Breaking News
light_mode
Beranda » Investasi » Investor Institusi Mulai Lirik Properti Komersial di Luar Negeri: Tren Baru Pasar

Investor Institusi Mulai Lirik Properti Komersial di Luar Negeri: Tren Baru Pasar

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
  • visibility 354
  • comment 0 komentar

Di tengah dinamika pasar global yang terus berubah, para investor institusi kini mulai memperluas pandangan mereka ke sektor properti komersial di luar negeri. Fenomena ini menjadi indikasi bahwa tren investasi properti tidak lagi terpaku pada wilayah lokal, melainkan mencari peluang di pasar internasional yang lebih luas. Pergerakan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan permintaan akan aset yang stabil dan potensi pertumbuhan jangka panjang.

Pada awal tahun 2019, Singapura menjadi salah satu pusat perhatian bagi investor properti komersial. Menurut riset Real Capital Analytics Inc. (RCA), transaksi properti komersial di Singapura mengalami lonjakan hingga 72 persen secara year-on-year (yoy) menjadi US$1,9 miliar pada kuartal I/2019. Hal ini terutama didorong oleh sektor perkantoran, ritel, dan industri. Investor ingin “mengunci” harga sebelum kenaikan lebih lanjut, sehingga membuat Singapura menjadi tujuan utama untuk investasi properti komersial.

Sementara itu, data dari Jones Lang LaSalle (JLL) menunjukkan bahwa sewa kantor di Singapura melambung ke level tertinggi selama 10 tahun pada kuartal pertama tahun ini. Ini menunjukkan bahwa permintaan akan ruang kantor tetap tinggi, meskipun ada tekanan dari peningkatan pasokan. Diperkirakan sewa kantor akan naik sekitar 10 persen pada 2019, mengikuti lonjakan sebanyak 12,4 persen seperti pada tahun lalu.

Beberapa pembeli besar properti komersial di Singapura antara lain adalah Gaw Capital, Hong Kong Bouwinvest, Netherlands CPP Investment Board, Canada LaSalle, dan U.S. Logos Property Services dari Australia. Ini menunjukkan bahwa investor dari berbagai negara mulai melirik pasar Singapura sebagai pilihan strategis.

Namun, tren ini tidak hanya terjadi di Singapura. Secara keseluruhan, total volume investasi di seluruh Asia Pasifik anjlok 36 persen secara year-on-year (yoy). Penyebabnya adalah perlambatan ekonomi China akibat perang dagang dengan Amerika Serikat dan penurunan permintaan global. Meski demikian, RCA mencatat bahwa jumlah transaksi yang tertunda sangat tinggi di pasar seperti Hong Kong, India, dan China. Prediksi ini menunjukkan bahwa aktivitas pasar bisa kembali pulih jika suku bunga global tetap rendah.

Investor institusi menghadiri acara bisnis internasional

Tren investasi properti komersial di luar negeri ini juga mencerminkan perubahan dalam pola investasi. Dulu, para investor cenderung fokus pada pasar domestik, tetapi kini mereka mulai mencari aset yang lebih stabil dan memiliki potensi pertumbuhan lebih besar. Hal ini terutama karena ketidakpastian ekonomi global, yang membuat banyak investor mencari alternatif yang lebih aman.

Selain itu, pergeseran preferensi konsumen juga turut memengaruhi tren ini. Masyarakat semakin sadar akan pentingnya investasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Banyak pengembang properti komersial kini mulai mengedepankan konsep keberlanjutan, seperti penggunaan energi terbarukan dan material ramah lingkungan. Hal ini membuat properti komersial di luar negeri semakin diminati oleh investor institusi.

Dalam konteks Indonesia, tren ini juga relevan. Industri properti di Indonesia terus berkembang pesat, dan tahun 2025 diprediksi akan menjadi tahun penuh perubahan. Teknologi, kesadaran lingkungan, serta perubahan gaya hidup menjadi beberapa faktor utama yang akan memengaruhi tren properti di masa depan. Oleh karena itu, bagi investor, memahami tren pasar global menjadi langkah penting untuk memperluas portofolio dan meningkatkan keuntungan.

Investor institusi menghadiri forum properti internasional

Selain itu, adanya platform digital dan teknologi baru memudahkan proses investasi properti. Penggunaan Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) memungkinkan investor untuk melihat properti secara virtual tanpa harus datang langsung ke lokasi. Selain itu, Artificial Intelligence (AI) juga digunakan untuk analisis pasar properti, membantu investor membuat keputusan yang lebih berbasis data.

Faktor-faktor ini menunjukkan bahwa investasi properti komersial di luar negeri bukanlah hal yang baru, tetapi semakin menjadi pilihan utama bagi investor institusi. Dengan mempertimbangkan stabilitas pasar, potensi pertumbuhan, dan keberlanjutan, investor dapat memperoleh keuntungan yang lebih baik dalam jangka panjang.

Peta dunia dengan titik investasi properti komersial

FAQ

Apa saja alasan investor institusi mulai tertarik pada properti komersial di luar negeri?

