi indikator positif bagi perekonomian nasional. Peningkatan ini tidak hanya terjadi secara […]

  • Pentingnya Kebijakan dan Strategi Pembangunan Ekonomi untuk Masa Depan Negara

    Pentingnya Kebijakan dan Strategi Pembangunan Ekonomi untuk Masa Depan Negara

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Dalam era globalisasi yang semakin dinamis, kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi menjadi kunci utama dalam menentukan arah dan kemajuan suatu negara. Di Indonesia, kebijakan ekonomi tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut berkelanjutan, inklusif, dan mampu mengatasi tantangan global yang semakin kompleks. Dengan memadukan kebijakan fiskal yang sehat, pengelolaan […]

  • Indonesia Menjadi Peringkat Tiga Besar Tujuan Investasi Nonmigas Asia Tenggara: Analisis Terkini

    Indonesia Menjadi Peringkat Tiga Besar Tujuan Investasi Nonmigas Asia Tenggara: Analisis Terkini

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat dalam sektor investasi nonmigas, khususnya di tengah dinamika perekonomian global yang semakin kompetitif. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan investasi terbaik di kawasan Asia Tenggara. Pada periode Januari hingga September 2025, nilai ekspor nonmigas mencapai 199,77 miliar dolar AS, meningkat sebesar 9,57 persen dibandingkan […]

expand_less