Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Kominfo Gencarkan Pemberantasan Konten Negatif untuk Meningkatkan Kepercayaan Digital

Kominfo Gencarkan Pemberantasan Konten Negatif untuk Meningkatkan Kepercayaan Digital

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
  • visibility 392
  • comment 0 komentar

Di tengah ledakan penggunaan internet dan media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus memperkuat upayanya dalam menghadapi tantangan digital. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pemberantasan konten negatif guna menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan dapat dipercaya. Dengan berbagai regulasi dan kebijakan yang diterapkan, Kominfo menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari dampak negatif teknologi.

Langkah Terbaru dalam Moderasi Konten

Salah satu inisiatif utama Kominfo adalah revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya Pasal 40 yang memberikan wewenang kepada lembaga tersebut untuk melakukan moderasi konten di media sosial. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, menjelaskan bahwa setiap platform di Indonesia harus melakukan penapisan konten untuk mencegah penyebaran informasi berbahaya. Contoh nyata termasuk tantangan berbahaya seperti “berdiri di depan truk” atau konten yang menyebabkan bunuh diri online. Menurutnya, platform memiliki teknologi yang cukup untuk mengidentifikasi dan menindak konten tersebut, sehingga Kominfo hanya bertugas sebagai pengawas dan penyedia panduan.

Peran Platform Digital dalam Penanganan Konten Negatif

Kominfo tidak hanya mengandalkan regulasi, tetapi juga melibatkan platform digital dalam upaya pemberantasan konten negatif. Dalam kerja sama dengan perusahaan seperti Google, Kominfo berhasil mengurangi penyebaran konten pornografi dan judi online. Menurut Semmy, sebagian besar konten berbahaya sudah bisa dideteksi oleh algoritma platform, sehingga tugas pemerintah menjadi lebih ringan. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap memastikan bahwa platform tidak lalai dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Data Penanganan Konten Negatif

perlindungan anak di dunia digital melalui PP TUNAS

Hingga 17 September 2023, Kominfo telah menangani sebanyak 3.761.730 konten negatif. Angka ini mencakup 969.308 konten judi online, 8.954 konten fintech ilegal, serta 1.211.571 konten pornografi. Selain itu, ada 9.607 temuan terkait sisipan laman judi pada situs pemerintahan. Dari bulan Juli hingga September 2023 saja, tercatat 200.216 konten negatif yang telah ditangani. Data ini menunjukkan betapa seriusnya tantangan yang dihadapi di dunia digital, serta kebutuhan akan tindakan cepat dan efektif.

Regulasi Perlindungan Anak di Dunia Digital

Selain konten negatif umum, Kominfo juga fokus pada perlindungan anak-anak dari risiko digital. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS), pemerintah menetapkan batasan usia dan pengawasan ketat terhadap akses anak-anak ke media sosial. Aturan ini membagi klasifikasi usia pengguna, mulai dari bawah 13 tahun hingga 16–17 tahun, dengan persyaratan izin orang tua atau wali. PP TUNAS juga mewajibkan setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk melakukan verifikasi usia pengguna, menyaring konten berbahaya, dan menyediakan sistem pelaporan yang mudah diakses.

Kolaborasi dengan Platform Digital dan Masyarakat

kominfo gencarkan pemberantasan konten negatif

Kominfo tidak bekerja sendirian dalam upaya ini. Lebih dari itu, pihaknya terus meningkatkan kerja sama dengan platform digital dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan kolaborasi yang intensif, Kominfo berharap dapat memperkuat pengawasan dan kebijakan lintas-sektor maupun platform digital dalam pelaporan dan penanganan konten negatif. Selain itu, pihaknya juga melakukan edukasi dan sosialisasi anti judi online, serta menghimbau PSE agar tidak memfasilitasi penyebarluasan informasi judi online.

Tanggung Jawab Orang Tua dan Masyarakat

Meskipun regulasi dan kebijakan pemerintah menjadi dasar utama, tanggung jawab juga jatuh pada orang tua dan masyarakat. PP TUNAS menuntut penyelenggara platform digital untuk menyediakan fitur kontrol orang tua, sehingga para orang tua bisa memantau aktivitas anak mereka secara langsung. Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, mendukung penuh pemberlakuan PP TUNAS ini. Ia menegaskan pentingnya sanksi tegas bagi platform yang melanggar aturan, karena keselamatan anak-anak di ruang digital adalah prioritas utama.

Perspektif Global dan Upaya Indonesia

Indonesia bukan satu-satunya negara yang menghadapi tantangan ini. Berbagai negara seperti Australia, Prancis, dan Norwegia telah menerapkan aturan ketat untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif internet. Dengan adanya PP TUNAS, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk membangun ekosistem digital yang lebih aman, sehat, dan etis, dengan fokus pada kepentingan nasional dan perlindungan anak sebagai prioritas utama.

FAQ

Apa tujuan Kominfo dalam pemberantasan konten negatif?

Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan dapat dipercaya, dengan menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari dampak negatif teknologi.

Bagaimana Kominfo bekerja sama dengan platform digital?

