Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Kemkomdigi Menghapus 3,1 Juta Konten Negatif Sejak Oktober 2024: Ini yang Harus Diketahui

Kemkomdigi Menghapus 3,1 Juta Konten Negatif Sejak Oktober 2024: Ini yang Harus Diketahui

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
  • visibility 242
  • comment 0 komentar

Sejak Oktober 2024 hingga saat ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah berhasil menurunkan sebanyak 3,1 juta konten internet negatif dari ruang digital Indonesia. Angka ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna internet di tanah air. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan bahwa ruang digital tetap menjadi tempat yang sehat dan positif bagi seluruh masyarakat.

Dalam laporan resmi yang dirilis oleh Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, tercatat bahwa jumlah konten negatif yang ditangani mencapai 3.053.984, dengan perjudian daring (judol) menjadi kategori terbanyak sebesar 2.377.283 konten. Selain itu, terdapat 612.618 konten pornografi, termasuk 8.517 konten yang berkaitan dengan anak-anak. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang dihadapi oleh masyarakat, khususnya generasi muda, akibat paparan konten negatif.

Penanganan konten negatif oleh Kemkomdigi

Pemblokiran dan penurunan konten negatif tidak dilakukan secara sendiri oleh Kemkomdigi. Menurut Alexander, kolaborasi antara pemerintah, platform digital, industri, dan masyarakat sangat penting dalam menjaga ruang digital yang aman. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Di pemerintah sendiri yang terbagi dengan kementerian dan lembaga itu sedemikian banyak itu, kita berkolaborasi. Kita juga mendorong berkolaborasi dengan platform, industri dan seluruh pihak, termasuk masyarakat,” ujarnya.

Salah satu contoh kolaborasi yang dilakukan adalah dalam penanganan konten perjudian daring. Masalah judi online ini memiliki spektrum yang luas, mulai dari hulu hingga hilir. Kemkomdigi mencegah konten judol tidak diakses oleh masyarakat. Di sisi hulunya, ada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menelusuri transaksi keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang melakukan pemblokiran rekening, serta aparat penegak hukum yang menangani tindak pidana.

Kolaborasi antara Kemkomdigi dan platform digital

Selain itu, Kemkomdigi juga menerapkan dua pendekatan dalam pengawasan ruang digital, yaitu proaktif dan reaktif. Pendekatan proaktif dilakukan melalui patroli siber selama 24 jam, mengelola Sistem Kepatuhan Moderasi Konten atau SAMAN, serta berkoordinasi dengan platform digital untuk proses moderasi. Sedangkan pendekatan reaktif dilakukan dengan menindaklanjuti laporan masyarakat melalui kanal aduankonten.id maupun aduan dari kementerian dan lembaga lain.

“Contohnya kalau ada pengaduan terkait penipuan atau pinjaman online ilegal, kami akan meminta rekomendasi dari OJK untuk menelusuri apakah benar konten yang diadukan itu tidak terdaftar. Kalau terkait pencemaran nama baik, tentu harus melalui aparat kepolisian dulu,” tambah Alexander.

Upaya pemerintah dalam melindungi anak-anak dari konten negatif

Selain menangani konten negatif, Kemkomdigi juga fokus pada perlindungan anak-anak dari paparan konten berbahaya. Salah satu inisiatif yang diluncurkan adalah situs Tunasdigital.id, yang merupakan wadah bagi orang tua untuk belajar dan berbagi panduan praktis dalam melindungi anak dari konten berbahaya. Situs ini menjadi bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak, yang dikenal sebagai PP Tunas.

Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan bahwa Tunasdigital.id merupakan bentuk komitmen negara dalam memastikan ruang digital yang aman dan sehat bagi anak-anak Indonesia. “Tunasdigital.id bisa menjadi kanal pengetahuan bagi bunda-bunda untuk kemudian mengerti bagaimana membawa anaknya di era digital,” ujarnya.

Acara peluncuran Tunasdigital.id

Melalui PP Tunas dan Tunasdigital.id, Kemkomdigi ingin menemani para keluarga Indonesia belajar bersama tentang hal-hal kecil yang dapat menjadi sarana menjaga anak di era digital. “Ini adalah sebuah gerakan literasi digital yang membekali orang tua agar anak-anak bisa memilah informasi, menjaga etika online, serta menjelajahi dunia maya dengan aman. Sehingga anak tumbuh cerdas secara digital dan membawa sikap bijaknya ke dunia nyata,” kata Fifi Aleyda Yahya, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kemkomdigi.

Peluncuran Tunasdigital.id dikemas secara interaktif melalui kolaborasi dengan komunitas Kumpul Bareng Bunda FYP. Sebanyak 2.000 Bunda dari berbagai daerah berkumpul di Blok M Hub, Jakarta, selama dua hari pada 1-2 November 2025. Pada hari pertama, mereka diajak berkolaborasi dalam peluncuran situs web melalui sesi “Curhat Bareng Bu Menteri Meutya Hafid” yang dipandu oleh konten kreator Agung Karmalogy. Sementara di hari kedua, acara dilanjutkan dengan Komdigi Sharing Session bertajuk “Konten Positif, Anak Adaptif!” yang menghadirkan Praktisi Psikologi Anak Usia Dini, Aninda, serta Konten Kreator Cerita Ibun, dengan moderator Syifa Aulia.