Investor institusi mulai tertarik pada properti komersial di luar negeri karena stabilitas pasar, potensi pertumbuhan, dan keberlanjutan. Selain itu, kondisi ekonomi global yang tidak pasti membuat mereka mencari aset yang lebih aman.

Bagaimana tren investasi properti komersial di Singapura?

Singapura menjadi salah satu pasar yang diminati oleh investor institusi. Transaksi properti komersial di Singapura meningkat tajam, terutama di sektor perkantoran dan ritel. Sewa kantor pun melonjak ke level tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Apa dampak dari perubahan preferensi konsumen terhadap investasi properti?

Perubahan preferensi konsumen, seperti keinginan akan properti ramah lingkungan dan multifungsi, memengaruhi tren investasi. Pengembang kini lebih mengedepankan konsep keberlanjutan, yang membuat properti komersial di luar negeri semakin diminati.

Bagaimana teknologi memengaruhi investasi properti komersial?

Teknologi seperti AR, VR, dan AI memudahkan proses investasi properti. Investor dapat melihat properti secara virtual dan membuat keputusan berdasarkan data yang akurat, sehingga mengurangi risiko investasi.

Apa tantangan yang dihadapi investor institusi dalam investasi properti komersial di luar negeri?

Tantangan utama yang dihadapi investor institusi adalah ketidakpastian ekonomi global dan perbedaan regulasi antar negara. Namun, diversifikasi portofolio dan memilih pasar yang stabil dapat membantu mengurangi risiko tersebut.

Tag:

InvestorInstitusi #PropertiKomersial #InvestasiLuarNegeri #TrenPasar #Singapura #RealEstate #EkonomiGlobal #PropertiHijau #KondisiPasar #InvestasiStrategis

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DKPP RI Sidang Ketua Bawaslu Labuhanbatu, Diduga Nikah Siri

    DKPP RI Sidang Ketua Bawaslu Labuhanbatu, Diduga Nikah Siri

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Medan – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI menggelar sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik terhadap Ketua Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu. Sidang digelar di Ruang Sidang Peradilan Semu Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Jalan Kapten Muchtar Basri No. 3, Medan, Rabu (12/8/2026). Ketua Bawaslu Labuhanbatu berinisial WD diadukan istrinya, Ambar Lestari, dengan nomor pengaduan […]

  • Investasi di Minyak dan Gas Bumi Mencapai Rp6,55 Triliun pada Kuartal Pertama Tahun 2025

    Investasi di Minyak dan Gas Bumi Mencapai Rp6,55 Triliun pada Kuartal Pertama Tahun 2025

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Pertumbuhan investasi di sektor hulu migas di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Pada kuartal pertama tahun 2025, realisasi investasi di bidang minyak dan gas bumi mencapai angka yang sangat signifikan, yaitu sebesar Rp6,55 triliun. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa sektor energi nasional semakin diminati oleh para investor baik lokal maupun internasional. Investasi yang masuk […]

  • Kelebihan dan Kekurangan E-Commerce yang Perlu Anda Ketahui

    Kelebihan dan Kekurangan E-Commerce yang Perlu Anda Ketahui

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Dalam era digital yang semakin berkembang, e-commerce telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dengan kemudahan akses dan berbagai fitur inovatif, banyak orang memilih belanja online sebagai alternatif utama. Namun, seperti halnya metode lainnya, e-commerce juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu diketahui. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai kelebihan dan kekurangan e-commerce. […]

  • Strategi Peningkatan Ekspor Produk Manufaktur Mesin dan Perlengkapan Elektrik

    Strategi Peningkatan Ekspor Produk Manufaktur Mesin dan Perlengkapan Elektrik

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Peningkatan ekspor produk manufaktur mesin dan perlengkapan elektrik menjadi salah satu fokus utama pemerintah Indonesia dalam memperkuat sektor industri nasional. Dengan potensi pasar global yang luas, strategi yang tepat untuk meningkatkan daya saing produk lokal sangat penting. Tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan ekspor juga mendorong keterlibatan lebih banyak pelaku usaha kecil dan menengah […]

  • Bank Indonesia Reduces BI-Rate to 4.75% on October 22, 2025: Key Implications

    Bank Indonesia Reduces BI-Rate to 4.75% on October 22, 2025: Key Implications

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Pada tanggal 22 Oktober 2025, Bank Indonesia (BI) kembali memangkas suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis points menjadi 4.75 persen. Keputusan ini diambil dalam rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada 16-17 September 2025. Pengumuman ini disampaikan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo melalui konferensi pers virtual pada Rabu, 17 September 2025. Ini merupakan […]

  • Pengertian Pariwisata Menurut Para Ahli: Definisi dan Konsep Terlengkap

    Pengertian Pariwisata Menurut Para Ahli: Definisi dan Konsep Terlengkap

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 613
    • 0Komentar

    Pariwisata adalah salah satu sektor yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Banyak orang menghabiskan waktu luangnya untuk berlibur ke berbagai tempat, baik dalam maupun luar negeri. Namun, apakah Anda tahu apa sebenarnya pengertian pariwisata menurut para ahli? Artikel ini akan membahas secara lengkap definisi dan konsep pariwisata menurut beberapa ahli serta menjelaskan peran pariwisata dalam […]

expand_less