Kominfo bekerja sama dengan platform digital untuk memoderasi konten bermuatan negatif, serta meningkatkan kapabilitas mesin dan sumber daya manusia dalam penanganan konten negatif.

Apa isi dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025?

PP TUNAS mengatur batasan usia dan pengawasan ketat terhadap akses anak-anak ke media sosial, serta mewajibkan setiap PSE untuk melakukan verifikasi usia pengguna, menyaring konten berbahaya, dan menyediakan sistem pelaporan yang mudah diakses.

Apa peran orang tua dalam perlindungan anak di dunia digital?

Orang tua diwajibkan memantau penggunaan akun anak mereka melalui fitur kontrol yang disediakan oleh platform digital, serta memberikan izin dan pengawasan yang tepat.

Apa manfaat dari PP TUNAS?

PP TUNAS membantu membangun ekosistem digital yang lebih aman dan sehat, dengan fokus pada perlindungan anak-anak dan kepentingan nasional.

Tagging

Kominfo #KontenNegatif #KepercayaanDigital #UUITE #ModerasiKonten #PPTUNAS #PerlindunganAnak #EdukasiDigital #PlatformDigital #RegulasiDigital



perlindungan anak di dunia digital



data penanganan konten negatif

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengertian dan Konsep Makroekonomi Menurut Sadono Sukirno dalam Bentuk PDF

    Pengertian dan Konsep Makroekonomi Menurut Sadono Sukirno dalam Bentuk PDF

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Makroekonomi adalah salah satu bidang studi yang sangat penting dalam memahami dinamika perekonomian suatu negara. Dalam konteks Indonesia, pemahaman tentang makroekonomi menjadi kunci untuk mengambil kebijakan yang tepat guna mendorong pertumbuhan ekonomi, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu tokoh yang memberikan kontribusi besar dalam pengembangan ilmu makroekonomi di Indonesia adalah Sadono Sukirno. […]

  • Pemerintah Memperkuat Infrastruktur Jaringan 5G di Daerah Prioritas: Tantangan dan Peluang

    Pemerintah Memperkuat Infrastruktur Jaringan 5G di Daerah Prioritas: Tantangan dan Peluang

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Di tengah percepatan transformasi digital, pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat infrastruktur jaringan 5G di daerah-daerah prioritas. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan akses internet berkecepatan tinggi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang lebih inklusif dan merata. Dengan kehadiran jaringan 5G, peluang baru dalam bidang bisnis, pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan layanan publik bisa terwujud. […]

  • Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan pengedarnya beserta 82,62 Gram Sabu, Ekstasi dan Ganja

    Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan pengedarnya beserta 82,62 Gram Sabu, Ekstasi dan Ganja

    • calendar_month Ming, 13 Sep 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Deli Serdang – Satres Narkoba Polresta Deli Serdang berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan dua orang laki-laki terduga pelaku serta sejumlah barang bukti berupa narkotika jenis sabu, pil ekstasi, dan ganja. Pengungkapan kasus tersebut berlangsung pada Kamis, 3 September 2026, sekira pukul 17.30 WIB, di wilayah Desa Sei Tuan, […]

  • Cara Mendapatkan Uang dari TikTok dengan Menonton Video: Panduan Lengkap untuk Pemula

    Cara Mendapatkan Uang dari TikTok dengan Menonton Video: Panduan Lengkap untuk Pemula

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 596
    • 0Komentar

    Di era digital yang semakin berkembang, TikTok tidak hanya menjadi platform hiburan, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan bagi banyak orang. Salah satu cara yang paling sederhana dan menarik adalah dengan mendapatkan uang dari TikTok dengan menonton video. Jika kamu masih pemula dan ingin memahami bagaimana hal ini bisa dilakukan, berikut panduan lengkapnya. Apa Itu […]

  • Investasi di Sektor Startup Digital Mengalir Signifikan di Kuartal IV

    Investasi di Sektor Startup Digital Mengalir Signifikan di Kuartal IV

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak, sektor startup digital di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, khususnya pada kuartal IV tahun ini. Investasi yang mengalir ke sektor ini tidak hanya mencerminkan optimisme investor terhadap potensi pertumbuhan teknologi, tetapi juga menunjukkan bahwa startup digital semakin menjadi bagian penting dari perekonomian nasional. Dengan adanya peningkatan investasi, sejumlah […]

  • Pembangunan turap di lingkungan RT 01/06, wilayah Cilampe, Kec. Kosambi, Kabul. Tangerang, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah persoalan di lokasi pekerja’an.

    Pembangunan turap di lingkungan RT 01/06, wilayah Cilampe, Kec. Kosambi, Kabul. Tangerang, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah persoalan di lokasi pekerja’an.

    • calendar_month Kam, 24 Sep 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Pantauan tim media pada 23 September 2026 menunjukkan belum terlihat papan informasi proyek yang memuat keterangan mengenai sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana maupun waktu pelaksanaan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanya’an di tengah masyarakat mengenai asal-usul pendana’an dan pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerja’an tersebut. Informasi yang beredar di lapangan menyebut proyek tersebut diduga berkaitan […]

expand_less