FAQ

  1. Apa tujuan Kemkomdigi dalam menurunkan konten negatif?

    Tujuan utamanya adalah untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna internet di Indonesia, terutama melindungi generasi muda dari paparan konten berbahaya seperti pornografi dan perjudian daring.

  2. Bagaimana Kemkomdigi menangani konten negatif?

    Kemkomdigi menggunakan pendekatan proaktif dan reaktif. Pendekatan proaktif melalui patroli siber dan koordinasi dengan platform digital, sedangkan pendekatan reaktif melalui penindaklanjutan laporan masyarakat.

  3. Apa itu Tunasdigital.id?

    Tunasdigital.id adalah situs yang menyediakan panduan praktis bagi orang tua dalam melindungi anak dari konten berbahaya di ruang digital. Situs ini merupakan bagian dari implementasi PP Tunas No 17 Tahun 2025.

  4. Apakah Kemkomdigi bekerja sendiri dalam menangani konten negatif?

    Tidak, Kemkomdigi bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk platform digital, industri, dan masyarakat, untuk menjaga ruang digital yang aman.

  5. Apa dampak dari penurunan konten negatif bagi masyarakat?

    Dampaknya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya konten negatif dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak dari paparan konten berbahaya.

Tags:

Kemkomdigi #KontenNegatif #InternetIndonesia #PerlindunganAnak #DigitalLiteracy #PenangananKonten #Tunasdigital.id #PeraturanPemerintah #HukumDigital #EdukasiAnak

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga dan Pergerakan 1 Lot Saham BCA Terbaru

    Harga dan Pergerakan 1 Lot Saham BCA Terbaru

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Pasar modal Indonesia kembali digemparkan oleh pergerakan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Dalam beberapa hari terakhir, harga saham BCA mengalami penurunan yang cukup signifikan, memicu kekhawatiran para investor. Hal ini juga menjadi sorotan utama bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi terkini tentang harga dan pergerakan 1 lot saham BCA. Pergerakan harga saham […]

  • Cara Tukar Uang Baru yang Benar dan Mudah Dijalankan

    Cara Tukar Uang Baru yang Benar dan Mudah Dijalankan

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Pada masa menjelang hari raya atau perayaan khusus, kebutuhan akan uang tunai, terutama pecahan baru, seringkali meningkat. Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral, memahami dinamika ini dan berupaya memfasilitasi masyarakat untuk memperoleh uang baru dengan cara yang mudah dan aman. Artikel ini akan mengupas tuntas langkah-langkah cara tukar uang baru di Bank Indonesia, persyaratan yang […]

  • Perubahan PMK No. 72/2025: Peraturan PPh 21 DTP Stimulus Ekonomi

    Perubahan PMK No. 72/2025: Peraturan PPh 21 DTP Stimulus Ekonomi

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Pemerintah Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 72 Tahun 2025 yang merupakan perubahan atas PMK No. 10 Tahun 2025. Peraturan ini bertujuan untuk memberikan insentif pajak penghasilan pasal 21 (PPh 21) kepada pegawai tertentu, terutama di sektor pariwisata dan industri lainnya, sebagai bagian dari stimulus […]

  • Panduan Lengkap Berinvestasi di Saham Lo Kheng Hong untuk Pemula

    Panduan Lengkap Berinvestasi di Saham Lo Kheng Hong untuk Pemula

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Investasi saham menjadi salah satu pilihan yang semakin diminati oleh banyak orang, terutama bagi mereka yang ingin mengembangkan kekayaan dalam jangka panjang. Salah satu tokoh yang sangat dihormati di Indonesia adalah Lo Kheng Hong, yang dikenal dengan pendekatan investasi cerdas dan hasil yang mengesankan. Dengan pengalaman bertahun-tahun di pasar modal, Lo Kheng Hong sering dijuluki […]

  • Kebijakan Trade Remedy: Cara Melindungi Industri Domestik dari Persaingan Asing

    Kebijakan Trade Remedy: Cara Melindungi Industri Domestik dari Persaingan Asing

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Industri domestik di Indonesia kini semakin menghadapi tantangan yang signifikan akibat persaingan ketat dari produk impor. Untuk menghadapi hal ini, pemerintah telah menerapkan kebijakan trade remedy sebagai instrumen perlindungan terhadap pelaku usaha dalam negeri. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan pasar dan memastikan bahwa industri lokal tetap dapat berkembang tanpa terganggu oleh praktik perdagangan yang […]

  • Pengertian dan Pentingnya Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi dalam Bisnis Kuliner

    Pengertian dan Pentingnya Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi dalam Bisnis Kuliner

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Pendahuluan Di tengah pertumbuhan ekonomi yang pesat, sektor bisnis kuliner menjadi salah satu bidang yang paling menjanjikan di Indonesia. Namun, keberhasilan bisnis ini tidak hanya bergantung pada kualitas masakan atau inovasi rasa, tetapi juga pada manajemen industri jasa makanan dan gizi. Proses pengelolaan yang efisien dan berkelanjutan menjadi kunci utama untuk memastikan kualitas, keamanan, dan […]

expand_less